
Zidan yang mengetahui kabar kehamilan Kia dari Qiyas, dia juga ikut turut bahagia dan senang, akan tetapi Zidan juga merasa takut jika Mila mengetahui nanti akan merasa sedih.
Ketika Zidan baru pulang dari kantor kerumahnya, dia melihat Mila sedang membaca sebuah undangan diruang tamu.
"Assalamu'alaikum", kata Zidan ketika baru masuk kedalam rumah.
"Wa'alaikumussalam, eh Hubbynya Mila tercinta sudah pulang", kata Mila kepada Zidan sambil meyalami dan mencium tangannya Zidan.
Mila langsung saja mengambil alih tas yang dibawa Zidan sambil mengajak Zidan duduk diruang tamu.
"Hubby mau bersih-bersih dulu atau mau mengobrol dulu disini sama Mila", tanya Mila kepada Zidan suaminya.
"Disini saja dulu tidak apa-apa sweety, sekalian ini ngilangin keringat Hubby dulu", jawab Zidan kepada Mila sambil menggulung kemejanya keatas siku, ketika jaz yang dia pakai sudah dilepas.
Zidan lalu melihat undangan yang terletak diatas meja, yang tadi dibaca oleh Mila.
"Itu undangan apa sayang?? ", tanya Zidan kepada Mila.
"Oh, ini undangannya syukuran kehamilannya Kak Kia Hubby", jawab Mila kepada Zidan.
Zidan sudah siap-siap jika Mila akan sedih atau bagaimana, ternyata dugaannya salah besar.
"Hubby tahu tidak", tanya Mila kepada Zidan dengan ekspresi yang sangat senang, tidak sesuai yang difikirkan Zidan.
"Tahu apa Sweety", jawab Zidan dengan siaga untuk menyiapkan kata-kata menenangkan untuk Mila, siapa tahu Mila langsung menangis sedih, ketika mendengar Kia hamil duluan.
"Yeeeeay sebentar lagi Mila akan punya keponakan dari Kak Bule dan Kak Kia, Mila tidak sabar ingin melihat baby mereka segera lahir, kayak apa yah mukanya, kan Kak Kia itu cantik, dan Kak bule juga ganteng, pasti lucu deh", kata Mila dengan semangat kepada Zidan sambil membayangkan anaknya Kia dan Qiyas.
Zidan yang melihat Mila begitu ceria menceritakan anaknya Kia dan Qiyas dia lega dan senang, karena tidak sesuai dengan fikirannya.
"Sayang", panggil Zidan kepada Mila.
"Hmm", jawab Mila kepada Zidan sambil melihat kearah Zidan.
"Emmm........ ", Zidan bingung dan tidak berani mau bertanya.
"Emmm apa sih Hubby", kata Mila kepada Zidan sambil menghadap kearah Zidan.
"Itu Mila tidak sedih kan, jika Kak Kia ternyata sudah hamil duluan dari Mila", tanya Zidan akhirnya kepada Mila dengan hati-hati, takut menyinggung perasaannya Mila.
Mila hanya diam saja tanpa menjawab pertanyaannya Zidan, membuat Zidan menjadi khawatir terhadap Mila.
"Tidaklah Kak, kenapa Mila harus sedih melihat Kak Kia hamil duluan. Kan seperti itu pemberian Allah Hubby, kita yang penting sudah berusaha, mungkin Allah menginginkan Mila untuk lebih dewasa lagi. Dan yang terpenting Hubby jangan tinggalin Mila ya jika Mila ternyata tidak bisa punya anak", jawab Mila akhirnya kepada Zidan.
Zidan yang mendengar perkataannya Mila dia langsung saja memeluk Mila dengan erat.
"Hubby janji Sweety, apapun yang terjadi Hubby akan selalu ada bersamamu, jangan pernah bilang begitu lagi ya, Hubby tidak suka mendengarnya, punya anak atau tidak istri Hubby hanya cuman Mila seorang", kata Zidan kepada Mila sambil memeluk Mila.
Mila lalu melepaskan pelukannya Zidan, dan langsung mengatakan perkataan yang membuat suasana yang lagi romantis dan melow, menjadi ambyar karena celetukkannya Mila.
"Terimakasih Hubby, Mila lagian tidak mau bercerai dari Hubby, Mila tidak mau menjadi janda, amit-amit Hubby menjadi janda, nanti jika Mila menjadi janda Mila malah Mila yang pusing, karena Mila pasti menjadi Janda Kembang, karena walau sudah Janda tapi masih cantik, bahenol, dan yang rugi pasti Hubby karena melepaskan wanita seperti Mila", jawab Mila kepada Zidan membuat Zidan tertawa dan langsung mencubit hidungnya Mila. Dan Mila juga ikut-ikutan tertawa bersama-sama Zidan.
Sebelum Zidan pulang Mila juga sudah memprediksi dan memperkirakan jika Zidan akan bertanya seperti itu kepadanya, jadi Mila sudah menyiapkan jawaban agar Zidan tidak mengetahui apa yang ada didalam isi hatinya.
ππππππππππππ
Pagi menjelang dan seperti biasa sudah ada tersedia juz dan susu hamil dimeja samping ranjangnya Kia.
Siapa lagi kalau bukan Qiyas yang menaruhnya disitu. Karena Qiyas setiap masuk kerumah dari habis sholat subuh dimushola dihalaman rumahnya dia lalu menuju kedapur untuk mengambil susu hamil dan juz buah segar yang sudah disiapkan Bi Karsi dimeja makan.
Jadi Kia yang baru selesai sholat atau baru selesai dari kamar mandi, sudah tersedia juz dan susu hamil dimejanya. Sebab jika tidak diminumin susu atau juz dulu, mual diperutnya Kia akan semakin menjadi dan malah membuat Kia tidak ***** makan.
Kia ketika baru bangun tidur tadi dia sudah merasakan ada hal yang tidak beres dengan perut dan kepalanya. Karena rasa mual serta pusing yang dia rasakan melebihi hari-hari biasanya. Walau sudah Kia minumin Juz dan susu hamilnya pun tumben mual diperutnya belum berkurang sama sekali.
Ketika sarapan pun Kia baru masuk satu suap nasi merah dengan lauk tumis kangkung, Kia langsung saja berlari menuju kekamar mandi dan langsung memuntahkan apa yang dia makan dan minum tadi.
Qiyas masih senantiasa mendampingi Kia ketika Kia berlari menuju kekamar mandi dan memuntahkan isi perutnya.
Ketika baru selesai dari kamar mandi dan berjalan beberapa langkah, Kia langsung pingsan karena tidak tahan dengan rasa pusing yang mendera dikepalanya.
Qiyas yang waktu itu masih membersihkan muntahannya Kia, dia langsung berlari dan berteriak memanggil nama Kia ketika melihat Kia jatuh kelantai karena pingsan.
"Balqiiiiiiiiisss!!!! ", teriak Qiyas memanggil namanya Kia ketika tiba-tiba melihat Kia pingsan.
Qiyas lalu berlari untuk menghampiri Kia dan langsung berteriak memanggil Bi Karsi.
"Bibiiiiiiiii.......!!!!? ", teriak Qiyas membuat tidak cuman Bi Karsi saja yang datang, akan tetapi semua pembantu Qiyas yang mendengar Qiyas berteriak mereka langsung menuju keruang makan.
"Astaghfirullah Nyonya Kia", teriak Bi Karsi ketika melihat Kia sedang pingsan dipangkuannya Qiyas.
"Nyonya", kata semua pembantu yang masuk keruang makan dan melihat Kia pingsan.
"Bibi tolong bersihkan itu muntahannya Istriku dikamar mandi, dan Bi Karsi ayo ikut saya kekamar dan tolong juga hubungi Keluargaku dan Keluarga Istriku", kata Qiyas kepada semua pembantu dan langsung saja mengangkat Kia kekamar mereka dan diikuti Bi Karsi.
Semua pekerja dan pembantu dirumahnya Qiyas dan Kia juga mengetahui, jika Kia Nyonya mereka sedang hamil, bahkan hamilnya kembar pun mereka mengetahui, karena diberitahu oleh Qiyas.
Sebelum menuju kekamar Qiyas dan Kia, Bi Karsi terlebih dulu menghubungi Mamah Dian, Ayah Ibrahim, Bunda Lili dan Papah Ziyas untuk memberitahukan jika Kia sedang pingsan dan segera akan dibawa kerumah sakit MIRACLE HOSPITAL tempat dimana Kia biasanya periksa kandungan.
Ayah Ibrahim, Mamah Dian, Papah Ziyas dan Bunda Lili mereka waktu itu juga sedang sarapan dirumah mereka masing-masing sangat terkejut ketika mendapat telefon dari pembantu rumahnya Qiyas serta Kia, yang mengatakan Kia sedang pingsan dan akan dibawa kerumah sakit.
Sontak saja Ayah Ibrah, Mamah Dian, Papah Ziyas dan Bunda Lili mereka langsung saja meninggalkan kegiatan sarapan mereka walaupun belum selesai dan langsung menuju kerumah sakit Miracle Hospital untuk menyusul Kia dan Qiyas.
Bi Karsi ketika sudah selesai membantu Qiyas menggantikan baju serta Niqobnya Kia yang terkena muntahan yang lumayan banyak. Langsung saja Qiyas seketika menggendong Kia menuju mobil untuk dibawa kerumah sakit. Dan Qiyas juga menyuruh sopirnya untuk sedikit mempercepat kecepatannya.
ππππππππππππ
Segini dulu ya readers, semoga puas dipart ini yaππ
ππππππππππππ
***TBC***