BISSMILLAH WITH YOU

BISSMILLAH WITH YOU
PENOLAKAN ZAHRA



Semua orang yang tadi keluar dari kamar diruangan Qiyas. Sekarang mereka lagi duduk-duduk santai dishofa yang ada diruangannya Qiyas, walaupun mereka sedang dikantor, bukan dipantaiπŸ˜‚.


"Maaf Papahnya Kak bule, saya mau menemui Kak Tamtam dulu boleh, kalau boleh tahu dimana ya ruangannya suami saya Papahnya Kak Bule?? ", kata Mila kepada Papah Ziyas.


Papah Ziyas pun yang ditanya malah bingung, dia malah terlihat seperti linglung.


"Yang diajak ngomong sama nak Mila siapa sih, kenapa Nak Mila malah melihat kearahku, dan Kak bule itu juga siapa?? ", bathin Papah Ziyas


"Pak Ziyas, ditanya sama Mila itu lho?? ", kata Ayah Ibrahim kepada Papah Ziyas karena Ayah Ibrahim melihat Papah Ziyas malah diam saja.


"Saya?? ", kata Papah Ziyas kepada Ayah Ibrahim sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Iya Papahnya Kak bule, kan yang Ayah kandungnya Kak bule kan Papah, bukan Ayah Ibrahim", kata Mila yang membingungkan Papah Ziyas.


"Mila itu kalau memanggil Nak Iyas Kakak Bule Pak, karena wajah nak Iyas yang keblasteran", jelas Ayah Ibrahim kepada Papah Ziyas karena Ayah Ibrahim melihat Papah Ziyas seperti kebingungan. Sedangkan yang lain hanya mendengarkan percakapannya mereka bertiga.


"Oh maaf nak, saya tidak tahu, dan yang kamu panggil Kak Tamtam apakah suamimu Zidan?? ", kata dan tanya Papah Ziyas kepada Mila.


Karena Papah Ziyas tadi pagi sudah diberitahu ketika Mila datang bersama Ayah Ibrahim dan Mamah Dian jika Mila adalah suaminya Zidan.


Dan Mila hanya mengangguk memberikan jawaban kepada Papah Ziyas.


Papah Ziyas langsung saja menjelaskan dimana letak ruangannya Zidan yang tidak jauh dari ruangannya Qiyas, karena letak ruangannya para sekertaris Qiyas masih satu lantai dengan Qiyas, akan tetapi ada didepan ruangannya Qiyas, jadi jika ada yang datang menemui Qiyas mereka harus menemui para sekertaris atau salah satu sekertaris Qiyas.


Mila yang diberitahu Papah Ziyas dia langsung saja keluar untuk menemui Zidan, sekalian ingin mengetahui bagaimana pekerjaannya suaminya Zidan.


Kembali keruangannya Qiyas. Aulian dibuat malu dengan godaan Papahnya.


Eheemmm


"Bund, kayaknya kita mau punya mantu lagi deh", kata Papah Ziyas kepada Bunda Lili sambil melirik dan menggoda Aulian.


"Maksud Papah apa Aulian?? ", tanya Bunda Lili.


"Iya siapa lagi, kan tinggal dia doang Bund", kata Papah Ziyas lagi.


"Emang ada yang mau sama anak yang modelannya kayak gitu, diluar dia terlihat sempurna, didalam kelakuannya bikin gregetan, kamu mau nak sama anak saya yang ini", kata Bunda Lili dan langsung nyeplos tanya keZahra yang ada disampingnya.


Zahra langsung menggeleng padahal Zahra menggeleng tanda serius, malahan dianggap bercanda sama semua orang.


"Itu Pah lihat, Zahra saja tidak mau sama Aul", kata Bunda Lili kepada Papah Ziyas.


"Bundaaaaaaa", kata Aulian kepada Bunda Lili dan membuat yang lain tertawa melihat kelakuannya Aulian. Tidak sesuai dengan image CEO yang dia sandang.


"Iya lagian Aulian kalau tidur suka ngorok sama tidak pakai baju, cuman pakai kolor saja lho Zahra", kata Papah Ziyas ikut-ikutan kayak Bunda Lili.


"Papah iiiih, kenapa buka kartu Aul sih, kan malu", kata Aulian kepada Papahnya sambil greget gigi.


Sedangkan Zahra dan yang lain pada tertawa melihat dan mendengar percakapan Papah Ziyas dan Aulian.


"Kenapa mesti malu, lagian jika nanti sudah punya istri palingan kalau tidur itu dilepas semua", kata Papah Ziyas lagi kepada Aulian membuat yang lain pada tertawa, terutama Ayah Ibrahim dia tertawa sedikit keras dari yang lain karena melihat muka Aulian yang sudah memerah karena malu. Sedangkan Aulian rasanya ingin bersembunyi karena malu dengan Zahra.


Tiba-tiba mereka semua langsung tertuju kepada Papah Ziyas karena Papah Ziyas bertanya kepada Zahra dengan pertanyaan yang sedikit pribadi.


"Zahra, jika boleh saya tahu, tipe laki-laki kamu seperti apa sih, dan jika ada yang langsung melamar atau mengajakmu menikah apakah kamu mau, atau kamunya sendiri maunya pacaran dulu?? ", tanya Papah Ziyas kepada Zahra, membuat Zahra langsung bingung karena Papah Ziyas tiba-tiba bertanya seperti itu kepadanya. Sedangkan yang lain yang tadinya pada tertawa mereka semua langsung diam dan melihat kearah Papah Ziyas.


"Papah ko bertanya seperti itu kepada Zahra kenapa Pah??, Papah tidak mau menikahi Zahra kan?? ", kata absurd Bunda Lili kepada Papah Ziyas membuat orang yang disitu yang mendengar pada tertawa termasuk Aulian kecuali Zahra karena dia larut dengan fikirannya sendiri.


"Nikah Pah, nikah bukan ka****n", jawab Aulian sambil sewot dengan Papahnya.


"Itu, Bunda dengar sendiri kan?? ", kata Papah Ziyas kepada Bunda Lili.


"Oh jadi Nak Aul ceritanya lagi suka ya sama nak Zahra", goda Mamah Dian kepada Aulian.


"Bagaimana Nak kamu mau sama anak Bunda yang petakilan ini", kata Bunda Lili kepada Zahra ketika dia sudah mudeng maksud suaminya.


"Dihadapan Papah dan Bundaku, serta Pak Ibrahim serta Mamah Dian, kamu mau tidak Zahra menikah denganku", kata Aulian tiba-tiba kepada Zahra membuat Zahra langsung melotot kepada Aulian dan sedangkan yang lain langsung menengok kearah Aulian, karena sebelumnya mereka pada melihat kearah Zahra.


"Itu baru anakku", bathin Papah Ziyas sambil melihat Aulian.


"Gentle juga ini tutup panci", bathin Bunda Lili.


"Eeh....... ", bathin Ayah Ibrahim dan Mamah Dian kaget.


"Bagaimana Zahra?? ", kata Aulian lagi kepada Zahra dan langsung membuat semua pasang mata langsung beralih pandangannya kearah Zahra lagi.


"Maaf Tuan saya tidak bisa, maafkan saya, karena kita tidak pantas bersatu, dan untuk pertanyaan Tuan Ziyas tadi bukannya diIslam tidak ada yang namanya pacaran, saya pribadi tidak mau pacaran Tuan, saya ingin langsung menikah saja jadi jika ada yang melamar atau memintaku untuk menjadi istrinya saya akan memikirkannya terlebih dahulu", kata Zahra kepada Aulian dan Papah Ziyas.


"Tapi kenapa kamu tidak memikirkan pinangan anak saya tadi, malah kamu langsung tolak", kata Papah Ziyas kepada Zahra.


"Saya sudah memikirkannya Tuan, karena perbedaan kita yang sangat mencolok, saya tidak mau bikin malu keluarga Tuan mempunyai menantu yang miskin seperti saya, biarlah Tuan Aulian bisa memilih wanita yang lebih dari saya dan sebanding dengannya", kata Zahra panjang lebar.


"Jika aku maunya sama kamu, tidak sama wanita manapun, aku harus bagaimana untuk membuktikannya padamu, jika aku ini benar-benar sudah jatuh hati kepadamu Zahra", kata Aulian kepada Zahra, bahkan dia tidak menggunakan kata Saya, melainkan Aku.


Bunda Lili langsung terharu melihat anaknya berani mengungkapkan langsung kepada Zahra bahkan dihadapan mereka semua.


Sedangkan Zahra dia langsung menunduk serta jantungnya menjadi dag-dig-dug tidak menentu.


"Maafkan saya Tuan, saya tidak bisa, Tuan bisa mencari perempuan yang lebih dari saya, saya hanya orang miskin apalagi saya anak yatim Tuan, maafkan saya sekali lagi", kata Zahra sambil menunduk.


"Kenapa hatiku rasanya sakit sekali menolak Tuan Aulian", bathin Zahra.


🌰🌰🌰🌰🌰🌰🌰🌰🌰🌰🌰🌰


Aulian: thor apakah perjuanganku akan sulit untuk menaklukan Zahra😯😯


Author: tergantungπŸ˜ŒπŸ€“


Aulian: mati dongπŸ€”πŸ˜•


Author: tinggal ngubur kalau begituπŸ˜πŸ˜…


Aulian: πŸ™„πŸ˜πŸ˜‘πŸ˜‘ Author somplak.


Author: beres tinggal sandingin saja Zahra sama Fadhil 😏😏


Aulian: jangaaaaaaaanπŸ˜«πŸ˜–, iya-iya deh, authorku yang cantik, yang sholehah, yang baik hati πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜‰πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—.


Author: πŸ˜’πŸ˜’πŸ˜πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ˜‘


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


***TBC***