BISSMILLAH WITH YOU

BISSMILLAH WITH YOU
PERTANYAAN UNTUK KIA



Qiyas, Kia dan kedua orang tua mereka masing-masing saat ini sudah pulang dari rumah sakit dan sampai dirumahnya Qiyas.


Mereka semua sangat-sangat bahagia mengetahui jika Kia hamil twins sekaligus. Dan usia kandungan Kia saat ini sudah 16 minggu sama saja dengan sudah sekitar empat bulanan. Sungguh sangat cepat menurut mereka.


"Nak, Bunda mau tanya, masak kamu sebelum dites kamu tidak merasakan apa-apa sih??", tanya Bunda Lili kepada Kia, ketika mereka semua sudah duduk diruang keluarganya dirumah Qiyas dan Kia.


"Merasakan sih Bund, Kia merasakan sering capek, pusing dan pegal pinggang yang sangat pegal, tapi Kia kira itu sih cuman karena Kia kecapekan bekerja dan pegal pinggangnya karena keseringan duduk untuk mengerjakan berkas-berkas dikantor", jawab Kia kepada Bunda Lili.


"Umi kenapa tidak cerita kepada Abi sayang?? ", tanya Qiyas kepada Kia dengan khawatir.


"Umi tidak mau jika Abi nanti terlalu khawatir kepada Umi, karena fikir Umi itu cuman kecapekan saja", jawab Kia kepada Qiyas.


"Terus kamu apa tidak mengalami mual muntah sebelumnya Nak, kan ini sudah 16 weeks, termasuk sudah jalan empat bulan lho", tanya Mamah Dian kepada Kia.


Sedangkan Ayah Ibrahim dan Papah Ziyas mereka hanya mendengarkan saja, karena tidak terlalu fajam, masalah begituan.


"Mual sih Mah, cuman waktu itu jika pagi sudah tak minumin susu satu gelas atau jus buah satu gelas, rasa mual itu sudah sedikit hilang, dan jika Kia buat sarapan langsung mual Kia hilang, ya fikir Kia waktu itu hanya mual-mual biasa karena lapar", jawab Kia kepada Mamahnya.


"Oh jadi susu dan juz yang kemarin biasanya kamu minta Mamah atau bibi buatin buat kamu ketika masih tinggal bersama Mamah dan Ayah, itu untuk menawarkan rasa mual kamu ya?? ", tanya Mamah Dian lagi. Dan dijawab anggukan oleh Kia.


"Tapi entah kenapa setelah selesai acara syukuran kemarin, mual dan pusing Kia tidak hilang-hilang Mah malah tambah parah, dari situ Kia sudah curiga Mah", kata Kia kepada Mamah Dian.


"Tapi kamu apa tidak curiga Nak, jika kamu selama beberapa bulan setelah menikah kamu belum datang bulan?? ", gantian Bunda Lili bertanya kepada Kia.


"Curiga sih sedikit Bund, tapi kembali lagi karena Kia sering meeting dan banyak pekerjaan dikantor, jadi fikir Kia siklus haid Kia yang tidak teratur", jawab Kia kepada Bunda Lili.


"Terus, apa kamu tidak merasa jika perut kamu terasa sedikit besar dari biasanya?? ", tanya Bunda Lili lagi.


"Ya merasa Bund, fikir Kia malah Kia sudah jarang berolahraga, jadi perut Kia besar", jawab Kia lahi.


Iya karena dirumahnya Ayah Ibrahim ada alat-alat olahraga sesuai yang Kia inginkan, Kia sebelum menikah dia sering berolah raga didalam ruang olah raga yang ada dirumahnga Ayah Ibrahim dan ketika sudah menikah Kia tidak sama sekali berolahraga, karena waktu dia yang tidak ada dan tenaga Kia sudah habis untuk bekerja serta mengurusi suami.


"Ya sudah, sekarang kita semua sudah mengetahui semuanya, jika sebentar lagi kita akan punya baby twins yang lucu, jadi untuk Iyas harus jaga Kia baik-baik ya, biar Kia dan debaynya bisa sehat sampai lahiran", kata Ayah Ibrahim kepada Qiyas.


"Siap Ayah, Iyas akan selalu memantau gizi dan nutrisi yang masuk untuk Balqis dan baby Twins", kata Qiyas sambil mengusap perutnya Kia dan tersenyum bahagia.


"Jika nanti sudah merasakan pergerakan cerita sama Mamah ya Nak", kata Mamah Dian kepada Kia dengan antusias.


(Karena pergerakan baby didalam perut berbeda-beda, tidak pasti diusia janin yang keberapa)


"Ok Mamah", jawab Kia kepada Mamahnya.


"Nak, bagaimana untuk acara syukurannya nak Kia??, kita harus mengadakan syukuran kehamilan empat bulanannya Kia dan syukuran atas juga baby twins yang akan lahir", kata Papah Ziyas kepada Qiyas.


"Bagaimana baiknya Papah saja bagaimana, Qiyas mengikut", jawab Qiyas kepada Papahnya.


"Kalau seumpama kita pesan nasi Box terus kita bagikan kesemua karyawan kantor kamu dan kantornya Kia, panti asuhan sama orang-orang yang membutuhkan bagaimana nak", usul Bunda Lili kepada Qiyas.


"Boleh juga Bund, tidak apa-apa", jawab Qiyas.


"Iya Nak, Ayah setuju dengan ide Bunda kamu", kata Ayah Ibrahim juga.


"Kalau seumpama untuk acara yang dirumah kita juga adakan syukuran kecil-kecilan saja bagaimana, hanya keluarga tertentu saja yang kita undang, yang penting khidmat dan lancar", usul juga Mamah Dian kepada Qiyas dan Kia.


"Iya juga tuh, boleh jeng Dian saya setuju", jawab Bunda Lili dengan antusias.


"Bagaimana Pah, Papah setuju kan?? ", tanya Bunda Lili kepada Papah Ziyas.


Sedangkan Kia daritadi hanya diam saja, karena terharu dengan kedua orang tua serta mertuanya yang sangat menyayangi calon buah hatinya yang belum lahir kedunia.


"Tanya Qiyas dong ko tanya Papah", jawab Papah Ziyas kepada Bunda Lili istrinya.


"Bagaimana Nak?? ", tanya Bunda Lili mengalihkan pandangannya kearah Qiyas.


"Iyas dan Balqis ngikut saja sama kalian semua, dan tolong Mamah serta Bunda saja ya yang menyiakan", jawab Qiyas kepada Bunda dan Mamah Dian.


"Nak Kia, jika kamu kerepotan atau menginginkan sesuatu dimasa kehamilanmu jangan sungkan untuk bilang sama Papah dan Bunda ya Nak, kami ini juga orang tua kamu", kata Papah Ziyas kepada Kia.


"Baik Pah", jawab Kia sambil menganggukkan kepalanya.


"Eh sudah jam dua belas saja ini, kita semua makan siang saja dulu disini ya", kata Ayah Ibrahim kepada semuanya dan dijawab anggukan oleh semuanya termasuk Kia.


Kia yang awalnya lupa dengan rujak pesanannya tadi pagi, dia sekarang jadi teringat.


"Oh ya Abi, rujak pesanan Umi tadi pagi bagaimana?? ", kata Kia kepada Qiyas. Membuat Qiyas jadi sedikit melototkan matanya.


Karena sebetulnya Qiyas ingat, akan tetapi dia sengaja tidak memberitahukan dan mengingatkan kepada Kia, biar Kia bisa mencoba memakan nasi, sebab tadi pagi perut Kia baru kemasukan rujak.


Semua orang yang ada disitu langsung diam ketika mendengar Kia meminta rujak lagi kepada Qiyas.


"Emang kamu mau rujak yang bagaimana sih Nak?? ", tanya Ayah Ibrahim kepada Kia.


"Itu lho Ayah, mangga muda yang dicincang halus, lalu disiram sambal rujak, sama diatasnya nanti dikasih es krim vanila atau tidak es krim rasa strowbery Ayah", jawab Kia kepada Ayah Ibrahim.


"Tadi Ayah melihat ada mangga muda dimana ya, lupa Ayah?? ", kata Ayah Ibrahim sambil mengingat-ingat.


"Dimana Ayah coba diingat-ingat dong", kata Kia kepada Ayahnya.


"Semoga saja itu Ayah Ibrahim tidak mengingat dimana dia tadi melihat mangga muda", bathin Qiyas berdo'a.


"Oh ya,..... Ayah baru ingat itu tadi Ayah kebetulan tidak sengaja melihat ada mangga muda disamping rumahmu, suruh saja tukang kebun kamu untuk mengambilkannya", kata Ayah Ibrahim kepada Kia.


"Aduh, aku juga lupa jika disamping rumah, buah mangganya baru saja berbuah", bathin Qiyas dengan meringis.


"Masa Ayah Kia tidak tahu, karena Kia belum sempat berkeliling dirumah ini sih, kalau begitu asiiiiik, ayo Abi tolong ambilkan yah", kata Kia dengan semangat dan langsung meminta Qiyas untuk mengambilkannya membuat Qiyas langsung melotot.


"Huft, kenapa juga Ayah Ibrahim mengingatnya, Balqis kan daritadi pagi belum makan nasi", bathin Qiyas.


"Ok, akan Abi ambilkan, asalkan nanti setelah itu kamu makan nasi atau makan yang mengandung karbo ya, biar ada gizinya juga, jangan rujak terus, bagaimana sayang", kata Qiyas kepada Kia.


"Baik, Umi mau Abi", kata Kia dengan semangat.


Tiba-tiba hidung Kia mencium aroma makanan yang membuat perutnya langsung bergejolak ingin muntah.


Kia langsung saja masuk kekamar mandi tamu yang tidak jauh dari situ. Sedangkan Qiyas dan yang lainnya terkejut melihat Kia berlari yang ternyata menuju kekamar mandi dan langsung memuntahkan camilan yang tadi dia makan diperjalanan pulang dari rumah sakit.


"Apa yang bikin kamu mual sayang??, sudah enakan?? ", kata Qiyas kepada Kia ketika membantu Kia didalam kamar mandi.


"Bau masakannya tidak enak Abi", jawab Kia kepada Qiyas.


"Ini sedap sekali malahan sayang baunya", kata Qiyas.


Kia tidak menjawab perkataannya Qiyas, karena dia sedang menahan rasa mual yang ada diperutnya.


"Sudah enakan, kalau sudah ayo kita kembali lagu duduk", kata Qiyas kepada Kia. Dan dijawab anggukan oleh Kia.


Akhirnya Kia kembali duduk bergabung dengan kedua mertuanya dan kedua orang tuanya.


Mamah Dian dan Bunda Lili langsung saja menyuruh Qiyas untuk mengambilkan mangga muda yang ada disamping rumah, agar Kia bisa segera makan rujaknya dan setelah itu bisa makan yang sedikit berat. Karena Kia juga harus meminum obat serta vitamin yang diberikan oleh Dokter untuknya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Aulian - Zahranya Yuk readers, disemangatin dong authornya πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜‚πŸ˜…



πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


***TBC***