
Dimalam yang sama tetapi dirumah yang berbeda tepatnya dirumahnya Zidan. Mila yang sedang berada dikamarnya lagi bertanya kepada Zidan suaminya.
"Kak Tamtam itu Kak Kia kenapa tidak cerita kepada Mila ya?? ", tanya Mila kepada Zidan.
"Nona Kia tidak tahu sayang untuk acara besok", jawab Zidan kepada Mila.
"Ko tidak tahu, maksutnya bagaimana Kak?? ", tanya Mila lagi.
"Sudah, Kakak tidak bisa menceritakannya, rahasia", jawab Zidan kepada Mila.
"Ish Kakak, oh ya Mila bo....... Perkataan Mila terpotong karena mendengar ketukan pintu kamar mereka.
Tok, Tok, Tok
Mila langsung beranjak dari duduknya dan segera membuka pintu. Ternyata yang datang adalah Ibu Gendhis, Ibu mertuanya.
"Ada apa ya Ibu mertuaku, Ibunya Kak Tamtam yang paling cantik", kata Mila membuat Ibu Gendhis geleng-geleng kepala.
Sedangkan Zidan yang mendengar pun ikut menggelengkan kepalanya.
"Ibu boleh masuk?? ", kata Ibu Gendhis kepada Mila.
"Ibu mau ikutan bobo sini, tidak muat Bu, kasihan nanti Ayah Er. Kalau Ibu bobo disini", kata Mila dengan polosnya dan membuat Zidan tertawa keras mendengar perkataan istrinya.
Sedangkan Ibu Gedhis dia langsung menepuk keningnya dan mencubit pipi Mila. Mila kalau memanggil Ayah Erlangga dengan panggilan Ayah Er. Karena kata Mila nama Ayah Erlangga kepanjangan dan kelamaan kalau menyebut π.
"Gini Mila, Ibu mau ngomong dengan kalian berdua", kata Ibu Gendhis meralat perkataannya.
"Aku harus hati-hati jika mau berbicara dengan Mila, bisa-bisa bukan tambah umur malah nyawaku tercabut tiba-tiba", bathin Ibu Gendhis.
"Oh, bilang dong Ibu mertua, Ibu kan sudah ngomong daritadi", kata Mila kepada Ibu mertuanya.
Dan Ibu Gendhis memberi sinyal kepada Zidan dengan lirikan mata, supaya untuk membantunya. Zidan pun mengerti dengan lirikan mata Ibunya, serta Zidan juga melihat wajah Ibunya yang entahlah susah dijabarkan karena mendengar perkataan Mila.
"Sudah-sudah, Ibu mau berbicara dimana??, didalam atau diluar?? ", kata Zidan menghampiri Istri dan Ibunya.
"Diruang keluarga saja Zidan, Ibu tunggu kalian", jawab Ibunya.
Akhirnya mereka berempat sudah duduk diruang keluarga. Ada Ayah Erlangga, Zidan, Ibu Gendhis dan jangan lupakan Mila.
"Besok kita akan berangkat keacara boss kamu dan sepupu Mila jam berapa Zidan?? ", tanya Ibu Gendhis.
Karena Qiyas memang mengundang Zidan beserta keluarganya termasuk kedua orang tuanya. Dan kedua orang tua Zidan juga mengetahui jika Kia adalah sepupu dari menantunya Mila.
"Pagi bu, jam tujuhan kita berangkat, takut terjebak macet dan kita bisa bantu-bantu disana jika sudah sampai", kata Zidan kepada Ibunya.
"Baiklah Ibu terserah kamu", kata Ibu Gendhis kepada Zidan.
Bukan Mila namanya jika tidak membuat suasana menjadi berwarna.
"Ibu mertua katanya mau berbicara kepada kami berdua, ko daritadi yang ditanya hanya Kak Tamtam saja, Milanya tidak ditanya bu, itu artinya kan Ibu mertua tidak berbicara kepada kami berdua, melainkan cuman ingin berbicara kepada Kak Tamtam saja", kata Mila kepada Ibu Gendhis. Membuat Ibu Gendhis menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Sedangkan Ayah Erlangga dan Zidan tertawa mendengar pertanyaan Mila.
"Sudah yuk sayang kita tidur sudah malam, kan kita besok akan berangkat pagi-pagi", kata Zidan kepada Mila istrinya.
Zidan sengaja mengalihkan pembicaraan karena jika diturutin kita juga yang akan kalah dengan perkataannya Mila.
π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄
Berbeda tempat, tepatnya diPesantren Darunnajah, Zabir dan Istrinya juga sedang bersiap-siap untuk menghadiri acaranya Qiyas besok, karena mereka besok akan berangkat lebih pagi lagi, sebab jarak yang ditempuh antara Pesantren dan rumah Qiyas sangatlah jauh.
Sedangkan Pak Kyai dan Umi Maryam besok tidak bisa ikut dikarenakan Pak Kyai sudah tidak kuat untuk perjalanan jauh, dan Umi Maryam sedang menunggui Lida yang sedang hamil tua. Hanya Alif yang akan menemani Zabir dan istrinya untuk datang keacaranya Qiyas.
Karena Lida dan suaminya jelas tidak bisa datang, karena Lida sedang hamil tua dan suaminya Ustadz Riza juga tidak bisa meninggalkan Lida sendirian.
ππππππππππππ
Dirumah Kia sedang pada sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Berbeda dengan Kia yang dia sedang terlelap tidur dan sedang bermimpi sedikit berbeda dari yang sebelumnya.
Didalam mimpi dia melihat sebuah keluarga yang terlihat sangat harmonis. Samar-samar dia melihat karena silau dengan cahaya yang menyilaukan. Dan Kia pun tidak begitu jelas melihat sepasang suami istri itu, karena posisi suami istri itu membelakangi Kia.
Kia sangat penasaran dan ingin melihat siapa sepasang suami istri itu. Kia berjalan dan terus berjalan hingga sampai dibelakang sepasang suami istri itu.
Hingga dia dengan jelas mendengar perkatan si laki-laki.
"Istriku, aku mencintaimu dunia dan akherat, serta anak-anak kita kelak", kata Laki-laki yang ada didalam mimpinya Kia sambil memeluk sang istri dari samping.
"Aku juga mencintaimu suamiku", kata perempuan berbaju syar'i kepada suaminya juga memeluk suaminya dari samping dan menyandarkan kepalanya dipundak sang suami.
Karena rasa penasaran yang begitu besar Kia akhirnya berjalan lagi hingga didepan pasangan suami istri itu, dan betapa terkejutnya Kia ketika melihat siapa sepasang suami itu.
"Astaghfirullah", ucap Kia seketika langsung terbangun dari tidurnya, karena terkejut dengan mimpinya.
Jantung Kia saat ini sedang berdegub sangat kencang karena mimpi yang barusan dia alami. Hingga dia menjadi sedikit syok dengan mimpinya.
Setelah bisa menetralisir rasa terkejutnya Kia langsung melihat jam yang ada didinding, ternyata waktu sudah menunjukkan pukul tiga lebih.
Kia langsung beranjak dari duduknya dan masuk kekamar mandi untuk bersih-bersih dan menunaikan ibadah sholat tahajud dan witir.
Dia tidak bisa tidur lagi setelah sholat witir, jadi Kia memutuskan untuk mengaji saja sambil menunggu adzan subuh. Hingga tak terasa terdengar suara adzan subuh pun berkumandang. Dan Kia segera menjalankan kewajibannya untuk sholat subuh.
Hampir sama yang dikerjakan Kia, Qiyas juga mengerjakan kewajibannya dengan sholat subuh dan dia dilanjutkan dengan mengaji sebentar. Setelah mengaji Qiyas langsung keluar kamar untuk memeriksa yang akan dia bawa kerumah Kia nanti, karena Qiyas tidak mau jika ada yang terlewat atau kurang.
Sedangkan Kia setelah sholat subuh dia langsung turun kebawah menuju kedapur untuk membantu Mamahnya fikirnya. Akan tetapi alangkah terkejutnya Kia ketika dia turun dan melihat semua rumahnya didekorasi seperti akan ada hajatan besar. Begitulah fikir Kia.
"Seperti akan ada yang menikah saja, kenapa cuman lamaran ko begitu mewahnya Ayah dan Mamah mempersiapkan semuanya. Dan ini kapan yaaa mendekornya, bukannya semalam setelah aku pulang belum seperti ini", bathin Kia sambil melihat-lihat dekorasi yang ada dirumahnya.
The power of duwit ya begitu, semua bisa dikerjakan secara instan, siapa lagi kalau bukan Qiyas yang menyuruh banyak orang tadi malam.
Mamah Dian yang baru keluar dari kamarnya terkejut melihat Kia yang lagi melihat-lihat dekorasi dirumahnya.
"Kamu sudah bangun nak", tanya Mamah Dian yang mengagetkan Kia.
"Mamah, bikin Kia kaget saja", kata Kia.
"Mamah ini kenapa seheboh ini, kan cuman lamaran, kenapa harus didekor seperti ini, Kia lebih suka yang sederhana saja", kata Kia lagi.
"Tidak apa-apa, toh bukan Mamah sama Ayah yang nyiapin ini semua ko", kata Mamah Dian.
"Kalau bukan Mamah dan Ayah, terus siapa?? ", tanya Kia kepada Mamahnya.
"Calon suamimu", jawab Mamah Dian.
"Huuuuft", kata Kia.
"Sudah yuk bantuin Mamah menyiapkan untuk semua, karena acaranya nanti jam sembilan pagi", kata Mamah Dian membuat Kia terkejut sekali.
"Sepagi itu Mah", kata Kia kaget.
"Iya dan kamu nanti akan dirias MUA yang sudah Mamah siapin", kata Mamah Dian lagi.
"Kenapa harus dirias segala sih Mah", rengek Kia.
"Tidak apa-apa menurut saja ya sebagai anak", kata Mamah Dian.
"Iya-iya terserah Mamah sajalah", kata Kia berlalu meninggalkan Mamahnya dan dia berjalan menuju dapur untuk menyiapkan masakan untuk sarapan nanti.
ππππππππππππ
Penasaran enggak readersππ π
Sini komen yang banyak, biar makin semangat ππππ€π
Sudah segini saja dulu ya, karena jika dilanjut disini partnya nanti akan kepanjanganππ
ππππππππππππ
Readers: sukanya bikin orang penasaran ocgππ
Author: sengaja ππ
Readers: jangan lama-lama Upnya thor, ntr bisa mati penasaran akuπ’π
Author: kan hari ini sudah aku kasih 3 Up sekaligusπ
Readers: emang sih, tapi pokokknya jangan lama-lam Upnyaππ€
Author: siaaaaaap, akan aku usahakan, jika duo krucilku tidak lagi ribetπππ
Readers: sini tak bantuin momong thorππ
Author: momongnya bagaimana?? π€π€
Readers: momong dengan do'a supaya anak-anaknya tidak pada rewel biar bisa sering Up lagiπππ
Author: ππππ
ππππππππππππ
***TBC***