BISSMILLAH WITH YOU

BISSMILLAH WITH YOU
CHAPTER 78



Keesokan paginya Qiyas yang sudah berada diruangan kantornya mendengar pintu kerjanya diketuk.


Tok, tok, tok


"Masuk", jawab Qiyas dengan sambil membaca berkas.


Dan masukklah orang yang tadi mengetuk pintu, ternyata yang datang adalah sekertaris Qiyas sendiri.


"Oh kamu ternyata Zidan, ada apa?? ", tanya Qiyas ketika dia mendongak dan melihat ternyata Zidan yang masuk.


"Ini masalah honeymoon yang Tuan berikan kemarin sama Nona Kia", kata Zidan sambil berdiri dihadapan meja kerjanya Qiyas.


"Kamu ini, santai saja, kenapa formal sekali sih kan kita cuman berdua, silahkan duduk dulu", kata Qiyas kepada Zidan.


"Tapi ini kan dikantor Tuan", jawab Zidan.


"Tidak apa-apa, santai saja, bagaimana-bagaimana apa kurang, bisa Kakak tambahin harinya, mau berapa hari Zidan?? ", kata Qiyas lagi.


"Eeeh, bukan itu Kak, maksud saya kesini", kata Zidan.


"Lha terus?? ", kata Qiyas bingung.


"Maksud saya kesini ingin bilang, jika cuti honeymoonnya diundur setelah resepsinya Kak Qiyas dan Kak Kia, bisakah?? ", tanya Zidan kepada Qiyas.


"Kenapa??, kan lebih cepat lebih baik Zidan?? ", kata Qiyas.


"Tolong diundur ya Kak, setelah resepsinya Kak Qiyas saja", mohon Zidan.


"Baiklah-baiklah sesuai permintaanmu", jawab Qiyas.


"Tapi, kamu mau memundurkan jadwal begini, Mila tahu tidak?? ", tanya Qiyas lagi.


"Malahan yang memaksa dan menyuruh memundurkan jadwal ini Mila Kak", jawab Zidan dengan segera.


"Ok-Ok, baik akan Kakak turutin kemauan kalian", jawab Qiyas lagi.


"Terimakasih Kak", jawab Zidan dengan tersenyum dan dibalas senyum juga oleh Qiyas.


"Terus apa lagi yang ingin kamu sampaikan kenapa belum keluar?? ", tanya Qiyas kepada Zidan.


"Saya mau menyampaikan jika kerjasama kita dengan Perusahaan Paman Ibrahim yang diBali sudah berjalan 75% Kak dan semuanya aman terkendali, kecuali proyek kita yang ada diSemarang", lapor Zidan kepada Qiyas.


"Kenapa proyek kita yang ada diSemarang Zidan?? ", tanya Qiyas.


Zidan lalu memberikan map yang berisi berkas-berkas tentang proyek yang ada diSemarang kepada Qiyas. Dan Qiyas langsung membaca map yang diberikan Zidan kepadanya.


"Ini maksudnya bagaimana Zidan??, bukannya harga tanah sudah kita naikkan, kenapa masih ada warga yang belum mau menjual tanahnya kekita?? ", tanya Qiyas kepada Zidan dengan serius.


"Itu masalahnya Kak, saya merasa orang-orang kita yang ada disana ada yang korupsi, sudah saya dan Fadhil selidiki katanya mereka hanya menerima harga tanah sekitar tiga juta permeter, padahal kita sudah menaikkan harganya sekitar enam juta permeter Kak", lapor Zidan lagi.


"Baik kamu pantau terus, jangan sampai lengah, sekarang saya mau menyiapkan untuk resepsi saya nanti, dan mungkin setelah resepsi akan saya tinjau langsung ketempat", kata Qiyas.


"Baik Kak", jawab Zidan.


"Oh ya, satu lagi, sebelum kamu berangkat cuti nanti, tolong kamu kasih tahu Fadhil sama sekertaris saya yang lain apa saja pekerjaan kamu, supaya mereka tidak bingung jika kamu tinggal cuti lama", kata Qiyas kepada Zidan.


"Siap Kak", jawab Zidan.


"Apa ada yang ingin kamu sampaikan lagi?? ", tanya Qiyas..


"Tidak, kalau begitu saya permisi Kak Qiyas", pamit Zidan.


"Silahkan", jawab Qiyas.


Dan setelah Zidan keluar Qiyas kembali memeriksa dan menandatangani berkas-berkas yang harus dia selesaikan.


πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“


Dipantry kantornya Kia ada seseorang yang sedang mencari Mita, siapa lagi kalau bukan Rion.


"Kamu melihat Office girls yang bernama Mita tidak?? ", tanya Rion kepada seorang Office Boy.


"Oh Mita ya Tuan Rion, dia sudah mengundurkan diri dari satu minggu yang lalu Tuan", jawab OB tersebut.


Rion langsung sedikit membelalakkan matanya karena takut ketahuan OB yang ada didepannya jika dia sangat terkejut.


"Baiklah terimakasih", jawab Rion dan ingin berlalu.


"Apa Tuan membutuhkan sesuatu, biar saya buatkan atau belikan?? ", tanya OB tadi.


"Buatkan saya kopi susu saja tanpa gula dan antar keruanganku", jawab Rion.


"Baik Tuan, segera akan saya buatkan", jawab OB tersebut.


Rion lalu keluar dari pantry dan berjalan menuju lift karena ingin keruangannya. Ketika berjalan dia merasa getaran dan mendengar suara dering Hpnya yang ada disaku jaznya, dan ketika dilihat siapa yang menelfon ternyata sahabatnya.


"Hallo Dom, ada apa pagi-pagi menelfon?? ", kata Rion ketika mengangkat telefonnya.


"Tidak apa-apa, cuman mau tanya hari ini kamu sibuk tidak?? ", tanya Dom temannya Rion.


"Tidak terlalu", jawab Rion.


"Ok-ok bisa, tapi katanya kemarin kamu masih diSwiis?? ", tanya Rion.


"Iya, sudah pulang dari satu minggu yang lalu aku, kasusnya sudah selesai lebih cepat ternyata", jawab Dom lagi.


"Ok siap, sampai ketemu nanti, aku mau kerja lagi ya bro", kata Rion mengakhiri panggilannya.


"Siaaap!!! ", balas Dom dan juga langsung mematikan sambungan telefonnya.


Rion yang sudah sampai diruangannya pun dia langsung kembali mengerjakan pekerjaannya yang tertunda.


Waktu ternyata cepat berlalu dan sekarang sudah menunjukkan pukul dua belas siang.


"Siang Tuan", sapa Rion kepada Ayah Ibrahim yang baru keluar dari ruangannya.


"Siang juga", jawab Ayah Ibrahim kepada Rion.


"Rion saya mau keluar makan siang bersama anak dan menantu saya, mungkin akan sedikit terlambat datang kekantornya lagi, jika nanti ada yang mencari saya, katakan saya lagi keluar ya Rion", kata Ayah Ibrahim kepada Rion.


"Baik Tuan", jawab Rion sambil menundukkan badannya sedikit.


"Kamu istirahat dulu saja, pekerjaannya dilanjutkan nanti lagi", kata Ayah Ibrahim dan langsung berlalu meninggalkan Rion.


"Siap Tuan", jawab Rion.


Ketika Ayah Ibrahim sudah tidak terlihat lagi dihadapannya Rion dia lalu mengeluarkan Hpnya dan menelfon sesorang.


"Hallo, apakah kamu sudah sampai?? ", kata Rion disambungan telefon.


"Ini aku lagi menunggu adikku pulang kuliah, nanti aku langsung kesana", jawab seseorang yang ditelefon Rion.


"Ok, ini aku juga baru selesai mau meluncur kesana", jawab Rion.


"Nanti kalau sudah sampai telefon lagi ya bro, sudah dulu ya, ini adik aku sudah selesai kuliahnya", kata seseorang diseberang sana.


"Siaaap", jawab Rion dan langsung mematikan sambungan telefonnya.


Rion lalu mengantongi Hpnya disaku jaznya dan berlalu menuju kelift untuk turun kebawah. Setibanya diloby Rion langsung masuk kemobilnya yang sudah disiapkan satpam kantor tadi, karena sebelum keluar Rion sudah menghubungi seseorang untuk menyiapkan mobilnya.


Perjalanan yang Rion tempuh hanya memakan waktu sekitar dua puluh menit, dan setelah sampai diCaffe Rion lalu menghubungi sahabatnya tadi.


"Dom, aku sudah sampai ini?? ", kata Rion ditelefon dan sambil tengak tengok untuk mencari temannya.


"Sini", kata Dom yang sudah melihat Rion sambil melambaikan tangan.


Rion dan Dom langsung saja mematikan sambungan telefonnya. Dan Rion langsung menuju kemeja yang dipesan Dom untuk mereka yang berada didekat jendela.


"Wuiih, sepertinya lagi sama cewek nih, itu ada tas cewek siapa Dom, pacar kamu?? ", tanya Rion ketika sudah duduk dikursi yang berseberangan sama Dom.


"Ini tasnya adik aku siMalvia yang dulu sering kamu ajak main", jawab Dom kepada Rion.


"Sudah besar dong berarti dia", tanya Rion lagi.


"Sudah kuliah dia, dan dia lagi kekamar mandi", kata Dom lagi.


Tiba-tiba ada suara perempuan yang Rion kenal dan berada tepat disampingnya.


"Kakak Via pulang du.......... ", kata Mita terpotong ketika kaget melihat seseorang yang ada disampingnya.


Rion dan Mita sama-sama terkejut dan membelalakan mata mereka masing-masing, karena mereka tidak menyangka akan bertemu ditempat dan waktu yang tidak tepat.


Rion yang memanggil dengan panggilan Mita, sedangkan Kakaknya Dom memanggil Mita dengan panggilan Malvia. Rion tidak mengenali Mita karena mereka sudah lama sekitar lima tahunan tidak bertemu. Dan Rion terakhir bertemu Mita ketika Mita masih SMP.


Dan teman Rion yang dipanggil Dom itu adalah si Dominic Kakaknya Mita.


"Kamu", kata Rion duluan kepada Mita.


"Iya ini Malvia Rion adikku, masak kamu lupa sih padahal dulu sering kamu ajak main", kata Dominic kepada Rion.


"Bukannya dulu kamu bilang kalau adik kamu sekolah diluar negeri Dom?? ", tanya Rion bingung.


"Iya dulu dan baru pulang sekitar enam bulanan ini, dan pindah sekolah serta kuliah disini", jawab Dominic.


"Kakak Via pulang dulu ya, permisi", kata Mita tiba-tiba dan langsung mengambil tasnya serta dia buru-buru mau pergi.


Rion langsung saja berdiri dari duduknya untuk mengejar Mita.


"Dom aku permisi sebentar ya, mau kekamar mandi", pamit Rion kepada Dominic.


Dominic hanya mengangguk memberikan jawaban. Dan dia tidak memperhatikan kemana arah perginya Rion.


Mita yang baru sampai parkiran dia mendengar ada seseorang yang memanggil dirinya. Dan ketika dia berbalik arah, betapa kagetnya dia ketika melihat siapa yang memanggilnya.


"Mati aku", gumam Mita untuk dirinya sendiri.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


***TBC***