BISSMILLAH WITH YOU

BISSMILLAH WITH YOU
HUKUMAN UNTUK ANE



Ketika para orang tuanya Ane, Santi dan serta Uli sudah sampai didepan ruangannya Pak Dekan, dengan bertanya kepada berbagai mahasiswa dan akhirnya mereka semua diantarkan oleh salah satu Dosen disitu, disinilah mereka semua sudah sampai didepan ruangan Pak Dekan.


"Terimakasih Pak", kata Ayahnya Uli mewakili semuanya. Dan dijawab anggukan serta senyum ramah oleh Dosen yang mengantarkan mereka tadi.


Kedua orang tuanya Ane, Santi, dan Uli mereka tidak sengaja berpas-pasan bertemu ketika akan keruangannya Pak Dekan. Dan tidak cuman Santi, Ane dan Uli kedua orang tua mereka masing-masing juga saling kenal karena persahabatan dari anak-anak mereka.


Kembali lagi kepada kedua orang tuanya Ane, Santi dan Uli yang sudah dipersilahkan masuk oleh Pak Dekan, didalam ruangannya Pak Dekan juga ada wakil Dekan serta Pak Rektor yang dipanggil oleh Pak Dekan tadi untuk keruangannya.


"Silahkan masuk Pak, Bu sekalian", kata ramah dari wakil Dekan yang membukakan pintu untuk kedua orang tuanya Ane, Santi, dan Uli.


Para orang tua hanya mengangguk memberikan jawaban kepada wakil Dekan yang membukakan pintu untuk mereka.


Kedua orang tuanya Uli, Santi dan Ane mereka pada bingung karena didalam ruangan itu tidak cuman ada anak-anak mereka melainkan juga ada orang lain yang tidak dikenal oleh kedua orang tuanya Ane, Santi dan Uli selain Pak Rektor dan Pak Dekan.


"Maaf siapa yang kedua orang tuanya Ane disini?? ", tanya Pak Rektor dengan ramah.


"Kami Pak", jawab Ayahnya Ane kepada Pak Rektor.


"Dan kami orang tuanya Santi,


"Kami orang tuanya Uli Pak,


Kata kedua orang tuanya Santi dan Uli secara bersamaan.


"Sebenarnya kita dipanggil kesini ada apa ya Pak?? ", tanya Ayahnya Santi kepada Pak Dekan.


"Saya memanggil Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian kesini karena anak-anak Bapak dan Ibu sudah melakukan tindakan yang membahayakan seseorang Pak, Bu", jelas singkat dari Pak Dekan.


"Maksudnya bagaimana ya Pak", tanya Ayahnya Uli dengan bingung.


"*Iya Pak, mohon bisa dijelaskan secara rinci bagaimana maksudny*a?? ", kata Ayahnya Ane juga kepada Pak Dekan.


Disaat yang lain pada tegang, Mila dan Zidan yang sedang duduk dishofa yang ada diruangannya Pak Dekan, dia malah merengek kepada Zidan sambil berbisik.


"Hubby, sweety lapar sekali, babynya sudah tidak tahan ingin makan", bisik Mila kepada Zidan dengan suara yang sangat kecil dan hanya Zidan yang mendengar.


Zidan dia tidak menjawab, akan tetapi Zidan memberikan kekuatan untuk menahan sebentar dengan mengusap perutnya Mila sekejap setelah itu menggenggam tangannya Mila. Karena Zidan tahu Mila setelah hamil lebih mudah lapar dan tidak bisa menahan lapar. Ingin rasanya Zidan pergi dari situ dan membelikan makanan untuk Mila, akan tetapi Zidan tidak enak dengan Pak Dekan dan yang lainnya.


Sedangkan Wakil Dekan dan Pak Rektor mereka pada duduk disebelahnya Pak Dekan. Pak Dekan yang mendengar pertanyaan dari para orang tuanya Ane, Santi serta Uli. Akhirnya Pak Dekan menjelaskan secara rinci kepada para orang tuanya Ane, Santi dan Uli.


Pak Dekan menjelaskan semua kejadian tadi yang ada didepan kamar mandi, dan Pak Dekan tadi juga sudah mengecek CCTV yang diberikan oleh Wakil Dekan tadi karena disuruh dari Pak Dekan.


Sambil menunggu para orang tuanya Ane, Santi serta Uli datang Pak Dekan juga sudah mengintrogasi kepada mereka bertiga tentang apa saja yang pernah mereka lakukan kepada Mila.


Ane dia tidak mau jujur, akan tetapi karena Uli yang disitu paling penakut, dia jujur semuanya yang pernah mereka lakukan kepada Mila. Sebenarnya masih ada satu lagi temannya Ane yang masih satu geng dengan Ane, akan tetapi dia belum menyelesaikan skripsinya, jadi dia tidak bisa wisuda bersama mereka bertiga.


Pak Dekan yang mendengar pengakuan dari Uli, akhirnya mendesak kepada Santi dan Ane untuk ikut jujur sejujur-jujurnya, dan betapa terkejutnya Zidan ketika mengetahui semuanya. Ingin rasanya marah sama Mila karena tidak mau jujur kepadanya, akan tetapi dia tahan karena Mila sedang hamil anaknya.


Pak Dekan juga menjelaskan kepada para orang tua mereka bertiga semua, tentang apa saja kelakuan anak-anak mereka selama kuliah jika bersama Mila yang sering mereka kasarin dan kerjain. Sungguh kedua orang tua Ane, Santi dan Uli sangat-sangat marah dan kecewa mengetahui cerita itu semuanya dari Pak Dekannya langsung.


"Pak, Bu, dia yang duduk disana adalah Mila dan suaminya Zidan, dan dari introgasi yang saya lakukan tadi, ternyata Ane yang menghasut para temannya untuk membenci dan mengerjai Mila, sebab Ane ini sendiri dia menyukai Pak Zidan suaminya Mila Pak, Bu", jelas lagi dari Pak Dekan yang membuat para orang tua mengalihkan pandangannya kearah Zidan dan Mila.


Zidan dan Mila mereka tersenyum kaku kepada kedua orang tuanya Ane, Santi dan Uli yang melihat kearahnya.


Kedua orang tuanya Ane, sangat marah dan malu sekali mengetahui kelakuannya Ane, yang menyukai suami orang dan rela melakukan apa saja demi melancarkan aksinya.


Ane, Santi dan juga Uli, mereka sudah sangat ketakutan sekali, seharusnya hari itu adalah hari bahagia untuk mereka karena bisa menyelesaikan kuliahnya, akan tetapi mereka harus mendapatkan amukan dari kedua orang tua mereka masing-masing nanti ketika sampai dirumah.


"Gelar sarjana yang kami sematkan untuk namanya Ane, Santi dan Uli kami cabut secara paksa dan mereka kami masukan kedalam daftar Mahasiswa yang kami DO dari kampus secara tidak hormat, sebab mereka merencakan suatu kejahatan yang bisa menyebabkan nyawa seorang bayi didalam kandungan bisa terancam Pak, Bu, apalagi mereka bertiga melakukannya itu didalam lingkungan kampus", lanjut dari perkataannya Pak Rekto (itu hukumannya Author yang pingin ya readers alias sesuka Author, jangan dikritik😁).


Para orang tua mereka masing-masing tambah syok mendengar hukuman yang diberitahukan oleh Pak Rektor tadi. Kedua orang tua Ane, Santi dan Uli yang awalnya bangga karena anak-anak mereka bisa diwisuda akhirnya berubah menjadi kekecewaan yang amat dalam.


"Maaf Pak, apa tidak bisa dirubah itu hukumannya, kenapa harus dicabut segala Pak itu gelar sarjana untuk anak-anak kami?? ", tanya Ibunya Santi kepada Pak Rektor.


"Maaf Bu, itu sudah ketentuan dan aturan dari kampus Bu, kami hanya menjalankannya saja, apalagi jika dilihat rencana anak-anak Bapak Ibu, sudah bisa dibilang tindakan kriminal Bu, karena berencana untuk menggugurkan anaknya Mila", jawab Pak Rektor kepada Ibunya Santi.


Ibunya Ane dia langsung saja berdiri dan berjalan menuju kearah Mila dan Zidan yang daritadi memperhatikan mereka semua berbicara.


"Nak, kamu akan menjadi seorang Ibu, maukan kamu memaafkan mereka bertiga", kata Ibunya Ane kepada Mila.


"Eh Ibu", kaget Mila karena tiba-tiba tangan kiri yang tidak digenggam Zidan langsung saja digenggam oleh Ibunya Ane.


"Mila sebenarnya sudah memaafkan mereka semua Ibu, tapi Ibu maukan memenuhi 1syarat dari Mila", kata Mila lagi kepada Ibunya Ane.


"Apa itu nak Mila", jawab Ibunya Ane.


"Tolong belikan Mila makanan ya Bu, sama teman-teman Mila juga ya, hitung-hitung buat syukuran untuk acara wisudanya Mila dan semuanya", kata Mila kepada Ibunya Ane sambil tertawa kecil.


"Hanya itu saja Nak Mila yang kamu mau?? ", tanya Ibunya Ane lagi.


"Iya Bu, memang apa boleh Mila nambah lagi?? ", kata polos Mila kepada ibunya Ane, sedangkan Zidan dia sudah meremas pelan tangan kanannya Mila yang dia pegang.


"Boleh jika kamu mau?? ", jawab Ibunya Ane.


"Kalau begitu, belikan minuman sama camilan juga deh Bu, kalau bisa sama dessertnya juga ya Bu", jawab Mila dengan polosnya, karena Mila sudah sangat lapar jadi yang ada difikirannya cuman makanan saja.


"Baiklah jika itu mau kamu Nak", jawab Ibunya Ane lagi.


"Yee makan-makan gratis", kata Mila dengan girangnya yang masih didengar oleh semua orang yang ada disitu.


Setelah berbicara kepada Mila Ibunya Ane dia kembali lagi duduk dikursi sebelah suaminya.


"Kalau begitu bolehkan kami permisi pulang Pak", tanya Ayahnya Ane kepada Pak Dekan.


"Silahkan Pak, dan maaf atas keputusan kami yang mengecewakan Bapak-bapak dan Ibu sekalian", jawab Pak Dekan kepada Ayahnya Ane dan semuanya.


Setelah itu para orang tua beserta Ane, Santi dan Uli pada berpamitan kepada Pak Rektor, Wakil Dekan dan Pak Dekan untuk kembali pulang, akan tetapi sebelum pulang para Ayah yaitu Ayahnya Ane, Santi dan Uli mereka memberikan sejumlah uang kepada Mila untuk membuat acara makan-makan yang tadi diminta Mila sebagai syarat.


Sebetulnya Mila dia sudah mencoba memaafkan semua kelakuannya Ane dan teman-temannya, akan tetapi karena Mila yang sudah sangat kelaparan dan tidak bisa berfikir jernih akhirnya dia mengajukan persyaratan untuk meminta dibelikan makanan untuknya dan teman-temannya.


Semua teman-temannya Mila yang masih belum pada pulang dan yang sudah pada pulang pun Mila menyuruh mereka kembali lagi kekampus serta mereka dikumpulkan semua sama Mila diAula karena akan mengadakan acara makan-makan bersama dari uang yang diberikan oleh orang tuanya Ane, Santi dan Uli tadi sebagai bentuk permintaan maaf anak-anak mereka.


Sedangkan Ane dan teman-temannya, mereka tidak cuman mendapat hukuman dari kampus akan tetapi juga amukan dari kedua orang tua mereka masing-masing ketika sampai dirumah.


πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘


Mungkin kurang beberapa Up lagi akan Author tamatin ya readers, setelah itu bisa fokus sama kisah cintanya Si AulπŸ˜ŠπŸ˜‰


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


***TBC***