
Saat ini Papah Ziyas, Zidan dan Fadhil mereka bertiga sudah sampai diruangannya Papah Ziyas yang satu lantai dengan ruangannya Qiyas. Setiap Perusahaannya Papah Ziyas, Papah Ziyas dia mempunyai ruangan sendiri dan ruangannya itu berada satu lantai dengan ruangan Presdir dikantornya.
Ketika Papah Ziyas sudah masuk keruangannya dia langsung saja duduk dikursi kebesarannya dan juga menyuruh Zidan serta Fadhil juga duduk dikursi yang ada didepan mejanya.
Sedangkan Aulian tadi ketika setelah selesai dari urusan diCafe dia langsung saja juga kembali keruangannya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda tadi, sebab memang pekerjaannya Aulian sedang lagi banyak-banyaknya.
"Bisa dijelaskan siapa itu Ananta Zidan, Fadhil", kata Papah Ziyas dengan santai tapi tegas kepada Zidan dan Fadhil ketika mereka sudah duduk didalam ruangannya Papah Ziyas.
"Tuan Ananta adalah saingan bisnisnya Tuan Qiyas Tuan, dan dia kalah tender dengan Tuan Qiyas untuk kerjasama dengan Perusahaan Damara Tuan", jawab Zidan kepada Papah Ziyas.
"Perusahaan Damara, Perusahaan terbesar didunia itu?? ", tanya Papah Ziyas kepada Zidan. Dan mendapat anggukan dari Zidan.
"Iya Tuan, yang sekarang sudah dipegang oleh Tuan Alexander anak tunggalnya Tuan Gavi Tuan", jawab Fadhil yang ikut-ikutan menjawab.
"Berarti benar berita itu jika Tuan Gavi menyerahkan Perusahaannya kepada anaknyaq", gumam Papah Ziyas untuk dirinya sendiri akan tetapi masih didengar oleh Zidan dan Fadhil.
"Cerita yang lebih lengkapnya bagaimana Zidan, Fadhil", tanya Papah Ziyas lagi kepada Zidan dan Fadhil.
"Tuan Alex sedang akan membangun hotel bintang lima sama pusat perbelanjaan terbesar diCalifornia Tuan, dan juga tempat bermain terluas dan terkomplit diLondon. Tuan Qiyas ketika mendengar berita itu, Tuan Qiyas langsung saja mencoba mengajukan kerjasama untuk menangani dan memegang semua proyek yang sedang direncanakan oleh Perusahaan Damara itu Tuan", jelas Fadhil kepada Papah Ziyas.
"Semua Perusahaan yang sedang mengajukan kerjasama itu, diundang untuk datang meeting pada waktu yang sudah ditentukan Tuan dan disuruh untuk mengutarakan dan mengemukakan ide serta gagasan-gagasan dari Perusahaan mereka masing-masing Tuan, salah satu diantara mereka yang mana yang menarik dan dapat memikat hati dari Tuan Alex akan terpilih menangani proyek bernilai fantastis itu Tuan Ziyas. Dan tibalah Perusahaan Irawan Corp yang presentasi didepan mengajukan beberapa ide, serta gagasan yang sudah direncanakan.........
Ketika saya dan Fadhil sedang mengpresentasikan didepan ada satu Perusahaan yang selalu berkomentar pedas dan membantah terus dengan ide-ide dari kita Tuan Ziyas", jelas Zidan kepada Papah Ziyas.
"Dan Perusahaan itu bernama PT. Ananta Wiyaji Tuan, Tuan Ananta dia juga datang bersama kedua sekretarisnya kesitu, dan dia sangat berambisi ingin mendapatkan tender yang bernilai sangat fantastis itu Tuan", jelas Fadhil juga kepada Papah Ziyas.
Dan Papah Ziyas dia masih setia mendengarkan cerita dari Zidan dan Fadhil.
"Ketika hasil semua ide dan gagasan dari berbagai Perusahaan sudah dikemukaan dan diPresentasikan, ternyata Tuan Alex dia sangat menyukai ide-ide dan gagasan dari Perusahaan Irawan Corp Tuan. Pada saat itu Tuan Ananta tidak terima dan protes dengan Tuan Alex, akan tetapi belum sampai Tuan Ananta menyampaikan protesnya, Tuan Alex dia sudah keburu bangun dari duduknya dan pergi dari ruang meeting Tuan. Tuan Ananta dia tidak kehabisan akal dia lalu menahan salah satu sekretaris dari Tuan Alex untuk menyampaikan protesnya, akan tetapi jawaban dari sekretaris dari Tuan Alex membuat Tuan Ananta makin marah Tuan", cerita Zidan lagi dengan panjang lebar.
"Teruskan", kata Papah Ziyas sambil mencermati semua laporannya Zidan dan Fadhil.
"Emang apa yang dikatakan sekretaris Tuan Alex kepada Ananta itu Zidan", tanya Papah Ziyas kepada Zidan, dan Fadhil dia juga sangat mendengarkan karena dia tidak tahu apa yang dikatakan oleh sekretaris dari Tuan Alex kepada Tuan Ananta. Sebab Fadhil waktu itu dia sedang sibuk merapikan tulisannya tadi yang dia catat ketika meeting sedang berlangsung.
"Dia menjawab begini Tuan, "semua keputusan ada ditangan Tuan Alex Tuan, jika Tuan Alex sudah memutuskan dia ingin bekerjasama dengan PT Irawan Corp itu pasti akan terlaksana Tuan, jika anda tidak terima dengan hasil keputusan ini, anda bisa langsung menemui Tuan Alex sendiri Tuan, permisi", begitu Tuan Ziyas", kata Zidan kepada Papah Ziyas.
"Iya sekarang saya faham, dan kita harus buat dia membayar mahal akan apa yang dilakukannya kepada Qiyas anakku", kata Papah Ziyas kepada Zidan dan Fadhil.
"Bagaimana kalau kita memanfaatkan wanita tadi untuk membeberkan semua rencana licik dari Tuan Ananta Tuan, saya yakin nanti semua pemegang saham di Perusahaannya lama-kelamaan akan menarik semua investasinya diPerusahaannya Tuan", Jelas Zidan kepada Papah Ziyas.
"Iya Aulian dia juga berkata seperti itu kepadaku, akan tetapi kita harus memulai darimana rencana itu dilaksanakan", kata Papah Ziyas kepada Zidan dan Fadhil.
"Bagaimana kalau begini Tuan", kata Zidan dan langsung mengutarakan pendapatnya kepada Papah Ziyas dan Fadhil.
"Iya Tuan, saya setuju dengan idenya Tuan Zidan ini Tuan, karena bagaimana pun juga kita harus bermain halus untuk menyingkirkan orang seperti Tuan Ananta", kata Fadhil kepada Papah Ziyas.
"Iya kamu benar Fadhil dan Zidan boleh juga ide kamu, nanti saya juga akan membicarakan ini dengan Aulian saja, jangan sama Qiyas, karena Kia dia sedang berada dirumah sakit sekarang", jelas Papah Ziyas kepada Zidan dan Fadhil.
"Semoga Nona Kia cepat sembuh Tuan, Aamiin", kata Fadhil kepada Papah Ziyas dan langsung diaamiinin juga oleh Papah Ziyas sama Zidan.
"Insyaallah nanti saya dan Mila akan datang menjenguk Tuan Ziyas", kata Zidan juga kepada Papah Ziyas.
Akhirnya mereka bertiga sedang membahas rencana yang akan menghancurkan Perusahaannya Tuan Ananta secara perlahan-lahan dan rapi dengan memanfaatkan wanita tadi yang mengaku hamil anaknya Qiyas dan yang menjadi suruhannya Tuan Ananta yang sekarang menjadi tahanannya Papah Ziyas.
ππππππππππππ
Kembali lagi kita keKia dan Qiyas.
Qiyas yang waktu itu menyuruh sopirnya untuk membelokkan mobilnya kerumah sakit Miracle Hospital ketika sudah sampai dirumah sakit, Qiyas lalu memanggil suster untuk membantu Kia istrinya naik keatas brankar yang sudah disiapkan oleh Dokter Ara.
Ketika sudah sampai diruangannya Dokter Ara. Dokter Ara langsung saja memeriksa kondisinya Kia beserta baby twinsnya. Karena Kia masih mengalami kram diperutnya.
Dokter Ara dia juga mengUSG baby twins yang ada perutnya Kia. Dan jawaban dari Dokter Ara membuat Qiyas yang tadi begitu sangat khawatir menjadi sedikit lega. Sungguh Qiyas sangat menyesal karena dia masih belum bisa mengontrol emosinya didepan Kia, apalagi dengan posisi Kia yang sedang hamil twins sekaligus.
Qiyas merasa sangat bersalah kepada Kia, karena membuat Kia istrinya tiba-tiba menjadi kram diperutnya karena ketakutan dan keterkejutannya atas kejadian tadi diCafe.
"Bagaimana Dokter kondisinya istri saya", tanya Qiyas kepada Dokter Ara ketika Dokter Ara sudah selesai memeriksa Kia.
Dan Kia dia masih berada diatas brankar pasien tempat Dokter Ara biasa memeriksa dan dia ditunggui seorang susternya Dokter Ara.
Disinilah Qiyas dan Dokter Ara sedang membahas kondisinya Kia dimeja kerjanya Dokter Ara.
"Mbak Kia tidak kenapa-kenapa Tuan, baby twinsnya juga sehat semua Alhamdulillah, cuman tadi hanya kram yang biasa terjadi Tuan Qiyas, karena berhubung Mbak Kia hamil twins itu yang membuat kram diperutnya sangat kencang sekali Tuan Qiyas", jelas Dokter Ara kepada Qiyas.
"Apa yang harus saya lakukan Dokter untuk membuat Istri saya bisa beraktifitas seperti semula", tanya Qiyas lagi kepada Dokter Ara.
"Mbak Kia cukup istirahat yang banyak Tuan Qiyas dirumah, dan tolong kurangin aktifitasnya biar tidak mudah membuat kram diperutnya, dan tolong jangan sering membuat Mbak Kia stres dan juga banyak fikiran ya Tuan, akan berbahaya nantinya Tuan", jelas Dokter Ara kepada Qiyas.
"Baik Dok, dan ini apakah istri saya bisa pulang sekarang Dokter", tanya Qiyas lagi.
"Bisa Tuan, dan tidak perlu nginep ko dirumah sakit", jawab Dokter Ara dengan tersenyum ramah kepada Qiyas.
Dan Qiyas dia lalu berpamitan ijin untuk membantu Kia turun dari brangkar dan serta membantu Kia keluar dari ruang periksanya Dokter Ara. Dan DokterAra pun mempersilahkannya.
Ketika Kia sudah dibantu Qiyas keluar dari ruang periksanya Dokter Ara. Kia beserta Qiyas mereka berpamitan untuk pulang setelah Qiyas sudah mendapatkan vitamin dan obat yang diberikan Dokter Ara untuk Kia.
Ketika sudah sampai dirumah, Qiyas mengajak Kia untuk tiduran dan beristirahat dikamar mereka. Ketika Qiyas melihat Kia sudah tertidur dengan lelap Qiyas langsung saja turun dari ranjang dan keluar kamar, untuk menelfon serta mengabari kedua orang tuanya dan kedua mertuanya. Tentang kondisinya Kia.
Tidak sampai satu jam kedua mertuanya datang kerumahnya, yaitu Ayah Ibrahim dan Mamah Dian. Tidak lama juga sekitar lima belas menitan disusul juga oleh Bundanya yaitu Bunda Lili.
Dan Qiyas juga sudah mengabari Papahnya tentang kondisinya Kia, serta Qiyas juga sudah bertanya bagaimana kelanjutan untuk masalahnya tadi kepada Papah Ziyas dan kedua sekretarisnya yaitu Zidan dan Fadhil
ππππππππππππ
Maaf baru Up ya readers, kemarin suami lagi sakit, dan insyaAllah mulai hari ini Author akan usahakan Up setiap hari lagi ya Readersπππ
ππππππππππππ
***TBC***