
Tanpa terasa wisudanya Mila hanya sebentar lagi, tinggal menghitung hari. Dan Mila sungguh sangat tidak sabar menantikannya untuk cepat-cepat diwisuda. Walaupun Zidan tidak mengijinkan Mila bekerja setelah lulus kuliah.
Mila yang setelah acara syukuran Kia kemarin entah kenapa naf***u makannya lebih banyak dari biasanya. Zidan pun juga merasa heran dengan naf**u makannya Mila, dan Mila pun terlihat sedikit gendutan dari biasanya.
Mila juga sadar jika dia sering lapar dan jika makan rasanya seperti kurang terus. Mila juga menyadari jika dia sudah telat sepuluh hari, akan tetapi dia tidak mau berfikiran yang sangat jauh, karena dia takut kecewa lagi seperti yang kemarin-kemarin.
Dan entah Mila mendapat keberanian darimana, pagi-pagi sekali ketika dia terbangun dari tidurnya dimalam hari, dan waktu itu jam masih menunjukkan pukul dua dini hari. Mila yang terbangun karena lapar, setelah makan camilan dan buah-buahan yang ada dikulkas, Mila mencoba mengecek apakah dirinya hamil atau tidak.
Mila yang masih selalu sedia test pack untuk berjaga-jaga pun akhirnya dia membawa dua test pack yang dia punya dia bawa kekamar mandi. Mila juga sudah menampung urinnya terlebih dahulu daritadi. Dan ketika sudah benar-benar mantap, Mila lalu mencelupkan dan melakukan sesuai petunjuk yang ada dikemasan.
"Bissmillah", kata Mila setelah mencelupkan test pack dan melakukan sesuai petunjuk yang ada dikemasan.
Dengan harap cemas Mila menunggu hasil yang keluar dari test pack tersebut. Karena sebelumnya Mila juga sudah pernah telat seminggu, kadang lima hari, akan tetapi jika Mila test selalu hasilnya negativ.
Dan kali ini Mila sudah telat sepuluh hari karena Mila takut jika terlalu dini mengeceknya, seperti kemarin-kemarin hasilnya akan selalu membuat dirinya akan down karena hasilnya tidak seperti yang dia inginkan.
Setelah dirasa cukup Mila mengambil dua test pack yang tadi dia pakai test. Dengan mata yang terpejam Mila dengan perlahan-lahan membuka matanya untuk melihat hasil test packnya.
"Ini pasti aku lagi mimpikan?? ", kata Mila dengan sambil mengucek matanya.
Mila lalu melihat ketest pack yang satunya lagi, dan hasilnya pun sama. Mila dengan berhati-hati dan tidak sabaran dia langsung saja keluar dari dalam kamar mandi dan Mila langsung saja membangunkan Zidan suaminya.
"Hubby, Hubby, Hubby ayo bangun", kata Mila sambil menggoyangkan badannya Zidan.
Dan Zidan dia yang lagi tertidur lelap pun terkejut dengan goyangan dibadannya karena panggilannya Mila.
"Ada apa sweety, Hubby masih ngantuk", jawab Zidan dengan suara serak khas orang yang belum sadar dari tidurnya.
Setelah berkata seperti itu Zidan tidur lagi. Dan Mila yang melihatnya menjadi sedikit gemas dengan Zidan. Mila lalu bangkit dari ranjang dan dia berjalan menuju saklar lampu untuk menghidupkan lampu utama yang ada dikamarnya. Dan setelah menyala lampunya Mila kembali lagi menuju keranjang untuk membangunkan Zidan.
Mila perlahan-lahan mendekatkan wajahnya ketelinga Zidan, dan membisikkan kata-kata yang membuat Zidan dengan ampuh langsung terjaga dari tidur lelapnya.
"Apa benar yang kamu bilang sweety?? ", tanya Zidan kepada Mila dengan sangat bersemangat sekali dan dia juga sudah terjaga dari tidurnya.
Pertanyaannya Zidan Mila jawab dengan anggukan dan senyum yang sangat cerah sekali. Dan Mila lalu menunjukkan kedua test pack tadi kepada Zidan.
Dengan sangat bersemangat sekali Zidan lalu mengambil test pack yang diberikan oleh Mila kepadanya. Dengan rasa yang tidak percaya dan tangan bergetar Zidan melihat hasil dua garis yang tertera disetiap test pack yang dia pegang.
"ini beneran sweety?? ", tanya Zidan kepada Mila.
"Beneran Hubby", jawab Mila kepada Zidan dengan tersenyum senang.
"Sebentar-sebentar, tunggu disini sebentar", kata Zidan kepada Mila.
Zidan langsung saja beranjak dari ranjang dan langsung berlari menuju kekamar mandi, untuk membasuh dan mencuci mukanya, biar makin fresh dan jelas matanya. Karena Zidan takut itu hasil dua garis adalah bayang-bayang yang kurang jelas penglihatannya karena baru bangun tidur.
"Mana Sweety test packnya", kata Zidan kepada Mila ketika dia sudah keluar dari dalam kamar mandi dan sudah duduk diranjang lagi seperti tadi.
Zidan langsung saja memeluk Mila dengan sangat erat sekali. Mereka berpelukan dengan sangat bahagia karena akhirnya yang ditunggu-tunggu oleh mereka dikabulkan juga oleh Allah.
"Kita kasih tahu Mamah dan Papah ya Hubby, tapi lewat foto selfie kita berdua saja dengan membawa test pack ini, jangan menelfon, karena mereka pasti masih tidur", kata Mila kepada Zidan.
"Iya sweety, mereka pasti akan menelfon nanti jika sudah pada bangun", jawab Zidan untuk Mila.
Akhirnya mereka berfoto selfie ria dengan Mila yang membawa dua hasil test pack tadi. Dan langsung Zidan kirimkan kepada Mamah Sabrina dan Papah Angga, serta mereka tidak lupa juga mengirimkan kepada Desi adiknya Zidan, dan Kak Andira serta Kak Satriya Kakak-kakaknya Mila.
Untuk kedua orang tuanya Zidan yaitu Ibu Gendhis dan Ayah Er mereka akan kasih tahu jika mereka nanti sudah pada bangun.
Karena waktu juga masih menunjukkan pukul tiga dini hari, akhirnya Mila dan Zidan memutuskn untuk sholat tahajud dan witir dulu sebelum mereka melanjutkan untuk tidur lagi.
ππππππππππππ
Kia yang sudah kesusahan untuk tidur yang daritadi dia tidurnya dengan membolak balikkan badannya kekanan dan kekiri pun akhirnya membangunkan Qiyas yang sedang tertidur lelap disampingnya.
Qiyas terbangun karena Kia daritadi terlalu banyak bergerak disampingnya.
"Umi kenapa sayang??, tidak bisa tidur?? ", tanya Qiyas dengan berusaha untuk duduk dan sambil mengucek matanya yang mengantuk.
"Iya Abi", jawab Kia dengan begitu lirih dengan mata yang masih terpejam.
"Sebentar ya Umi", kata Qiyas kepada Kia.
Qiyas langsung saja turun dari ranjang dan berlalu menuju kekamar mandi untuk mencuci muka. Setelah selesai Qiyas langsung saja kembali lagi keranjang dan duduk disamping Kia yang sedang tertidur dengan sangat gelisah dan tidak nyaman.
"Sini Umi, Abi ngajiin yah", kata Qiyas kepada Kia. Dan dijawab anggukan oleh Kia dengan begitu pelan.
Kia yang saat ini tertidur dengan posisi miring kekanan menghadap kearahnya Qiyas, dan Qiyas dia lalu merebahkan badannya disamping Kia dengan posisi miring dan wajah yang dihadapkan keperutnya Kia. Setelah itu Qiyas mengaji untuk kedua calon baby twinsnya dengan sambil mengusap-usap lembut perutnya Kia.
Kia yang mendengar suara merdu mengajinya Qiyas untuknya dan untuk kedua baby twins mereka dengan perlahan tapi pasti dan rasa nyaman yang lebih enak dari yang tadi membuatnya lama-kelamaan bisa tertidur dan langsung lelap. Dan Qiyas yang melihat Kia sudah tertidur dengan sangat lelap dan sudah tidak gelisah seperti tadi, langsung saja Qiyas menghentikan mengajinya dan dia lalu duduk dari tidurnya.
Qiyas lalu melihat jam yang tertempel didinding dan jam masih menunjukkan pukul dua malam pun akhirnya Qiyas buat untuk sholat tahajud dan sholat witir saja. Setelah itu Qiyas mengaji sebentar dan dia lalu melanjutkan tidurnya lagi sekitar pukul tiga dini hari.
Semua orang punya aktifitasnya masing-masing dimalam hari. Dan Zidan serta Mila mereka akan menyambut pagi nanti dengan kebahagian dan keceriaan serta suasana baru. Sebab Mila saat ini sedang berbadan dua alias positiv hamil.
Bahkan saat ini pun Zidan tertidur dengan memeluk mesra Mila. Dan Zidan rasanya sudah susah untuk memejamkan matanya lagi ketika mengetahui Mila sedang hamil anaknya.
ππππππππππππ
Author mengucapkan selamat untukmu Zidan dan Milaππ
ππππππππππππ
***TBC***