BISSMILLAH WITH YOU

BISSMILLAH WITH YOU
MITA



Mohon maaf untuk para readers jika ada yang kurang nyaman dengan karakter Mita. Karena disini author menampilkan karakter Mita itu melebihi Mila. Sebab Mita author bikin dia bersifat absurd, gesrek dan terlalu nyablak, jadi kalau ngomong suka tidak bisa direm dan terkadang fulgar.(jika readers sudah sering membaca novel yang cewek berkarakter Mita pasti mudeng bisa membedakan antara Mita dan Mila ada yang berbeda sifatnya) πŸ˜‰


Karena Mita author bikin tidak berhijab, dan nanti author juga tidak selalu menampilkan Mita yang gesrek seperti diawal perkenalan. Selebihnya tunggu kelanjutannya saja ya readersπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜ŠπŸ€—πŸ€—


Terimakasih atas kritik dan masukkannya😊😊😘😍, author tidak marah bahkan sangat berterimakasih sekali karena dengan kritikan bisa memberikan author motivasi untuk merubah menjadi yang lebih baik lagi apalagi ini cerita tentang islami😘😍


Salam kenal darikuπŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Akhirnya acara syukuran Qiyas dan Kia berjalan dengan lancar dan diakhiri do'a bersama yang diwakili Ayah Ibrahim sebagai yang memimpin do'a.


Hanya satu orang yang dibuat kesal diacara itu yaitu Rion, ketika Rion jika bertemu Mita dan tidak ada yang melihat Mita selalu menggoda dan mencandai Rion dengan mengasih lambang tangan saranghae kepada Rion, dan Rion acuh tak acuh menanggapi Mita dan jika tidak ada orang Rion selalu tersenyum sendiri teringat tingkah polah Mita yang persis seperti anak-anak, karena mungkin faktor umur Mita juga yang masih ABG.


Karena fikir Mita Rion orangnya terlalu kaku kayak robot jadi Mita suka saja mencandai Rion dan cuman Mita saja karyawan satu-satunya Ayah Ibrahim yang berani begitu kepada Rion.


Berbeda Rion berbeda juga dengan Aulian. Dia menjadi terbayang-bayang dengan wajah Zahra dan sifat Zahra yang menurutnya berbeda dari wanita-wanita yang sering melihatnya.


Jika wanita lain pada tebar pesona tidak dengan Zahra, dia bahkan menunduk terus jika bertemu dengan Aulian. Itu yang menyebabkan Aulian sangat penasaran akan sosok Zahra.


Saat ini Aulian sudah berada dikantornya setelah selesai tadi dari acara syukuran Kakaknya. Aulian bukannya bekerja dia malah duduk dikursi kerjanya sambil melamun dan melihat keatas langit-langit atap ruangannya.


"Aku kenapa ini ya Allah, tidak biasanya aku seperti ini, kenapa aku selalu terbayang wajahnya Zahra, bahkan dulu pun ketika Clara mendekatiku aku tidak seperti ini", kata Aulian dengan dirinya sendiri.


Dilain tempat tepatnya Zidan yang lagi menjemput Mila karena mereka ingin melakukan pengecekan untuk fitting baju pengantin mereka, yang resepsinya akan diadakan lima hari lagi. Oleh sebab itu Mila tidak dijemput Pak Yono supir mereka, dan Zidan dari acara syukurannya Qiyas dan Kia dia langsung ijin keQiyas. Mereka saat ini sudah berada didalam mobil dan ketika didalam mobil Mila selalu menekuk dan memajukan bibirnya pertanda dia sedang marah dan Zidan pun yang melihatnya jadi bingung sendiri.


"Kamu kenapa sih sayang cemberut terus begitu, apa nilai mata kuliah kamu jelek ya", kata dan goda Zidan kepada Mila.


"Mila itu lagi sebel karena tadi cewek-cewek yang ada dikampus yang melihat Kakak pada senyam-senyum begitu, kan bikin Mila sebel dan betek", kata Mila dengan nada cemburu.


Dan Zidan yang mendengar Mila cemburu dia sangat bahagia.


"Kamu cemburu ya sayang", goda Zidan sambil tertawa.


"Cemburu itu apa Kak?? ", kata polos Mila kepada Zidan.


"Cemburu itu jika kamu memiliki sesuatu terus ada orang lain yang meliriknya rasanya kamu ingin marah, karena hanya kamu yang boleh melirik bahkan menyentuhnya, mudeng tidak?? ", tanya Zidan.


"Tidak", jawab Mila dengan menggelengkan kepalanya dan dengan menunjukkan wajah lugunya.


"Aduh bagaimana sih cara menjelaskannya", kata Zidan.


"Gini-gini, kamu kan istrinya Kakak, terus apa kamu rela kalau Kakak dimiliki wanita lain?? ", kata Zidan dengan pelan-pelan menjelaskan kepada Mila.


"Enak saja, ya tidaklah Ka, kan Kakak milik Mila seorang", jawab Mila.


"Ya tepat seperti itu sayang", kata Zidan.


"Ngomong-ngomong jangan panggil Kakak lagi dong sayang, nanti dikira kamu adik Kakak, bukan istri Kakak", kata Zidan lagi kepada Mila.


"Terus Kakak mau dipanggil apa sama Mila?? ", tanya Mila kepada Zidan.


"Panggil Hubby saja gimana sayang, nanti Kakak panggil kamu sweety", kata Zidan kepada Mila.


Mila menggangguk menyetujui perkataan Zidan. Dan akhirnya mobil yang mereka tumpangi sudah sampai dibutik yang mereka tuju. Disana juga sudah ada kedua orang tua Mila yaitu Papah Angga dan Mamah Sabrina dan Ibu Gendhis ibunya Zidan, karena Ayah Erlangga sedang berada diluar kota.


πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘


Disebuah rumah tepatnya dirumah orang kaya, yang kekayaannya hampir setara dengan Keluarga Ayah Ibrahim, jika Keluarga Irawan berada dinomer satu, Keluarga ini berada dinomer empat dan Keluarga Ayah Ibrahim berada dinomer tiga.


"Mah, tolong kasih tahu Mita untuk mau diam dirumah atau fokus kuliah saja kenapa sih, Ayah capek Mah ngasih tahu dia", kata Ayahnya Mita yang bernama Edward.


Edward juga seorang pembisnis akan tetapi dia pembisnis didunia kuliner dan dia juga sudah memiliki banyak cabang restoran, dari restoran yang biasa maupun yang mewah dan elit pun dia sudah punya, dan restorannya sudah tersebar diberbagai kota serta sudah merambah juga keLuar Negeri.


Saat ini kedua orang Mita sedang berbincang santai ditaman belakang rumahnya dan kebetulan Ayah Ed sudah pulang sejak jam dua siang tadi.


"Mamah juga sudah capek Ayah, itu si Dominic kapan pulangnya sih Ayah dari Swiss, cuman si Dom saja yang ditakutin Mita", kata Mamah Clau kepada Ayah Ed.


"Sekitar satu bulan lagi kayaknya Mah, karena dia sedang menangani kasus yang cukup sulit kali ini", jawab Ayah Ed.


Kakaknya Mita yang bernama Dominic Mackenzie dia adalah seorang Pengacara handal yang sudah sangat terkenal namanya dan sudah sering memenangkan berbagai kasus dan saat ini dia sedang berada diSwiss untuk menangani kasus pembunuhan seorang pembisnis.


"Tapi Ayah tetap mengawasi Mita kan, itu Mita kenapa juga harus melamar menjadi Office girls segala sih", kata Mamah Clau lagi.


"Ayah selalu mengawasi Mita ko Mah tenang saja, dan biarin sajalah Mah, sudah...!! Ayah pusing kalau bahas Mita", kata Ayah Ed lagi.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Kembali ke Qiyas dan Kia yuk.


Saat ini mereka juga sedang duduk-duduk diayunan yang ada didepan rumah Kia. Karena Kia belum pindah dari rumahnya, dan rencananya akan pindah kerumah yang sudah dibeli Qiyas nanti setelah resepsi pernikahannya.


"Balqis, apakah kamu juga mencintaiku", tanya Qiyas kepada Kia yang duduk disampingnya.


"Apa perlu Kia jawab Kak?? ", tanya Kia yang sambil menyandarkan kepalanya di pundaknya Qiyas.


"Kakak ingin mendengarnya langsung dari mulutmu Balqis", kata Qiyas sambil merangkul Kia.


"Hatiku dari dulu sebelum Kia menerima khitbahannya Ustadz Faris sudah bergetar ketika melihat Kak Fasya, akan tetapi Kia juga tidak bisa menolak laki-laki seperti Ustadz Faris saat itu Kak, dan semakin kesini, semakin Kia mengenal Kakak, rasa itu semakin besar dan mungkin Kia juga sudah benar-benar mencintai Kak Fasya", jawab Kia sambil menengok kearah Qiyas, dan Qiyas pun juga membalas menengok kearah Kia.


"Apakah kamu dulu mempunyai rasa terhadap Ustdaz Faris sayang?? ", tanya Qiyas lagi kepada Kia.


"Hanya rasa kagum yang Kia miliki Kak, karena fikir Kia cinta akan tumbuh dengan berjalannya waktu jika Kia berjodoh dengan Ustadz Faris", jawab Kia lagi.


"Balqis akan aku ceritakan sesuatu tentang Kakakmu Afrin sebelum dia meninggal", kata Qiyas membuat Kia langsung menegakkan duduknya dan langsung mengahadap keQiyas.


"Maksud Kakak apa?? ", tanya Kia bingung.


"Satu bulan sebelum Kakakmu meninggal, dia pernah berpesan kepada Kakak", kata Qiyas kepada Kia.


"Apa itu Kak?? ", jawab Kia.


Qiyas lalu menceritakan semuanya kepada Kia, tentang pesan Afrin kepadanya, semuanya Qiyas ceritakan tanpa ditutup-tutupi. Dan itu membuat Kia yang mendengar sangat terkejut seperti Ayah Ibrahim kemarin ketika mendengar cerita dari Qiyas.


"Sungguh Balqis, aku mencintaimu bukan karena pesan Kakakmu, aku mencintaimu karena aku benar-benar mencintaimu karena Allah, dunia dan akherat. Dan serta pesan Kakakmu itu aku anggap sebagai amanah yang saat ini harus aku tepati dengan sungguh-sungguh apalagi saat ini kamu sudah menjadi istri sahku, walaupun kamu tidak menjadi istriku, aku tetap akan menjagamu sepenuh hatiku seperti aku menjaga adikku Balqis", kata Qiyas sambil menghadap Kia dan memegang tangannya.


Kia lalu mengusap pipi Qiyas dengan lembut dan penuh kasih.


"Kia percaya sama Kakak, jika Kakak benar-benar mencintaiku bukan karena pesan Kak Afrin kepada Kakak", kata Kia sambil mengusap pipi Qiyas dan tersenyum.


Qiyas lalu memegang tangan Kia yang tadi mengusap pipinya. Dan lalu Qiyas menarik Kia kedalam pelukannya.


"Sungguh aku beruntung mempunyai istri sepertimu sayang, terimakasih", kata Qiyas sambil mencium kening Kia.


"Kia juga mencintai Kakak", jawab Kia yang membuat hati Qiyas berbunga-bunga dan semakin mengeratkan pelukannya kepada Kia.


Tiba-tiba Qiyas melepaskan pelukannya dan berkata sesuatu yang membuat Kia malu.


"Nanti malam lagi yah sayang, mumpung kamu belum libur bulanan", goda Qiyas kepada Kia, dan membuat Kia langsung mencubit pipi Qiyas.


"Ih, ko nyubit-nyubit sih, cium dong, sayangnya sebentar lagi mau maghrib, coba saja ini sudah habis isya' hmmm", goda Qiyas lagi kepada Kia, membuat Kia langsung mencubit pelan dada Qiyas.


Sungguh romantis pasangan Kia dan Qiyas. Membuat siapa saja yang melihat mereka menjadi iri. Semoga kedepannya mereka tidak mempunyai masalah keluarga yang begitu berat, karena yang namanya berumah tangga tidak akan selalu mulus, pasti akan ada naik turunnya.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


***TBC***