
*JUST INFO*
Jika yang sudah baca dari awal pasti tahu ya nama aslinya dari Papah Ziyas. Baca diepisode yang RAFFASYA QIYAS IRAWAN. Dan pasti kalian akan mudeng karena author bikin Mamah Clau adalah adiknya Papah Ziyas.
Semua keluarganya Papah Ziyas yang beragama Islam hanya Papah Ziyas dan yang lain masih menganut agama yang diajarkan kedua orang tuanya Papah Ziyas.
Salam kenalπππ
π°π°π°π°π°π°π°π°π°π°π°π°
Pesta resepsinya Kia dan Qiyas benar-benar sangat mewah sekali, dan kata para wartawan pesta resepsinya Qiyas dan Kia adalah pesta pernikahan termewah serta termegah tahun itu.
Semua para kolega, para gadis, para model mereka semua pada terkejut dengan undangan dan berita tentang pernikahannya Kia dan Qiyas.
Karena setahu mereka semua Qiyas tidak pernah terlihat satu kalipun jalan sama yang namanya perempuan kecuali Bunda dan Kakaknya Anin.
Banyak para perempuan dari berbagai profesi yang patah hati dengan pernikahannya Qiyas, ada pula yang kolega-kolega bisnisnya Qiyas yang mempunyai anak perempuan mereka sudah pupus harapan untuk bisa menjadi anggota keluarga IRAWAN.
Akan tetapi masih ada pula yang menyodorkan anaknya untuk dijadikan istri keduanya Qiyas, karena semata-mata ingin menjadi anggota keluarga IRAWAN.
Dan Qiyas menjawab tindakan koleganya yang seperti itu dengan perkataan yang santai tapi langsung menusuk dihati mereka.
"Jika Tuan tidak mau kehilangan Perusahaan Tuan, lebih baik diam dan jangan pernah menawarkan anak perempuanmu lagi kepadaku, karena anak perempuanmu tidak ada apa-apanya dibandingkan istriku Kia", kata Qiyas tegas kepada kolega yang menawarkan anak perempuannya untuk dijadikan istri kedua Qiyas.
Mereka para kolega yang sudah mengetahui bagaimana amarahnya seorang Qiyas Irawan, para kolega sudah tidak berani lagi menawarkan anak-anak gadisnya kepada Qiyas.
Sedangkan Kia yang mendengar perkataannya Qiyas tadi dia semakin mencintai suaminya Qiyas. Karena jujur saja tadi ketika ada beberapa kolega yang menawarkan anak perempuannya untuk dijadikan istri kedua hati Kia begitu sakit. Kia sampai takut jika Qiyas akan tergoda.
Tetapi ketika mendengar perkataan Qiyas kepada para kolega yang menjengkelkan itu, Kia semakin berjanji dengan dirinya sendiri untuk semakin mencintai Qiyas.
Banyak yang mencemooh Kia yang menjadi istrinya Qiyas, karena Kia tidak tipe wanita yang modis seperti bayangan orang-orang karena fikir banyak orang istri dari seorang Qiyas Irawan adalah wanita yang modis dan cantik serta seksi. Ternyata tebakan mereka semuanya adalah salah.
Banyak wartawan yang mencari tahu sosok Kia istrinya Qiyas itu seperti apa, dan setelah mereka semua tahu, jika istri seorang Qiyas adalah wanita sholehah, anak dari Keluarga IBRAHIM dan dia juga seorang CEO diPerusahaan IBRAHIM COMPANY Perusahaan yang cukup besar serta Kia juga sudah sering dan banyak memenangkan tander, membuat sekarang sudah tidak ada lagi cibiran yang berani mengatai Kia. Apalagi sampai terdengar dikupingnya Qiyas jika ada pemberitaan jelek tentang Kia, siap-siap riwayat mereka akan hancur dengan kemarahannya Qiyas
Ketika sedang proses salam bersalaman kepada semua tamu, tibalah saatnya Rion dan Mita mereka menyalami kepada kedua mempelai.
"Mita, katanya kamu sudah menikah, mana suami kamu?? ", tanya Papah Ziyas dengan tengak tengok melihat dibelakang Mita kepada Mita ketika Mita baru sampai salaman diPapah Ziyas.
"Mita kamu sudah menikah nak?? ", tanya Bunda Lili dengan terkejut.
"Iya, nanti Papah ceritain", yang menjawab bukan Mita, melainkan Papah Ziyas.
"Itu, suami Mita ya dibelakang Mita paman", jawab Mita dengan mengusap tengkuknya sambil tertawa garing.
Papah Ziyas langsung melihat kearah belakang Mita, dan dibelakang Mita ada Rion sekertarisnya Ayah Ibrahim.
"Masak Rion suaminya Mita, tidak mungkin ah", bathin Papah Ziyas sambil melihat kearah Rion.
"Itu yang dibelakang kamu Rion Mita", kata Papah Ziyas mengalihkan pandangannya kearah0 Mita.
"Iya itu suaminya Mita", jawab Mita dengan kikuk membuat Papah Ziyas dan Bunda Lili yang mendengar sangat terkejut. Karena Bunda Lili juga tahu siapa itu Rion.
"Apaaaaa!!!! ", jawab Papah Ziyas dan Bunda Lili sedikit keras secara bersamaan, membuat semua orang yang mendengar mereka semua mengalihkan pandangannya kearah Papah Ziyas dan Bunda Lili, termasuk Qiyas dan Kia.
Sedangkan orang-orang yang sudah tahu jika Rion adalah suaminya Mita, mereka tertawa mendengar Papah Ziyas dan Bunda Lili sangat terkejut kepada Mita.
Papah Ziyas dan Bunda Lili sontak mengalihkan pandangannya keRion yang ada dibelakangnya Mita.
"Rion, ini kamu beneran Rion sekertarisnya Pak Ibrahim kan?? ", kata Papah Ziyas dengan nada yang sangat terkejut.
"Iya Tuan, saya Rion sekertarisnya Tuan Ibrahim", jawab Rion dengan menyalami tangannya Papah Ziyas.
"Bagaimana ceritanya kamu bisa menjadi suami dari keponakan saya", tanya Papah Ziyas.
"Apaaaa!!! ", gantian Rion yang terkejut mendengar kabar hubungan Mita dengan Papah Ziyas.
"Iya, Mamahnya Mita adik kandungku Rion", jawab Papah Ziyas.
"Sudah nanti saya ceritain yah Kak, kami permisi dulu ya Paman, Bibi", kata Mita kepada Rion dan Papah Ziyas serta Bunda Lili karena tidak enak, sebab Rion tadi teriak cukup keras.
Mita dan Rion lalu melanjutkan jalannya menuju dikedua mempelai dan diAyah Ibrahim serta Mamah Dian.
Rion dan Mita mereka langsung mencari tempat duduk yang kosong. Setelah mereka duduk Rion meminta penjelasan kepada Mita tentang silsilah keluarganya. Dan Mita lalu menceritakan semuanya kepada Rion siapa saja keluarganya.
"Jadi Tuan Ziyas itu Kakak tertuanya Mamah Clau Via", tanya Rion ketika sudah mendengar cerita dari Mita. Dan Rion memanggil Mita dengan panggilan Via seperti dulu.
"Iya Kak", jawab Mita dengan sambil memakan makanannya.
"Tapi kenapa kemarin Tuan Ziyas tidak diundang diacara pernikahannya kita?? ", tanya Rion lagi dengan nada kaku.
"Itu yang salah Kak Rion kenapa mengajak menikahnya mendadak, jadi tidak bisa mengundang semua keluarga besarku", kata Mita dengan sedikit sewot.
"Maaf", kata Rion dengan tidak ada ekspresi.
"Tulus tidak sih minta maafnya, mukanya tidak ada ekspresi sama sekali seperti itu", gerutu Mita dengan suara yang sangat kecil.
"Apa kamu bilang sesuatu", tanya Rion kepada Mita ketika mendengar Mita berbicara dengan tidak jelas.
"Tidak, tapi Mita tetap ingin nanti ada resepsi lho Kak, biar semua keluarga besar Mita pada tahu semua, kalau Mita sudah menikah, dan biar tidak ada keterkejutan lagi seperti tadi", kata Mita kepada Rion.
"Baik", jawab Rion dengan singkat.
Mita yang melihat dan mendengar jawaban Rion dia langsung mencibirkan bibirnya kepada Rion, karena gemas memiliki suami yang tidak ada ekspresinya.
"Dasar robot, nanti malam kalau aku gelitikin dia geli tidak sih penasaran aku, eeh tapi nanti jika aku gelitikin aku juga yang kalah, kemarin malam saja pegalnya masih sampai sekarang, ini juga punyaku masih sedikit nyeri, tidak-tidak, biarin sajalah", bathin Mita panjang lebar sambil melihat kearah Rion.
Rion yang lagi membalas pesan masuk diHpnya merasa dilihatin Mita dia langsung mendongakkan kepalanya dan ternyata memang benar Mita sedang melihat kearahnya sambil melamun.
Rion lalu melambaikan tangannya kearah Mita, sambil memanggil-manggil namanya Mita.
"Via, hay Via", panggil Rion dengan melambaikan tangan karena masih belum sadar, Rion lalu mengguncang tangannya Mita.
"Eh, ada apa Kak, jangan minta lagi ya, Mita masih nyeri, ups", kata Mita dengan keceplosan dan langsung menutup mulutnya sendiri.
Rion yang mendengar celetukannya Mita, dia tersenyum miring, padahal dihatinya Rion dia ingin tertawa senang.
"Kamu lagi melamunin kegiatan kita yang semalam Via", goda Rion dengan tanpa ekspresi, dan malah tersenyum miring.
"Kakak itu mau menggoda atau bagaimana sih, tidak ada ekspresinya sama sekali", jawab Mita mengalihkan pembicaraan karena gemas melihat mukanya Rion.
"Baiklah ikut aku jika kamu mau aku goda", jawab Rion kepada Mita.
"Tidak-tidak, tidak mau, Mita tau kearah mana kata-kata Kakak", kata Mita.
Rion lalu tertawa kecil menanggapi perkataannya Mita. Mita yang baru melihat Rion tertawa dia sampai terbengong mendengar suara tawanya Rion.
"Kakak ternyata bisa tertawa juga yah", kata Mita membuat Rion langsung diam.
"Untung cinta, jika tidak, sudah aku tendang itu mulut", bathin Rion sambil melihat kearah Mita.
"Kakak ganteng jika tertawa begitu", kata Mita lagi, karena Rion hanya diam saja.
Rion reflek langsung tersenyum mendengar perkataannya Mita, dan sambil mengusap rambutnya Mita.
"Kamu cantik hari ini, dan aku suka", kata Rion sambil mengusap rambutnya Mita.
"Kayak lirik lagu Kak", jawab Mita kepada Rion. Membuat Rion tertawa lagi.
Akhirnya Mita dan Rion mereka larut dengan pesta pernikahannya Qiyas dan Kia. Setelah kenyang dan puas menikmati pesta pernikahannya Qiyas serta Kia, Rion dan Mita mereka pulang keApartemennya Rion, karena setelah menikah Mita ikut pindah bersama Rion keapartemen. Tapi ada satu kejadian yang benar-benar membuat semua orang yang ada disitu pada terkejut. Mau tahu readers siapa orangnyaππππ
ππππππππππππ
***TBC***