
Mila yang saat itu sedang tiduran dikamarnya sambil menyemil dan membaca sebuah buku tentang ibu hamil. Tiba-tiba dia dikejutkan dengan kabar yang dia dapat dari suaminya Zidan, jika Kakak sepupunya Kia sudah melahirkan.
"Hallo Assalamu'alaikum Hubby", salam Mila sambil membalik buku yang dia baca.
"Wa'alaikumussalam sweety, sweety lagi ngapain sama dedek?? ", jawab dan serta tanya Zidan diseberang sana.
"Lagi dikamar, sambil membaca buku Ayah", jawab Mila kepada Zidan dengan menirukan suara anak kecil.
"Pasti juga lagi nyemil kan sweetynya hubby", goda Zidan kepada Mila.
"Ko hubby tahu", jawab Mila sambil cekikian.
"Apa sih yang tidak hubby tahu dari istri tercinta", gombalnya Zidan untuk Mila.
Ya pasti tahulah si Zidan, karena semenjak hamil Mila sering sekali lapar dan sering menambah porsi makannya. Makanya Zidan semenjak Mila hamil dia selalu sedia makanan, buah-buahan, camilan, roti biskuit didalam kamarnya atau dikulkasnya melebihi biasanya atau apa saja yang penting makanan itu masih bagus dan baik dikonsumsi oleh ibu hamil.
"Cie, sudah pintar ngegombal sekarang", jawab Mila kepada suaminya dengan tertawa.
"Yang penting gombalnya sama Mila seorang saja", kata Zidan sambil tertawa kecil diseberang telefon.
"Hubby sudah makan siang belum?? ", tanya Mila kepada Zidan. Dan memang waktu Zidan menelfon adalah sekitar jam dua belas siang.
"Sudah pesan sama OB ko sweety, mungkin sebentar lagi datang makanannya", jawab Zidan kepada Mila.
"Oh ya sweety Kak Kia dia sudah lahiran tadi pagi, diRumah Sakit, anaknya perempuan dan laki-laki dan...............
Perkataannya Zidan terpotong karena teriakannya Mila.
"Apa Hubby sudah lahiran, ayo Hubby antarin Mila melihat Kak Kia dan anak-anaknya, pasti mereka lucu-lucu deh", kata Mila tadi dengan sedikit berteriak.
"Mila sayang, Hubby belum bisa mengantarkanmu sekarang, nanti ya jika pekerjaannya hubby sudah tidak sebanyak ini, Kak Qiyas kan cuti lama jadi semua pekerjaannya dilimpahkan sama Tuan Aulian dan sekretarisnya Kak Qiyas termasuk Kakak", kata Zidan memberi pengertian kepada Mila agar Mila mengerti keadaannya.
"Baiklah kalau begitu Hubby, biar Mila nanti menelfon Kak Kia saja dulu", jawab Mila dengan pengertian kepada Zidan.
Mila lalu merubah panggilan telefonnya Zidan menjadi panggilan video call, dan Zidan langsung saja mengangkatnya.
"Iih, tambah chubby pipinya, pingin hubby gigit itu, gemes", kata Zidan ketika sudah mengangkat panggilan video callnya Mila dan langsung melihat wajah chubbynya Mila.
"Apa chubby banget ya Hubby pipinya Mila", tanya Mila sambil melihat wajahnya sendiri dikamera hp.
"Makin chubby makin lucu dan bikin hubby makin tambah cinta, karena wajahnya sweety tambah ngangenin", jawab Zidan dengan sangat hati-hati sekali. Sebab dia pernah menjawab salah, dan Mila menangis dengan begitu kencangnya, serta ujung-ujungnya Zidan juga yang kerepotan.
Pernah suatu hari ketika hari minggu, dan Zidan dia sedang dirumah karena libur, Mila yang waktu itu sudah sarapan pagi tadi sekitar pukul setengah tujuh pagi bersama Zidan dan kedua orang tuanya Zidan.
Ketika jam baru menunjukkan pukul delapan pagi, Mila merengek dan berkata kepada Zidan jika dia sudah lapar lagi. Zidan yang waktu itu dia salah bicara kepada Mila membuat riuh satu rumah dan membuat Ibu Gendhis yang lagi menyapu diteras depan langsung buru-buru masuk, sedangkan Ayah Erlangga yang sedang mencuci mobil dia juga terburu-buru berlari masuk ketika mendengar tangisnya Mila.
"Hubby, Mila lapar lagi", rengek Mila kepada Zidan yang sedang menonton televisi diruang keluarga.
"Kan tadi baru saja sarapan sayang", jawab Zidan kepada Mila, tanpa mengalihkan pandangannya dari televisi.
"Tapi tidak tahu mengapa, perut Mila lapar lagi", kata Mila dengan manja sambil memeluk lengan kirinya Zidan.
"Mau makan apa sweety, tapi jangan terlalu banyak yah, nanti bisa tambah ndut dan tambah chubby itu pipinya", jawab reflek Zidan kepada Mila masih dengan tanpa mengalihkan pandangannya dari televisi.
Mila yang mendengar jawabannya Zidan, dia reflek melepaskan pelukannya dilengannya Zidan dan langsung memukul lengannya Zidan sambil menangis dengan kencang sekali.
"Huaaaaaa, huaaaaaa, Hubby jahat, huaaaaa hubby sudah tidak cinta lagi sama Mila, hubby mau cari istri lagi gara-gara Mila gendut huaaaaa", tangis Mila dengan begitu keras, membuat Ibu dan Ayah mertuanya langsung berlarian masuk keruang Keluarga karena mendengar suara tangisnya Mila.
Zidan yang tiba-tiba mendengar Mila menangis dengan kencang tepat disampinya, dia menjadi bingung dan langsung mengalihkan pandangannya kearah Mila.
"Zidan kamu apain istri kamu Mila", tanya Ibu Gendhis ibunya Zidan kepada Zidan ketika dia sudah masuk kedalam ruang Keluarga.
"Zidan, kenapa Mila bisa menangis seperti itu", tanya Ayah Erlangga Ayahnya Zidan ketika sudah masuk juga keruang Keluarga dengan tangan yang berlumuran busa sabun, karena sampai terlupa mencuci tangan sebab mendengar tangisnya Mila.
Zidan yang ditanya oleh kedua orang tuanya menjadi tambah bingung, dia sendiri juga kalang kabut sambil menggelengkan kepala dan mengangkat tangannya pertanda dia tidak tahu.
Ibu Gendhis dan Ayah Er mereka terkejut mendengar perkataannya Mila, karena mereka fikir Zidan sudah berbuat yang tidak-tidak kepada Mila, ternyata hanya Mila yang begitu sensitif karena hormon kehamilannya dan kedua orang tuanya Zidan langsung saja mengalihkan pandangannya kearah Zidan.
Dan Zidan yang dilihat oleh kedua orang tuanya, dia hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil meringis. Sebab Zidan tadi berbicara begitu dia antara sadar dan tidak sadar karena dia terlalu fokus menonton televisi.
Ibu Gendhis lalu mencoba mengalihkan suasana dengan berbicara kepada Mila dan duduk disampingnya Mila.
"Mungkin maksud suami kamu tidak begitu Mila, kan kamu tahu sendiri jika terlalu banyak makan tidak baik juga untuk kesehatan", kata Ibu Gendhis merayu Mila dan langsung dianggukin cepat oleh Zidan perkataan Ibunya.
"Tapi Mila lapar lagi Bu", kata Mila dengan mengusap ingusnya dibajunya.
"Sweety mau makan, baiklah akan hubby ambilkan sekarang ya", kata Zidan dengan semangat sambil berdiri dari duduknya.
"Tapi Mila sudah tidak mau makan yang ada dirumah hubby", jawab Mila kepada Zidan.
"Terus Nak Mila mau makan apa, biar dibelikan sama suamimu", tanya Ibu Gendhis kepada Mila.
Mila lalu menyebutkan makanan yang dia inginkan, karena menangis tadi Mila menjadi tambah lapar sekali, dan Zidan, Ibunya serta Ayahnya Zidan yang mendengar permintaan Mila mereka menggelengkan kepalanya karena mendengar permintaannya Mila yang begitu banyak kepada Zidan. Dan katanya Mila beli banyak biar semuanya satu rumah bisa makan, padahal nanti jika Mila makan bisa habis sampai tiga porsi.
"Lain kali aku harus hati-hati lagi dalam berbicara kepada Mila", batin Zidan ketika mendengar permintaannya Mila.
Setelah Mila menyebutkan keinginannya kepada Zidan, dia pergi kekamar mandi sebentar, karena ingim buang air kecil. Dan ketika Mila kekamar mandi, Ibunya Gendhis menasehati Zidan untuk menjaga perasaan wanita hamil, karena hormon sensitifnya bumil
melebihi wanita yang tidak hamil.
"Baik Bu, lain kali Zidan akan lebih hati-hati lagi", jawab Zidan ketika mendengar nasihat dari Ibunya.
"Untung Mila cuman minta ini itu sama kamu habis itu sudah tidak marah lagi, dulu waktu Ibumu hamil kamu, ketika Ayah mengatainya gendut, dia mendiamkan Ayah satu hari penuh Dan", kata Ayah Erlangga kepada Zidan. Dan Ibu Gendhis yang mendengar dia reflek tertawa karena teringat kisah dia yang dulu.
Semenjak kejadian itu, Zidan jika berbicara kepada Mila selalu berhati-hati, karena takut menyinggung perasaannya bumil serta Zidan juga takut jika didiamkan Mila seperti Ayahnya yang didiamkan Ibunya karena salah berbicara.
Kembali lagi keMila dan Zidan yang lagi sedang melakukan panggilan video call.
"Hubby pasti ada maunya ya berkata seperti itu kepada Mila", kata Mila kepada Zidan.
"Tahu saja sweety", jawab Zidan dengan tersenyum manis kepada Mila.
"Pasti minta nambah lagi nanti malam", jawab Mila kepada Zidan, membuat Zidan reflek tertawa lepas karena perkataannya Mila. Dan hanya Milalah yang bisa membuat Zidan tertawa lepas begitu.
"Sweety tahu saja apa yang hubby inginkan", jawab Zidan disela-sela tertawanya.
"Tahulah, ada tahi lalat tersembunyi pun sweety tahu ko", jawab Mila dengan blak-blakan kepada Zidan. Dan Zidan makin tertawa karena perkataannya Mila.
"Sudah dulu kalau begitu ya sweety, jika diteruskan bahaya nanti, bisa-bisa nanti hubby tidak konsen bekerja dan ingin cepat-cepat pulang", kata Zidan kepada Mila.
"Iya-iya suamiku tersayang, jangan dilupa makan siang dulu itu makanannya yang sudah diantarkan OB", kata Mila kepada Zidan, karena tadi ketika sedang berbicara tiba-tiba OB membawakan makanan pesanannya Zidan.
"Iya sweety, Assalamu'alaikum", kata Zidan kepada Mila sambil memberikan cium jauh.
"Wa'alaikumussalam hubby", jawab Mila sambil juga membalas cium jauhnya Zidan, dan setelah itu sambungan video call mereka benar-benar terputus.
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Mila kayak author, karena dulu author ketika hamil anak pertama makannya banyak, sampai tiga porsi pun muat diperutππππππ .
Dan Aulian-Zahranya jangan lupa untuk mampir ya readers πππ
ππππππππππππ
***TBC***