BISSMILLAH WITH YOU

BISSMILLAH WITH YOU
PAPAH ZIYAS



"Bunda tahu Iyas liburan kemana?? ", tanya papah Ziyas.


"Katanya liburan kepedesaan gitu deh Pah, Bunda lupa tanya lengkapnya, paginya mau tanya ternyata itu anak sudah berangkat", jawab Bunda Lili kepada Papah Ziyas.


"Liburan ko kepedesaan, liburan ya ketempat wisata/ke taman hiburan gitu, lhah anak Bunda itu ko kepedesaan", heran papah Ziyas sambil menggelengkan kepalanya.


Mereka berdua sedang berbincang diruang keluarga setelah sarapan. Dan kebetulan ketika Qiyas mau berangkat liburan Papahnya sedang berada diLuar Negeri ada urusan bisnis.


"Kalau Papah penasaran telefon saja Iyasnya Pah", usul mamah.


"Baiklah nanti Papah telefon", jawab Papah Ziyas.


Tak berselang lama ada suara anak kecil yang sedang teriak-teriak masuk kedalam rumah mereka.


"Assalamu'alaikum uti", Alifa mengucap salam sambil berteriak-teriak.


Mami Anin yang mendengar anaknya teriak-teriak hanya menggelengkan kepala sambil menasehati, sedangkan si kecil Nela masih anteng tidur digendongan Mami Anin. Tidak terusik dengan suara berisik dari Kakaknya Alifa.


"Sayang tidak baik teriak-teriak, tidak sopan, ayo anak cantik, anak sholehah yang lembut sedikit dong", tegur Mami Anin menasehati Alifa.


Alifa hanya menganggukkan kepala ketika mendengar nasihat dari Maminya.


"Eeeh ada cucu uti sama kakung, sini-sini peluk cium uti sama kakung dulu", kata Bunda Lili dengan gembira ketika mengetahui yang berteriak-teriak tadi adalah cucunya.


Sedangkan Papah Ziyas cuman tersenyum senang dengan tingkah lucu cucu-cucunya.


"Itu Nela tidurin dulu saja dikamar Nin", kata Papah Ziyas menyuruh Kak Anin untuk menidurkan Nela.


Setelah menidurkan Nela dikamar, Anin bergabung dengan kedua orang tuanya.


"Iyas kemana Pah, ko tumben tidak kelihatan, kan ini hari M inggu", tanya Kak Anin kepada kedua orang tuanya.


"Iyas ambil cuti dan liburan udah satu bulan ini malah, kamu sih baru kesini jadi tidak tahu", jawab Bunda Lili kepada Kak Anin anak tertuanya.


"Hehe,... Anin lagi sibuk banget Bund, ditambah ngurus itu dua bocah yang lagi super aktif, terutama si Nela", jawab Anin sambil ketawa kecil.


"Ngomong-ngomong Iyas liburan kemana bund, biasanya itu anak kan gila kerja", tanya Kak Anin lagi.


"Itu coba tanya Papahmu katanya mau telefon tadi", jawab Bunda Lili.


Papah yang lagi sedang bermain dengan cucu pertamanya si Alifa langsung mengalihkan pandangannya kepada dua wanita yang dicintainya itu karena merasa namanya dipanggil.


"Ada apa", tanya papah Ziyas sambil melihat Bunda Lili dan Kak Anin secara bergantian.


Papah Ziyas langsung saja mengambil Hpnya yang ada dimeja. Dan langsung mendial nomornya Iyas.


"Hallo, Assalamu'alaikum Pah", Salam Qiyas setelah mengangkat hpnya yang bergetar tadi.


"Wa'alaikumussalam, kamu katanya ambil cuti dan lagi liburan?, liburan kemana Yas", tanya Papah Ziyas kepada Qiyas disambungan telefon.


Disambungan telefon Qiyas menceritakan lagi liburan kemana dan dimana, dan ngapain saja disana.


Sontak semua keluarganya yang mendengarkan ceritanya Qiyas pada terkejut. Mereka kira Qiyas liburan seperti orang-orang biasanya, ternyata dia memilih liburan yang berbeda dari yang lain.


"Baiklah Papah mengerti maksud kamu, hati-hati dan jaga diri disana", nasehat papah Ziyas kepada Qiyas.


"Assalamu'alaikum", sambung Papah Ziyas lagi.


"Baik Pah dan Wa'alaikumussalam Pah", jawab Qiyas sambil mematikan sambungan telefonnya.


........ ★★★★★★★★★★★★........


Dipesantren Qiyas yang lagi mengaji Mingguan seperti biasanya, tiba-tiba dia merasakan getaran hp yang ada disaku celananya, ketika melihat siapa yang menelfon ternyata Papahnya. Qiyas langsung saja permisi dan pamita kepada teman-teman mengaji yang ada disitu, untuk mengangkat telefon sebentar.


"Hallo Assalamu'alaikum Pah", kata Qiyas ketika dia sudah mengangkat telefonnya.


"Wa'alaikumussalam, kamu katanya ambil cuti dan lagi liburan?, liburan kemana Yas", tanya Papah Ziyas ditelfon.


Qiyas berfikir jika dia jujur lagi liburan dimana apakah Papahnya akan marah, karena sifat Papahnya yang terlalu sayang kepada keluarga, dan takut keluarganya kenapa-kenapa, sering melarang dan menasehati ini itu.


Akhirnya setelah berfikir beberapa detik Qiyas memberanikan jujur kepada Keluarganya terutama papahnya. Qiyas menceritakan lagi liburan dimana, kemana dan ngapain saja dipesantren ini.


Tanpa diduga ternyata Papah Ziyas tidak menanyai yang terlalu panjang dan sedikit memberi nasehat. Tapi Qiyas dengan keyakinan penuh bahwa Papahnya pasti akan menyelidiki dimana Qiyas sekarang, begitulah sifat dari Papahnya.


Dan setelah telefon papahnya terputus, Qiyas tiba-tiba melihat bayangan Kia lewat didepan Masjid tempat Qiyas mengaji, reflek Qiyas langsung berdiri dari duduknya, tapi dia teringat jika sebentar lagi Kia akan dikhitbah oleh Ustadz Faris, jadi Qiyas langsung mengurungkan niatnya, untuk melihat Kia.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Sabar-sabar Qiyas, tenangkan fikirmu😂😂😂


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


***TBC***