BISSMILLAH WITH YOU

BISSMILLAH WITH YOU
USG PERTAMA



"Baiklah, mari Mbak Kia, ikut saya", kata Dokter Ara itu kepada Kia. Dan Kia otomatis mengikuti Dokter Ara.


"Silahkan tiduran disitu ya Mbak", kata Dokter Ara menyuruh Kia untuk tiduran dikasur periksa yang ada disitu.


Kia langsung saja tiduran dan dibantu oleh Qiyas.


"Mari Tuan, Tuan dan Nyonya, Nyonya silahkan kesini jika ingin melihat hasil USGnya Mbak Kia", kata Dokter Ara ramah kepada Ayah Ibrahim, Mamah Dian, Bunda Lili dan Papah Ziyas.


Sedangkan Qiyas dia sudah berada disamping Kia daritadi. Dokter Ara pun juga sudah menutup penyekat gorden yang ada disitu supaya perut Kia yang sudah dibuka oleh Suster yang membantu Dokter Ara tidak terlihat oleh Ayah Ibrahim, Mamah Dian, Bunda Lili dan Papah Ziyas.


Ayah Ibrahim, Mamah Dian, Bunda Lili dan Papah Ziyas mereka semuanya berdiri didekat layar yang akan menunjukkan hasil USG anaknya Kia dan Qiyas.


Sedangkan Qiyas dia berada didalam ruangan yang sudah tertutup gorden penyekat itu menemani Kia.


"Kita mulai ya Tuan, Nyonya ya Mbak Kia", kata Dokter Ara kepada Kia dan kepada semuanya. Dan dijawab anggukan oleh Kia serta Qiyas.


Suster lalu membantu Dokter Ara mengoleskan ultrasoundΒ gel diatas perutnya Kia. Dan Dokter Ara memulai menggerakkan alat Doplernya atau alat USG untuk melihat janin yang ada dirahim Kia.


"Ini ya Mbak Kia, Tuan Qiyas, ini adalah janin kalian yang sudah mulai terlihat", kata Dokter Ara kepada Qiyas dan Kia yang masih didengar Ayah Ibrahim, Mamah Dian, Bunda Lili dan Papah Ziyas, sambil menggerakan alat USGnya dilayar. Karena mereka cuman dibatasi gorden penyekat saja.


Kia, dan Qiyas mereka sangat terharu untuk pertama kali melihat calon bayi mereka dilayar monitor yang ada diruangan Kia periksa. Termasuk Ayah Ibrahim dan Mamah Dian mereka berdua juga terharu untuk pertama kali melihat calon cucu mereka dilayar yang cukup besar yang disediakan diruangan itu. Sedangkan Bunda Lili dan Papah Ziyas mereka juga sangat senang karena bisa melihat calon bayinya Qiyas dan Kia.


"Usia kandungan Mbak Kia ini saya lihat sekitar hampir enam belas minggu ya Mbak Kia, tapi bentar-bentar......... Kata Dokter Ara kepada Kia dan menjeda perkataannya karena Dokter Ara seperti melihat sesuatu dirahimnya Kia.


"Selamat Mbak Kia, ini babynya ada dua sekaligus yang tadi satunya lagi ngumpet ternyata", kata Dokter Ara lagi kepada Kia dan Qiyas dan masih didengar oleh kedua orang tua mereka masing-masing.


Perkataannya Dokter Ara membuat Kia dan Qiyas tanpa sadar mereka menitikkan air mata bahagia. Sedangkan Ayah Ibrahim dan Mamah Dian mereka langsung sujud syukur diruangan itu, karena mereka baru saja mendengar akan mendapatkan cucu twins. Dan Bunda Lili serta Papah Ziyas mereka langsung berpelukan ketika mendengar perkataannya Dokter Ara.


Wajar saja jika Kia bisa hamil kembar, karena didalam Keluarganya Qiyas dia mempunyai keturunan kembar, yaitu adiknya Papah Ziyas yang nomor dua dan tiga mereka kembar laki-laki semua, sedangkan adiknya Papah Ziyas yang keempat adalah Mamahnya Mita.


"Masyaallah Yah, kita langsung dapat cucu twins", kata Mamah Dian kepada Ayah Ibrahim sambil berpelukan ketika sudah bangun dari sujud syukur mereka.


"Iya Mah, Ayah sangat bahagia", jawab Ayah Ibrahim dengan sangat bahagia.


Sedangkan Qiyas tadi yang mendengar perkataan dari Dokter Ara dia langsung mencium keningnya Kia, dengan sangat bahagia.


"Semuanya baik-baik saja ya Mbak Kia dan Tuan Qiyas, berat dan panjang Babynya normal, semuanya Alhamdulillah bagus ya Mbak Kia dan Tuan Qiyas, perkembangannya juga bagus, Ok sudah Mbak Kia", kata Dokter Ara kepada Kia, dan langsung menghentikan gerakan alat USGnya.


Dan suster yang membantu Dokter Ara langsung membantu Kia membersihkan Gel yang menempel diperutnya.


Dokter Ara keluar terlebih dahulu dari Kia dan Qiyas, dan membuat para orang tua langsung kembali keshofa yang ada disitu.


Kia ketika sudah selesai, Kia dibantu Qiyas turun dari ranjang dan dirangkul untuk berjalan menuju kursi yang ada didepan meja Dokter Ara.


"Mbak Kia dan Tuan Qiyas, ini saya akan resepkan obat untuk mengurangi rasa mualnya, beserta semua vitamin-vitamin untuk menunjang kesehatan baby twinsnya ya Tuan Qiyas, bisa ditunggu diluar sebentar nanti, biar disiapkan sama suster saya", kata Dokter Ara kepada Kia dan Qiyas.


"Baik Dokter Ara, terimakasih", jawab Qiyas dengan ramah.


"Dok, ketika saya belum mengetahui jika saya hamil, saya tidak muntah dan mual Dok, cuman sering pusing dan sering capek, tapi ketika sudah curiga kalau saya hamil kenapa mual muntahnya jadi sering ya Dok bahkan seperti tidak mau hilang?? ", tanya Kia kepada Dokter Ara.


"Oh itu adalah hal wajar Mbak, tidak usah khawatir", jawab Dokter Ara kepada Kia dengan tersenyum.


"Apakah masih boleh berhubungan Dok?? ", tanya Qiyas to the point kepada Dokter Ara.


Sedangkan para orang tua yang mendengar pertanyaannya Qiyas mereka pada tersenyum termasuk Dokter Ara dan Suster yang ada disitu.


"Boleh Tuan, dan perlu diingat harus hati-hati dan buat Mbak Kianya nyaman dulu ya, jangan sampai Mbak Kianya tidak siap, bisa membuat perut Mbak Kia kram tiba-tiba.......... ", jawab Dokter Ara.


"Hamil kembar akan membuat Mbak Kianya cepat lelah dan cepat sering sakit pinggang ya Tuan Qiyas........


"Dan nutrisi yang dibutuhkan oleh Mbak Kia, melebihi hamil baby satu ya Tuan, tolong diperhatikan", kata Dokter Ara lagi kepada Qiyas.


"Jika Mbak Kia tidak kuat makan nasi atau bubur, bisa digantikan dengan gandum, atau biji-bijian atau makanan lain yang mengandung karbohidrat, biar Mbak Kia tidak kekurangan Karbo, dan nanti juga Mbak Kia jangan kaget jika ***** makan mbak Kia akan melebihi biasanya, karena itu wajar, sebab hamil kembar memang akan sering lapar", kata Dokter Ara panjang lebar kepada Kia.


Dan semua penjelasan Dokter Ara juga didengar oleh Ayah Ibrahim, Mamah Dian, Papah Ziyas dan Bunda Lili.


"Apakah ada pertanyaan lainnya?? ", tanya Dokter Ara lagi kepada semuanya yang ada disitu.


"Dokter apakah aman dibuat bekerja?? ", tanya Kia kepada Dokter Ara.


"Aman, jika kondisi janin dan Ibu sehat-sehat saja Mbak Kia, akan tetapi jika Mbak Kia sudah merasa capek dan tidak kuat, jangan dipaksakan, akan berisiko nantinya", jawab Dokter Ara lagi.


"Baik dong, kami sementara faham semuanya, jika nanti masih ingin ditanyakan lagi, saya akan menghubungi Dokter Ara", kata Qiyas kepada Dokter Ara.


"Ok Tuan Qiyas kalau begitu, ini buku hamilnya Mbak Kia, dan disini juga saya sudah menjadwalkan lagi kapan kontrol selanjutnya Mbak Kianya ya Tuan Qiyas, satu bulan yang akan datang", kata Dokter Ara sambil tersenyum ramah, dan memberikan buku kehamilannya Kia.


"Baik Dok, kami permisi dulu kalau begitu", kata Qiyas kepada Dokter Ara dan mereka semua akhirnya berpamitan untuk keluar dari ruangannya Dokter Ara. Mereka yaitu Papah Ziyas, Ayah Ibrah, Mamah Dian dan Bunda Lili menunggu sebentar sekitar sepuluh menitan untuk mendapatkan resepnya Kia yang sedang disiapkan oleh Suster yang membantu Dokter Ara tadi didalam.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Untuk usia kehamilannya Kia, Author kira-kira saja ya Readers, jangan dihujat, karena bisa bikin Author down dan badmood untuk melanjutkan menulis/mengetik novelπŸ™‚.


Jika Author salah bisa komen dan kritik yang sopan ya readers, biar bisa membangun Author untuk menjadi lebih baikπŸ€—.


Salam kenal dari AuthorπŸ€—πŸ€—πŸ€—



Mana disini timnya Aulian-ZahraπŸ˜πŸ˜πŸ˜‚πŸ˜…, komen yang baik yah, biar Author lebih semangat Upnya diNovel Aul-ZahraπŸ˜‰πŸ˜‰


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


***TBC***