
Mamah Dian, Ayah Ibrahim, Papah Ziyas, Bunda Lili, Kak Anin beserta keluarga dan serta semua keluarga dekat mereka masing-masing semua sudah pada datang tepat pukul enam pagi karena yang datang semuanya akan menjadi bridesmaidnya Kia dan Qiyas.
Seperti Kia, semua yang baru pertama kali masuk kePenthousenya Qiyas mereka semua merasa takjub dan terkagum dengan interior yang ada diPenthousenya Qiyas.
Semua yang akan dimakeup dan yang akan menjadi bridesmaidnya Qiyas, Kia mereka berada disalah satu kamar yang ada diPenthousenya Qiyas, sedangkan Kia dan Qiyas mereka siap-siap dikamar utama mereka, yang semalam mereka gunakan untuk kegiatan panas mereka.
Ayah Ibrahim dan Papah Ziyas beserta keluarga yang lain yang laki-laki mereka semua sudah pada siap dan turun kebawah, karena jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan, sedangkan Qiyas dia turunnya nanti bersama Kia. Tidak ada yang menyadari jika Aulian belum datang sendiri, kecuali Papah Ziyas dan Bunda Lili yang sudah mengetahui kenapa Aulian belum datang.
Acara pesta resepsinya Qiyas dan Kia akan dimulai sekitar jam sembilan pagi, sedangkan Kia dan Qiyas mereka akan turun kebawah jika sudah selesai semua.
"Sungguh sangat cantik istriku ini", kata Qiyas sambil mendekati Kia yang sedang dimakeupin.
Para MUA mereka menyadari dan langsung menyingkir sejenak dari Kia, untuk memberikan waktu kepada Qiyas dan Kia.
Qiyas ketika sudah sampai dihadapan Kia, dia lalu berjongkok bersimpuh dihadapan Kia yang sedang duduk.
"Kak Fasya mau ngapain?? ", tanya Kia yang melihat Qiyas bersimpuh dihadapannya.
Qiyas lalu mengeluarkan sesuatu dari saku jaz pengantinnya dan Qiyas menunjukkannya kepada Kia.
"Masyaallah bagus sekali Kak", kata Kia ketika melihat sesuatu yang ditunjukkan Qiyas.
"Ini untuk istriku tersayang, kamu suka Balqis?? ", tanya Qiyas kepada Kia.
"Sungguh suka", kata Kia dengan tersenyum.
Qiyas lalu memasangkan dijari manis Kia dan mengalungkannya dileher Kia, karena Qiyas memberi sebuah cincin emas putih bertahtakan berlian kecil disetiap lingkarannya dan sebuah kalung emas putih dengan ukiran namanya serta nama Qiyas sebagai penghias kalungnya. Sungguh cantik, mahal dan elegan seleranya Qiyas, dia tidak sungkan untuk mengeluarkan uang sebegitu banyaknya untuk Kia, karena Qiyas benar-benar sangat ingin memberikan yang terbaik untuk Kia.
Kelima MUA yang ada disitu mereka semua pada iri dengan keromantisannya Kia dan Qiyas.
"Terimakasih suamiku", kata Kia dengan tersenyum manis dan langsung mencium pipinya Qiyas.
"Sama-sama istriku", jawab Qiyas dan mencium keningnya Kia.
"Kakak tunggu diruang tamu ya sayang", kata Qiyas sambil mengelus pipinya Kia.
Kia hanya mengangguk menanggapi Qiyas. Qiyas lalu berlalu dari situ dan keluar untuk memberikan ruang kepada para MUA untuk menyelesaikan tugas mereka.
"Mbak Kia sungguh sangat cantik, dan Mas Qiyas juga sangat tampan, kalian sangat serasi sekali", kata MUA yang mendandani Kia.
"Iya Mbak Kia, itu kelihatan banget jika Mas Qiyas sangat mencintai Mbak Kia", jawab MUA yang lainnya.
Kia hanya tersenyum dan tertawa menanggapi godaan demi godaan yang dilontarkan para MUA untuknya.
"Sudah selesai belum sayang?? ", tanya Mamah Dian beserta Bunda Lili ikut masuk kekamar rias Kia.
"Sudah Bu, ini Mbak Kianya hanya cuman kurang memakai sepatu sama sarung tangan saja", jawab satu MUA mewakilkan.
"Masyaallah cantik sekali anak Mamah", kata Mamah Dian sambil meneteskan air matanya karena teringat dengan Afrin kakaknya Kia dan sangat terharu karena dari dulu Mamah Dian ingin melihat anaknya berada dipanggung dipelaminan dengan suaminya.
"Mamah kenapa menangis?? ", tanya Kia sambil mengusap air mata Mamahnya.
Bunda Lili yang menyaksikan sendiri dia ikut-ikutan meneteskan air matanya karena Bunda Lili sama-sama seorang ibu jadi dia tahu apa yang dirasakan oleh Mamah Dian.
"Tidak apa-apa nak, Mamah hanya sangat bahagia, bisa mewujudkan keinginan Mamah, melihat anak Mamah bisa berada diatas panggung pelaminan", kata Mamah Dian kepada Kia.
"Sudah-sudah, nanti rusak lho jeng makeupnya jadi luntur nanti", goda Bunda Lili agar suasana tidak melow lagi. Dan disambut tawa oleh semua orang yang ada disitu.
"Sudah ayo jeng, kita keluar biar sekalian untuk memanggil Qiyas untuk menuntun Kia", ajak Bunda Lili kepada Mamah Dian.
Dan ketika Mamah Dian serta Bunda Lili keluar para MUA langsung menyelesaikan yang belum selesai dan memasangkan sarung tangan serta sepatunya Kia.
Dibawah diballroom yang akan digunakan untuk pesta resepsinya Kia dan Qiyas semua tamu undangan sudah ada yang pada datang, terutama para keluarga besar Ayah Ibrahim dan Papah Ziyas mereka semuanya sudah pada datang, terutama Keluarganya Papah Ziyas yang semuanya bule dan dari luar negeri mereka juga sudah ada ada diIndonesia dari kemarin serta juga semuanya menginap dihotel yang sama dengan resepsinya Qiyas dan Kia.
"Hallo Kakak, bagaimana untuk hidangannya, hanya ini yang bisa saya kasihkan untuk keponakanku, semoga Kakak suka dengan semua hidangannya", kata seseorang kepada Papah Ziyas sambil menepuk pundaknya Papah Ziyas.
"Hay, sudah lama kamu datang??", tanya Papah Ziyas keget ketika dia membalikkan badan.
"Kakak ini ditanya malah balik tanya", jawab orang tersebut.
"Ya maaf, Kakak suka dengan semua hidangan yang kamu berikan untuk kelancaran pesta resepsinya Qiyas, dan terimakasih ya Ed sudah menggratiskan semua hidangannya ini", kata Papah Ziyas kepada seseorang yang dipanggil dengan panggilan Ed oleh Papah Ziyas dengan tertawa.
"Kamu kesini sama siapa saja Ed??, mana Claudia, dan kedua anak-anakmu", tanya Papah Ziyas lagi.
Yups yang dipanggil Ed dan Claudia sama Papah Ziyas mereka adalah kedua orang tuanya Mita serta Dominic. Ayah Ed dan Mamah Clau mereka memutuskan tinggal diIndonesia karena supaya Papah Ziyas tidak sendirian tinggal diIndonesia, sebab semua keluarga Smith berada diluar negeri semua.
Mamah Claudia adalah adik kandung nomer empat dari Papah Ziyas. Dulu sebelum menikah nama lengkap Mamah Clau adalah Claudia Agnes Smith, karena Smith adalah marga keluarga besarnya Papah Ziyas dan semenjak menikah dengan Ayah Edward marga Mamah Clau menjadi Mackenzie karena itu marganya Ayah Ed. Edward Mackenzie. Jadi Mita dan Dominic adalah sepupunya Qiyas.
Sedangkan Rion dia tidak mengetahui jika Mita adalah keponakan besannya Ayah Ibrahim. Begitupun Ayah Ibrahim dia tidak mengetahui jika Mita adalah keponakan dari Papah Ziyas.
Walaupun kemarin Ayah Ibrahim diundang untuk datang keacara pernikahannya Rion dan Mita, karena kemarin Papah Ziyas tidak diundang Ayah Ed. Jadi dikantor yang sudah mengetahui jika Rion sudah menikah dengan Mita cuman Ayah Ibrahim saja.
Papah Ziyas juga sudah mengetahui bagaimana wataknya Mita, jadi dia membiarkan saja Mita bekerja diPerusahaan besannya.
"Istriku sedang naik ingin melihat mempelainya Kak, kalau itu Dom Kak, sedangkan Mita dia akan datang bersama suaminya", kata Ayah Ed kepada Papah Ziyas sambil menunjuk Dominic yang sedang berbincang dengan seseorang.
Ayah Ed memanggil Papah Ziyas dengan Kakak karena dia mengikuti tradisi yang ada diIndonesia jika yang lebih tua dipanggil dengan panggian Kakak, karena Ayah Ed serta Mamah Clau mereka pindah keIndonesia sejak usia Dominic dua tahun. Jadi sudah lama mereka menetap diIndonesia.
Umurnya Dominic sedikit lebih tua dari Qiyas. Dan Dominic selisih sedikit paling sekitar setahunan dengan Kak Anin Kakaknya Qiyas dan Aulian.
"Apa suami!!! ", kata Papah Ziyas dengan nada yang sedikit tinggi karena terkejut.
Sedangkan Ayah Ed dia tertawa menanggapi keterkejutannya Papah Ziyas karena memang pernikahannya Mita dan Rion diadakan secara mendadak disebuah gereja hanya keluarga inti saja yang datang diundang,
"Ceritanya panjang Kak, karena mereka baru menikah kemarin digereja yang ada didekat rumah kami",jawab Ayah Ed sambil tertawa kecil.
"Tapi Mita kan masih kecil Ed, apa Mita sudah hamil duluan?? ", tanya Papah Ziyas.
"Tidak Kak, itu murni dari keseriusannya suaminya Mita bisa menyakinkanku dan Dominic", kata Ayah Ed.
"Siapa Ed yang menjadi suaminya Mita?? ", tanya Papah Ziyas penasaran kepada Ayah Ed.
"Jika nanti kamu melihatnya nanti Kakak akan tahu orangnya, karena Kakak juga mengenalnya, saya jamin Kakak akan terkejut", jawab Ayah Ed sambil tertawa karena membayangnkan ekpsresinya Papah Ziyas ketika melihat Rion menantunya.
"Saya semakin penasaran", kata Papah Ziyas. Dan disambut tertawa oleh Ayah Ed.
"Kalau nanti resepsi bilang sama saya ya, akan saya bantu sebisaku jangan sungkan", kata Papah Ziyas lagi sambil menepuk pundaknya Ayah Ed.
"Siaaaap!! ", jawab Ayah Ed kepada Papah Ziyas.
Kembali keKia dan Qiyas. Mereka saat ini sudah siap-siap untuk turun kebawah keballroom hotel.
Semua bridesmaid dan para orang tua semuanya mengikuti Kia dan Qiyas turun sambil membantu mengangkat ekor gaunnya Kia dari belakang.
Qiyas tidak henti-hentinya tertawa dan tersenyum, karena dirinya yang dulu pernah berangan ingin menjadi suaminya Kia, kini sudah dia rasakan dan dia kini akan duduk dipelaminan bersama Kia istrinya.
Sungguh jika Qiyas menyebut Kia dengan kata Istriku, dihatinya ada rasa buncah kebahagiaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Ballroom hotel sudah disulap sedemikian rupa, indah, menawan, mewah dan elegan campur menjadi satu. Kia dan Qiyas mereka berdua memakai baju pengantin warna putih bersih sesuai dengan tema dekorasinya yaitu mawar putih yang menghiasi disetiap ruangan. Karena mawar putih adalah bunga kesukaannya Kia.
Sedangkan para Bridesmaidnya mereka memakai kebaya berwarna berwarna shoft yang sangat kalem dan mewah. Kedua orang tua Qiyas dan Kia mereka juga memakai baju yang berwarna shoft sedikit gelap karena menyesuaikan umur mereka.
Semua tamu undangan dibuat takjub dan terpukau dengan dekorasi diresepsinya Kia dan Qiyas, sungguh sejauh mata memandang mawar putih bertebaran dimana-mana, serta harum alami dari bunganya membuat tamu undangan merasa tenang dan rilax.
Jika ditotal keseluruhan semuanya dari tamu undangannya Ayah Ibrahim, Mamah Dian dan Papah Ziyas, Bunda Lili, serta Kia dan Qiyas, semua sekitar ada lima puluh ribu undangan, itu saja sudah dipilah dan dipilih. Serta ada sebuah Doorprize dan Grandprize yang diadakan dipesta pernikahannya Kia serta Qiyas. Dan itu yang sangat dinanti-nantikan oleh para tamu undangan.
Para tamu udangan ketika awal masuk mereka juga sudah mendapatkan souvenir berupa emas batangan sebesar sepuluh gram yang diberikan dengan cara cuma-cuma jika bisa menunjukkan undangan resepsinya Qiyas dan Kia yang benar-benar asli.
Karena jika berbohong pun mereka bakal ketahuan karena didalam undangannya Kia serta Qiyas ada barkotnya tersendiri, jika dicek asli dengan alat khusus alat itu langsung menunjukkan nama yang diundang tercantum didalam daftar tamu.
Dan didalam kartu undangannya Qiyas dan Kia ada sebuah kode unik yang dicetak dan diletakkan didalam setiap kartu undangan, karena itu yang akan menjadi penentu pemenang doorprize serta grindprizenya.
Jika kode yang disebutkan akan tetapi tamu undangannya sudah pulang, hadiah akan tetap diantar kerumah pemenang oleh orang suruhannya Papah Ziyas atau Qiyas.
Tepat pukul sepuluh siang Qiyas beserta Kia sudah tiba diBallroom hotel, semua tamu undangan yang awalnya pada duduk mereka semua refleks langsung berdiri untuk menyambut kedua mempelai.
Para tamu undangan semuanya memuji kecantikan Kia walaupun memakai niqob mereka semua yakin jika Kia begitu sangat cantik, dan beralih keQiyas dia juga sangat tampan serta serasi berada disampingnya Kia.
Para wartawan yang mendengar jika penerus Keluarga IRAWAN ingin mengadakan resepsi besar-besaran mereka semua langsung menyerbu hotel yang diadakannya resepsi dan para stasiun televisi, media cetak, media online semuanya membicarakan acara resepsinya Qiyas karena Keluarga IRAWAN sudah terkenal dengan kekayaannya. Dan resepsinya Qiyas dan Kia menjadi trending topik dan nomer satu dimedia berita.
Ada tamu yang paling mengagetkan oleh semua keluarga, dan dia begitu bangga bisa mengajak wanita yang dia sukai keacara pernikahannya Kakaknya.
Dia tinggal menagih janji Papahnya, begitulah fikirnya ketika dia sudah bisa menepati janjinya kepada Bundanya.
ππππππππππππ
Kalian sudah menebak kan siapa orangnya ituππππ
ππππππππππππ
***TBC***