BISSMILLAH WITH YOU

BISSMILLAH WITH YOU
KISAH DIHARI MINGGU



Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama akhirnya mobil yang dikendarai Qiyas dan Kia sampai juga dirumahnya Ayah Ibrahim sekitar pukul sembilan malam, karena Qiyas dan Kia mereka tadi mampir makan malam dulu disalah satu restoran yang mereka temui diperjalanan.


"Alhamdulillah akhirnya sampai juga dirumah ya Kak, capek banget rasanya ini badanku", kata Kia kepada sambil membuka pintu mobil.


"Ya sudah kamu masuk saja dulu, biar ini semuanya Kakak yang bawa kedalam rumah", kata Qiyas kepada Kia sambil menurunkan barang-barang bawaan yang tadi dia bawa dan oleh-oleh yang dikasih Umi Maryam.


"Tidak secapek Kakak yang daritadi menyetir mobil, sini Kia bantuin", kata Kia ikut-ikutan membantu Qiyas menurunkan barang-barang.


Kia dan Qiyas mereka langsung saja menurunkan barang-barang dari dalam mobil, dan membawanya masuk kerumah.


Mamah Dian yang memang belum tidur lagi menonton tv langsung saja mendatangi Qiyas dan Kia yang baru masuk dari pintu garasi. Sedangkan Ayah Ibrahim dia sedang berada diruang kerjanya.


"Eh kalian sudah pulang, Mamah kira kalian akan menginap disana, karena kan besok hari Minggu", kata Mamah Dian membantu Kia dan Qiyas yang sedang membawa barang-barang masuk kedalam rumah.


"Huuuh lelahnya", kata Kia langsung saja duduk dishofa yang ada diruang keluarga, malah tidak menjawab pertanyaan Mamah Dian.


Sedangkan Qiyas dia memanggil pelayan untuk membuka dan membawa oleh-oleh yang dibawanya keruang makan.


"Kalian sudah makan?? ", tanya Mamah Dian kepada Kia dan Qiyas yang baru saja duduk bergabung diruang keluarga.


"Sudah Mah tadi mampir dulu direstoran", jawab Qiyas kepada Mamah Dian.


"Tadi Kia belum jawab pertanyaan Mamah?? ", kata Mamah Dian lagi.


"Yang mana Mah?? ", jawab Kia kepada Mamahnya.


"Kirain Mamah menginap disana?? ", kata Mamah Dian.


"Oh itu Mah besok kita mau kePanti Asuhan hitung-hitung berbagi rejeki dan syukuran juga, jika Mamah dan Ayah Ibrahim mau ikut silahkan, nanti juga ada Papah Ziyas, Bunda Lili dan Aul juga akan ikut ko Mah", bukan Kia yang menjawab melainkan Qiyas.


"Boleh juga, mau dong Mamah ikut, biar nanti Mamah yang bilang sama Ayah", jawab Mamah Dian.


"Ayah kemana Mah, ko tidak kelihatan", tanya Kia kepada Mamahnya.


"Lagi diruang kerja, katanya ada pekerjaan yang mesti harus diselesaikan", jawab Mamah Dian.


"Qiyas permisi dulu ya Mah, mau kekamar gerah", pamit Qiyas kepada Kia.


"Ikut dong", manja Kia kepada Qiyas. Membuat Qiyas reflek tertawa gemas karena baru pertama mendengar Kia seperti itu kepadanya.


Sedangkan Mamah Dian dia bahagia melihat keharmonisan antara Kia dan Qiyas.


"Semoga keluarga kalian sakinah, mawaddah, dan warrohmah, aamiin", kata bathin Mamah Dian ketika Kia dan Qiyas sudah berlalu masuk kekamar mereka.


Ketika Qiyas dan Kia sudah berada dikamar mereka, dan sudah Qiyas sudah mandi dan ganti baju, gantian Kia yang mandi karena merek juga sama-sama gerah.


Ketika baru keluar dari kamar mandi, Kia hanya menggunakan bathrobe saja dengan handuk yang tergulung rapi dirambut indahnya. Membuat Qiyas yang lagi membalas pesan masuk diHpnya langsung mendongakkan kepalanya ketika mendengar suara pintu kamar mandi.


Dan ketika melihat Kia hanya menggunakan bathrobe, Qiyas yang awalnya capek dia tiba-tiba menjadi On😁 dan langsung meletakkan Hpnya dimeja sebelah ranjang, lalu turun dari ranjang dan berjalan mendekati Kia.


Kia yang melihat Qiyas berjalan mendekatinya, dia sudah faham arah tujuannya Qiyas dan Kia pura-pura cuek sambil masuk kewalk in closet untuk mengambil baju.


Akan tetapi sebelum Kia masuk kewalk in closet Kia sudah dulu digendong Qiyas menuju keranjang mereka.


Setelah sampai diranjang, Qiyas lalu mulai menciumin seluruh muka, bibir dan mulai memberikan sentuhan-sentuhan yang membuat Kia melayang.


Tanpa menunggu lama, Qiyas langsung melepaskan bathrobe yang Kia pakai dan terlihatlah semua favoritenya Qiyas.


Akhirnya terjadilah yang sebagaimana mestinya terjadi diantara mereka berdua, yaitu Kia dan Qiyas.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Hari minggu pun tiba, sesuai rencana tepat pukul sembilan pagi semua keluarga Ayah Ibrahim dan Papah Ziyas, mereka berangkat menuju kePanti Asuhan yang biasanya didatangi oleh Keluarga Papah Ziyas.


Papah Ziyas beserta Bunda Lili dan Aulian mereka langsung saja berangkat dari rumah menuju kePanti Asuhan yang dituju. Sedangkan keluarga Ayah Ibrahim beserta Kia dan Qiyas juga langsung berangkat dari rumah, mereka akan ketemuan diPanti Asuhan saja.


Sekitar tiga puluh menitan diperjalanan semua Keluarga sudah sampai diPanti Asuhan yang dituju. Dan mereka langsung saja mengeluarkan barang-barang beserta hadiah yang akan diberikan untuk anak-anak panti.


"Pah Aul jalan-jalan ya sebentar disekitar sini", kata Aulian kepada Papah Ziyas.


"Hati-hati nanti nyasar", goda Papah Ziyas kepada Aulian.


Aulian langsung saja berpencar sendiri untuk melihat-lihat disekitar panti. Sedangkan untuk keluarga yang lain mereka pada masuk untuk memberikan barang-barang yang mereka bawa keanak-anak panti.


Ketika sedang berjalan-jalan melihat area panti, karena Aulian sudah lama sekali tidak kePanti Asuhan itu. Tiba-tiba Aulian dia mendengar suara seseorang yang tidak asing bagi kupingnya. Dan ketika Aulian berusaha mencari sumber suara itu, semakin lama semakin jelas dan semakin jelas ketika Aulian sudah sampai digazebo belakang Panti Asuhan dan terlihatlah seseorang yang sangat Aulian kenal.


Aulian tidak langsung memanggilnya, melainkan mengawasi dari jarak yang dibilang tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat, masih bisa mendengar perkataan orang itu kepada anak-anak Panti Asuhan.


"Ternyata dia............... "Skip********


Rion dan Mita saat ini mereka sedang jalan-jalan kemall untuk menikmati waktu hari minggu mereka.


Banyak pengunjung mall yang melihat Mita dan Rion dengan aneh, karena mereka kira Mita itu sugar babynya Rion. Karena terlihat mencolok sekali, berbedaan umur mereka.


Ketika Rion sedang membuka email penting yang masuk keHpnya dia menyuruh Mita untuk masuk dulu ketoko baju dan memilih-milih saja dulu.


Mita yang sedang memilih-milih baju dia tiba-tiba didatangi dua wanita yang berpakaian kurang bahan menatap Mita dengan tatapan yang mencemooh dan mengejek.


"Masih kecil sudah menjadi sugar baby", sindir kedua wanita itu kepada Mita.


Dasarnya Mita yang cuek, dia malah melihat kekiri dan kekanan karena bingung.


"Heh kita itu bicara sama kamu", kata wanita itu kepada Mita.


"Saya", kata Mita sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Iya siapa lagi, masih kecil sudah jadi sugar babynya om-om itu, dibayar berapa kamu sama dia", kata teman wanita satunya lagi.


"Saya sugar baby tidak salah anda ngomong begitu, coba lihat pakaianku dan pakaian kalian mana yang pantas disebut sugar baby, atau jangan-jangan kalian ini seorang pel****r ya", kata Mita dengan berani.


"Kurang ajar kamu ini", kata wanita itu sambil ingin menampar Mita.


Mita langsung saja menangkis tangan wanita itu dan memelintirnya. Membuat wanita itu langsung mengaduh kesakitan, sedangkan teman wanita itu melihat jika tangan temannya dipelintir Mita, dia berusaha akan menendang kakinya Mita maksud hati ingin membalas Mita, akan tetapi Mita sudah mengetahui gerak-gerik wanita satunya dan langsung memberikan tendangan maut kepada wanita satunya lagi dan langsung membuat wanita itu jatuh tersungkur.


Pertengkaran antara Mita dan kedua wanita tadi menjadi pusat perhatian pengunjung lainnya. Dan banyak yang mengabadikannya dengan kamera Hp mereka. Tiba-tiba ada seorang manager toko yang datang menghampiri Mita dan kedua wanita tadi.


"Nona", sapa Manager toko yang melihat Mita dengan sedikit membungkuk.


Sedangkan kedua wanita tadi langsung mengadu dengan berpura-pura kesakitan dan menjadi korban.


"Ada apa ini", kata Rion tiba-tiba menyela pembicaraan dan pura-pura tidak tahu, padahal aslinya Rion tadi sudah melihat dan mendengar semua kejadian.


Rion sengaja membiarkan Mita menghadapi kedua wanita itu sendirian, karena Rion yakin Mita pasti bisa. Sebab dulu saja kepada laki-laki Mita berani, apalagi ini cuman perempuan, begitulah fikir Rion.


"Ini sugar baby anda sangat keterlaluan kepada kami", adu wanita tadi kepada Rion.


"Dan dia mengatakan jika kami ini adalah pel***r ", adu wanita yang satunya lagi.


Sedangkan Mita dia cuek-cuek saja melihat kedua wanita mengadu kepada Rion.


Rion lalu berjalan mendekati kedua wanita itu dengan muka yang sulit ditebak, dan untuk kedua wanita itu, mereka fikir Rion sudah termakan aduannya dan akan membela mereka, akan tetapi yang mereka harapkan adalah salah.


"Jikalaupun dia adalah sugar babyku, terus masalahnya buat kalian apa hah, jika benar dia sugar babyku yang membayar dia memuaskanku apa kalian, kenapa kalian yang repot dan menghujatnya. Dan asal kalian tahu dia itu adalah ISTRIKU, ISTRIKU, dengar tidak kuping kalian ini Hah!!! ", kata Rion kepada kedua wanita tadi sambil menunjuk Mita dengan tegas dan menekan kata Istriku lalu dia berteriak.


"Lihat ini, mata kalian pasti tidak buta kan, siapa yang ada diatas altar ini", kata Rion sambil memperlihatkan foto pernikahannya dengan Mita yang menjadi wallpaper diHpnya kepada kedua wanita tadi.


Para pengunjung toko yang awalnya banyak mendukung kedua wanita tadi, mereka semua beralih menjadi mendukung Mita dan menyoraki kedua wanita tadi dengan nada geram.


"Pak kita lihat CCTV yang terpasang disini", kata Rion kepada Manager.


Manager langsung saja mengambil laptop dan membuka rekaman CCTV, terlihat jelaslah siapa yang salah didalam rekaman CCTV itu.


Kedua wanita itu ingin kabur, langsung dicegah oleh Rion.


"Pak, blacklist nama kedua wanita ini dan hafalin muka kedua wanita ini, jangan diperbolehkan masuk ketoko DM ini , maupun cabang toko ini, faham!!!! ", kata Mita kepada Manager tadi.


"Baik Nona Mackenzie", jawab Manager itu kepada Mita.


Sedangkan Rion yang mendengar Manager memanggil Mita dengan marga Mackenzie, Rion berfikir pasti toko ini ada hubungannya dengan keluarga Istrinya Mita. Dan ternyata tebakannya Rion benar.


"Maaf Nona kami harus memblacklist nama dan wajah kalian ditoko ini maupun semua cabang toko ini Nona-nona", kata Manager kepada kedua wanita tadi.


"Kenapa Pak, kita sudah lama menjadi langganan disini, dan kami pun member tetap ditoko ini, kenapa Bapak malah membela dia dibanding kan kami", kata salah satu wanita itu.


"Karena dia adalah adik kandungnya Tuan Dominic Mackenzie yang punya toko ini Nona", jawab Manager tadi kepada kedua wanita itu dan langsung membuat kedua wanita itu melotot karena terkejut ketika mengetahui jika Mita dari keluarga Mackenzie.


Banyak pengunjung yang mengabadikan perkelahian Mita dan kedua wanita tersebut, hingga membuat berita itu cepat menyebar dan meluas dijagad maya.


Dan membuat nama wanita itu semakin banyak diblack list ditoko-toko pakaian branded manapun yang ada dimall-mall karena ulah mereka sendiri.


🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴


Mila dan Zidan mereka sedang asik berbulan madu ya readers, jadi author sengaja tidak sering menampilkan mereka, jadi jangan sering ditanyakan ya, biarin mereka menikmati masa honeymoonnya tanpa gangguan kita πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜œπŸ˜œπŸ˜


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


***TBC***