
Hari ini adalah tepat seminggu waktu untuk memberi jawaban khitbahannya Ustadz Faris. Kia yang berada dirumahnya merasa sangat gelisah dan deg-degan sekali. Karena hari ini Ustadz Faris, Gus Zabir dan Ustadz Riza akan bersilaturrahmi kerumah kontrakannya untuk menagih jawaban.
"Kia, sudah dong bissmillah saja, kan ada aku disini yang menemani", kata Lida menenangkan.
Kia hanya tersenyum menanggapi kata-kata Lida. Setelah beberapa saat ada suara yang mengetok pintu dari luar. Tepat pukul setengah delapan selesai sholat isya'.
Tok, tok, tok
"Assalamu'alaikum", suara salam dari luar.
"Wa'alaikumussalam, oh Gus Zabir, Ustadz Riza dan Ustadz Faris sudah sampai, mari masuk dan silahkan duduk sebentar, saya akan panggilkan Kianya dulu", kata Lida mempersilahkan mereka masuk dan setelah itu Lida langsung berlalu masuk kedalam.
Mereka bertiga hanya tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban. Akhirnya Lida dan Kia keluar dari kamar dan duduk sedikit menjauh dari ketiga laki-laki tadi. Dan jangan lupakan pintu rumah Kia terbuka sangat lebar, karena untuk menghindari fitnah.
Lida masuk sebentar untuk mengambilkan minum dan cemilan yang sudah disiapkan. Setelah semua terhidang Lida ikutan duduk bergabung menemani Kia.
Ustadz Zabir dan Ustadz Riza mereka dimintai tolong untuk menemani Ustadz Zabir bersilaturrahmi kerumah kontrakannya Kia. Karena mereka belum menjadi mahram dan takut timbul fitnah.
"Assalamu'alaikum Ustadzah Kia, sebelumnya saya dan Ustadz Riza, dimintai tolong kesini hanya untuk menemani Ustadz Faris meminta jawaban darimu atas khitbahannya, karena takut menimbulkan fitnah", kata Gus Zabir menjelaskan.
"*Dan untuk lebih afdolnya, silahkan Ustadz Faris yang menyampaikan maksud dan tujuan*nya", sambung Gus Zabir lagi.
Ustadz Faris sekilas melihat kearahnya Kia, hanya beberapa detik, setelah itu dia mengalihkan pandangannya dari Kia.
"Assalamu'alaikum Kia, apa yang dikatakan Gus Zabir adalah benar, maaf jika malam ini mengganggu waktumu....... Ustadz Faris sengaja menjeda perkataannya dan dia lalu mengambil nafas panjang-panjang untuk siap menerima jawaban Kia.
"Sebelumnya saya meminta maaf atas kelancangan saya yang mengkhitbah dirimu langsung, tidak dihadapan kedua orang tuamu dan tidak membawa serta keluargaku, jika kamu menerima insyaallah saya akan mengkhitbah dirimu lagi dihadapan keluarga besarmu dan membawa serta semua keluargaku, bagaimana Kia, apakah engkau menerima khitbahanku", kata Ustadz Faris dengan deg-degan.
"Bissmillahirrohmaanirroohim", ucap Kia dalam hati.
"Insyaallah Kia menerima khitbahannya Ustadz Faris, dan untuk lebih sopannya alangkah baiknya seperti yang tadi Ustadz Faris bilang, harus ada kedua belah pihak, biar tidak ada timbul fitnah dikemudian hari", jawab Kia kepada Ustadz Faris.
"Alhamdulillah", ucap syukur mereka semua yang ada diruangan itu. Apalagi Ustadz Faris yang merasakan kebahagian yang tidak bisa diucapkan sama kata-kata.
"Saya akan membicarakan dulu dengan kedua orang tua saya dulu Ustadz, nanti saya kabari dan kasih tahu ke Ustadz", Kata Kia sambil gugup dan masih menundukkan wajahnya.
"Baiklah Kia saya akan sabar menunggu", jawab Ustadz Faris dengan senyuman.
Diantara mereka ada dua orang yang sedang curi-curi pandang, bahkan tidak ada yang menyadari bahwa Ustadz Zabir tersenyum simpul melihat mereka berdua. Siapa lagi kalau bukan Ustadz Riza dan Ning Lida, adik dari Guz Zabir.
"Ehemmm", Ustadz Zabir sengaja berdehem.
Dan yang disinggung pun menyadari dari deheman Gus Zabir. Mereka langsung salah tingkah dan pura-pura tidak tahu. Sedangkan Ustadz Faris hanya tersenyum melihat sahabatnya yaitu Ustadz Riza ketahuan curi-curi pandang dengan adiknya Gus Zabir.
Ustadz Faris juga mengetahui jika Ustadz Riza sangat mencintai Ning Lida sejak Ning Lida masih MA(Madrasah Aliyah). Karena Ustadz Riza sudah mengajar diPesantren Darunnajah dari Ning Lida masih kelas satu MA.
"Kayaknya yang mau dikhitbah tidak cuman Kia saja ya", sindir Guz Zabir dengan senyum yang menggoda.
Yang disindir pun langsung malu-malu dengan muka memerah.
"Baiklah Kia, karena waktu sudah malam, kita permisi dan terimakasih atas waktu luang yang diberikan. Semoga kalian bisa sampai kejenjang pernikahan, serta keRidhoan-Nya selalu meliputi kalian semua dan melancarkan apa yang akan menjadi rencana kalian berdua", kata Gus Zabir kepada Kia dan Ustadz Faris.
Sontak semua orang yang ada diruangan itu mengAamini do'a dari Gus Zabir. Setelah itu Gus Zabir pamit untuk undur diri.
"Kami permisi Kia", kata Gus Zabir.
Kia dan Lida hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Assalamu'alaikum", salam serempak dari Ustadz Faris, Ustadz Riza dan Gus Zabir.
"Wa'alaikumussalam Ustadz", jawab Kia dan Lida secara bersamaan
ππππππππππππππ
***Tbc***