
Tanpa terasa dan rasanya cepat sekali bagi Keluarga Irawan dan Keluarga Ibrahim jika umur baby Zaiy ternyata sudah menginjak enam bulan saja.
Saat ini tepatnya hari minggu Qiyas, Kia, Mamah Dian dan Ayah Ibrahim mereka sedang bersiap-siap untuk pergi berlibur keDubai sekalian melihat rumah Qiyas yang ada disana.
Sebenarnya Qiyas pinginnya pergi berdua saja sekitar tiga sampai lima hari dan sementara menitipkan baby Zaiy keMamah Dian dan Ayah Ibrahim, akan tetapi jiwa seorang Ibunya Kia dia tidak bisa meninggalkan baby Zaiy terlalu lama.
Akhirnya sepakatlah mereka berdua pergi bersama baby Zaiy dan sekalian Mamah Dian serta Ayah Ibrahim diajak juga, untuk menemani dan membantu mereka jika mereka kerepotan mengurus baby Zaiy. Dan mereka semua akan berlibur selama dua minggu diDubai.
Papah Ziyas dan Bunda Lili juga sudah diajak sama Qiyas, akan tetapi karena berhubung pekerjaannya Papah Ziyas dia lagi banyak, Papah Ziyas tidak bisa ikut serta dalam liburan Keluarga. Dan Bunda Lili pun memaklumi suaminya dan dia lebih memilih menemani suaminya yaitu Papah Ziyas.
Lagian Papah Ziyas dia juga sudah pernah dan sering kerumahnya Qiyas yang ada diDubai, ketika lagi mengurus proyek atau ketika lagi keDubai Papah Ziyas pasti mampir kerumahnya Qiyas.
"Sudah semuanya dibawa belum Umi keperluannya baby Zaiy?? ", tanya Qiyas kepada Kia sambil menidurkan baby Zaida.
Sebab baby Zaida hanya bisa tidur dengan nyenyak jika sama Qiyas, Abinya. Sedangkan jika sama Kia, baby Zaida nanti jika tidurkan diranjang atau box bayi, dia pasti bangun lagi. Dan baby Zaida mendapat julukan sebagai anak Abi, karena dia lebih dekat dengan Qiyas Abinya dibandingkan Kia.
"Insyaallah sudah Abi, sini Zaida tidurkan dibox saja Abi pelan-pelan", jawab Kia kepada Qiyas.
Qiyas lalu menidurkan baby Zaida dibox bayinya dan Kia serta Qiyas dia tidak pernah lupa untuk menyalakan murotal Al-qur'an didekat box bayi baby Zaiy ketika mereka berdua sedang tidur.
"Abi masih siang ini", kata Kia kepada Qiyas karena Qiyas mendekati Kia dan tangannya sudah menjalar kemana-mana, setelah tadi sudah bisa menidurkan baby Zaida dibox bayinya.
"Tapi Abi pengen Umi", kata Qiyas dengan sedikit merengek kepada Kia dengan tangan yang sudah tidak bisa dikondisikan.
"Tapi kita masih dikamarnya baby Zaiy Abi", jawab Kia kepada Qiyas.
Qiyas dia tidak menjawab perkataannya Kia, dia lalu berjalan menuju kepintu dan langsung menguncinya dari dalam.
"Sudah Abi kunci Umi, lagian siapa sih yang berani masuk kekamar sini Umi", kata Qiyas ketika dia sudah mengunci pintu dari dalam, sambil melepaskan semua pakaian yang menempel ditubuhnya.
Kia yang melihat Qiyas melepaskan semua pakaiannya dia tertawa sambil menggelengkan kepalanya, melihat tingkahnya Qiyas.
"Abiii, Abi kelihatan itu lho", kata Kia pelan kepada Qiyas sambil tertawa kecil. Karena takut membangunkan baby Zaiy.
"Tidak apa-apa, lagian Umi juga sudah melihat semuanya luar dalam", jawab Qiyas sambil mendekati Kia.
"Baiklah-baiklah Komandan, saya menyerah, silahkan anda mau ngapain saja kesaya", kata Kia kepada Qiyas sambil menggoda Qiyas.
Qiyas langsung saja melakukan aksinya, dan melakukan yang seharusnya mereka lakukan sebagai sepasang suami istri. Dan Kia sampai saat ini belum merencanakan untuk program KB karena kata Qiyas dia ingin menambah anak lagi dan Kia serta Qiyas mereka KB alami alias KB sendiri dengan cara menghati-hati saat berhubungan karena baby Zaiy masih sangat kecil.
"Sudah ya Abi, Umi capek mumpung baby Zaiy tidur Umi mau ikut tidur, capek", kata Kia kepada Qiyas ketika mereka sudah melakukan hubungan suami istri.
"Iya Umiku sayang, nanti malam lagi saja ya", kata Qiyas kepada Kia sambil tertawa manja.
Kia hanya menggelengkan kepalanya kepada Qiyas, sambil berdiri dan berlalu menuju kedalam kamar mandi yang ada didalam kamarnya baby Zaiy untuk membersihkan badannya. Dan setelah itu Kia langsung tidur. Dan disusul Qiyas setelahnya.
Kia dan Qiyas mereka berdua sepakat tidak mau menyewa babysister, karena itu keinginan Kia. Sebab Ibu adalah madrastul ula untuk anak-anaknya.
Seorang penyair ternama bernama Hafiz Ibrahim mengungkapkan sebagai berikut:
"Al-Ummu madrasatul ula, iza a'dadtaha a'dadta sya'ban thayyibal a'raq".
Sore harinya sekitar jam lima sore Mamah Dian dan Ayah Ibrahim mereka baru sampai dirumahnya Qiyas dan juga Kia. Karena besok mereka semua akan berangkat keDubai bersama-sama.
"Hallo Assalamu'alaikum cucu-cucu nenek", kata Mamah Dian ketika pertama masuk rumahnya Kia dia langsung melihat baby Zaiy berada dikereta bayinya dan sedang didorong oleh Kia.
"Wa'alaikumussalam nenek", jawab Kia sambil menyalami tangannya Mamah Dian.
"Ayah dimana Mah?? ", tanya Kia kepada Mamah Dian yang sedang menggoda baby Zaiy yang makin lucu.
"Itu didepan, lagi menerima telefon dari client katanya", jawab Mamah Dian kepada Kia sambil menciumin kedua cucunya.
"Qiyas suamimu sendiri dimana dia ko tidak kelihatan", tanya balik Mamah Dian kepada Kia.
"Lagi dikamar Mah, lagi menelfon pilot untuk mengecek pesawat jet yang akan kita bawa besok", jawab Kia kepada Mamah Dian.
"Sekaya-kayanya kita, kita saja tidak punya pesawat jet ya Kia, sungguh Keluarga suamimu ternyata sangat kaya sekali", kata Mamah Dian kepada Kia. Dan dijawab tawa oleh Kia.
Ketika Mamah Dian dan Kia sedang bercanda dengan baby Zaiy, masuklah Ayah Ibrahim sambil menarik kopernya.
"Waaah, lagi pada ngapain tuh??, aduh cucu-cucu Kakek sudah pada ganteng dan cantik mau kemana sih", goda Ayah Ibrahim kepada baby Zaiy sambil menirukan suara anak kecil.
"Mau ikut Kakek pergi jalan-jalan", jawab Kia dangan menirukan suara anak kecil juga sambil menggendong baby Zayan, dan Mamah Dian menggendong baby Zaida.
"Boleh, sini peluk dan cium Kakek dulu", kata Ayah Ibrahim sambil meminta baby Zayan dari gendongannya Kia.
Ayah Ibrahim dia lalu menggendong baby Zayan, menciumin serta menimang-nimangnya dan mengajaknya bercanda. Baby Zaida tiba-tiba saja dia menangis digendongannya Mamah Dian.
Mamah Dian lalu memberikan kepada Kia, karena fikir Mamah Dian baby Zaida haus ingin ASI, dan ternyata ketika akan diASIin Kia, baby Zaida tidak mau dan malah tanggannya seperti melambai kepada Ayah Ibrahim.
Ayah Ibrahim yang melihat Zaida seperti ingin digendongnya, membuat Ayah Ibrahim reflek tertawa sangat bahagia sekali.
"Sepertinya Zaida mau digendong Kakek ya", kata Ayah Ibrahim sambil menggoda baby Zaida.
Mamah Dian dan Kia juga tertawa melihat tingkah lucu dari baby Zaida.
"Sini Yah, biar Zayan Mamah saja yang menggendong", kata Mamah Dian kepada Ayah Ibrahim.
Ayah Ibrahim lalu memberikan Zayan kepada Mamah Dian, dan Mamah Dian dia langsung menuju keruang tamu bersama Kia. Sedangkan Ayah Ibrahim dia gantian menimang baby Zaida.
Dan benar saja baby Zaida dia langsung tertawa dengan tingkahnya yang lucu. Membuat Ayah Ibrahim langsung merasakan kebahagiaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, karena dia masih diberikan kesempatan dihari tuanya untuk bisa bermain dengan cucu-cucunya. Yaitu Zaida dan Zayan.
*Zaida (wanita sederhana)
Zayan (mencintai kedamaian)
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀*
***TBC EXCAP***