BISSMILLAH WITH YOU

BISSMILLAH WITH YOU
END



Tepat pukul sepuluh pagi akhirnya acara aqiqahannya baby Zaiy pun dimulai, sanak saudara yang dari dekat dan jauh pun mereka juga sudah pada datang semua.


Semuanya sangat antusias sekali menghadiri acara aqiqahannya baby Zaiy, karena mereka yang belum melihat baby Zaiy sangat penasaran bagaimana wajah anak-anaknya Qiyas dan juga Kia. Sebab banyak yang bilang, jika baby Zaiy, baby yang menggemaskan dan sangat lucu sekali, itulah yang menyebabkan rasa penasaran dibenak para saudara yang pada datang.


Ketika acara sedang berlangsung, semuanya pada mengucapkan selamat kepada Kia dan juga Qiyas atas kelahirannya baby Zaiy ditengah-tengah Keluarga Irawan dan Keluarga Ibrahim.


Anak-anak Kak Anin yang bernama Alifa yang sekarang sudah menginjak kelas dua SD, dan Nela yang sudah masuk TK pun mereka selalu ingin disamping baby Zaiy. Bahkan Alifa dan Nela sempat bilang kepada Kak Anin untuk membuatkan adik bayi seperti baby Zaiy.


Sontak perkataannya Alifa dan Nela membuat semua orang yang mendengar pada tertawa melihat kelucuan dari anak-anaknya Kak Anin.


Sampai-sampai Nela anaknya Kak Anin yang masih TK sampai menangis untuk meminta baby Zaiy dibawa pulang.


Kelucuan anak-anak dari Kakak Anin membuat Qiyas tertawa gemas sekali, bahkan Aulian dia juga menggoda Nela dan membuat Nela semakin menangis dengan sejadi-jadinya.


Orang-orang yang pada melihat kelucuan Nela mereka langsung tertawa. Dan ketika Sabira mendekati Nela, Nela pun langsung diam dan mereka akhirnya main bersama-sama. Karena Nela dan Sabira hampir seumuran.


Acara aqiqahannya baby Zaiy berjalan dengan lancar sekali. Bunda Lili, Papah Ziyas, Mamah Dian dan Ayah Ibrahim mereka semua tambah gemas melihat wajahnya Baby Zaiy yang tambah berisi karena ASInya Kia yang sangat lancar, apalagi wajahnya baby Zayan sangat menyita para sanak saudara yang datang, karena pipi dia yang tambah tembam sekali.


Pak Kyai dia juga memberikan sebuah hadiah untuk baby Zaida dan Zayan, yang dititipkan melalui Zabir. Dan isi hadiah itu hanya Kia dan Qiyas yang tahu.


Semua turut gembira, semua merasa gemas akan wajahnya baby Zaiy. Mila pun sampai berdoa didalam hati semoga babynya nanti juga bisa menggemaskan seperti baby Zaiy.


Para karyawan dan para wartawan mereka juga sudah mengetahui jika Kia dan Qiyas mempunya baby kembar. Para wartawan yang mengetahui acara aqiqahannya baby Zaiy mereka semua pada berbondong-bondong datang kerumahnya Qiyas dan Kia.


Papah Ziyas, Ayah Ibrahim dan Qiyas mereka sudah mengantisipasi jika akan ada banyak wartawan, jadi mereka bertiga menyewa banyak bodyguard untuk berjaga diluar.


Para pekerja dirumahnya Qiyas, Ayah Ibrahim dan Papah Ziyas, mereka juga merasakan kebahagian karena mereka bisa menikmati makanan enak dan gratis.


Dikeluarga Irawan yang belum menikah hanya Aulian saja, dan para sanak saudara pada penasaran dengan wanita yang bagi mereka nampak asing yang selalu berada disampingnya Aulian dan ditengah-tengah Keluarga Irawan dan Keluarga Ibrahim.


Ketika mereka semua sudah mengetahui jika wanita itu adalah calon istrinya Aulian, Aulian menjadi bahan-bahan bercandaan dan godaan untuk para sanak saudara yang datang.


Karena memang belum banyak yang mengetahui jika Aulian sudah mempunyai calon istri, karena ketika melamar kemarin hanya Keluarganya saja dan Keluarganya Kakak Iparnya Kia saja yang dia ajak.


"Sudahlah, doakan saja secepatnya dan tunggu nanti undangan dariku, sebentar lagi", jawab Aulian kepada semua keluarga yang menggodanya.


Sedangkan calon istrinya Aulian dia sudah sangat malu sekali, karena daritadi melihat Aulian selalu digoda Keluarganya.


Akhirnya acara aqiqahannya baby Zaiy selesai juga tepat pukul satu siang, dan semua kerabat mereka sudah pada pulang, termasuk keluarga pesantren dan Mila serta Zidan.


Sebab Zidan tidak mau Mila terlalu capek, jadi ketika para kerabat sudah pada pulang, Zidan mengajak Mila pulang juga karena jika tidak dipaksa pulang, Mila bawaannya tidak ingin pulang.


Tinggalah Mamah Dian, Ayah Ibrahim, Papah Ziyas dan Bunda Lili yang masih dirumahnya Qiyas dan Kia. Sebab Aulian dia mengantar calon istrinya pulang, dan sekalian nanti dia juga pulang kerumah.


Untuk urusan beberes dan bersih-bersih rumah, semua dikerjakan oleh pekerja dan petugas yang sudah ditugaskan dan dibayar oleh Papah Ziyas maupun Ayah Ibrahim.


"Saya permisi dulu semua, mau melihat Kia, takutnya Kia kerepotan menidurkan baby Zaiy", pamit Mamah Dian kepada Ayah Ibrahim, Papah Ziyas, Bunda Lili dan Qiyas. Dan dijawab anggukan oleh mereka semua perkataannya Mamah Dian.


"Papah sama Bunda pulangnya nanti sorean atau habis maghrib saja ya Yas, mau disini dulu nemenin baby Zaiy", kata Papah Ziyas kepada Qiyas dan dianggukin oleh Bunda Lili.


"Silahkan Pah, Bund, rumah Qiyas rumah kalian juga kan", jawab Qiyas kepada Papah dan Bundanya.


"Ayah mau menginap disini saja Yas, lagian besok juga hari Minggu, mau puas-puasin main sama baby Zaiy", kata Ayah Ibrahim juga kepada Qiyas.


Memang acara aqiqahannya baby Zaiy diadakan ketika hari Sabtu. Jadi jika kecapekan masih ada hari minggu yang buat untuk istirahat.


"Silahkan Ayah, mau tidur dikamar biasa atau sama Mamah juga tidak apa-apa, lagian Mamah dari kemarin tidurnya dikamar baby Zaiy jika malam Yah", jawab Qiyas kepada Ayah Ibrahim.


"Wah boleh juga tuh Yas", jawab Ayah Ibrahim kepada Qiyas.


Mereka akhirnya mengobrol sebentar dan setelah itu mereka akhirnya beristirahat dikamar biasa yang sudah disediakan oleh Qiyas dirumahnya.


Dan sorenya setelah mandi sore, baby Zaiy menjadi rebutan oleh Mamah Dian dan Ayah Ibrahim yang ingin selalu menggendong cucu-cucu mereka.


Kelakuan Ayah Ibrahim dan Mamah Dian membuat Papah Ziyas reflek tertawa karena dirinya ketika pertama kali mempunyai cucu dari Kak Anin, hampir mirip dengan Ayah Ibrahim yang selalu ingin menggendong sang cucu.


Semua Keluarga yang datang yang hampir semuanya sudah melihat baby Zaida dan baby Zayan mereka pada mengatakan jika baby Zaiy sangat lucu dan menggemaskan.


Dan hari-hari yang dilewati Qiyas serta Kia menjadi lebih berwarna dengan perannya yang menjadi orang tua baru dengan berbagai pengalaman yang baru pertama kali mereka rasakan.


Qiyas dan Kia mereka menikmati perannya yang baru, sedangkan Ayah Ibrahim dan Mamah Dian mereka berdua juga lagi menikmati punya mainan baru yang akan membantu dan menemani mereka dimasa tua mereka. Yaitu cucu-cucu mereka. Zaida dan Zayan.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Semoga suka ya readers dipart ini, untuk selanjutnya Author akan memberikan beberapa Excap untuk para readers semuanyaπŸ€—πŸ€—


Terimakasih yang dari awal sudah mensuport Author untuk terus memperbaiki lebih baik lagi, dan terimakasih untuk semuanya yang sudah memberikan semangat kepada Author. πŸ€—


Maafkan Author jika menulis banyak typo dan kesalahannya. Cerita ini real pemikiran dari Author sendiri disela-sela kesibukkan momong kedua anak yang lagi sangat aktif, dan jika tidak sesuai ekspetasi para readers maafkan πŸ™


Semoga jika Allah mengijinkan, kita bisa berjumpa langsung ya readersπŸ˜‰


Salam kenal dari Author ya readers😘😘😘


Β°MARIA_AZISΒ°


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


***END***