
"Itu Qiyas sama Kia akan pulang kapan Yah, mereka cerita sama Ayah tidak?? ", tanya Mamah Dian kepada suaminya Ayah Ibrahim.
"Tadi Ayah sudah menelfon Qiyas, katanya mereka akan menginap untuk satu hari lagi diPenthousnya Mah", jawab Ayah Ibrahim.
Mamah Dian dan Ayah Ibrahim saat ini mereka sudah berada dirumah mereka sendiri, karena setelah sarapan pagi tadi dihotel siang harinya mereka semua pada pulang kerumah masing-masing termasuk juga Papah Ziyas dan Bunda Lili.
"Oh ya sudah Yah, Mamah cuman bertanya saja", jawab Mamah Dian kepada Ayah Ibrahim.
Berbeda lagi dikediaman Papah Ziyas dan Bunda Lili mereka juga sudah berada dirumah mereka sendiri, tepatnya diruang keluarga sambil menonton TV.
"Aul mana Pah, kita pulang ko tidak kelihatan sama sekali", tanya Bunda Lili kepada Papah Ziyas.
Karena cuman Aulian saja yang tidak ikut tidur dihotel seperti yang lainnya.
"Pergi paling, kalau tidak pergi ya masih tidur dia, kan ini hari minggu Bund, biasalah kebiasaannya dia, kalau hari libur", jawab Papah Ziyas kepada Bunda Lili tanpa mengalihkan pandangannya dari tv.
Karena acara resepsinya Qiyas dan Kia kemarin diadakan tepat hari sabtu.
"Iya juga yah Pah, Bunda sampai lupa", jawab Bunda Lili kepada Papah Ziyas.
Kembali kehotel, tepatnya diPenthousenya Qiyas. Saat ini mereka berdua yaitu Qiyas dan Kia mereka juga sedang menikmati yang namanya pengantin baru, bercengkrama, bercanda dan inginnya menempel terus.
Contohnya saat ini, mereka hanya tiduran dishofa yang bisa muat dua orang dan menikmati suasana sore sambil menonton tv.
"Kak, kemarin acaranya begitu mewah dan meriah, apa tidak terlalu boros itu Kak, kan itu sama menghabiskan uang secara percuma Kak?? ", tanya Kia kepada Qiyas sambil memeluk Qiyas dan juga menonton tv.
"Insyaallah tidak sayang, kedua orang tua kita ingin yang terbaik untuk kita sayang, dan Kakak sendiri juga ingin yang terbaik untuk kamu, sungguh dulu hanya bisa berangan-angan mendapatkanmu, sekarang bahkan seperti masih bermimpi Kakak, karena tidak menyangka kamu sudah menjadi Istrinya Kakak", jawab Qiyas kepada Kia, membuat Kia yang mendengarnya semakin mempererat pelukannya terhadap Qiyas.
"Terimakasih ya Kak", kata Kia kepada Qiyas.
"Oh ya sayang nanti sepertinya Kakak akan keSemarang deh sekitar satu minggunan", kata Qiyas kepada Kia.
Sontak Kia yang mendengarnya menjadi kaget dan reflek langsung duduk, karena semenjak menikah baru kali ini ditinggal lama sama Qiyas, walaupun cuman keSemarang yang jaraknya tidak terlalu jauh. Sedangkan Qiyas dia lalu melihat kearah Kia yang terkejut.
"Emang ada masalah apa Kak??", tanya Kia kepada Qiyas.
Qiyas lalu menceritakan tentang proyek yang ada diSemarang serta sepertinya ada pihak yang korupsi untuk pembelian tanah yang diSemarang. Qiyas bercerita sesuai seperti yang Zidan laporkan kepadanya.
Kia yang mendengarnya juga merasa sedih, bagaimanapun juga masalah Qiyas, masalahnya juga.
"Ya sudah tidak apa-apa Kakak pergi saja, yang terpenting Kakak jaga diri, jaga hati dan tetap kabarin Kia yang ada disini ya Kak", jawab Kia kepada Qiyas.
"Terimakasih ya sayang", jawab Qiyas sambil menarik Kia untuk memeluknya lagi.
"Terus nanti kita jadi menjenguk Lida kan Kak?? ", tanya Kia.
"Jadi dong, sebelum Kakak berangkat keSemarang", jawab Qiyas.
"Baiklah, terus kita mau disini sampai kapan Kak, kita mau pulang kapan?? ", tanya Kia lagi.
"Kamunya sendiri mau pulang kapan sayang?? ", tanya balik Qiyas kepada Kia.
"Secepatnya sih", kata Kia sambil tertawa kecil.
"Kalau begitu kita beresin saja yuk sayang barang-barang yang kita perlukan, sisanya biar disini saja, bila sewaktu-waktu kita kesini kita tidak perlu membawa banyak barang", ajak Qiyas kepada Kia.
"Dan habis itu Kakak akan mengajakmu kesebuah tempat", kata Qiyas lagi kepada Kia.
Dan Kia hanya mengangguk serta langsung berlalu naik tangga untuk masuk kekamarnya. Sedangkan Qiyas dia menelfon seseorang yang ada diseberang sana.
"............ ... "
"............ ... "
"Baiklah, hari ini saya dan istri saya akan kesana, tolong kabarin yang lain", kata Qiyas lagi.
"............ ... "
"Sudah tidak ada, saya tutup dulu telefonnya, Assalamu'alaikum", kata Qiyas dan langsung mematikan sambungan telefon ketika sudah mendengar jawaban dari seberang telefon.
π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄
Kita bahas Rion dan Mita yuk readers.
"Kak Ri, sudah ya, beneran badan Mita rasanya mau remuk, karena semalaman Kakak sudah membuatku tidak bisa tidur, sekarang Mita mau mandi, kenapa Kakak ikut-ikutan mandi juga sih", kata Mita dengan melas dan capek.
Karena Mita saat ini dia baru saja bangun tidur, karena semalaman dia habis diajak bergadang sama Rion. Otomatis paginya dia tidur, bangun jam sebelas siang cuman untuk makan dan habis itu tidur lagi sampai jam lima sore.
Sungguh jorok dan pemalas seorang Mita hari itu. Karena sesungguhnya bukan seorang Mita sama sekali. Karena Mita dia tipekal cewek yang wangi dan bersih.
Rion dia apalagi, cuek-cuek saja melihat Mita seharian cuman tidur, karena memang Rion sudah lama tinggal sendirian diApartemennya jadi dia terbiasa bersih-bersih sendirian ketika melihat Mita masih tidur.
"Kamu seharian sudah tidur Via", kata Rion dengan tangan yang sudah menjalar kemana-mana karena Mita memang sudah melepaskan semua pakaiannya.
"Tapi badan Mita aaaah", kata Mita terputus karena dia reflek mendesah karena tangannya Rion.
Akhirnya Rion mengulanginya lagi satu kali dikamar mandi dengan Mita.
Maklum perjaka tua si Rion, dan dia tidak pernah celup sana sini. Suka dengan seorang wanita saja cuman kepada Mita adiknya Dominic sahabatnya, dan sekalinya dia bisa mendapatkan Mita, seperti melampiaskan hasrat dan rasa senangnya kepada Mita.
"Kak Ri nanti harus memijitin badannya Mita lho", kata Mita kepada Rion sambil memakai Bathrobe.
"Tidak masalah", jawab Rion dengan tersenyum devil, karena difikiran Rion dia memijit badannya Mita sama saja Mita memberikan kesenangan kepadanya.
Mita yang melihat Rion tersenyum devil dia lalu mencubit perutnya Rion yang tidak tertutup handuk, karena Rion cuman melilitkan handuk menutupi asetnya saja.
"Aduuuh", kata Rion tanpa ekspresi.
"Kesakitan ko mukanya lempeng begitu", gerutu Mita sambil meninggalkan Rion.
Rion yang sudah melihat Mita keluar dari kamar mandi, sedangkan dirinya masih didalam kamar mandi langsung saja berjingkrak-jingkrak karena rasa puas yang dia dapatkan dari Mita.
"Sungguh Mita, aku sangat mencintaimu", kata Rion dengan suara kecil dan sambil melompat-lompat karena saking bahagianya.
Tidak Rion, tidak Zidan maupun Qiyas. Siapa saja yang baru namanya pengantin baru mereka pasti selalu melakukan begitu kepada pasangannya masing-masing.
Itulah mengapa jika seorang laki-laki yang sudah baligh dan belum menikah, apalagi umurnya yang sudah cukup untuk menikah, didalam Islam disarankan untuk lebih banyak berdo'a, berpuasa, dan masih banyak lagi, termasuk juga dengan menikah.
Salah satu cara agar ***** syahwat dapat digunakan secara positif dan justru mendapatkan pahala adalah dengan menikah.
Rasulullah bersabda:
"Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara ********. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng)." (HR. Al-Bukhari (no. 5066) kitab an-Nikaah, Muslim (no. 1402) kitab an-Nikaah, dan at-Tirmidzi (no. 1087) kitab an-Nikaah.)
ππππππππππππ
***TBC***