
Rion dan Mita setelah menikah sekitar satu bulan setengah, Mita dinyatakan positiv hamil anaknya Rion.
Ketika waktu itu diwaktu bangun tidur dipagi hari Mita yang tiba-tiba merasakan mual dan muntah yang tiada berhenti membuatnya lemas, karena setiap asupan makanan yang Mita makan selalu dia keluarkan.
Rion yang saat itu melihat Mita muntah begitu dia menjadi sangat khawatir dan gelisah. Sekitar jam sembilanan pagi akhirnya Rion membawa Mita kerumah sakit untuk memeriksakan keadaannya Mita.
Betapa sungguh bahagianya Rion ketika Dokter menyatakan jika Mita sedang positiv hamil. Rion dia tidak menyangka jika akan diberikan keturunan dengan Mita begitu cepatnya oleh Tuhan.
Mita juga tidak menyangka diumurnya yang masih muda dia sudah akan menjadi seorang Ibu. Akan tetapi Mita juga senang mengetahui jika dirinya sedang hamil. Rencana resepsi pernikahannya Mita terpaksa diundur Mita dan Rion karena akan melihat kondisinya Mita terlebih dahulu.
Ketika baru pulang dari rumah sakit dan sudah pulang keapartemennya Rion. Rion mengajak Mita untuk duduk dishofa yang ada diruang tamu.
Rion hari itu sudah menghubungi Ayah Ibrahim untuk ijin tidak masuk kantor karena mengantar Mita kerumah sakit dan Rion juga sudah menghubungi sekretaris Ayah Ibrahim untuk sementara menghandle jadwalnya Ayah Ibrahim.
"Via", kata Rion kepada Mita ketika Mita sudah disuruh duduk dishofa yang ada diruang tamu apartemen.
"Kak Ri kenapa sih, tumben??, jangan begini Kak, Mita tidak enak", kata Mita kepada Rion karena Rion tiba-tiba bersimpuh didepan Mita yang sedang duduk.
"Biarkan untuk sebentar Kakak begini dulu", jawab Rion kepada Mita.
"Terus Kak Ri mau ngapain?? ", kata Mita kepada Rion.
"Kakak akan jujur semuanya kepadamu Via,..... ", kata Rion sengaja menggantung dan membuat Mita jadi penasaran.
"Kakak kenapa, jangan buat Mita jadi mati penasaran Kak", kata Mita dengan sungguh sangat penasaran.
"Sebenarnya Kakak sudah menyukai Via dari Via masih kecil, waktu itu Kakak tidak berani mengungkapkannya kepada Via, karena umur Via yang terlalu kecil dan Kakak takut persahabatannya Kakak dan Kakakmu akan putus, dulu Kakak sering mengajakmu bermain karena Kakak kira Kakak menyayangimu seperti Dom menyayangimu Via,.............
Mita yang mendengar perkataannya Rion dia sungguh sangat terkejut sekali.
"Akan tetapi lama-kelamaan perasaan yang Kakak punya ternyata berbeda dari perasaan seorang Kakak kepada adiknya. Waktu Via pindah keluar negeri Kakak sudah berusaha melupakanmu, akan tetapi Kakak tidak bisa, hingga seorang gadis Office girls yang bernama Mita datang dan bisa mengalihkan perasaanku darimu Via, ternyata Kakak salah, Mita itu juga Via yang lagi menyamar........
Mita tertawa kecil mendengar perkataannya Rion yang terakhir. Dan masih setia mendengarkan perkataannya Rion suaminya.
"Setelah itu Kakak memanfaatkan keadaan untuk memilikimu seperti sekarang. Sungguh Kakak bukan pria yang romantis, tapi Kakak bersungguh-sungguh dengan perasaan ini. Ketika kita sudah menikah, ingin sekali Kakak mengungkapkannya kepadamu, akan tetapi Kakak tidak berani bilang padamu. Hingga Kakak saat ini mengetahui jika disini ada baby kita,... Kata Rion sambil mengusap perutnya Mita. Membuat Mita tersenyum manis kepada Rion karena mendengar dan melihat tindakannya Rion.
"Kakak ingin memulainya kepadamu tanpa ada kebohongan dan membesarkan anak kita sama-sama, maukah kamu Via?? ", kata terakhir Rion kepada Mita dan langsung mengeluarkan cincin emas putih kepada Mita.
Tanpa jawaban Mita langsung memeluk erat Rion yang ada didepannya sambil membisikkan kata-kata yang membuat Rion membalas pelukannya Mita begitu erat.
"Semenjak kita menikah Mita semakin kesini semakin mencintai Kak Ri, sama seperti Kakak, dan Mita mau membesarkan anak ini bersama Kakak", kata Mita sambil memeluk Rion. Dan langsung dibalas Rion pelukannya Mita.
Semenjak saat itu sifat dan sikap kakunya Rion sudah berubah jika bersama Mita, akan tetapi jika bersama selain Mita, Rion akan kembali menjadi Rion yang cuek dan dingin.
Semua keluarga besarnya Mita serta Rion sudah diberitahu tentang kehamilannya Mita. Dan Ayah Ed, Dominic dan Mamah Clau sangat bahagia, karena itu akan menjadi cucu pertama dikeluarga Mackenzie.
Dilain tempat Mila yang tidak mau kefikiran jika dia belum hamil. Akhirnya Mila menyibukkan dirinya untuk mengurusi skripsinya yang tinggal sedikit lagi mau selesai.
Zidan yang setiap hari melihat Mila mengerjakan tugas dan mengerjakan ini itu untuk menyelesaikan kuliahnya, dia tidak mau menambah beban fikirannya Mila dengan hal yang tidak-tidak terutama untuk hal anak. Jadi sebisa mungkin Zidan menghindari pembahasan begitu.
Terkadang Mila juga dibantu Zidan untuk menyelesaikan tugasnya. Karena Zidan tidak mau melihat Mila terlalu capek atau bisa sampai drop.
Sebab Zidan melihat Mila sangat bersungguh-sungguh ingin cepat menyelesaikan kuliahnya, hingga terkadang sampai melupakan makannya.
Jika Mila bisa menyelesaikan skripsinya sesuai waktu, Mila akan diwisuda sekitar empat bulanan lagi, dan itu bertepatan dengan Kia yang sudah hamil ditrimester ketiga.
π‘π‘π‘π‘π‘π‘π‘π‘π‘π‘π‘π‘
Kita geser keKia dan Qiyas yuk.
Kia setelah acara syukuran empat bulanan kemarin dia dan suaminya Qiyas sudah berbicara kepada semua keluarganya terutama Ayah Ibrahim jika Kia akan dirumah saja tidak kembali kekantor.
Ayah Ibrahim dia menyutujui, bahkan jika Kia tidak mau berhenti malah Ayah Ibrahim akan menyuruh Kia berhenti. Karena Ayah Ibrahim sangat khawatir dengan kondisinya Kia yang sedang hamil twins sekaligus. Ayah Ibrahim dia juga sudah mempromosiin Rion yang akan menggantikan Kia.
Karena Ayah Ibrahim sudah mengetahui bagaimana kinerjanya Rion dalam bekerja, serta Rion juga sudah bekerja dengan Ayah Ibrahim sudah lama, jadi Ayah Ibrahim yakin jika Rion bisa dan sanggup untuk menjadi CEO diperusahaannya.
Ketika dirumah Kia sudah merengek dengan Qiyas untuk diajak kekantor IRAWAN CORP karena entah kenapa rasanya Kia ingin sekali ikut Qiyas dalam bekerja.
Dan Qiyas mengiyakan saja perkataannya istrinya Kia. Saat ini Kia sedang berada diruangannya Qiyas dan Kia entah kenapa selalu melihat kearah Qiyas terus. Membuat Qiyas tertawa kecil melihat tingkahnya Kia.
"Kamu ini nglihatin Abi terus kenapa sayang?? ", kata Qiyas kepada Kia yang duduk dishofa yang ada diruangannya Qiyas.
"Tidak tahu, dedek paling Abi yang ingin melihat Abinya", jawab Kia kepada Qiyas.
Membuat Qiyas hanya tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya dan terus melanjutkan pekerjaannya.
Tiba-tiba Kia ingin sekali makan diCafe yang ada diseberang kantornya Qiyas, karena dulu sebelum menikah dengan Qiyas, Kia pernah mampir keCafe itu bersama Zahra, dan Kia memesan es krim rasa coklat cappucinonya yang rasanya lembut dan enak tidak bikin eneg.
Membuat Kia langsung bilang kepada Qiyas untuk membeli es krim itu lagi diCaffe itu.
"Abi", panggil Kia kepada Qiyas.
"Iya Umi", jawab Qiyas tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas yang dia baca.
"Anterin Umi beli es krim diCaffe depan yuk", kata Kia kepada Qiyas.
Qiyas lalu mengalihkan pandangannya kearah Kia.
"Tumben Umi pingin kesitu, jika ingin sesuatu bilang saja, biar nanti Abi bilang sama OB untuk membelikan", kata Qiyas kepada Kia sambil melihat kearahnya Kia.
"Tidak mau Abi, Umi maunya makan disitu, Umi mau beli es krim rasa coklat cappucinonya abi", rengek Kia kepada Qiyas.
Ternyata tanpa terasa ternyata usia kehamilannya Kia sudah menginjak sekitar lima bulan saja. Dan perut Kia juga sudah terlihat membesar walaupun dia memakai baju dan hijab syar'inya.
Dibulan yang kelima ini Kia sudah tidak mengalami mual muntah akan tetapi sikap manjanya kepada Qiyas melebihi sebelum hamil. Dan Qiyas pun merasakan sendiri, jika Kia lebih manja kepadanya. Dan jika tidak diturutin Kia akan menangis tanpa suara akan tetapi air mata tidak henti-henti mengalir dari matanya Kia, hingga Qiyas akhirnya mengalah untuk membelikan apa yang diinginkan Kia.
"Baiklah ayo Umi, Abi antar", jawab Qiyas akhirnya kepada Kia, walaupun pekerjaannya dia belum selesai.
Qiyas dan Kia akhirnya sampai juga didalam Cafe depan kantornya Qiyas. Mereka hanya berjalan kaki dan menyeberang jalan sebentar sudah langsung sampai.
Ketika Kia dan Qiyas sedang bercengkerama tiba-tiba datanglah seorang wanita dengan perut besar seperti Kia.
"Qiyas, seperti ini ternyata kelakuanmu dibelakangku, hingga tega menduakanku, kamu tidak ingat aku sedang hamil, ini anak kamu Qiyas", kata wanita yang sedang hamil itu kepada Qiyas.
Perkataan wanita itu membuat Kia dan Qiyas terlonjak kaget. Dan semua pengunjung didalam situ pandangannya langsung terarah kemejanya Qiyas dan Kia. Karena wanita hamil yang mengaku-ngaku istrinya Qiyas dia berbicara dengan suara yang lumayan keras.
Tiba-tiba suara mengaduh Kia membuat Qiyas geram dengan wanita hamil yang mengaku-ngaku istrinya.
"Aduuhhh, auu", ringis Kia sambil memegangi perutnya.
"Jika terjadi apa-apa dengan istri dan baby twinsku akan aku bunuh dirimu!!!", Kata Qiyas dengan geram, tegas dan lantang sambil memegangi perutnya Kia.
ππππππππππππ
Penasarankan,π πππ, sebelum dicincang readers Author mau kabuuuuuuuuuurrrr ππππππππ.
ππππππππππππ
***TBC***