BISSMILLAH WITH YOU

BISSMILLAH WITH YOU
KEBAHAGIAAN FASYA, BALQIS



Hari ini adalah tiba masanya untuk syukuran kehamilannya Kia dirumahnya Qiyas. Yang diadakan sengaja pada hari minggu mulai jam sembilan pagi sampai selesai.


Dan seperti biasanya, Qiyas dan kedua orang tuanya serta kedua mertuanya mereka sudah menyewa Catering untuk jamuan para tamu.


Mamah Dian dan Bunda Lili sendiri dia juga mewanti-wanti Kia jangan ikut membantu karena takut kecapekan dan mereka mengawasi ketat Kia takutnya Kia nanti kenapa-kenapa atau pingsan lagi kayak kemarin.


Qiyas juga sama, dia selalu berada disampingnya Kia, jika dia akan beranjak meninggalkan Kia, dia selalu berpesan sama Mamah atau Bundanya.


Ketika malam sebelum syukuran, Kia dan Qiyas mereka sedang menonton televisi yang ada dikamar mereka sambil berbaring diranjang mereka sendiri.


Kia menonton televisi sambil terus mengusap-usap perutnya, hingga dia merasakan yang selama ini dia tunggu. Kia sampai terkejut senang sekali, Kia lalu memberitahukannya kepada Qiyas.


"Abi siniin deh tangannya", kata Kia kepada Qiyas dengan tiba-tiba.


"Buat apa Umi, tangannya Abi?? ", tanya Qiyas kepada Kia sambil mengangkat tangan kanannya.


Kia lalu menarik tangannya Qiyas dan langsung menaruhnya diatas perutnya. Qiyas yang awalnya biasa saja tiba-tiba dia sangat terkejut dan langsung terduduk dari rebahannya ketika merasakan tendangan pertamanya oleh baby twinsnya.


"Umi ini", kata Qiyas dengan tersenyum dan menitikkan air mata bahagia dan sampai tidak bisa melanjutkan perkatannya karena sangat bahagia.


Kia hanya mengangguk memberikan jawabannya kepada Qiyas dengan sambil tersenyum cerah.


Qiyas lalu mencoba mengusap-usap lagi, dan disambut tendangan lagi, sungguh Qiyas sangat antusias sekali.


Qiyas lalu berbalik untuk mengambil remot yang ada dimeja samping ranjangnya untuk mematikan televisi yang dia tonton. Setelah televisinya mati, Qiyas lalu menghadap keKia lagi sambil terus mengusap-usap perutnya Kia yang sudah terlihat buncit sekali, padahal sebelumnya belum terlalu terlihat.


Qiyas mencoba mengajikan baby twinsnya yang ada diperutnya Kia karena ingin mengetahui bagaimana respon babynya. Ternyata ketika dibacakan ayat Al-qur'an oleh Qiyas baby twinsnya selalu menendang dengan irama yang teratur tendangannya, tidak terlalu kencang dan tidak terlalu lambat, jadi Kia yang merasakan rasanya nyaman sekali dengan gerakan kedua babynya yang ada didalam perutnya.


Qiyas yang tangannya masih terus mengusap-usap dia juga merasakan gerakan aktif tapi tidak terlalu kencang, seolah babynya mengatakan mereka suka ketika dingajiin Abinya.


Hingga tanpa terasa usapan diperut Kia oleh Qiyas dan suara mengajinya Qiyas membuat Kia sudah tertidur dengan lelap, karena Kia juga merasa nyaman banget dengan apa yang dilakukan Qiyas padanya.


Qiyas tertawa pelan melihat Kia sudah sangat lelap tertidur karena suara mengajinya dan usapan diperutnya.


"Baik-baik ya anak Abi didalam, jangan menyusahkan Umi ya anak-anak Abi, Abi sama Umi sangat sayang sekali pada kalian, love you", bisik Qiyas sambil mendekat kearah perutnya Kia. Dan langsung mendapat respon dari kedua baby twinsnya dengan adanya tendangan dua kali.


Qiyas yang merasakan tendangan dua kali dia lalu tertawa sambil terharu dan tanpa terasa serta sadar dia menitikkan air matanya lagi.


Qiyas akhirnya ikut berbaring juga disampingnya Kia, sambil memiringkan badannya dan juga sambil mengusap-usap perutnya Kia hingga Qiyas tertidur.


Dan sekaranglah acara syukurannya akan dimulai. Keluarga Pesantren juga Qiyas serta Kia undang, mereka sangat bahagia juga mendengar Kia sudah hamil apalagi hamil twins sekaligus, bahkan Lida sahabatnya Kia dia yang paling bahagia diantara yang lain.


"Assalamu'alaikum warrohmatullah hiiwabarookaatuh", salam Ayah Ibrahim mengalihkan semua atensi para keluarga yang semuanya sudah pada datang.


Kali ini acara syukurannya Qiyas adakan dihalaman rumahnya yang luas, karena Qiyas tidak mau mengganggu kenyamanan istrinya.


"Wa'alaikumussalam warrohmatullah hiiwabarookaatuh", jawab serempak semua yang datang yang beragama Islam, kecuali Keluarga besarnya Papah Ziyas mereka hanya mengangguk dan tersenyum menanggapi salam dari Ayah Ibrahim, karena semua Keluarga besarnya Papah Ziyas Non-Islam.


Ayah Ibrahim lalu memulai acaranya untuk syukurannya Kia. Ketika Ayah Ibrahim mengatakan jika Kia hamil twins atau kembar kebanyakan para tamu banyak yang belum mengetahuinya, dan mereka sontak sangat terkejut dan juga berbahagia dengan kabar itu.


Ada satu diantara mereka yang tersenyum bahagia akan tetapi dihati kecilnya dia sedang menangis.


Siapa lagi kalau bukan Mila. Dihadapan semua orang dia tersenyum bahagia sekali, padahal aslinya dia sedih karena dia belum hamil sendiri, padahal menikahnya duluan dia dibandingkan Kia Kakak sepupunya.


Mila bukannya iri atau marah karena Kia sudah hamil duluan, Mila hanya sedih belum diberikan kesempata oleh Allah untuk hamil anaknya Zidan. Mila selalu berusaha berikhtiar dan berprasangka baik kepada-NYA agar semua do'a yang dia panjatkan didengar oleh Allah dan dikabulkan, terutama do'a untuk memiliki momongan.


Apalagi tadi ketika Mila sedang mengambil makanan untuk Zidan, dia tidak sengaja mendengar percakapan yang bikin dia tambah sedih.


"Via sayang, makannya jangan yang pedas dulu ya, kasihan babynya nanti didalam sini", kata Rion kepada Mita sambil mengusap perutnya Mita.


"Tapi Kak Rinya Mita tercintah, Mita ingin makan itu, ya-ya", rengek Mita kepada Rion suaminya.


"Ya sudah boleh tapi dikit saja ya sayang", jawab Rion kepada Mita.


"Ok suaminya Mita tercintah", jawab Mita dengan tersenyum ceria.


"Kamu duduk disini saja, biar Kak Ri yang ambilkan", kata Rion kepada Mita.


Ya begitulah sekilas yang Mila dengar. Walaupun Mila tidak berbicara padanya, akan tetapi Zidan merasakan jika Mila merasa sedih karena belum hamil. Sebab Zidan sendiri juga sedikit merasakan kesedihan belum diberikan kesempatan oleh Allah untuk segera mempunyai anak.


Acaranya Qiyas dan Kia berjalan sangat lancar dan baik, serta tidak ada kendala. Kia selama acara pun dia hanya duduk dan tidak boleh ngapa-ngapain, jika dia butuh sesuatu dia hanya bilang kepada Qiyas nanti Qiyas akan siap mengambilkan untuknya, karena memang itulah kemauan Qiyas walau Kia tadi sudah menolak.


Setelah melaksanakan sholat dhuhur berjamaah Kia ingin memberitahukan kabar gembira untuk keluarganya.


"Umi mau kemana sayang?? ", tanya Qiyas kepada Kia ketika melihat Kia memakai niqobnya.


"Ayo kita kedepan Abi, kan ada Ayah, Mamah, Papah, dan Bunda belum pada pulang abi, ada Aul sama Kakak Anin beserta keluarga juga kan ", jawab Kia kepada Qiyas.


"Jika capek Umi istirahat saja sayang, biar Abi saja yang menemui mereka", kata Qiyas dengan khawatir.


"Baby mau lihat eyang Uti, eyang Kakung sama Kakek Ibrahim dan Nenek Dian tidak", kata Kia kepada kedua baby twins yang ada diperutnya sambil mengusap-usapnya. Dan langsung mendapat tanggapan dengan tendangan yang cukup keras membuat Kia meringis ngilu diperutnya.


"Auuu ssshh", ringis Kia sambil memegangi perutnya.


Qiyas yang melihat dia langsung panik dan juga ikut memegangi perutnya Kia.


"Umi ada apa Umi, kenapa mana yang sakit?? ", tanya Qiyas kepada Kia dengan sangat khawatir.


"Tidak apa-apa ko Abi, cuman ini tadi si baby twins menendangnya kencang banget", kata Kia dengan tersenyum menyakinkan Qiyas.


"Beneran tidak apa-apa?? ", tanya Qiyas kepada Kia.


"Beneran ya, coba sendiri kalau Abi tidak percaya", jawab Kia kepada Qiyas.


Qiyas lalu mensejajarkan wajahnya keperutnya Kia sambil mengucapkan kata yang sama seperti Kia tadi dan langsung juga mendapat tendangan yang sama. Qiyas langsung tertawa senang mengetahui hal itu.


Dan akhirnya Kia dan Qiyas mereka menemui semua kelurganya yang belum pada pulang. Sedangkan untuk keluarga Pesantren mereka sudah pada pulang tadi ketika selesai sholat dhuhur tadi dirumah Qiyas, katanya biar tidak kemalaman untuk sampai dirumahnya.


"Mah, Bund siniin deh tangan kalian", kata Kia kepada Mamah Dian dan Bunda Lili. Karena Kia sengaja duduk ditengah-tengah mereka.


Mamah Dian dan Bunda Lili nurut-nurut saja dengan apa yang dikatakan oleh Kia. Sedangkan yang lain mereka pada diam sambil melihat dan memperhatikan apa yang akan dilakukan Kia.


Kia lalu memegang tangan Mamahnya dan Bunda Lili untuk didekatkan kearah perutnya dengan disertai usapan kecil oleh tangannya Mamah Dian dan Bunda Lili yang digerakkan Kia dan langsung mendapat tiga tendangan oleh baby twinsnya Kia.


Mamah Dian dan Bunda Lili mereka sangat terkejut ketika tangannya merasakan tendangan baby twins, terutama Mamah Dian dia reflek berteriak karena itu cucu pertamanya dan dia juga sangat bahagia sekali, walau itu bukan cucu pertama untuk Bunda Lili, Bunda Lili juga tak kalah bahagianya.


"Masyaallah", teriak Mamah Dian dengan reflek.


Mereka yang ada disitu terkejut mendengar Mamah Dian yang tiba-tiba berteriak sangat gembira ketika baru saja menempelkan tangannya keperutnya Kia. Kecuali Qiyas dia tidak kaget dengan apa yang dilakukan Kia. Akan tetapi dia malah tersenyum mendengar teriakannya Mamah mertuanya.


"Mamah ada apa Mah, kenapa berteriak", tanya Ayah Ibrahim dengan penasaran.


"Ayah siniiiiii", kata Mamah Dian kepada suaminya Ayah Ibrahim.


Ayah Ibrahim yang dipanggil Mamah Dian dia lalu beranjak dari duduknya dan menyamperin Mamah Dian.


"Sini tangannya Ayah", kata Mamah Dian dan langsung mengambil tangan suaminya lalu menempelkannya keperutnya Kia.


"Assalamu'alaikum baby twins, ini Kakek dan nenek", kata Mamah Dian dan langsung direspon dengan tendangan sebanyak empat kali.


Kia lama-lama merasa geli dengan tendangan terus menerus yang dilakukan baby twinsnya.


Ayah Ibrahim yang merasakan tendangan itu, dia reflek langsung mencium keningnya Kia karena terharu.


"Jaga baby twins baik-baik ya Nak", kata Ayah Ibrahim setelah mencium keningnya Kia.


Ada satu orang yang disitu dan selalu menjadi bahan bercandaan dan godaan bagi semua orang yang ada diruang keluarganya Qiyas.


Siapa lagi kalau bukan Aulian, dia menjadi bahan bercandaan karena memang dia yang belum menikah sendiri.


"Aku akan pastikan Zahra menerimaku, sudah cukup aku jadi bahan bercandaan oleh mereka semua, huaaaaaaa Bunda Aul syedih", kata bathin Aulian ketika digoda melulu oleh para keluarganya.


🍏🍎🍏🍎🍏🍎🍏🍎🍏🍎🍏🍎


Jangan lupa readers Aulian dan Zahranya yah πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜‰ dinovel LOVE STORY OF AULIAN - ZAHRA😊


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


***TBC***