
Readers semua maafkan author jika terkadang ngetiknya kurang satu huruf atau keliru, sejujurnya author juga ingin mempersembahkan yang terbaik, apalah dayaku yang ngetik suka diganggu anak-anakπ ππππ.
Dan terimakasih untuk koreksiannya semua, author sangat senang, karena bisa membikin author lebih teliti lagi sebelum diUpπ€π€ππ.
Sungguh saya tanpa kalian tidak akan ada apa-apanyaπππ. Jika nanti author bisa merevisi akan author revisi lagi ya readers, jika tidak bisa maafkan author ya readersππππ, karena merevisi terus nanti mereview juga membutuhkan waktu yang sedikit lamaπ.
Salam kenal dariku untuk kalian semuaπππππππ.
ππππππππππππ
Acara Qiyas dan Kia berjalan sangat lancar. Karena Mila sudah dijaga oleh pawangnya, Zidan tidak pernah mau meninggalkan Mila sendirian, bahkan kekamar mandi pun dia ikutin. Zidan tidak mau Mila akan menyeletuk yang akan bikin heboh, dan itu bisa membikin dirinya akan malu kepada para tamu khususnya malu kepada Qiyas bossnya.
Gerak gerik Mila semua diawasi Zidan, hingga membuat Mila tadi sedikit jengkel dengan Zidan.
"Kakak ngapain sih, daritadi ngawasin dan ngawal Mila mulu", kata Mila kepada Zidan.
"Sayang, Kakak tidak mau kamu nanti kecapean dan nanti malam kita tidak bisa mempraktekan jurus silat terbaru yang Mamah kasih tahu kekamu sayang, jika kamu kecapean", kata Zidan dengan lembut sengaja berbicara begitu dengan Mila.
Karena jika Mila dikasih tahu pun dia akan membalas perkataan yang akan sulit dijawab, jadi Zidan cari amannya sajaππ.
"Oh iya-iya, kan Mamah tadi ngasih tahu Mila jurus bebek bergoyang ya Kak, ya sudah Mila ikut Kakak saja biar Mila tidak capek, karena mempraktekan jurus silat Mamah saja Mila sudah kecapean ya", kata Mila menurut apa kata Zidan.
"Untung, selamat dia nurut mau-mau saja aku bohongin", bathin Zidan sambil mengusap dadanya.
Jadi sepanjang acara Qiyas dan Kia, Mila selalu menempel kepada Zidan, karena Mila menurut apa kata Zidan dia tidak mau kecapean.
Hingga membuat Mamah Sabrina dan Papah Angga heran melihat anaknya begitu anteng dan tidak neko-neko seperti biasanya.
Mamah Sabrina dan Papah Angga berjalan mendekati Zidan dan Mila. Karena ingin bertanya kepada Zidan.
"Itu Mila kamu apain bisa nurut dan tidak membuat acara ini menjadi heboh nak", bisik Mamah Sabrina kepada Zidan dan masih didengar Papah Angga akan tetapi tidak didengar Mila.
"Sudah Zidan bacain mantra Mah", jawab Zidan berbisik dan sekenanya saja, dan masih juga didengar Papah Angga.
"Kayaknya mantu kita yang ini sudah ketularan erornya kayak Mila deh Pah", bisik Mamah Sabrina kepada suaminya Papah Angga, supaya tidak didengar Mila dan Zidan.
"Kan semua erornya berawal dari Mamah", jawab Papah Angga kepada Mamah Sabrina.
"Papah suka benar kalau bicara, bikin Mamah overdosis", kata Mamah Sabrina sambil tertawa kecil.
Papah Angga juga tertawa menanggapi perkataan istrinya dan sambil menggelengkan kepalanya.
Kembali keQiyas dan Kia yuk.
Saat ini mereka sedang mengadakan sesi foto. Foto bersama keluarga inti, foto dengan keluarga besar, foto bersama kedua orang tua masing-masing, foto bareng kerabat dan sahabat. Hingga tiba giliran foto untuk mereka berdua.
Kia yang belum pernah berdekatan dengan laki-laki lain selain Ayah Ibrahim dia begitu kaku dan malu, sedangkan Qiyas juga kaku dan grogi akan tetapi dia bisa menguasai itu semua dengan bersikap tenang dan terus mengumbar senyum. Hanya satu yang tidak bisa dikuasai Qiyas, yaitu menetralkan detak jantungnya yang daritadi terlalu cepat memompa darah, alias berdetak terlalu kencang.
Para tamu undangan yang melihat Qiyas dan Kia untuk berfoto berdua malah malu-malu membuat para tamu menggoda mereka berdua.
"Cieelah malu-malu, nanti malam juga bakalan tahu semuanya", goda salah satu kerabat.
"Apa mau saya wakilkan Kia foto bersama mas Qiyasnya", goda kerabat yang perempuan kepada Kia.
"Yee, itu mau kamu, Qiyas mana mau sama modelan kayak kamu", kata kerabat menjawab godaan untuk Kia tadi.
Semua larut dalam kebahagiaan untuk merayakan hari pernikahannya Qiyas dan Kia.
"Mbak Kia kurang mepet sama Mas Qiyasnya, dan Mas Qiyas tolong dipegang pinggang istrinya", kata fotografer yang memfoto mereka.
Qiyas dan Kia berfoto dengan posisi kedua tangan Kia berada didada Qiyas sedangkan kedua tangan Qiyas memeluk pinggang Kia. Posisi kepala Qiyas disuruh sedikit menunduk untuk melihat Kia, sedangkan Kia disuruh mendongak melihat kearah Qiyas. Mereka seperti berciuman aslinya tidak.
Qiyas ketika melihat kearah Kia dengan tersenyum manis dan Kia yang awalnya kaku menjadi natural gara-gara melihat senyum Qiyas.
Semua yang melihat adegan Kia dan Qiyas mereka seakan meleleh melihat betapa serasinya mereka.
Kalau para tamu tahu aslinya keadaan Kia dan Qiyas, pasti mereka akan mentertawakan Qiyas dan Kia, karena jantung keduanya seakan serasa ingin meledakπππ .
Sudah beberapa foto yang Kia dan Qiyas jalani berdua, yang awalnya kaku semua menjadi secara normal dan alami karena mereka saling terpesona satu sama lain.
Semua para tamu undangan mengucapkan selamat kepada kedua mempelai dan sudah melakukan sesi foto semua.
Hingga acaranya pun selesai tepat dijam satu siang. Para tamu undangan ada yang masih disitu ada juga yang sudah pada pulang kerumah mereka masing-masing.
Kia dan Qiyas ketika membuka pintu bersama dibuat terbengong ketika melihat kamar Kia yang begitu romantis dan indah.
Eheeemm
Qiyas sengaja berdeham untuk memancing Kia berbicara.
"Ini beneran kamar kamu Kia", kata Qiyas mengalihkan pandangannya Kia.
Kia tidak menjawab pertanyaan Qiyas dia langsung saja masuk kedalam kamar untuk memastikan benar bukan itu kamarnya atau tidak.
"Iya ini semua barang-barang Kia Kak, ini benar kamar Kia, tapi kenapa menjadi begini?? ", kata Kia panjang keada Qiyas.
Qiyas ikut Kia kekamarnya karena dia ingin menumpang sholat dhuhur, walaupun ada mushola kecil dirumahny Kia. Dan Qiyas sebenarnya juga ingin bersih-bersih badan juga.
Qiyas sebenarnya tidak mau dan ingin bersih-bersih dikamar mandi tamu saja yang ada dibawah dan sholat dimushola bareng yang lainnya, akan tetapi dia dipaksa oleh Ayah Ibrahim dan Mamah Dian untuk sholat dan bersih-bersih dikamar Kia saja.
Saat ini Qiyas sudah benar-benar berada dikamar Kia, dan Kia dibuat grogi berada satu kamar bersama Qiyas. Kia yang daritadi memperhatikan dekorasi kamarnya langsung membalikkan badan ketika mendengar suara pintu tertutup.
Qiyas yang melihat Kia dia berinisiatif untuk membantu Kia melepaskan aksessorisnya, karena fikir Qiyas Kia pasti kerepotan untuk membersihkan semua yang menempel dibadannya.
"*Emm mau Kakak bantu Balqi*s?? ", tawar Qiyas kepada Kia.
Kia hanya mengangguk kecil menanggapi Qiyas sambil menundukkan wajahnya. Qiyas yang melihat Kia menundukkan wajahnya kemudian dia mendekati Kia dan mengangkat wajahnya dengan menggunakan jarinya.
Qiyas langsung saja membuka niqob Kia secara perlahan-lahan dengan jantung yang bertalu-talu. Kia pun juga sama dengan apa yang dirasakan Qiyas. Karena Qiyas sudah sah menjadi suaminya jadi dia berhak untuk membukanya sendiri itulah yang daritadi ditanamkan difikiran Kia.
Ketika niqob Kia sudah benar-benar terbuka, terlihatlah wajah ayu nan cantik muka Kia dengan makeup yang natural dan elegan membuat Qiyas tidak bisa berkata-kata. Hingga tiba-tiba Qiyas memajukan wajahnya dan membuat Kia memejamkan matanya.
Qiyas yang melihat Kia memejamkan mata dia tersenyum dan membathin melihat wajah Kia.
"Sungguh cantik dan wanita sholehah, sungguh beruntungnya aku", bathin Qiyas sambil tersenyum.
Kia fikir Qiyas akan menciumnya dibibir ternyata Qiyas hanya mencium Kia dikening dengan sangat lama. Ketika Qiyas melepaskan kecupannya Kia langsung membuka matanya dan tersenyum manis kepada Qiyas. Dan Kia langsung memeluk Qiyas dan dibalas juga oleh Qiyas pelukannya Kia.
Mereka berpelukan cukup lama hingga Kia yang melepaskan duluan.
"Kak Fasya silahkan bersih-bersih dulu didikamar mandi, baru gantian Kia nanti", kata Kia kepada Qiyas.
"Tidak bareng saja istriku kekamar mandinya", goda Qiyas kepada Kia. Membuat Kia langsung tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Qiyas.
Dan Qiyas langsung saja masuk kekamar mandi, tapi sebelum benar-benar masuk kekamar mandi Qiyas membalikkan badannya dan berjalan lagi kearah Kia, Kia yang sudah membalikkan badan ingin kemeja riasnya mendengar suara langkah kaki mendekat ternyata adalah Qiyas yang sedang berjalan kearahnya.
"Kakak tidak jadi masuk kekamar mandi?? ", tanya Kia kepada Qiyas ketika Qiyas sudah sampai didepan Kia.
Kia dibuat kaget dengan tindakan Qiyas. Karena Qiyas tiba-tiba mengecup bibir Kia secara singkat.
"Ada yang tertinggal dan ini barusan aku ambil", kata Qiyas sambil tersenyum manis dan mengusap pipi Kia, hingga membuat Kia tersipu malu.
Qiyas lalu berbalik badan dan kali ini dia benar-benar masuk kekamar mandi dengan senyum yang tidak pernah luntur dari bibirnya.
Sedangkan Kia membersihkan makeup dan sesuatu yang bisa dijangkau sendiri yang menempel ditubuhnya. Dan juga rasa bahagia yang kali ini dia benar-benar merasa sangat bahagia.
πππππππππππ
Penasaran yaaaaaa, yeeeey penasaran kanπ π π ππππ
Readers: Author bolehkah ku bunuh dirimuπ π π
Author: kenapa mau membunuhku readersπ±π€
Readers: sukanya bikin aku sangat penasaranππ
**Author:πππ ππππ
Readers: π π πππππ£πͺππ
ππππππππππππ**
***TBC***