
Jawaban Mila membuat Zidan langsung down dan malu, serta sangat, sangat sedih. Bagaimanapun juga Zidan tidak mau memaksa Mila untuk menjadi istrinya, jadi dia akan menerima dan menghargai semua keputusan Mila.
Papah Angga dan Mamah Sabrina sangat terkejut mendengar jawaban Mila, tidak terkecuali Satriya Kakaknya, walaupun dia belum ikhlas tapi dia juga tidak suka mendengar jawaban adiknya, karena Satriya melihat kalau Zidan adalah laki-laki yang serius dengan adiknya.
"Maaf Kak Tamtam, saya tidak bisa menerima lamaran ini", jawab Mila.
Mila yang melihat semua orang melihat kearahnya, terutama Zidan Mila langsung tersenyum manis kearah Zidan.
Mila yang kasihan melihat muka Zidan akhirnya dia melanjutkan kata-katanya.
"Maaf Kak Tamtam, saya tidak bisa menerima lamaran ini,.............. Ulang Mila lagi dan sengaja menjeda perkataannya.
Karena saya tidak mau dilamar, maunya langsung menikah, karena Mila takut dosa Kak, karena setiap melihat muka Kakak, hati Mila rasanya mau meledak dag, dig, dug gitu dan Mila ingin selalu berdekatan dengan Kakak, jadi Mila tidak mau menerima lamaran Kakak, bagaimana kalau kita menikah besok, mau ya", sambung Mila membuat semua orang yang ada disitu yang mendengar sontak tertawa ngakak, ada yang menepuk kening dan ada yang menggelengkan kepalanya.
Jika semua keluarga Mila sudah tahu tabiat dan kelakuan Mila jadi rasa terkejutnya tidak seberapa, berbeda dengan keluarga Zidan yang sangat terkejut mendengar perkataan Mila, termasuk Zidan sekalipun. Acara lamaran yang super istimewa dan calon mempelai wanita yang mengerikan, bathin semua keluarga Zidan.
Sedangkan Zidan dia langsung mengelap keringat didahinya dan serta langsung mengehmbuskan nafas lega.
"Benar kata Paman Ibrahim, belum malam pertama saja, saya sudah mau terkena struk", celetuk Zidan membuat semua orang langsung tertawa lebar-lebar.
"Sungguh pasangan yang sangat aneh", bathin Desi adik Zidan.
Papah Angga, dan Mamah Sabrina langsung meminta maaf atas kelakuan putrinya.
"Maafkan anak saya Pak Erlangga dan semuanya, memang begitu kelakuannya, ceplas ceplos dan suka bikin jantungan yang mendengarnya", kata Papah Angga tidak enak dengan semua Keluarga Zidan.
"Tidak apa-apa Pak, kehidupan Zidan nanti akan lebih berwarna jika mempunyai istri seperti Mila", jawab Ayah Erlangga kepada Papah Angga.
"Iya Pak, itu saya dulu karena pas mengidam Mila, suka sekali melihat melihat monyet, apalagi mendengar suara monyet yang aaa, uuu, aaa gitu, dia Mila langsung menendang-nendang perut, jadi lahirnya seperti ini, pecicilan kayak monyet", kata Mamah Sabrina yang terlalu jujur bahkan menyamakan anaknya sendiri dengan monyet.
Mereka semua mendengar celetukannya Mamah Sabrina tambah tertawa lebar.
"Saya tahu sekarang darimana kata-kata maut Mila, ternyata dari baginda Ratu, mengerikan jika aku nanti sering berhadapan pada dua wanita itu, semoga saya tidak cepat terkena struk, seperti kata paman Ibrahim, sungguh hebat Papah Angga dan Kakaknya Mila bisa menghadapi dua wanita seperti Mila dan Mamahnya", bathin Zidan berbicara sendiri.
"Aku monyet, ya Mamah berarti Mamahnya monyet", jawab Mila kepada Mamahnya.
Acara lamaran yang biasanya khidmat menjadi ambyar karena celetukannya Mila dan Mamahnya. Sungguh acara lamaran yang berbeda dari biasanya.
"Bagaimana kalau tiga hari dari sekarang kita menikahnya Mila", kata Zidan kepada Mila.
"Kamu itu bagaimana sih Zidan, menikah dalam tiga hari apa bisa, kita butuh persiapan yang matang, untuk mempersiapkannya", kata Ibu Gendhis, ibunya Zidan.
"Kan yang penting sah dulu bu, masalah resepsi itu belakangan", jawab Zidan.
"Baiklah saya setuju, karena berhubung anak-anak kita yang sudah tidak tahan ini, daripada mereka berbuat dosa dan kita juga yang akan menanggungnya, lebih baik kita nikahkan dulu dan untuk resepsinya bagaimana dua minggu setelah ijab kabul", kata Papah Angga kepada semuanya.
"Baik Pak saya setuju, jika anda maunya begitu, dan benar apa kata Pak Angga, lebih baik kita nikahkan dulu mereka", jawab Ayah Erlangga.
Akhirnya lamaran Zidan berjalan lancar, dan Zidan juga sudah memberikan seserahan serta cincin yang sudah dia sematkan dijari manis Mila.
Kedua belah pihak setuju ijab kabul tiga hari mendatang, dan resepsinya dua minggu dari sekarang.
Zidan merasa plong dan sangat bahagia karena apa yang dia inginkan sebentar lagi terwujud. Hingga dia pulang dari rumahnya Mila, didalam mobil dan sampai dirumah pun, senyumnya tidak luntur sekalipun.
"Yang lagi bahagia, senyum mulu daritadi, hati-hati kering itu gigi", sindir Desi adiknya Zidan ketika sudah sampai rumah orang tuanya.
"Sirik saja kamu dek", kata Zidan kepada Desi.
ππππππππππππ
Terimakasih para readers semuanya, jika ada salah kata dan menulis, mohon kritik dan sarannya yang sopan dan santunπ.
Salam kenal untuk kaliyan semuaπ
Maaf Upnya pendek, karena tadi sudah ada diotak, tiba-tiba ambyar karena duo krucilku yang pada berantemπππππ π’
ππππππππππππ
Qiyas: thor kenapa harus Zidan dulu sih yang akan menikah, aku kapan?? π£
Author: situ maunya kapan??
Qiyas: ya secepatnya takut Balqis engkau pasangkan dengan yang lain lagi..... ππ
Author: πππ
Zidan: thor, makasih ya bentar lagi aku nikah yeeyππ
Author: tapi penderitaanmu akan dimulai setelah menikah icg karena ulah Milaπππ
Zidan: πππΆπ€ππ
ππππππππππππ
***TBC***