BISSMILLAH WITH YOU

BISSMILLAH WITH YOU
KHAWATIRNYA QIYAS



"Aul tolong kamu katakan pada bawahanmu untuk menyampaikan kepada para karyawan bahwa acara akan diundur setelah sholat dhuhur, biar Kakak Iparmu bisa istirahat dulu", perintah Papah Ziyas kepada Aulian.


"Baik Pah", kata Aulian sambil melirik kearah Zahra sebelum dia keluar ruangan. Dan itu tidak luput dari pandangannya Papah Ziyas. Papah Ziyas menggelengkan kepalanya melihat Aulian.


"Mamah mau keluar dulu atau disini Mah", kata Ayah Ibrahim bertanya kepada Mamah Dian setelah Aulian keluar.


"Mamah mau disini menunggui Kia Ayah", Jawah Mamah Dian kepada Ayah Ibrahim.


"Mamah bisa istirahat didalam bareng Kia Mah, biar Qiyas yang disini bersama yang lain", kata Qiyas kepada Mamah Dian.


"Boleh Mila ikut Kak, Mila juga ingin melihat keadaannya Kak Kia", kata Mila.


"Boleh, Bunda dan Zahra juga mau masuk juga tidak apa-apa, asal Qiyas mohon jangan berisik jika ada didalam, biar Kia istirahat dulu", jawab Qiyas dan diangguki mereka.


Akhirnya Mamah Dian, Bunda Lili, Mila dan Zahra masuk kamar yang ada diruangan itu, tempat Kia sedang tertidur.


Tersisalah para laki-laki yang yang ada diruangan Qiyas. Untung ruangannya Qiyas besar jadi walaupun ada banyak orang didalam ruangan Qiyas, mereka tidak akan pengap.


Diluar ruangan Qiyas terjadi gosip besar-besaran, karena yang selama ini mereka tahu Presdir mereka belum menikah tadi para karyawan yang melihat keadaan diloby mendengar sendiri jika wanita yang dihina Erni adalah Istri sahnya Presdir mereka.


Sedangkan para karyawan yang lain yang mengetahui watak dan sifat Erni, mereka pada bersyukur karena kelakuan Erni akhirnya ketahuan juga. Bahkan yang membenci Erni ada yang bergembira diatas penderitaan Erni.


Para karyawan yang mendengar acaranya akan diundur setelah sholat dhuhur mereka menyumpah serapahi Erni karena mereka harus menunda makan-makan enak, sampai ada yang dibela-belain tidak kekantin atau makan, supaya nanti bisa makan dengan puas.


Kelakuan busuk Kepala HRD akhirnya terbongkar juga, karena kelakuan Erni tadi. Dia juga diblacklist dari semua Perusahaan, supaya Perusahaan tidak ada yang memperkerjakan orang seperti Kepala HRD itu.


Kembali lagi keruangannya Qiyas. Belum ada satu jam semua sekertaris sudah pada laporan kepada boss mereka.


Tok, Tok, Tok


Terdengar suara ketukan didepan pintu ruangannya Qiyas.


"Masuk", jawab Qiyas.


Ternyata para sekertaris yang masuk, yaitu Zidan, Fadhil dan Liem tadi yang disuruh oleh Papah Ziyas.


Dan Papah Ziyas ketika melihat para sekertaris masuk dia langsung bertanya dengan to the point.


"Bagaimana?? ", tanya Papah Ziyas kepada para sekertaris, sedangkan Qiyas dan Ayah Ibrahim hanya diam mendengarkan.


Disitu tidak ada Aulian karena Aulian setelah menyampaikan pesan dari Papahnya untuk bawahannya dia kembali lagi keruangannya untuk menyelesaikan pekerjaannya.


"Mereka bertiga sudah diberhentikan secara tidak hormat Tuan, dan Erni resepsionis yang tadi menghina Nona Kia, ternyata yang memasukkan dia kerja kePerusahaan ini adalah pamannya yang bekerja menjadi Kepala HRD Tuan", kata Zidan.


"Ternyata selama ini Erni dan Pamannya, mereka sering berbuat sesuka hati mereka untuk memecat karyawan Tuan, jika ada karyawan yang mereka tidak sukai", lapor Liem kepada Papah Ziyas.


"Saya sudah menghubungi dan mengirimkan Email serta sudah mengirimkan data-data mereka berempat kepada semua Perusahaan yang ada dinegara ini untuk memblacklist nama mereka berempat Tuan", lapor Fadhil juga.


"Baiklah, urus masalah yang ada dibawah, termasuk para karyawan yang pada bergosip, saya tidak mau jika menantu saya nanti akan mendengar gosip-gosip mengenai masalah tadi", perintah lagi Papah Ziyas kepada para sekertaris.


"Baik Tuan", kata para sekertaris kepada Papah Ziyas sambil menundukkan badannya dan berlalu keluar lagi.


"Tunggu", kata Papah Ziyas lagi kepada para sekertaris yang akan membuka pintu.


Zidan, Fadhil dan Liem langsung berhenti mendengar perkataan Papah Ziyas.


"Tolong kalian juga urus karyawan yang dipecat sembarangan oleh Erni dan kepala HRD itu, jika mereka ada yang belum bekerja, atau pekerjaannya mereka tidak layak, suruh mereka bekerja lagi diPerusahaan ini, dan jika mereka sudah ada yang bekerja lagi tawari saja mau kembali lagi bekerja diPerusahaan ini atau tidak, kalian faham", kata Papah Ziyas lagi kepada para sekertaris.


"Baik Tuan", kata Zidan, Fadhil dan Liem secara bersamaan dan langsung berlalu keluar untuk menyelesaikan perintah dari Papah Ziyas.


"Semoga kejadian ini tidak terulang lagi", kata Ayah Ibrahim dan diaamiinin Papah Ziyas dan Qiyas. Setelah para sekertaris sudah keluar.


"Ini yang selalu saya khawatirkan ketika Kia meminta ingin memakai Niqob", kata Ayah Ibrahim dengan lesu.


"Maksud Ayah apa?? ", tanya Qiyas.


Ayah Ibrahim lalu menceritakan alasan kenapa Kia sampai mau memakai Niqob. Ayah Ibrahim juga menceritakan kejadian Kia dulu ketika waktu SMP, sampai tertabrak mobil, sampai koma juga Ayah Ibrahim semuanya diceritakan tanpa ditutup-tutupin.


"Sebegitu cantikkah Kia, hingga ada yang tega membuatnya sampai koma?? ", bathin Papah Ziyas ketika mendengar cerita dari Ayah Ibrahim.


"Sungguh rasanya aku ingin membunuh laki-laki yang sudah menyakiti Balqisku", bathin Qiyas juga ketika mendengar cerita Ayah Ibrahim.


"Itulah mengapa saya sama Mamahnya Kia selalu khawatir jika Kia diperlakukan yang tidak-tidak diluar sana, seperti sekarang", kata Ayah Ibrahim lagi.


"Apakah Balqis tidak pernah bercerita kepada Ayah dan Mamah tentang dia diluar sana bagaimana setelah memakai Niqob?? ", tanya Qiyas kepada Ayah Ibrahim.


"Tidak Nak", kata Ayah Ibrahim dengan menggelengkan kepalanya.


"A............... ", perkataan Qiyas terpotong dengan suara pintu kamar yang terbuka. Dan keluarlah Mamah Dian, Bunda Lili, Zahra dan Mila.


"Mamah dan semuanya kenapa pada diluar?? ", tanya Ayah Ibrahim.


"Nak masuklah, istrimu daritadi mengigau memanggil namamu", kata Bunda Lili dengan lemas dan mewakili Mamah Dian yang diam daritadi ketika melihat keadaannya Kia.


Qiyas langsung saja masuk dengan terburu-buru untuk segera melihat Kia. Dan ketika melihat Kia, Qiyas mendengar jika Kia memanggil-manggil namanya.


"Kak Fasya, Kak Fasya", igau Kia lirih yang masih didengar Qiyas


"Sssstt sayang Kakak disini, astaghfirullah", kata Qiyas dan tiba-tiba Qiyas kaget ketika mendekati dan menyentuh wajah Kia.


"Panas sekali badannya Balqis", kata Qiyas dan ternyata yang menyebabkan Kia mengigau adalah karena Kia tiba-tiba menjadi demam.


Qiyas langsung saja berlari untuk keluar dan memberitahukan kepada keluarga yang diluar.


"Ayah Mamah, Balqis tiba-tiba badannya panas sekali tolong belikan obat penurun panas dan apapun itu", kata Qiyas dengan sedikit berteriak dan dengan nada yang sangat khawatir. Sampai Qiyas lupa menyuruh untuk memanggilkan Dokter pribadi untuk Kia.


Semua orang yang ada disitu langsung terlonjak kaget mendengar perkataannya Qiyas.


"Astaghfirullah Kia", kata Mamah Dian langsung berlari masuk untuk melihat Kia.


"Biar Papah meminta OB untuk mengambilkan kompresan", kata Papah Ziyas kepada Qiyas.


"Biar saya yang akan membelikan obat Tuan Qiyas", kata Zahra.


Setelah itu semuanya langsung masuk kedalam untuk melihat Kia, dan Kia selalu mengigau nama Qiyas terus menerus. Semua orang kecuali Papah Ziyas mereka langsung mengecek suhu badan Kia dan mereka sangat terkejut ketika menempelkan tangan mereka kedahi Kia, sungguh sangat panas.


Qiyas senantiasa berada disamping Kia dan dia duduk diranjang yang kosong disamping Kia sambil memijat pelan kepala Kia dan juga bersholawatan.


Zahra yang bertugas untuk membeli obat, ketika dia membuka pintu untuk keluar dia dikejutkan pintu yang sudah terbuka dari luar.


"Eh......... ", kata dua orang yang bersamaan.


"Kamu mau kemana Zahra?? ", tanya Aulian kepada Zahra.


Ternyata yang membuka pintu dari luar adalah Aulian yang akan masuk keruangannya Qiyas.


"Saya mau keapotek membeli obat untuk Nona Kia Tuan", jawab Zahra kepada Aulian.


"Ayo saya antar, biar cepat sampai", kata Aulian sekalian pendekatan bathinnya.


"Baiklah Tuan", kata Zahra setelah tadi terdiam sejenak untuk berfikir.


"Yeeeeesss", bathin Aulian berjingkrakπŸ˜…


Akhirnya mereka berdua pergi membeli obat untuk Kia menggunakan mobil Aulian. Semua karyawan yang tadi melihat CEO mereka berjalan dengan seorang perempuan mereka berfikir jika Zahra adalah calon istrinya, karena setahu mereka CEO mereka sangat cuek terhadap kaum hawa. Dan Aulian yang mendengar bisikan itu dia langsung mengaamiinin saja.


Ketika didalam mobil terjadi keheningan antara Zahra dan Aulian. Jika Zahra diam karena kefikiran dan khawatir dengan Kia, berbeda dengan Aulian dia diam karena grogi dan deg-degan satu mobil bersama Zahra.


"Jantungku mau meledak Ya Allah, jangan diledakin dulu, hamba masih ingin hidup dan menikahi Zahra ya Allah", kata Bathin Aulian dengan lebay.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


***TBC***