BISSMILLAH WITH YOU

BISSMILLAH WITH YOU
PENGAJUAN KERJASAMA



Sudah empat hari semenjak Perusahaan Qiyas mengajukan kerjasama dan penanaman saham diperusahaan IBRAHIM COMPANY, baru hari ini berkas-berkas yang diajukan Perusahaan Qiyas sampai ketangan ayah Ibrahim dan saat ini ayah Ibrahim sedang berada diruangannya sedang memeriksa berkas-berkas dimejanya, betapa terkejutnya ayah Ibrahim ketika dia sampai keberkas pengajuan kerjasama dan penanaman saham sebesar 60% sungguh lumayan besar bagi Perusahaannya dan sangat bisa membuat Perusahaannya semakin maju. Fikir ayah Ibrahim.


Ayah Ibrahim langsung membaca dengan secara rinci berkas-berkas pengajuan dari Perusahaan IRAWAN CORP. Perusahaan dari mantan tunangan anaknya Afrin yang sudah meninggal.


"Rion, keruangan saya sekarang", kata Ayah Ibrahim kepada sekertarisnya melalui sambungan telefon yang ada diatas mejanya.


Rion sekertaris ayah Ibrahim langsung saja meninggalkan pekerjaannya dan segera menuju ruangan Presdirnya.


Tok


Tok


Tok


Setelah mendengar kata masuk dari dalam Rion langsung melangkahkan kakinya kedalam.


"Permisi Tuan Ibrahim", kata Rion menyapa ayah Ibrahim.


"Rion ini berkas-berkas dari IRAWAN CORP sejak kapan mereka mengajukan berkas ini", tanya ayah Ibrahim sambil menunjukan berkas dari Perusahaan Qiyas.


"Sejak empat hari yang lalu Tuan", jawab Rion.


"Kenapa tidak kamu serahkan dari kemarin kepada saya", tanya Ayah Ibrahim.


"Kemarin Tuan sedang sibuk dengan Proyek yang ada diBandung dan dari kemarin Tuan sedang ada tamu penting dari Luar Negeri, maaf Tuan", jawab Rion menjelaskan.


"Terus kenapa kamu tidak mencoba memberikan berkas ini kepada Kia anakku", tanya Ayah Ibrahim.


"Nona Kia saat itu tidak masuk kekantor Tuan", jawab Rion santai.


"Oh ya lupa Kia kan lagi sakit kemarin", bathin Ayah Ibrahim.


Rion yang melihat Ayah Ibrahim diam sambil melamun, dia langsung memanggilnya.


"Maaf Tuan, apakah ada lagi yang Tuan butuhkan?? ", tanya Rion kepada ayah Ibrahim.


Ayah Ibrahim yang tadi sedang melamun dan memikirkan Kia langsung tersadar dengan pertanyaan Rion.


"Tolong kamu hubungi sekertaris Perusahaan IRAWAN CORP katakan bahwa saya ingin bertemu dengan Presdir mereka", kata ayah Ibrahim kepada Rion.


"Baik Tuan, ada lagi yang Tuan Inginkan", tanya Rion lagi.


"Saya ingin mendengar jawabannya hari ini juga", tegas Ayah Ibrahim.


"Sekarang kamu boleh kembali keruanganmu dan segera kerjakan apa yang aku inginkan", sambung lagi ayah Ibrahim lagi.


"Baik Tuan", kata Rion sambil menundukkan badannya dan berlalu keluar.


★★★★★★★★★★★★★★★★★★


DiPesantren Darunnajah Zabir sedang bersama dengan istrinya diteras rumah mereka sambil mengawasi anak mereka yang baru berumur satu tahun dua bulan.


"Abah, apakah teman abah yang bernama Qiyas itu sudah mengetahui kalau Kia tidak jadi menikah dengan Ustadz Faris?? ", tanya Aida kepada suaminya.


"Belum kayaknya Ami, karena dulu sebelum Qiyas berangkat keDubai dia berpesan kepada Abah jika Abah menelfonnya jangan bahas Kia atau yang bersangkut paut dengan Kia", jawab Zabir kapada istrinya.


"Iya juga sih Bah, Aida jika berada diposisi Qiyas mungkin juga akan melakukan hal yang sama", kata Aida lagi.


"Ami kenapa ko tumben membicarakan dan bertanya tentang Qiyas pada Abah Mi??", tanya Zabir kepada istrinya.


"Tidak ada apa-apa ko Abah, tiba-tiba saja keinget tentang kemarin Abah telfon-telfonan sama Qiyas, yang bilang dia sudah ada diIndonesia", kata Aida.


"Apakah Qiyas sudah menikah Abah?? ", tanya Aida lagi.


"Belum, kalau sudah pasti dia memberitahu Abah Mi", jawab Zabir.


"Semoga Kia dan Qiyas berjodoh ya Abah, aamiin, soalnya Kia juga belum menikah", kata Aida.


"Aamiin, tapi Ami tahu darimana jika Kia belum menikah?? ", tanya Zabir kepada Istrinya.


"Ada deeeh", jawab Aida sambil tertawa menggoda suaminya.


Zabir hanya geleng-geleng menanggapi istrinya. Sungguh didalam hatinya sendiri dia berdo'a semoga Kia dan Qiyas bisa berjodoh didunia dan diakherat, jika Kia benar-benar masih sendiri sekarang Aamiin, bathin Zabir berdo'a.


💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐


Kembali lagi kePerusahaan ayah Ibrahim. Jam sudah menunjukkan pukul empat sore. Ayah Ibrahim yang saat itu sedang bersiap-siap untuk pulang dan sedang membereskan berkas-berkas yang sudah dia tanda tangani serta menyimpan file-file yang sudah dia cek dilaptop, tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk dari luar, setelah dipersilahkan masuk olehnya, ternyata Rion sekertarisnya yang tadi mengetuk pintu.


"Ada apa Rion?? ", tanya ayah Ibrahim melirik Rion, karena ayah Ibrahim sedang menyimpan file-file yang ada dilaptop.


"Tuan saya sudah menghubungi Perusahaan IRAWAN CORP dan Presdir mereka menyetujui permintaan Tuan yang ingin ketemu langsung, dan Zidan sekertaris dari Presdirnya menjadwalkan pertemuannya besuk jam sembilan diCaffe Akbar yang ada dijalan Y Tuan", terang Rion.


Ayah Ibrahim yang saat itu sedang fokus dengan laptopnya langsung mengalihkan pandangannya keRion ketika Rion sekertarisnya menyebut nama Perusahaan mantan menantunya dan ayah Ibrahim mendengarkan secara serius.


"Baiklah, masukkan saja keagendaku, dan atur sesuai jadwal", jawab Ayah Ibrahim.


"Tapi Tuan anda besuk ada meeting bersama semua kepala Direksi diPerusahaan ini jam sembilan", kata Rion mengingatkan.


"Dan tolong kamu beritahu Diva untuk menggantikanku dan suruh dia segera menyiapkan berkas-berkas yang akan dibuat meeting besuk", kata Ayah Ibrahim lagi.


Diva adalah sekertaris kedua dari Ayah Ibrahim, dia seorang single parent walaupun umur dia baru dua puluh sembilan tahun. Dia sangat cekatan dan bisa diandalkan serta tidak pernah berbuat yang aneh-aneh diPerusahaan Ayah Ibrahim, contohnya menggoda Ayah Ibrahim. Karena Diva saat ini sedang ingin fokus membesarkan anak perempuannya seorang diri, sebab mantan suaminya pergi meninggalkannya demi wanita lain.


Skip*****


Kembali lagi ke Ayah Ibrahim dan Rion.


"Baik Tuan, segera akan saya kerjakan", jawab Rion.


"Jika pekerjaanmu sudah selesai kamu boleh pulang Rion", kata Ayah Ibrahim.


"Permisi Tuan", kata Rion membungkukkan badannya dan berlalu keluar.


Ayah Ibrahim saat ini sudah berada dirumahnya, dan Ayah Ibrahim sedang berkumpul menonton Tv dengan Keluarganya, setelah menyelesaikan makan malam tadi. Ayah Ibrahim ditemani Istri, anak dan keponakannya Mila.


"Mila bagaimana dengan Kuliahmu Nak?? ", tanya ayah Ibrahim kepada Mila.


"Alhamdulillah lancar paman", jawab Mila.


"Kalau kamu butuh sesuatu bilang pada paman atau Kak Kia ya Mila, jangan sungkan, kamu sudah paman anggap sebagai anak paman sendiri ko", kata ayah Ibrahim sambil terenyum dengan Mila.


"Siaap paman, laksanakan", jawab Mila sambil mengangkat tangan seperti sedang hormat.


Mereka semua tertawa melihat tingkah Mila. Mamah Dian juga tertawa sambil mengusap kepalanya Mila yang tertutup hijab instannya.


"Mamah dan Kia ada yang ingin ayah sampaikan kepada kaliyan", kata ayah Ibrarim yang membuat Mamah Dian dan Kia bertanya-tanya.


"Dan kamu Mila duduk saja disini, tidak apa-apa, yang penting jangan berisik", kata ayah Ibrahim lagi yang melihat Mila hendak berdiri untuk pergi.


Mila yang ditegur begitu oleh ayah Ibrahim pura-pura memasang wajah cemberut, dan ayah Ibrahim hanya tertawa melihat tingkah Mila.


"Ayah ingin membicarakan apa kepada kami", tanya Kia setelah tawa Ayah Ibrahim mereda.


"Mamah, Kia tadi ayah mendapatkan pengajuan kerjasama dan pengajuan penanaman saham diperusahaan kita sebesar 60%, dan jika ayah menyetujuinya Perusahaan kita bisa tambah maju", kata Ayah Ibrahim menjelaskan kepada anak, istrinya.


"Terus kenapa Yah, kita pasti setuju jika itu yang terbaik untuk Perusahaan kita", jawab Kia.


"Yang mengajukan pengajuan kerjasama dan penanaman saham 60% itu adalah mantan tunangan Kakakmu Afrin sayang", kata Ayah Ibrahim berkata jujur kepada anak dan istrinya.


Mamah Dian yang mendengar itu langsung kaget, karena setelah kematian anaknya Afrin, Iyas seperti menghilang tanpa jejak dan kabar, dan dia tiba-tiba saja mengajukan kerjasama kepada Perusahaan suaminya, dan membuatnya bertanda tanya serta bingung.


Sedangkan Kia yang memang penasaran dengan mantan tunangan Kakaknya itu santai-santai saja, malahan dia penasaran dan ingin segera menjalani kerjasama itu, karena Kia ingin mengerti sosok laki-laki seperti apa yang sudah bisa menaklukkan hati Kakaknya Afrin. Kia dulu memang tidak diberitahu secara detail bagaimana rupa dari tunangan Kakaknya, serta Kakaknya juga tidak mau menunjukkan foto tunangannya kepadanya, katanya rahasia biar pas nikah saja tahunya, nanti malah naksir. Begitu kira-kira yang dulu disampaikan Kakaknya Afrin kepadanya.


Ayah Ibrahim yang melihat anak dan istrinya malah melamun ketika diberitahu membuatnya menjadi bingung.


"Apakah Mamah dan Kia tidak setuju dengan Ayah jika menerima kerjasama itu?? ", tanya Ayah Ibrahim kepadan anak dan istrinya.


Pertanyaan Ayah Ibrahim membuyarkan lamunan dari Mamah Dian dan Kia.


"Lakukan Ayah, jika itu bisa menguntungkan Perusahaan kita, Mamah akan mendukung Ayah jika itu yang terbaik buat kita", jawab Mamah Dian akhirnya.


Ayah Ibrahim hanya tersenyum menanggapi kata-kata istrinya sambil menggenggam tangannya.


"Kia juga setuju Ayah, dan biar Kia saja yang menangani kerjasama ini ya Ayah, serahkan kepada Kia", kata Kia kepada Ayahnya Ibrahim.


"Apakah kamu yakin Kia", tanya Ayah Ibrahim kepada Kia.


"Yakin Ayah, karena Kia juga ingin melihat sosok laki-laki yang dapat membuat Kak Afrin begitu jatuh cinta kepadanya", jawab Kia yakin.


"Baiklah jika itu maumu, besuk akan Ayah atur, dan besuk kamu berarti harus ikut Ayah bertemu dengannya diCaffe Akbar jam sembilan ya nak", kata Ayah Ibrahim kepada Kia.


"Baik Ayah", jawab Kia.


"Jika besuk sudah bertemu hati-hati jika kamu akan jatuh cinta padanya", goda Ayah Ibrahim kepada Kia.


"Ayaaaah, ko malah bahasnya jadi melenceng begini sih", kata Kia merajuk dengan pipi yang memerah.


"Hlo jika dia jodohmu dan dia juga masih sendiri, Ayah setuju-setuju saja ko, dia anak baik dan kelihatannya juga sholeh, serta jangan lupakan wajahnya yang keblasteran sangat tampan", goda Ayah Ibrahim kepada Kia.


"Ayaaaaah, stop, Kia marah nih", kata Kia dengan menggembungkan pipinya.


Sontak kelakuan Kia membuat kedua orang tuanya serta Mila yang tadi juga mendengarkan menjadi gemas dengan Kia, karena Kia juga sedang tidak memakai Niqob.


"Ya Allah, Ya Tuhan dan Rabbku, kabulkan do'a Mila yang cerewet ini Ya Allah, semoga Kak Kia berjodoh dengan laki-laki yang tadi sedang dipromosiin Paman Ibrahim Ya Allah, aamiiin", goda Mila kepada Kia sambil menengadahkan tangannya tinggi-tinggi seperti sedang berdo'a.


"Aamiin", jawab Ayah Ibrahim, Mamah Dian dan Kia yang mendengar do'a aneh Mila.


"Hloh ko Kia jadi ikut-ikutan bilang aamiin sih", kata Kia sambil memukul pelan mulutnya.


Mereka semua sontak tertawa bersama-sama dengan kelakuan Kia dan Mila. Kebahagian tidak cuman harus dengan uang, tapi berkumpul dan tertawa bersama Keluarga adalah kebahagiaan yang tak bisa dinilai dengan uang.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


***TBC***