
Hari-hari yang dilewatin Kia semakin membuat dia ngap dan susah bergerak, karena kandungannya semakin besar dan semakin aktif pula baby twins diperutnya Kia. Dan Kia sudah mengalami yang namanya susah untuk tidur dan berjalan.
Semenjak kejadian kemarin tentang perut Kia yang sering kram, Kia hampir setiap hari istirahat total dirumah, dan Mamah Dian atau Bunda Lili mereka bergantian kerumahnya Kia dan Qiyas setiap harinya untuk menjaga Kia dirumah ketika ditinggal oleh Qiyas bekerja.
Walaupun ada Bi Karsi dan para pembantu yang lainnya, tetap saja Mamah Dian dan Bunda Lili terutama Mamah Dian dia khawatir jika meninggalkan Kia dengan para asisstan rumah tangga.
Jika Kia kadang bosen dirumah, Kia diajak kekantor oleh Qiyas. Dan ketika dikantor pun Qiyas mengawasi dengan ketat semua pergerakannya Kia. Takut Kia kenapa-kenapa.
Ternyata tanpa terasa usia kandungannya Kia sudah menginjak 28 minggu, atau sekitar tujuh bulanan. Dan lusa Ayah Ibrahim, Mamah Dian, Bunda Lili dan Papah Ziyas serta Qiyas mereka akan mengadakan acara tujuh bulanannya Kia dirumahnya Qiyas dan Kia.
Kejadian yang waktu kemarin diCafe, Tuan Ananta dia sudah mendapatkan ganjarannya, semua fakta dan rekaman CCTV dari wanita yang mengaku-ngaku hamil anaknya Qiyas sudah tersebar didunia maya dan dikoran bisnis, para penanam saham yang ada diPerusahaannya Tuan Ananta semuanya menarik saham mereka masing-masing.
Papah Ziyas, Aulian dan Ayah Ibrahim dia melakukan semua itu dengan sangat apik dan rapi. Hingga Tuan Ananta tidak menduga jika yang menyebarkan adalah pihaknya Papah Ziyas dan Aulian.
"Bre*****k siapa yang berani bermain denganku, berani-beraninya mereka membuat berita seperti ini tentangku", kata Tuan Ananta diruang kantornya.
"Permisi Tuan, saham diPerusahaan kita menurun Tuan hingga 85% karena berita yang tersebar saat ini", lapor sekretaris dari Tuan Ananta ketika tadi sudah dipersilahkan masuk keruangan kantor Tuan Ananta.
Tuan Ananta yang mendengar laporan dari sekretarisnya dia makin marah dan makin kalut, karena bisa dipastikan dia akan bangkrut jika semua saham ditarik.
Semua bukti yang dari CCTV Cafe dijadikan Papah Ziyas sebagai bukti untuk diajukan dipengadilan untuk memberikan hukuman tambahan kepada Tuan Ananta, karena Papah Ziyas geram sebab Tuan Ananta ingin menghancurkan nama baik anaknya Qiyas, sedangkan Ayah Ibrahim dia geram karena Tuan Ananta akan mencoba menghancurkan keluarga kecil dari putrinya Kia.
Tuan Ananta dia tidak menduga jika kebohongan serta rencananya sudah diketahui oleh Papah Ziyas. Tuan Ananta dia begitu marah besar ketika waktu itu mendapat surat panggilan dari kepolisian dan pengadilan.
"Pasti ini semua ulah wanita ular itu, iya pasti dia dan dia juga yang membocorkan semuanya kepada Qiyas atau Tuan Ziyas", marah Tuan Ananta sambil meremas tiang jeruji besi.
"Tunggu saja pembalasanku jika aku bisa keluar dari sini", gumam Tuan Ananta lagi untuk wanita suruhannya yang sekarang sudah menjadi saksi dipihak Papah Ziyas.
Papah Ziyas beserta Aulian dia menjamin keamanan untuk wanita itu, jika wanita itu mau membeberkan semua kejahatan yang sudah disusun oleh Tuan Ananta untuk menjatuhkan nama baiknya Qiyas serta Perusahaan Irawan Corp.
Wanita yang menjadi orang suruhannya Tuan Ananta masih Papah Ziyas tahan dan dia dijadikan saksi atas semua rencana untuk menjatuhkan Perusahaan Irawan Corp.
Semua masalah itu Qiyas, Ayah Ibrahim dan Papah Ziyas mereka bertiga sengaja menyembunyikannya dari Kia, karena mereka tidak mau membuat Kia menjadi khawatir dan banyak fikiran.
Setelah melalui berbagai rintangan dan beberapa kali sidang, Tuan Ananta terbukti bersalah kepada Qiyas serta Perusahaan Irawan Corp dan Tuan Ananta dijatuhi hukuman sekitar dua puluh tahun penjara (maaf readers yang penjaranya Author ngarang sesuka Authorππ ).
Sesuai janji dan perintah dari Papah Ziyas wanita yang kemarin mengaku hamil anaknya Qiyas Papah Ziyas bebaskan dari hukuman penjara, akan tetapi harus pergi sejauh mungkin dari negara Indonesia.
Sesuai dari keinginan wanita itu yang menginginkan pindah keItalia Papah Ziyas dan Aulian mengabulkannya dengan senang hati. Sebelum wanita itu pergi, Papah Ziyas dia menyuruh Liem untuk membuatkan surat perjanjian kepada wanita itu, jika suatu saat atau suatu hari dia berani melakukan tindak kejahatan lagi kepada semua Keluarga Ibrahim dan Keluarga Irawan, Papah Ziyas dan Ayah Ibrahim sesuai perjanjian dia berhak memberikan hukuman kepada wanita itu. Contohnya hukuman penjara seumur hidup.
Akhirnya semua masalah terselesaikan dengan lancar dan baik sesuai harapan Papah Ziyas dan Aulian. Sekarang mereka semua sedang fokus untuk menyambut calon cucu twins diKeluarga Irawan dan Keluarga Ibrahim.
...β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’...
Sesuai rencana tibalah hari dimana syukuran tujuh bulanannya Kia yang diadakan lebih mewah dan khidmat dari acara empat bulanannya kemarin, dengan mengundang semua Keluarga besar mereka masing-masing. Yaitu Keluarga Irawan dan Keluarga Ibrahim.
Acara sengaja diadakan dirumah mewahnya Qiyas, karena Ayah Ibrahim, Mamah Dian, Papah Ziyas dan Bunda Lili mereka tidak mau membuat Kia semakin kecapekan jika diadakan digedung.
"Mila apa sudah hamil mbak?? ", tanya salah satu saudara kepada Mamah Sabrina.
"Belum dek, doain saja ya", jawab Mamah Sabrina kepada saudaranya itu.
Didalam hati kecilnya Mamah Sabrina dia juga merasa sedih dengan Mila takutnya Mila kefikiran yang belum hamil juga, sedangkan Kia saja sebentar lagi mau melahirkan.
Akan tetapi Mamah Sabrina dia tidak berkecil hati, karena sebab pernikahan Mila masih dini jikalaupun belum hamil mungkin Allah masih menginginkan Mila dan Zidan lebih bersabar lagi.
Mila ketika diacara syukuran tujuh bulanannya Kia, dia entah kenapa selalu ingin memakan dan menambah rujak yang disediakan. Mila memang pecinta rujak akan tetapi kali ini ***** makan Mila yang ingin makan rujak hingga membuat Zidan ngeri melihatnya.
"Sweety sudah yah makan rujaknya, ini sudah piring kelima lho, nanti kamu sakit perut", cegah Zidan kepada Mila yang bawaannya ingin menambah terus.
"Makan itu saja ya Sweety biar Hubby ambilkan", kata Zidan kepada Mila.
"Tidak mau, itu bau", jawab Mila kepada Zidan.
"Bau, bukannya itu makanan kesukaannya yah", batin Zidan sambil bingung berfikir.
Zidan masih sibuk berfikir sedangkan Mila masih saja terus menatap kerujak yang ada dimeja.
Tanpa terasa sudah dipenghujung acara, acara syukuran tujuh bulanannya Kia. Acara berjalan sangat lancar serta Kia dan Qiyas mendapat berbagai ucapan, kado dan doa dari para tamu undangan yang hadir.
Para Keluarga Pesantren pun juga hadir dan menyampaikan amanat dari Pak Kyai. Yaitu sebuah nama untuk anak-anaknya Kia dan Qiyas.
Qiyas dan Kia dengan senang hati menerima nama pemberian dari Pak Kyai, dan mereka berdua sepakat untuk menambahkan nama pemberian dari Pak Kyai dengan nama-nama yang mereka pilih.
"Alhamdulillah sudah selesai semua ya Mah", kata Kia kepada Mamah Dian ketika mereka semua sedang berkumpul diruang keluarganya rumah Qiyas. Dan acara syukurannya tadi selesai sekitar jam tiga sore.
"*Apa kamu capek na*k?? ", tanya Mamah Dian kepada Kia.
"Sedikit Mah", jawab Kia dengan mengatur nafas. Sebab Kia sudah susah untuk duduk.
"Yas, ajak Kia istirahat dulu saja sana dikamar", suruh Bunda Lili kepada Qiyas.
"Nanti saja Bund, Kia masih ingin disini", bukan Qiyas yang menjawab melainkan Kia.
"Nak, Papah lihat kasihan lihat kamu, ngeri", kata Papah Ziyas kepada Kia, malah membuat Kia reflek tertawa kecil.
"Ya mau bagaimana lagi Pah, perjuangan seorang Ibu, tapi Kia senang ko", jawab Kia kepada Papah Ziyas.
"Oh ya semuanya, besok Iyas dan Kia mau kontrol kehamilannya Kia, apakah Papah, Bunda, Mamah dan Ayah mau ikut", kata Qiyas kepada semuanya. Minus Aulian karena dia sedang sibuk mengurusi keperluan yang sangat sakral.
"Boleh, jam berapa kalian mau berangkat?? ", tanya Ayah Ibrahim.
"Jam delapanan Yah", jawab Kia kepada Ayahnya.
"Bunda ikut, Papah ikut tidak?? ", kata Bunda Lili dan dia langsung bertanya kepada suaminya yaitu Papah Ziyas.
"Boleh, tapi Papah tidak bisa lama-lama, kasihan Aul, dia kan lagi sibuk mengurusi ini itu dan bolak balik kesana kemari", jawab Papah Ziyas.
"Siaaaap, kalau masalah Aulian beres nanti urusannya dengan Bunda?? ", kata Bunda Lili.
"Oh ya Mbak kapan sih acaranya?? ", tanya Mamah Dian kepada Bunda Lili.
"Ini sementara masih mengurusi kepindahan, nanti jika sudah selesai baru tahu kapan pastinya jeng", jawab Bunda Lili kepada Mamah Dian.
Mereka akhirnya mengobrol ringan seputar acara tadi siang dan seputar kehamilannya Kia. Ayah Ibrahim dan Mamah Dian mereka juga sudah membelikan berbagai keperluan bayi untuk calon cucu mereka.
Bunda Lili dan Papah Ziyas pun mereka berdua sama, sudah mempersiapkan apapun yang akan nanti dibutuhkan oleh Kia dan Qiyas.
Serta Qiyas dan Kia, mereka juga sudah menyulap kamar yang ada disebelah mereka menjadi kamar untuk kedua anak-anak mereka kelak. Dan untuk jenis kelaminnya sendiri sampai sekarang Kia dan Qiyas mereka masih belum tahu, karena Kia dan Qiyas sengaja tidak ingin mengetahui dulu apa jenis kelamin dari calon babynya.
π π π π π π π π π π π π
Semoga puas ya readers dipart iniπ¬π¬
ππππππππππππ
***TBC***