
Tanpa terasa usia kandungannya Kia sudah memasuki bulan kesembilan, dan sebentar lagi Kia dan Qiyas sudah tidak sabar ingin melihat buah hati mereka lahir kedunia. Bagi Kia yang menjalaninya terasa sangat lama sekali, karena dia semakin kesini semakin kesusahan sekali untuk beraktifitas dan bergerak. Terkadang jika Kia akan kemar mandi pun Kia membutuhkan bantuannya Qiyas. Mau tidak mau, dan mau bagaimana lagi, Kia memang membutuhkan bantuan seseorang untuk membantunya, dan Kia cuman hanya mau sama Qiyas saja.
Kemarin ketika baru diberitahu tentang kehamilannya Mila, Kia begitu bahagia sekali, karena anaknya dan anaknya Mila nanti bisa besar bersama-sama seperti dirinya dan Mila. Begitulah yang dibayangkan Mila serta Kia.
Dan ketika kehamilannya Kia yang kedelapan bulan, Mila memberitahukan tentang wisudanya kepada Kia serta Qiyas dan sebenarnya Mila juga mengundang Kia beserta Qiyas untuk datang keacara wisudanya Mila, akan tetapi Kia tidak bisa datang dan Mila memakluminya karena Mila tahu jika Kakak sepupunya itu sedang hamil besar.
Kemarin ada satu kejadian diacara wisudanya Mila. Ketika waktu itu acara wisuda sudah selesai, Mila berpamitan kepada Zidan dan Keluarganya untuk kekamar mandi sebentar. Zidan sudah menawarkan diri untuk mengantar Mila, akan tetapi Milanya yang tidak mau.
Dan ketika Mila baru saja keluar dari kamar mandi, kakinya Mila ketika melangkah sengaja dijegal oleh seorang wanita yang memang dari awal masuk kampus wanita itu tidak suka dengan Mila karena Mila banyak yang menyukai dan banyak yang suka berteman dengannya. Wanita itu adalah teman satu kampus dan satu angkatan dengannya yang bernama Ane.
Ane and the gengsnya yang berjumlah tiga orang mereka semua tidak menyukai Mila karena hasutan dari Ane. Dan Ane ketika pertama kali mengetahui jika Mila hamil, rasanya dia ingin sekali membuat Mila jatuh dan keguguran, sungguh sangat jahat sekali niat wanita itu.
Dan ketika tadi Ane melihat Mila berjalan kekamar mandi sendirian dia dan kedua temannya satu gengnya yang tidak menyukai Mila sengaja mengikutin Mila dari belakang, ketika Mila keluar dari kamar mandi dan baru beberapa langkah berjalan Ane sengaja menjegal kakinya Mila agar Mila terjatuh.
Ane dan kedua temannya sudah mengawasi situasinya terlebih dahulu sebelum melancarkan aksinya. Dan ketika dirasa cukup sepi Ane langsung saja melancarkan apa yang dari awal menjadi niatannya untuk mencelakai Mila.
Untung saja ada seseorang yang datang tepat pada waktunya dan langsung saja menangkap Mila ketika Mila akan terjatuh kelantai yang dingin dan keras. Siapa lagi kalau bukan Zidan.
Zidan yang waktu itu entah kenapa perasaannya mengatakan tidak enak tentang Mila, akhirnya berinisiatif menyusul Mila kekamar mandi, setelah bertanya kepada salah satu mahasiswa dimana letak kamar mandinya. Zidan tanpa menunggu lama langsung saja menuju kekamar mandi yang ditunjukkan mahasiswa tadi.
Zidan yang ketika baru sampai dia melihat dengan mata kepalanya sendiri jika ada seorang wanita yang bernama Ane itu sengaja menjegal kakinya Mila agar Mila terjatuh. Ketika Zidan melihat Mila hampir saja terjatuh dia langsung saja berlari sekuat tenaga untuk menangkap tubuhnya Mila. Dan untung saja perkiraan Zidan tepat pada waktunya, dia bisa menangkap tubuhnya sehingga Mila tidak sampai jatuh kelantai yang dingin dan baby diperut Mila bisa terselamatkan.
Ane dan kedua temannya sangat terkejut ketika melihat kedatangannya Zidan suaminya Mila dengan sangat tiba-tiba. Dan mereka semua sangat ketakutan karena aksinya diketahui oleh orang lain, dan orang itu adalah Zidan suaminya Mila sendiri.
"Kamu sengaja ya Nona ingin menjatuhkan istri saya dan membuat dia keguguran!!! ", kata tegas Zidan dengan menggertakkan giginya.
"Apa buktinya jika saya akan mencelakakan Mila", kata Ane dengan menantang Zidan.
Zidan lalu mengalihkan pandangannya kesemua arah untuk melihat apakah ada CCTV didekat kamar mandi. Dan Zidan sangat beruntung ternyata ada dua CCTV didekat ruang para Dosen. Yang satu mengarah kesemua arah, dan Zidan yakin arah kekamar mandi bisa terlihat dari CCTV yang itu. Serta yang satunya mengarah tepat keruangan para Dosen.
Zidan yang ditantang Ane dia hanya tersenyum miring melihat kearahnya Ane dan kedua temannya dengan pandangan meremehkan. Untuk pengalaman Ane dan kedua temannya tentunya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Zidan.
Setelah itu Zidan lalu mengalihkan pandangannya kearahnya Mila dengan raut muka yang sangat khawatir.
"Sweety tidak apa-apa kan?? ", tanya Zidan kepada Mila dengan sangat khawatir.
"Tidak apa-apa Hubby, cuman terkejut saja tadi, dan untungnya Hubby cepat nolongin Mila, jika tidak sweety tidak tau dan tidak mau terjadi apa-apa sama baby, Ane dia sengaja menjegal kakinya Mila Hubby", adu Mila kepada Zidan dengan tangan yang menunjuk kearah Ane, dan tangan yang satunya lagu untuk mengusap perutnya.
Dan Mila sengaja mengadukan kepada Zidan karena Mila sebenarnya sudah sangat geram kepada Ane yang sering mengerjainya, dan untuk kali ini Mila tidak mau memberi ampunan lagi kepada Ane, karena menyangkut dengan calon anaknya yang ada diperutnya. Biasanya dan tidak pernah Mila mengadukan sesuatu kepada Zidan, karena Mila tidak mau nanti akan dapat membuat Zidan khawatir. Dan Zidan pun jika bertanya kepada Mila bagaimana dikampus, Mila selalu menjawab dengan jawaban yang menyenangkan dan tidak sekalipun membuat Zidan khawatir.
Ane dan kedua temannya melihat Mila mengadu kepada Zidan mereka menjadi sangat geram sekali kepada Mila.
"Apa-apaan kamu hah, jangan menfitnahku!!! ", teriak Ane dengan sangat keras dan langsung membuat semua orang yang mendengar pada mendekat kearahnya Mila, Zidan, Ane dan kedua temannya.
"Iya ada apa Mila,
"Mila kenapa wanita gila ini berteriak kepadamu,
"Ada apa sayang,
"Ada apa dek,
"Kenapa ini Zidan??
Tanya semua teman-temannya Mila yang baru selesai wisuda bersama dia, dan tanya para Keluarganya Mila sama Zidan yang juga ikutan mendekat kearahnya Mila yang diteriakin oleh Ane tadi.
Semuanya pada mendekati Mila dan Zidan karena teriakan dari Ane tadi, dan Ane beserta kedua temannya sebenarnya sudah sangat ketakutan karena hampir semuanya berkerumun dan mengerumunin mereka dan Mila serta Zidan. Akan tetapi Ane beserta kedua temannya masih pintar menyembunyikan rasa takutnya itu.
"Dia, sengaja menjegal kakiku agar aku terjatuh dan mungkin maksud dia agar aku keguguran baby didalam perutku", kata Mila sambil menunjuk kearahnya Ane. Membuat Ane semakin ketakutan dan semakin marah.
Karena perutnya Mila sudah sangat terlihat sekali jika dia sedang hamil. Dan semua teman-temannya sudah pada mengetahui jika dirinya sedang hamil.
Semua teman-temannya dan para Keluarganya pada geram dan marah mendengar perkataannya Mila.
"Apa benar kamu akan mencelakakan anak saya Nona", kata Papah Angga kepada Ane dengan nada yang sangat marah.
"Kamu itu Ane, dari dulu kenapa selalu iri dan tidak jera-jeranya untuk mengerjai dan menyakitin Mila sih", kata salah satu temannya Mila.
"Mas Zidan, Ane dan gengnya itu mereka hampir setiap hari jika ada satu mata kuliah dengan Mila, mereka selalu mengerjai dan menyakitin Mila, Mila juga pernah dipermalukan dikantin dengan Ane yang menyiramkan satu mangkok mie ayam kehijabnya Mila", adu temannya Mila kepada Zidan.
"Benar Mas Zidan, kita semua saksinya", kata teman Mila yang lainnya.
Dan Zidan sangat terkejut mendengar pengakuan para sahabatnya Mila istrinya. Pasalnya jika Mila ditanyain tentang bagaimana dikampus, Mila selalu menceritakn yang baik-baik kepada Zidan. Zidan lalu mengalihkan pandangannya kearah Mila. Dan Mila yang melihat Zidan melihat kearahnya karena cerita dari teman-temannya dia hanya tersenyum dengan begitu polosnya seperti tanpa dosa saja. Membuat Zidan yang melihat Mila tersenyum polos begitu rasanya Zidan seperti ingin menggigit pipinya Mila yang sudah begitu chubby.
Para Keluarganya juga sangat terkejut sekali mendengar pengakuan para teman-temannya Mila. Sedangkan Ane dan kedua temannya mereka sudah semakin ketakutan sekali.
ππππππππππππ
Lanjut dipart selanjutnya saja yah ππππ
Kaboooooorrrππππππ
ππππππππππππ
***TBC***