
Hari ini tepatnya hari senin, karena pernikahannya Qiyas dan Kia kemarin pas hari sabtu. DiPerusahaan Pusat IBRAHIM COMPANY yang CEOnya adalah Adzkia yang sekarang menjadi istri dari Qiyas Irawan. Semua karyawan sedang berbisik-bisik dan merumpi, karena dikantor tempat kerja mereka tepatnya diAula Kantor yang paling besar yang berada dilantai enam sudah didekor sedemikian rupa dan sudah terjamu hidangan, makanan, dissert, minuman, berbagai camilan, buah-buahan dan lain-lain sudah terhidang rapi diatas meja yang sudah tertata rapi.
Semua karyawan kantor pada bertanda tanya besar, karena setahu mereka hari itu bukan hari ulang tahun Perusahaan, atau lagi menang tander besar, mereka para karyawan pada bingung. Ada acara apakah diAula kantor yang berada dilantai enam, karena hanya acara-acara besar saja yang akan diadakan diAula itu, begitulah benak para Karyawan, karena semua karyawan belum ada yang mengetahui jika CEO mereka sudah menikah.
Tepat dijam sepuluh pagi semua karyawan dari berbagai devisi bahkan office boys dan office girls pun disuruh berkumpul semua diAula yang sudah disiapkan, kecuali resepsionis dan satpam yang berjaga diluar. Mereka nanti akan bergantian berjaganya dan bergantian masuknya keAula yang diadakan acara.
Semua karyawan kantor sudah pada kumpul semua diAula. Keluarga Ibrahim sudah pada datang semua termasuk Mamah Dian dan mereka semua sedang berada diruangan Kia, termasuk Qiyas dan semua sekertarisnya yaitu Zidan dan Fadhil, kecuali Doni sekertaris ketiga Qiyas yang disuruh untuk menghandle kantor.
Bahkan Papah Ziyas dan Bunda Lili pun sudah pada datang, kecuali Aulian yang sedikit terlambat datangnya karena sedang menghadiri meeting.
"Semua sudah pada berkumpul Nona Kia dan Tuan Ibrahim", kata Zahra ketika masuk keruangan Kia, karena tadi Zahra disuruh untuk mengecek Aula, apakah sudah pada berkumpul semua apa belum.
"Baiklah, ayo kita kesana sekarang", kata Ayah Ibrahim kepada semua orang.
Semua orang langsung berjalan untuk menaiki lift dan turun kelantai enam menuju Aula yang sudah disiapkan.
Semua karyawan berbisik semakin keras karena mereka semua melihat semua anggota keluarga Ibrahim serta Qiyas yang terkenal sebagai pengusaha muda ada diantara mereka dan duduk dikursi yang sudah disediakan diatas panggung kecil yang ada disitu. Para karyawan bertambah bingung dan penasaran.
"Mohon semuanya diam", kata Rion sekertaris Ayah Ibrahim.
Semua yang datang langsung pada diam, dengan suara tegas dan ngebass dari Rion sekertaris dari Presdir mereka.
Bissmillahhirrohmanirrohiim
"Assalamu'alaikum warrohmatullah hiiwabarokatuh", salam Ayah Ibrahim.
"Wa'alaikumussalam warrohmatullahiiwabarokatuh", jawab serempak semua karyawan yang beragama Islam.
"Mungkin kalian semua pada penasaran dan bertanya-tanya, kenapa kalian semua dikumpulkan disini serta kalian melihat berbagai hidangan yang sudah tersaji disamping kiri dan kanan kalian kan?? ", kata Ayah Ibrahim berbicara diatas panggung menggunakan microfon kepada para semua karyawan.
Semua karyawan ada yang mengangguk ada juga yang menjawab iya secara serempak. Sedangkan Ayah Ibrahim dan orang-orang yang sudah diatas panggung pada tersenyum melihat muka penasaran para karyawan.
"Langsung saja pada intinya, hari ini saya sedang mengadakan syukuran atas pernikahan putri saya......... Ucapan Ayah Ibrahim terpotong karena semua karyawan langsung berbisik.
"Mohon semuanya pada diam!!! ", suara tegas Rion membuat semua karyawan pada takut. Karena Rion terkenal dengan orang yang tegas dan galak, serta body yang sangat besar dengan tinggi tubuh 190cm serta body berototnya yang sangat menonjol membuat dia semakin ditakutin. Rion jika dilihat dia seperti tidak pantas menjadi sekertaris, karena dia lebih pantas menjadi seorang bodyguard. Karena sudah banyak orang yang salah sangka jika Rion adalah seorang bodyguard bukan seorang sekertaris. Rion juga termasuk tangan kanan dan orang kepercayaan Ayah Ibrahim.
Semua karyawan langsung pada diam mendengar suara tegas dari Rion, dan Ayah Ibrahim yang melihat semua karyawan sudah pada diam dia melanjutkan lagi perkataannya.
"Tepatnya hari sabtu kemarin anak saya satu-satunya yang bernama Adzkia yang kalian kenal dengan Kia sebagai CEO kalian dia resmi menikah dengan putra dari Tuan Ziyas Muhammad Irawan yaitu Raffasya Qiyas Irawan. Mungkin kalian sudah pada tahu siapa mereka kan?? ", kata Ayah Ibrahim kepada para karyawan.
Para karyawan langsung saja mengangguk, karena para karyawan semuanya sebagian sudah pada mengenal siapa keluarga Irawan itu.
"Hari ini kalian semua saya bebaskan bekerja sampai jam dua siang nanti untuk menikmati acara syukuran ini, sebagai tanda syukur saya sebagai orang tua yang sudah bisa menikahkan putri saya satu-satunya....... Ayah Ibrahim sengaja menjeda perkataannya dan tersenyum kepada para karyawan yang melihatnya dari bawah panggung.
"Untuk resepsinya kalian tinggal tunggu saja tanggalnya karena semuanya insyaallah akan saya undang", kata Ayah Ibrahim melanjutkan perkataannya.
"Sekian dari saya, mungkin Nak Iyas atau Kia mau menambahkan silahkan maju kemari",kata Ayah Ibrahim sambil menengok kearah Kia dan Qiyas.
Qiyas dan Kia saling pandang dan akhirnya mereka maju kedepan bersama-sama berdiri disamping Ayah Ibrahim.
"Sudah ada anak dan menantu saya disamping saya, dari saya cukup sekian saja Wassalamu'alaikum warrohmatullah hiiwabarokatuh", kata Ayah Ibrahim mengakhiri perkataannya dan salam Ayah Ibrahim dijawab serentak semua karyawan yang beragama Islam.
Ayah Ibrahim langsung duduk kembali kekursinya dan dilanjutkan oleh Qiyas dan Kia yang berbicara.
"Assalamu'alaikum warromatullahiwabarokatuh", salam pembuka Qiyas dan dijawab serentak oleh Karyawan yang beragama Islam.
Para karyawan wanita langsung diam mendengarkan Qiyas, karena mereka sedang menikmati ciptaan Tuhan yang paling tampan sedang berada diatas panggung dan bisa dilihat secara langsung, kapan lagi coba bisa puas memandang Pengusaha Muda seorang Qiyas Irawan, begitulah sekiranya fikir para karyawan perempuan.
"Seperti yang sudah dikatakan oleh Ayah Ibrahim, hari ini adalah bentuk syukur atas pernikahan kami", kata Qiyas sambil mengangkat tangannya yang menggandeng Kia, yang membuat para wanita histeris iri.
"Silahkan menikmati hidangan yang sudah kami hidangkan, semoga kebahagian kami menular kekalian semua", kata Qiyas lagi kepada para karyawan.
"Apakah kamu mau menambahkan sayang?? ", kata Qiyas yang masih didengar oleh para karyawan, dan yang melihat mereka pada iri dengan keromantisan Qiyas kepada Kia.
Kia menggeleng memberi jawaban kepada Qiyas dan Qiyas malah menggoda Kia dihadapan semua karyawan dan keluarganya yang sedang duduk dibelakangnya.
"Istriku ini sedang malu rupanya", goda Qiyas sambil merangkul Kia. Membuat kedua orang tua masing-masing tersenyum melihat mereka berdua.
"Sekian dulu dari saya, dan silahkan dinikmati acaranya, Wassalamu'alaikum warrohmatullah hiwabarokatuh", kata Qiyas mengakhiri perkataannya diatas panggung.
Qiyas dan Kia kembali duduk dikursinya lagi sedangkan para karyawan sudah bubar untuk menikmati hidangan yang disediakan.
Kia yang sudah duduk lagi baru menyadari jika Hp dia tertinggal diatas meja kantornya. Dan Qiyas yang melihat Kia seperti mencari sesuatu membuat dia langsung bertanya kepada Kia.
"Lagi mencari apa sih sayang, daritadi seperti bingung begitu", kata Qiyas yang duduk disampingnya dan daritadi melihat gerak gerik Kia.
"Hpku sepertinya tertinggal deh dimeja kantor Kak, karena disaku gamis Kia tidak ada", kata Kia kepada Qiyas.
"Mau Kakak ambilkan?? ", tawar Qiyas kepada Kia.
"Tidak usah Kak, biar Kia yang minta tolong Zahra saja untuk mengambilkannya", kata Kia kepada Qiyas.
Kia lalu menyamperin Zahra yang sedang diduduk diantara para sekertaris Qiyas dan Ayahnya. Zahra yang sedang berbincang dengan Fadhil melihat Kia berjalan kearahnya sontak dia berdiri dan menghampiri Kia.
"Nona-nona mau kemana, apa Nona membutuhkan sesuatu?? ", tanya Zahra ketika sudah sampai didepan Kia.
"Iya saya sedang membutuhkan bantuanmu, tolong ambilkan Hp saya yang tertinggal dimeja kantor sekarang ya Zahra, maaf merepotkan dan terimakasih", kata Kia dengan tersenyum dibalik niqobnya, walaupun memakai niqob Zahra tahu jika Kia sedang tersenyum dan dia juga membalas senyum itu.
"Baik Nona, akan saya ambilkan dan tidak merepotkan sudah menjadi tugas saya ko Nona", kata Zahra sambil tersenyum juga.
Zahra sungguh beruntung mempunyai boss seperti Kia, sudah cantik, sholehah dan baik lagi. Dan Kia tidak pernah marah kepadanya selama dia bekerja.
Setelah Zahra berlalu pergi untuk mengambilkan Hpnya Kia menyapa para sekertaris Ayah dan suaminya.
"Kalian semua silahkan dinikmati hidangannya", kata Kia ramah kepada para sekertaris Ayah dan suaminya.
Kia memang mempunyai sekertaris satu saja yaitu Zahra, karena Kia belum membutuhkan banyak sekertaris, dan jika dia kerepotan atau Zahra juga sedang repot dia akan meminta bantuan kepada para sekertaris Ayahnya, dan Ayahnya pun tidak mempermasalahkan semua itu. Karena Kia juga tidak terlalu sering meminta tolong kepada sekertaris Ayahnya. Karena Kia masih bisa menghandle sendiri.
"Iya baik Nona", jawab serempak semua sekertari Ayah dan suaminya.
"Kak Zidan kenapa Mila tidak diajak kesini juga Kak?? ", tanya Kia kepada Zidan.
"Milanya sedang kuliah Nona, dan jamnya juga bertabrakan dengan jadwal Kuliahnya Nona Kia, jadi dia tidak bisa ikut kemari", jawab Zidan kepada Kia.
"Oh ya sudah kalau begitu, Kak Zidan silahkan dinikmati ya sama seperti yang lain", kata Kia kepada Zidan.
"Iya Nona terimakasih", kata Zidan kepada Kia.
Kia lalu kembali duduk bersama Qiyas yang sedang berbincang bersama Ayahnya dan Papah mertuanya.
Sedangkan Zahra yang tadi disuruh untuk mengambilkan Hpnya Kia, dia sedang mengalami insiden yang mungkin suatu saat bisa merubah kehidupan dia.
"Siapa perempuan tadi, sangat cantik alami dan anggun dengan baju gamisnya dan hijab yang serasi dengan gamisnya", kata seorang laki-laki yang bertabrakan dengan Zahra ketika keluar dari Aula.
πππππππππππππ
***TBC***