
Para Keluarganya juga sangat terkejut sekali mendengar pengakuan para teman-temannya Mila. Sedangkan Ane dan kedua temannya mereka sudah semakin ketakutan sekali.
"Apa benar yang dikatakan oleh semua teman-teman kamu Mila", tanya Mamah Sabrina kepada Mila.
"Iya Mah, bahkan Ane dan teman-temannya pernah menyobek tugas-tugas Mila dan membuangnya ditempat sampah", jawab Mila dan dengan nada yang manja dia mengadukannya kepada Mamahnya.
Entah kenapa rasanya Mila ingin sekali dimanja sama Keluarganya. Karena bisa mungkin itu bawaan baby, sebab semanja-manjanya Mila dia tidak pernah seperti sekarang manjanya ketika sedang hamil.
"Jangan menuduh sembarangan deh kamu!! ", kata teman Ane dengan teriak yang juga satu geng dengan Ane.
"Huaaaaaa, Mila dibentak lagi", kata Mila dengan menangis kencang sambil menyembunyikan wajahnya dijasnya Zidan.
Keluarganya yang melihat kelakuannya Mila mereka pada saling melihat dan menggelengkan kepalanya, karena fikir mereka itu bawaannya baby, karena Keluarganya Mila tahu, jika Mila tidak pernah semanja itu.
Sedangkan Ane yang melihat kelakuannya Mila dia memutar bola matanya jengah dan dengan bibir yang mencibir.
"Mila itu tidak asal menuduh, karena waktu itu Mila langsung saja mengcopy lagi tugasnya yang ada diflashdisk dan aku sebagai saksinya yang menemani Mila mencopy tugasnya lagi dan melihat juga jika tugasnya Mila sudah robek", kata teman perempuannya Mila membela Mila. Dan dianggukin Mila.
"Bisa jadi itu kan Mila sendiri yang merobeknya", bantah Ane.
"Kita itu yang tahu bagaimana karakternya Mila, jika Mila marah sampai merobek tugasnya, apa jadinya jika Mila marah karena kelakuan kalian semua, bisa jadi dia merobek mulut dan isi perutmu yang penuh dengan sampah itu", bela temannya Mila memutar balikkan kata, dan langsung membuat Ane dan teman-temannya seketika pada diam.
Zidan yang mendengar perkataan temannya Mila dia tersenyum miring kepada Ane. Sedangkan para Keluarganya masih menatap marah kepada Ane dan kedua temannya.
Mila yang mendengar perkataan temannya dia langsung saja mengangkat wajahnya dari dadanya Zidan. Dan berkata sesuatu yang membuat Ane menjadi marah setengah mati.
"Jangan Nao kasihan kalau dirobek mulut sama perutnya nanti bisa mati, mendingan kita hukum saja dia bagaimana??, atau suruh saja mereka makan cabe setengah kilo kan nanti dia mules tuh, kan itu sama saja membuang sampah diperutnya", kata Mila kepada temannya Nao yang membelanya tadi dengan ekspresi yang membuat gemas para Keluarganya.
Dan semua Keluarga, Zidan serta para teman-temannya pada meringis ngilu membayangkan hukuman dari Mila.
Tiba-tiba ada yang datang menegur mereka semua yang sedang berkerumun. Dan ternyata orang itu mempunyai kuasa yang tinggi dikampus itu.
"Maaf ada apa ini ya kenapa berkerumun seperti ini?? ", tanya seseorang yang ternyata dia adalah seorang Dekan disitu sekaligus yang mempunyai yayasan kampus tempat Mila kuliah.
"Ini Pak, mereka itu sengaja menjegal kakinya Mila anak saya, agar Mila terjatuh dan keguguran", adu Mamah Sabrina kepada Pak Dekan tersebut.
Pak Dekan yang mendengar aduannya Mamah Sabrina dia langsung memasang wajah yang tidak bersahabat seperti tadi. Sedangkan Ane dan teman-temannya sudah sangat ketakutan sekali, karena yang dihadapin mereka adalah Dekan sekaligus yang punya Yayasan.
"Siapa nama kalian bertiga", tanya Pak Dekan kepada Ane dan kedua temannya.
"Saya Ane Pak,
"Saya Santi Pak,
"Saya Uli Pak Dekan
Jawab Ane dan kedua teman-temannya. Secara bergantian.
"Yang dikatakan Ibu ini apakah benar jika kalian akan mencelakai Mila?? ", tanya Pak Dekan kepada Ane dan kedua temannya.
"Bukan Pak, mereka semua bohong", jawab Ane dengan lantang kepada Pak Dekan supaya bisa sangat menyakinkan sekali.
"Pak maaf menyela, apakah kedua CCTV itu masih menyala dan berfungsi?? ", tanya Zidan kepada Pak Dekan dengan sambil menunjuk CCTV yang terpasang.
"Mampus aku lupa jika ada CCTV disini", batin Ane ketika mendengar perkataannya Zidan. Sedangkan kedua teman Ane sudah semakin ketakutan sekali.
"Masih berfungsi sangat baik Pak", jawab Pak Dekan kepada Zidan.
"Kami mengaku Pak, kami memang berniat ingin mencelakai Mila, agar Mila terjatuh dan dia keguguran Pak, kami melakukan itu diajak Ane, sebenarnya dia yang meminta kami berdua untuk menemaninya melancarkan aksinya Pak Dekan, ampuni saya Pak", kata temannya Ane yang bernama Uli kepada Pak Dekan karena dia sudah sangat ketakutan sekali.
Semua Keluarganya Mila dan Zidan mereka pada sangat geram sekali.
"Anda sudah tahu Pak harus bagaimana dengan mahasiswa anda yang seperti itu Pak?? ", kata Ayah Erlangga kepada Pak Dekan. Dan Pak Dekan hanya mengangguk memberikan jawaban kepada Ayah Erlangga.
"Iya Pak, apa yang dikatakan Uli adalah benar Pak, dan selama ini Ane tidak menyukai Mila, karena Mila bisa mempunyai teman yang banyak, baik itu laki-laki atau perempuan Pak, dan Ane sengaja ingin membuat Mila keguguran karena fikir Ane ketika Mila keguguran Ane ingin mendekati Mas Zidan suaminya Mila Pak Dekan, sebab Ane sangat menyukai Mas Zidan ketika pertama kali melihat Mas Zidan mengantar Mila kekampus Pak Dekan", jujur Santi yang membuka semua rahasia dan maksud dari Ane. Karena dia juga sama takutnya dengan Uli.
Ane yang mendengar rencananya dibongkar oleh Santi temannya dia ingin sekali menampar mukanya Santi.
"Dasar sia****n si Santi", batin Ane geram kepada Santi.
Pak Dekan dan semuanya yang mendengar pengakuan dari Santi pada marah sekali.
"Ane, Santi, Uli, ikut Bapak keruangan sekarang, dan Mila sama Mas Zidan mohon ikut juga", kata tegas Pak Dekan kepada Ane, Santi dan Uli.
"Kami semua akan ikut dengan kalian dan akan menunggu diluar Zidan", kata Papah Angga kepada Zidan dan dianggukin oleh yang lain.
Ane dan kedua temannya langsung saja mendapat sorakan yang begitu keras dari teman-temannya Mila sedangkan Mila emang sudah dari sananya sedikit rada, eh ditambah bawaan baby dia makin rada.
"Mana teman-teman semangatnya buat Mila", kata Mila sambil menyemangati teman-temannya untuk mendukungnya.
"Lha itu baru temannya Mila, terimakasih semua", kata Mila sambil memberika ciuman jarak jauh kepada semua teman-temannya yang memberikan yel-yel aneh menurut Zidan dan Keluarganya.
Zidan dan semua keluarganya yang melihat kelakuannya Mila sedikit terhibur karena tingkahnya Mila.
"Kasihan Mas Zidan yah, Mila kayakke tambah edan karena efek hamil", kata temannya Mila yang medok dengan bahasa jawanya. Ketika Mila dan semua Keluarganya sudah tidak ada disitu.
"Harusnya kasihan itu sama Ane, karena aku lihat Ane akan dikerjai Mila, karena bawaan baby yang ada diperutnya Mila deh",kata temannya Mila yang lain.
"Iya benar tuh, tapi daripada kasihan aku lebih dominan untuk menyukurkan Ane", jawab temannya yang lain.
"Semoga saja Ane dan kedua temannya mendapat hukuman yang membuatnya jera dan mendapat hukuman juga dari Mila yang menghibur kita semua yah", kata teman yang lain. Dan langsung diaamiinin oleh teman-teman yang lain.
Kembali lagi keMila, Zidan, Ane dan kedua temannya yang sudah sampai diruang Dekan.
Diruangan itu Ane, Santi dan Uli mereka pada menunduk ketakutan karena Pak Dekan langsung saja menelfon kedua orang tuanya mereka masing-masing untuk datang keruangannya.
Kedua orang tua Ane, Santi, Uli mereka pada datang keacara wisudanya mereka, akan tetapi tadi Ane, Santi dan Uli mereka ijin kepada orang tua mereka masing-masing untuk keruang para Dosen dan kekelas sebentar untuk berfoto selfie ria sebagai kenangan, begitulah sekiranya ijin mereka, dan para orang tua mereka pada menunggu diparkiran sambil menunggu anak-anak mereka kembali. Betapa terkejutnya para orang tuanya Ane, Santi dan Uli ketika ditelfon langsung oleh Pak Dekan untuk datang keruanganya. Mereka semua pada bertanda tanya, dan pada bingung sekali.
ππππππππππππ
***TBC***