
Semua karyawan sudah berkumpul dan dikumpulkan diAula yang tempat akan diadakannya syukuran. Semua karyawan yang belum pada makan siang, mereka pada ngiler dan perutnya pada keroncongan berbunyi karena mencium bau harum makanan yang ada diruangan itu. Hampir semua karyawan sengaja belum makan siang.
"Bagaimana Nak, apa kamu kuat untuk menghadiri acara syukuran kali ini?? ", tanya Papah Ziyas kepada Kia.
"Insyaallah Pah, Kia kuat", jawab Kia kepada Papah Ziyas.
"Kalau masih lemas, kita tidak usah ikut dulu tidak apa-apa ko sayang??", kata Qiyas kepada Kia.
"Tidak apa-apa sayang, yakin deh, Kia sudah mendingan ko", jawab Kia kepada Qiyas dengan tersenyum.
Semua orang sudah berkumpul kembali diruangannya Qiyas, termasuk Mila dan Zidan. Bahkan para sekertaris Ayah Ibrahim yang tadi disuruh untuk kembali lagi kekantor IBRAHIM COMPANY mereka sudah pada datang lagi kekantornya Qiyas dan lagi menunggui mereka semua diruang tunggu depan ruangannya Qiyas.
Kecuali para sekertaris Papah Ziyas dan Qiyas mereka sedang mengatur yang ada diAula. Sedangkan Zidan dia memang tangan kanan Qiyas, jadi hanya dia yang selalu berada disamping Qiyas.
DiAula terjadi kegaduhan karena mereka semua sudah pada lapar dan sudah tidak tahan untuk menikmati hidangan yang daritadi membuat cacing diperut mereka pada demo.
"Kapan sih acaranya dimulai, ini cacing diperutku sudah kelaperan", kata karyawan D
"Yeee, itu mah emang kamunya saja yang tidak bisa tahan kalau lihat makanan, apa lagi gratis", jawab karyawan U
"Emang kamu sendiri apa tidak lapar mencium bau harum makanan yang menggiurkan ini?? ", tanya karyawan A.
"Intinya kita semua itu pada kelaparan gara-gara tahu akan dapat makanan gratis+enak jadi kita semua tadi pada tidak pergi kepantry sama kekantin", kata karyawan B
Yah begitulah setidaknya salah satu obrolan yang diobrolkan para karyawan. Dan yang lain hanya bergosip ria.
"Permisi Tuan semuanya sudah siap diaula", kata Vio sekertaris Papah Ziyas yang lainnya memberitahu.
"Baiklah ayo kita semua segera turun", intruksi Papah Ziyas kepada semuanya yang ada diruangannya Qiyas.
Akhirnya mereka semua termasuk para sekertaris pada turun kebawah kelantai lima tempat aula diadakannya acara. Setelah sampai mereka dipersilahkan duduk ditempat duduk yang sudah disediakan oleh para sekertaris Qiyas dan Papa Ziyas diatas panggung.
Semua karyawan yang awalnya pada berbisik dan berisik, semua mendadak diam karena semua petinggi diPerusahaan baru masuk keaula. Mereka ada yang berbisik dengan suara sangat kecil karena penasaran siapa saja yang ada diatas selain para Pemimpin Perusahaan.
Ada satu orang yang daritadi mengalihkan pandangan semua karyawan yaitu wanita bercadar yang digandeng mesra oleh Presdir mereka. Siapa lagi kalau bukan Kia yang digandeng Qiyas.
Mereka semua pada menebak jika yang digandeng Presdir mereka adalah istrinya karena kejadian tadi pagi. Gosip cepat menyebar disatu kantor tentang kejadian tadi pagi diloby kantor dan semua karyawan wanita yang dulunya mendamba atau berharap Qiyas melirik mereka seakan harapan mereka pupus sudah.
Papah Ziyas mengkode Liem untuk mengheningkan tempat, dan Liem yang dikode begitu dia sudah peka. Karena Liem adalah salah satu orang kepercayaannya Papah Ziyas.
"Saya mohon, semuanya harap diam", kata Liem dengan menggunakan microfon.
Papah Ziyas yang melihat semua karyawan sudah pada diam, dia langsung berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kedepan.
"Assalamu'alaikum semua, dan selamat siang", kata Papah Ziyas ketika sudah maju kedepan.
"Wa'alaikumussalam, dan siang Pak", jawab serempak semua karyawan, terutama yang beragama islam mereka semua menjawab salamnya Papah Ziyas.
"Mungkin sudah sebagian karyawan mengetahui kenapa kalian semua dikumpulkan disini didalam aula ini.......... ", kata Papah Ziyas dan dia sengaja menjeda kalimatnya serta melihat kearah semua karyawan.
"Dari kejadian tadi pagi, saya harap tidak terjadi lagi oleh siapapun dan dimanapun apalagi diPerusahaanku",.............. Kata Papah Ziyas lagi dan menjedanya lagi.
"Kemari nak", panggil Papah Ziyas kepada Kia.
Kia yang dipanggil Papah Ziyas dia lalu menengok kearah suaminya Qiyas, dan Qiyas mengangguk serta tersenyum pertanda Qiyas memperbolehkan Kia maju kedepan. Kia langsung saja maju kedepan ketika sudah diijinkan Qiyas. Dan Kia saat ini sudah berada disamping Papah Ziyas.
"Kalian semua pasti sudah tahu kan, siapa yang berada disebelah saya ini", kata Papah Ziyas.
"Sudaaaaaah", jawan para Karyawan. Karena mereka semua tahu dari kejadian tadi pagi.
"Disini akan saya perjelas lagi. Dia adalah menantu saya namanya ADZKIA NABILAH BALQIS, apakah sudah ada yang pernah dengar nama itu?? ", kata Papah Ziyas sambil merangkul Kia.
"Iya silahkan untuk kamu laki-laki yang sebelah sana", kata Papah Ziyas mempersilahkan.
Lalu Liem berjalan kearah laki-laki yang ditunjuk Papah Ziyas dan segera memberikan microfon untuk berbicara.
"Pak, apakah Nona ini adalah CEO diPERUSAHAAN IBRAHIM COMPANY??", tanya karyawan laki-laki yang bertanya tadi ketika sudah mendapat microfon dari Liem.
"Iya kamu tepat sekali", jawab Papah Ziyas.
"Dia adalah anak kandung Tuan Ibrahim yang mempunyai PERUSAHAAN IBRAHIM COMPANY dan sekarang sudah menjadi besan saya, jika ada yang bermacam-macam dengannya atau semua keluarganya, berarti dia juga bermacam-macam denganku juga, apa kalian faham??!! ", kata Tegas Papah Ziyas lagi sambil melihat kearah Kia lalu kearah para karyawan.
"Fahaaaaamm........... ", jawab serentak semua para karyawan.
Semua karyawan yang belum mengetahui siapa Kia sebenarnya mereka kaget dengan informasi yang diberikan oleh Papah Ziyas, karena walaupun bercadar Kia ternyata seorang CEO dan bukan anak orang sembarangan, yah begitulah fikir para karyawan yang pada terkejut.
"Acara ini saya adakan karena syukuran untuk pernikahan anak saya yang kalian kenal sebagai Presdir kalian yang bernama Qiyas,..........
"mungkin dari kalian bertanya-tanya kapan nikahnya??, akan saya jawab baru-baru ini, dan untuk resepsinya akan diadakan segera serta semua karyawan akan saya undang", kata Papah Ziyas lagi.
"Sudah baiklah, tidak usah lama-lama lagi, silahkan dinikmati hidangan yang sudah kami sediakan, karena suara perut kalian yang keroncongan sudah terdengar sampai sini", kata Papah Ziyas lagi dan disambut tawa yang datang disitu.
"Semoga dengan diadakannya syukuran ini keberkahan selalu melimpahi pernikahan Qiyas dan Kia, aamiin", kata Papah Ziyas dan dijawab Aamiin pada semua orang yang datang.
"Sebelum kalian menikmati hidangan yang kami sediakan, alangkah baiknya kita berdo'a bersama untuk keselamatan diri kita semua serta yang utama untuk mendo'akan pengantin baru kita, yaitu Pak Qiyas dan Bu Kia", kata Papah Ziyas.
"Silahkan Pak Ibrahim tolong pimpin doanya", kata Papah Ziyas mempersilahkan Ayah Ibrahim memimpin do'a. Dan Papah Ibrahim langsung memimpin do'a dan berdo'a bersama untuk kesejahteraan Qiyas dan Kia.
"Silahkan", kata terakhir Papah Ziyas sambil mempersilahkan para karyawan ketika berdo'anya sudah selesai dan menyuruh mereka semua menikmati hidangan yang sudah disediakan dan langsung membuat para karyawan bubar menuju ketempat makanan yang mereka tuju masing-masing.
Papah Ziyas dan Kia lalu kembali lagi menuju tempat duduk mereka masing-masing.
"Kamu mau makan apa sayang?? ", tanya Qiyas kepada Kia ketika Kia sudah duduk disampingnya lagi.
"Nanti Kia akan ambil sendiri Kak, atau Kakak mau makan apa, biar Kia ambilkan?? ", tanya balik Kia kepada Qiyas.
"Tidak untuk kali ini biar Kakak yang ambilkan, kamu duduk saja disini, kamu jadinya mau makan apa hmm?? ", salad buahkah?? ", kata dan tanya Qiyas kepada Kia.
Kia tertawa karena Qiyas sangat hafal makanan favoritnya.
"Baiklah, salad buah dulu ya, habis itu kita makan nasi, ok?? ", kata Qiyas lagi kepada Kia.
Dan dijawab Kia dengan anggukan. Akhirnya Qiyas berdiri dan berjalan menuju meja yang ada hidangan salad buahnya, Qiyas mengambil dua, karena yang satunya untuk dirinya sendiri.
Acara semuanya berjalan lancar, dan diselingi hiburan live musik yang disewa Papah Ziyas untuk menghibur para karyawan serta siapa saja boleh menyumbangkan lagu untuk Qiyas dan Kia serta para karyawan yang datang.
Acara selesai tepat pukul empat sore, jika karyawan setelah makan ingin langsung pulang silahkah, jika ada yang ingin membungkus dibawa pulang juga tidak apa-apa, karena setelah dhuhur semua karyawan free sampai jam pulang kantor, semua karyawan hari itu dikasih kebebasan oleh Papah Ziyas. Dan semua karyawan hari itu semuanya sangat gembira karena bisa Free, bisa makan enak dan gratis pula.
ππππππππππππ
Readers jika Aulian dan Zahra, serta Rion dan Mita author buat novel sendiri pada setuju tidak??
Biar disini saya tuntasin dan tamatin dulu untuk Qiyas dan Kia, sama Zidan dan Mila saja.
Bagaimana readers, vote yaa komen yang banyakππππ
ππππππππππππ
***TBC***