BISSMILLAH WITH YOU

BISSMILLAH WITH YOU
UNBOXING



Assalamu'alaikum warohmatullah


Assalamu'alaikum warohmatullah


Kia dan Qiyas saat ini sudah selesai menunaikan sholat dhuhur dan sholat sunnah sehabis akad nikah. Ketika Qiyas sudah selesai berdo'a dan berdzikir sebentar dia berbalik dan mendekati wajah Kia karena Qiyas ingin mencium Kia dan Kia yang mengetahui gerak-gerik Qiyas dia pasrah dan dengan jantung yang berdebar. Tiba-tiba terdengar suara dering Hp, ternyata itu suara Hpnya Qiyas yang berada dimeja yang ada dikamar Kia. Gagal deh acara mencium mereka (para readers kecewa yaπŸ˜‚).


Qiyas akhirnya mengusap pipi Kia dan mencium kening Kia, yang aslinya Qiyas ingin mencium bibir Kia, Qiyas lalu beranjak mengambil Hpnya yang berdering terus.


"Kakak mau angkat telefon dulu ya, dan tolong ambilkan Kakak minum air putih saja ya sayang", kata Qiyas setelah mencium kening Kia.


"Baik Kak", kata Kia sambil mengangguk kepada Qiyas.


Kia lalu melepas mukenanya dan segera memakai hijab serta niqobnya. Sedangkan Qiyas langsung mengangkat telefon ternyata yang menelfon adalah rekan bisnisnya dari Singapore.


Kia setelah selesai memakai niqob dia langsung keluar kamar dan turun kebawah dan menuju kedapur. Ketika dia baru sampai dibawah Kia melihat kedua orang tuanya sedang berbicara pada para petugas WO dan catering yang menangani acara tadi pagi.


Kia lalu menghampiri kedua orang tuanya dan bertanya.


"Apa semuanya baik-baik saja Yah Mah", tanya Kia kepada kedua orang tuanya.


Ayah Ibrahim dan Mamah Dian yang mendengar Kia bertanya mereka langsung menengok kebelakang karena posisi Ayah Ibrahim dan Mamah Dian sedang menghadap kepara petugas WO dan catering.


"Oh sayang kamu baru turun, Qiyasnya mana nak?? ", tanya Mamah Dian kepada Kia.


"Kak Fasya sedang mengangkat telefon dari rekan bisnisnya Mah, ini Kia mau ngambil minum buat Kak Fasya", kata Kia kepada Mamahnya.


"Kalian tadi sudah makan belum, belum kan kayaknya, makan dulu sana siapin dimeja makan ya nak, Mamah belum sempat untuk nyiapin lagi repot", kata Mamah Dian kepada Kia.


"Iya Mah, ini Kia kedapur dulu ya Mah, Yah", kata Kia pamitan dengan kedua orang tuanya.


Ayah Ibrahim dan Mamah Dian hanya mengangguk menanggapi Kia, dan setelah itu Kia berlalu menuju kedapur, Mamah Dian dan Ayah Ibrahim kembali lagi berbicara kepada petugas WO dan catering.


Kia sudah selesai menyiapkan makanan dimeja makan dan saat ini Kia sedang berjalan menuju kekamarnya sambil membawa segelas air putih.


Ketika Kia membuka pintu kamarnya dia melihat Qiyas ternyata sudah tertidur sangat pulas diranjangnya dan sudah berganti kaos santai dan celana pendek.


Kia lalu meletakkan minum yang dia bawa diatas meja sebelah ranjangnya. Setelah itu dia duduk dipinggir ranjang sebelah Qiyas tidur.


"Kamu mungkin sangat kecapean hingga tidurmu begitu pulas, padahal baru ku tinggal sebentar kebawah", kata Kia dengan suara kecil sambil mengusap pipi Qiyas.


"Terimakasih suamiku", kata Kia setelah mencium pipi Qiyas.


Setelah itu Kia lalu turun kebawah untuk membantu bersih-bersih yang belum selesai. Dan membiarkan Qiyas tidur dulu.


Ketika Kia turun dia berpas-pasan dengan Ayah Ibrahim yang akan menuju kekamar.


"Lho nak Iyasnya mana nak, ko tidak sekalian diajak turun untuk makan?? ", tanya Ayah Ibrahim kepada Kia.


"Ketika Kia masuk Kak Fasya sudah terlelap tidur Yah, mungkin dia kecapean", kata Kia kepada Ayahnya.


"Iya biarin saja Iyasnya tidur, kamu mau ngapain keluar kamar, tidak temanin Iyasnya saja Kia", kata Ayah Ibrahim.


"Tidak Ayah, takut mengganggu Kak Fasya, Kia mau bantu-bantu yang lain saja", kata Kia kepada Ayah Ibrahim lagi.


"Ya sudah, jangan kecapean ya nak, Ayah mau istirahat dulu", kata Ayah Ibrahim kepada Kia.


Kia hanya mengangguk dan berlalu melanjutkan jalannya lagi, dan ketika baru sampai ruang tamu dia melihat Mamahnya sedang makan camilan sambil beristirahat.


"Capek banget ya Mah?? ", kata Kia ketika baru sampai disamping Mamahnya dan langsung duduk disebelah Mamahnya.


"Eh kamu Nak, mana Iyas Kia, ko sendirian saja?? ", tanya Mamahnya kepada Kia yang sudah duduk disebelahnya.


"Kak Iyas tidur Mah, Kia masuk mau panggil dia, ternyata Kak Fasya sudah tidur nyenyak sekali", jawab Kia kepada Mamahnya.


"Iya Nak, Iyas kecapean sekali itu, asal kamu tahu Kia, nak Iyas yang menyiapkan semuanya, dia yang mengurus semuanya sendiri, Mamah sama Ayah tidak boleh membantu, nak Iyas juga yang mengurus semua diKUA sendiri setelah kemarin dia meminta berkas-berkasmu kepada Ayah", jelas Mamah Dian kepada Kia.


Kia yang mendengar itu semua dia menjadi terharu dan tidak menyangka jika ternyata Qiyas sangat begitu mencintainya.


Mamah Dian yang melihat Kia diam saja lalu dia melanjutkan lagi perkataannya.


"Dia begitu mencintaimu Nak, nak Iyas juga sudah menceritakan semua tentang dia yang sangat tersiksa ketika mengetahui kamu akan menikah dengan Nak Faris dulu.......... Mamah Dian menjeda dulu perkataannya, lalu dia mengubah posisi duduknya menjadi menghadap keKia dan sambil memegang tangan Kia.


"Kia janji Mah, Kia akan berusaha menjadi istri yang baik dan akan menerima Kak Fasya sepenuh hati Mah, Kia sedikit-sedikit juga sudah mencintai Kak Fasya Mah", jawab Kia mantap kepada Mamahnya.


"Ya sudah kamu kembali saja kekamar sana temanin Iyas, disini juga sudah ada petugas dan banyak orang yang akan membersihkan rumah ini",kata Mamah Dian lagi.


"Baik Mah", kata Kia langsung beranjak dari duduknya dan kembali naik untuk masuk kekamarnya.


Ketika Kia masuk kekamar dia melihat Qiyas masih lelap dalam tidurnya. Akhirnya Kia memutuskan untuk mengecek pekerjaannya dilaptop serta mengecek email yang masuk.


Tidak terasa Kia sudah satu jam mengecek pekerjaan dan email masuk, dan waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore.


"Mataku sudah lelah dan ngantuk banget, aku akan tidur sebentar dulu saja biar lebih enakan", gumam Kia dan dia lalu menyandarkan tubuhnya keshofa yang dia duduki, sampai Kia lupa untuk mematikan laptopnya karena saking lelah matanya.


Qiyas perlahan-lahan membuka matanya dan mengingat-ingat dia ada dikamar siapa, setelah ingat dia lalu meraba sebelahnya yang ternyata dingin, yang berarti Kia tidak tidur tadi diranjang.


Qiyas lalu berusaha untuk duduk dan mengumpulkan tenaga sambil melihat-lihat sekeliling. Mata Qiyas langsung tertuju kepada Kia yang sedang memejamkan mata sambil bersandar disandaran shofa dan dengan laptop yang masih menyala.


Qiyas lalu beranjak dari ranjang dan berjalan menuju Kia yang berada dishofa. Qiyas melihat apa yang ada dilaptop Kia.


"Ternyata dia lagi mengecek pekerjaan, secapek itukah hingga kamu tertidur dishofa", gumam Qiyas ketika melihat laptop Kia yang menampilkan pekerjaannya.


Qiyas lalu menggendong Kia dan menidurkannya diranjang. Qiyas dengan pelan melepas hijab serta niqob yang Kia pakai, fikir Qiyas biar Kia bisa nyaman tidurnya.


Qiyas yang awalnya ingin bangun karena merasa badannya sudah fit dan lebih segar dia urungkan niatannya ketika melihat Kia tertidur diranjang.


Akhirnya Qiyas ikut membaringkan lagi badannya disamping Kia dan memeluk Kia dari samping.


Kia yang terbangun terlebih dahulu dia merasakan tidur yang sangat nyaman tidak seperti biasanya, ketika dia membuka matanya dia melihat kesamping ternyata Qiyas sedang memeluknya dari samping dan wajah Qiyas berada diceruk leher Kia.


"Sepertinya Kak Fasya deh yang mindahin aku kesini", bathin Kia.


Kia perlahan memiringkan badannya untuk menghadap keQiyas hingga wajah Kia berada persis dihadapan Qiyas. Qiyas yang tidurnya terusik dengan pergerakan Kia, perlahan dia membuka matanya dan ketika dia membuka mata alangkah terkejutnya melihat wajah Kia yang berada persis dihadapannya, serta hidung yang sudah bersentuhan.


Qiyas lalu tersenyum kepada Kia. Kia yang melihat Qiyas tersenyum dia ikut tersenyum dan membathin.


"Ternyata Kak Fasya jika baru bangun tidur, sangat tampan dan seksi", kata bathin Kia.


Qiyas perlahan memajukan wajahnya hingga bibir mereka bersentuhan. Kia yang terkejut pun dengan perlahan dia menutup matanya. Dan Qiyas yang melihat Kia menutup matanya dia lalu melanjutkan aksinya.


Qiyas awalnya hanya mengecup, perlahan menjadi ******* dan terjadilah seperti yang para readers harapkan😜😝


(Maaf tidak saya jabarkan, kalian berimajinasi sendiri saja ya readersπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ‘).


Waktu tidak terasa ternyata sudah menunjukkan pukul setengah lima sore ketika mereka selesai melakukan sesuatu yang biasanya sepasang suami istri lakukan dikamar.


"Terimakasih sayang, aku sungguh sangat mencintaimu", bisik Qiyas sambil memeluk Kia didalam selimut yang masih polos belum menggunakan pakaian.


Kia hanya membalas perkataan Qiyas dengan mengecup sekilas bibir Qiyas sambil membalas pelukannya Qiyas.


"Kak Fasya sudah jam setengah lima, ayo kita buruan sholat ashar dulu, sebelum habis waktunya", kata Kia kepada Qiyas.


Qiyas lalu melihat kearah jam yang ada didinding kamar Kia. Tanpa aba-aba Qiyas lalu membuka selimut yang menutupi tubuh mereka dan langsung menggendong Kia kedalam kamar mandi. Kia yang terkejut dengan tindakan Qiyas dia memekik kecil dan langsung melingkarkan tangannya keleher Qiyas.


"Kak malu, apa yang ingin Kakak lakukan?? ", kata Kia sambil menyembunyikan wajahnya kedada Qiyas yang tidak memakai baju.


"Kenapa malu sih sayang, aku sudah melihat semua lekuk tubuhmu yang indah itu, hingga mungkin nanti malam aku menginginkannya lagi, kita mandi bareng yaaa", kata Qiyas sambil menggoda Kia.


Akhirnya mereka berdua mandi bareng dikamar mandi dan benar-benar mandi tidak mengulang kegiatan indah mereka, hanya mandi diselingi Qiyas yang tidak pernah lepas untuk menggoda Kia. Yang membuat Kia malu dan sedikit terbuai dengan kegiatan Qiyas.


"Andai waktunya masih banyak, akan ku ulangi lagi sayang", kata Qiyas sambil menggoda Kia yang lagi ganti baju diwalk in closet.


"Apaan sih Kak, sudah ya yuk kita sholat berjamaah dulu", kata Kia mengalihkan pembicaraan.


Mereka berdua akhirnya sholat ashar sekitar jam lima sorenan. Dan setelah sholat mereka berdua keluar kamar dan turun kebawah sambil bergandengan tangan untuk berbincang atau bersantai diruang tamu atau ruang keluarga bersama Ayah Ibrahim dan Mamah Dian mungkin.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


***TBC***