
Qiyas dan Kia saat ini sedang mencoba menidurkan baby Zaida dengan cara menggendongnya, sedangkan baby Zayan dia sudah anteng tidur daritadi.
Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Tapi baby Zaida dia masih belum mau tidur. Mamah Dian yang dia masih tidur dirumahnya Qiyas pun dia juga bergantian menimang baby Zaida akan tetapi sama saja, baby Zaida masih belum mau tidur, Mamah Dian lalu memberikan baby Zaida keKia lagi. Dan Mamah Dian lalu pergi sebentar kekamarnya untuk mengambil sesuatu.
Baby Zaida memang tidak seperti baby Zayan yang mudah untuk tidur. Qiyas yang daritadi masih sibuk dengan buku bacaan bisnisnya, lalu dia mencoba untuk ikut-ikutan menggendong baby Zaida dan mencoba untuk menidurkannya.
"Sini Umi, biar coba Abi tidurkan", kata Qiyas kepada Kia sambil meminta baby Zaida.
Kia langsung saja memberikan baby Zaida kepada Qiyas. Qiyas lalu mencoba menidurkan baby Zaida dengan mengaji dan bersholawatan.
Cuman baru lima menit Qiyas menggendong baby Zaida, baby Zaida langsung bisa tidur dengan nyenyak. Padahal Kia tadi menggendong dan menidurkan baby Zaida juga dengan cara mengaji dan bersholawatan.
"Sudah bobo Umi si Zaidanya, Abi langsung taruh saja ya dibox", kata Qiyas kepada Kia. Dan langsung dianggukin oleh Kia yang sedang melipat bajunya baby Zayan dan Zaida yang berserakan diatas ranjangnya.
Ketika baru saja diletakkan dibox bayinya baby Zaida dia langsung saja menangis dengan kencang. Qiyas langsung saja menggendongnya lagi. Dan baby Zaida juga langsung diam.
"Sini Abi, biar Umi yang mencoba menaruh Zaida dibox", kata Kia kepada Qiyas.
Qiyas lalu memberikan baby Zaida kepada Kia, dan Kia dengan perlahan menaruh baby Zaida dibox bayinya. Masih seperti tadi baby Zaida dia langsung menangis dengan kencang ketika baru saja Kia meletakkannya dibox bayinya.
''Mungkin si Zaida tidak mau Umi ditaruh dibox bayi, coba kita taruh diranjang bersama kita", kata Qiyas kepada Kia.
Dan benar saja ketika Kia mencoba menaruh si baby Zaida diatas ranjang, dia diam anteng dan masih lelap dalam tidurnya. Sedangkan si Zayan dia tetap tidur dengan lelap dibox bayinya, padahal tadi kembarannya si Zaida menangis dengan kencang sekali akan tetapi si Zayan dia tidak terusik sama sekali.
Ketika Kia dan Qiyas bisa menidurkan baby Zaida, tiba-tiba terdengar pintu kamar mereka diketuk dari luar, dan ketika Qiyas membukanya ternyata Mamah Dian yang mengetuk pintu.
"Bagaimana Yas, itu Zaida sudah bisa tidur?? ", tanya Mamah Dian dengan suara pelan ketika pintu kamar sudah dibuka Qiyas.
"Sudah Mah, baru saja dan maunya dia tidur diranjang Mah, tidak mau tidur dibox bayinya", jawab Qiyas kepada Mamah Dian.
"Apa Mamah mau masuk dan melihat dulu si baby Zaiy?? ", kata Qiyas lagi kepada Mamah Dian.
"Tidak usah, besok saja sudah malam, lagian besok kita bakalan sibuk, untuk acara aqiqahannya baby Zaiy", jawab Mamah Dian kepada Qiyas.
"Kalau ada apa-apa dan kerepotan mengurus baby Zaiy, bilang sama Mamah ya Yas", kata Mamah Dian lagi.
Dan Mamah Dian dia sengaja tidur dikamarnya baby Zaiy yang berada disebelah kamarnya Qiyas dan Kia untuk sementara waktu, karena takut jika Kia dan Qiyas mereka nanti kerepotan mengurus baby Zaiy bisa dekat memanggilnya. Sebab baby Zaiy mereka jika malam hari tidur dengan Qiyas dan Kia.
Dikamarnya Qiyas dan Kia, setelah mereka bisa menidurkan baby Zaida, Kia yang padahal sudah mengantuk ketika mencoba menidurkan baby Zaida menjadi tidak bisa tidur, ketika baby Zaida sudah bisa tidur. Dan Qiyas yang melihat Kia belum memejamkan matanya mencoba bertanya.
"Umi kenapa belum tidur, ini sudah jam sepuluh malam lho, besok kan kita mau mengadakan acara aqiqahannya baby Zaiy?? ", tanya Qiyas kepada Kia.
"Tidak tahu Abi, rasanya sudah tidak mengantuk lagi", jawab Kia kepada Qiyas.
"Emm Umi tidak pernah bilang sama Abi setelah menikah mau berbulan madu kemana begitu?? ", tanya Qiyas kepada Kia sambil tiduran diranjang, dan ditengah-tengah mereka ada baby Zaida.
"Dulu maunya Umi jalan-jalan keTurki Abi, tapi setelah baby Zaiy lahir, ya sudahlah seperti tidak penting lagi bagi Umi", jawab Kia sambil menepuk-nepuk pelan baby Zaida.
"Kenapa Umi tidak cerita kepada Abi?? ", tanya Qiyas kepada Kia lagi dan sambil melihat kearah wajahnya Kia.
"Kalau Abi sebenarnya juga sudah mau menyiapkan perjalanan umroh untuk kita berdua Umi setelah kita pindah kesini, dan setelah umroh, Abi mau mengajak keliling dunia sama Umi ya sekitar satu bulananlah, sekalian nanti mampir keDubai, melihat rumah Abi yang ada disana, sama seperti Umi ternyata Allah belum mengijinkan", jelas Qiyas panjang lebar kepada Kia.
"*Abi punya rumah diDuba*i?? ", tanya Kia dengan sangat penasaran.
"Pernah dulu menangani proyek disana selama satu tahun, dan sekalian melarikan diri dari hati yang sedang patah, karena sang pujaan saat itu mau menikah dengan Ustadz Faris", jawab Qiyas kepada Kia dengan tertawa kecil, membuat Kia tersenyum sambil menatap Qiyas dengan pandangan gemas.
"Kalau sudah bisa diajak jalan-jalan si baby Zaiy, kita berempat kesana saja ya Abi", kata Kia kepada Qiyas.
"Siap Nyonya Irawan, sudah ayo kita tidur, sudah mau jam setengah sebelas ini Umi", ajak Qiyas kepada Kia untuk cepat tidur.
Dan mereka berdua yaitu Kia dan Qiyas akhirnya mencoba untuk tidur dengan ditengah-tengah mereka ada baby Zaida, sedangkan baby Zayan dia masih lelap dibox bayinya yang ada disebelah ranjangnya Kia.
Pagi pun menjelang, sekitar pukul enam pagi Ayah Ibrahim, Bunda Lili, Aulian beserta calon istri, dan Papah Ziyas mereka semua sudah sampai dirumahnya Qiyas dan Kia, untuk ikut membantu siapa tahu dirumah Qiyas lagi kekurangan tenaga. Sebab hari itu adalah hari syukuran aqiqahannya baby Zaiy.
"Kak baby Zaiy dimana, Aul mau menggendong dong", tanya Aulian kepada Qiyas ketika dia sudah masuk kerumahnya Qiyas.
"Itu dikamarnya sedang dimandiin sama Mamah dan Istriku", jawab Qiyas kepada Aulian.
"Kamarnya mana Kak?? ", tanya Aulian lagi kepada Qiyas.
"Sebelah kamarnya Kakak itu", jawab Qiyas kepada Aulian sambil menunjuk kamarnya baby Zaiy.
Aulian langsung saja mengajak calon istrinya untuk masuk kekamarnya baby Zaiy. Dan Aulian yang awalnya tidak terlalu suka dengan anak bayi serta anak kecil dia menjadi suka karena kelucuan dari wajah anak-anak Kakaknya Qiyas.
Sedangkan Kak Anin beserta kedua anaknya dan suaminya mereka pada datang sekitar setengah delapan pagi.
Acara syukuran aqiqahannya baby Zaiy akan dilaksanakan sekitar pukul sepuluh pagi. Dan untuk keluarga Pesantren mereka semua juga sudah tiba sekitar pukul delapan pagi dirumahnya Qiyas, bersamaan dengan Kak Anin beserta suaminya. Para sanak saudara Qiyas dan Kia pun mereka juga sudah ada yang datang karena mereka ingin membantu-bantu dan juga ingin cepat-cepat melihat baby Zaiy.
Mita yang sudah hamil besar dan sudah mau menginjak trimester ketiga pun dia juga ikutan datang bersama Rion dan keluarga besarnya sekitar pukul sembilan pagi. Rion dia selalu siap siaga terhadap Mita karena dia tidak mau terjadi apa-apa kepada Mita dan calon buah hatinya.
Sedangkan Mila dan Zidan pun mereka juga sudah datang daritadi sekitar pukul setengah delapan pagi. Mila dan Zidan sengaja datang pagi karena keinginan Mila yang ingin segera melihat baby Zaiy, sedangkan untuk Keluarganya Mila dan Zidan sendiri mereka datangnya nanti rada siangan.
Mila yang baru datang, yang langsung dia cari adalah baby Zaiy, dan Mila sama sekali tidak mau beranjak dari baby Zaiy, karena bagi Mila baby Zaiy sangat lucu dan menggemaskan sekali.
"Benar kan apa yang Mila bilang dulu, jika Kak Bule menikah dengan Kak Kia, pasti anak-anak kalian sangat lucu, ganteng, cantik dan menggemaskan, ternyata doa Mila dulu yang asal nyeplos langsung dihijabah sama Allah ya Kak Bule", kata Mila kepada Qiyas ketika Qiyas dia ikutan masuk kekamarnya baby Zaiy untuk memanggil Aulian.
Sedangkan Qiyas sendiri yang mendengar perkataannya Mila, dia reflek tertawa karena mengingat nyeplosannya Mila waktu dulu ketika dia dan Kia belum menikah.
ππππππππππππ
Jangan lupa datang readers diacara aqiqahannya baby Zaiy kalian semua diundang semua ko sama Qiyas dan Kia ππππ
ππππππππππππ
***TBC***