
Malam harinya setelah melaksanakan rutinitas malam seperti makan malam dan sholat isya', saat ini Kia dan Qiyas sedang berada didalam kamar Kia. Mereka berbicara sambil tiduran diranjang.
"Balqis kamu beneran tidak apa-apa kan ikut Kakak, dan tidak tinggal bareng lagi bersama Ayah Ibrahim dan Mamah Dian lagi", tanya Qiyas kepada Kia sambil mengusap kepala Kia yang tidak tertutup hijab. Karena Qiyas posisinya sedang tidur miring menghadap Kia.
"Kan Kia sudah menjadi istrinya Kakak, jadi kemana pun Kakak tinggal dan pergi insyaallah Kia akan dengan ikhlas ikut dengan Kakak", jawab Kia.
"Jika sudah saatnya akan pindah, akan Kakak tunjukkan rumah yang akan kita tempatin nanti bersama anak-anak kita kelak", kata Qiyas kepada Kia sambil tangan Qiyas meraba kemana-mana dan membuat Kia menahan sesuatu.
"Iya Kia ngikut Kakak saja bagaimana baiknya", kata Kia lalu merubah posisi tidurnya menjadi miring menghadap Qiyas.
Hehehee.....
Qiyas tersenyum habis itu dia tertawa karena dia dipelototin Kia, karena tangan Qiyas sudah merambah kemana-mana dan sudah sampai di************* (sensor ya readersπππππ).
"Boleh yah sayang", kata Qiyas kepada Kia.
Dan Kia mengangguk memberi jawaban kepada Qiyas, karena Kia juga tahu hukumnya akan berdosa jika seorang istri tidak memberikan haknya suami. Akhirnya terjadilah yang harusnya terjadi.
Rasulullah SAW bersabda:Β βKetika seorang laki-laki mengajak istrinya baik-baik ke ranjang (berhubungan ****), lalu sang istri menolak keras (membangkang), sehingga sang suami marah besar kepadanya, maka malaikat akan menjauhkannya (laknat) dari kasih sayang (rahmat) sampai subuh.βΒ (Sahih Bukhari, No. Hadits: 3272).
Di sisi lain, menggauli istri merupakan salah satu kewajiban seorang suami terhadap istri. Namun, dalam Al Quran surat An Nisa ayat 19, Allah berfirman,Β "Dan bergaullah dengan mereka secara patut."
ππππππππππππ
"Iiiiiih Hubby mau ngapain sih, ini Mila lagi ngerjain tugas mengganggu Mila tahu", kata Mila sambil memegangi tangan Zidan yang daritadi mengganggu Mila dan Mila berbicara tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop.
"Apa masih lama sayang", tanya Zidan dengan suara serak.
"Ya lumayan, tapi kalau Hubby mengganggu begini akan jadi lama selesainya", kata Mila sambil melihat kearah Zidan.
"Ayolah sayang, kita praktekin jurus Mamah lagi", kata Zidan merengek kepada Mila.
"Sebentar lagi yah Hubby, Mila mohon ini tinggal sedikit lagi, Mila harus kumpulin besok ini tugasnya", kata Mila dengan memohon Zidan.
"Baiklah", kata Zidan dia langsung beranjak dari shofa yang dia dudukki dan daritadi mengganggu Mila mengerjakan tugas.
Zidan lalu berjalan kearah ranjang dan mengambil buku bisnis yang dia punya untuk dia baca. Baru lima belas menit Zidan sudah jenuh membaca buku itu, semua pekerjaan sudah Zidan selesaikan sejak tadi sore sehabis pulang dari butik, dan lagian pekerjaan Zidan tidak lagi banyak, mangkanya dia bosen sendirian ketika melihat istrinya lagi sibuk mengerjakan tugas.
Dengan tingkat kebosenan yang sudah tinggi, Zidan mendekati Mila lagi dan duduk dishofa sebelah Mila. Dan dia langsung merebahkan kepalanya dipaha Mila.
"Hubbyku mau ngapain sih", kata Mila sambil menahan geli.
Zidan tidak merespon perkataan Mila dia sedang asik dengan kegiatan yang dia lakukan. Karena sudah tidak tahan dengan apa yang dilakukan Zidan kepadanya akhirnya terjadilah kegiatan seperti yang Zidan harapkan. π π Untuk tugas biarlah difikirkan entar bathin Mila.
πππππππππππππ
Rion yang saat itu sedang makan malam disebuah Caffe dia dikejutkan dengan suara cewek yang akhir-akhir ini sedang mengganggunya.
Rion yang daritadi sibuk dengan Hpnya dan makanannya, tiba-tiba dia mendengar suara cewek yang tidak asing baginya. Ketika Rion melihat sekeliling dia melihat Mita sedang memarahi dua orang laki-laki yang dia perkirakan seumuran dengannya. Rion lalu menaruh Hpnya dan menghentikan makannya untuk menyaksikan Mita.
Tidak cuman Rion saja, semua pengunjung yang ada didalam Caffe itupun sama semuanya melihat kearah Mita dan dua laki-laki yang dimarahin Mita tepatnya sih cuman satu yang dimarahin Mita, dan satunya lagi dia malah asik makan pesanannya.
"Caffe ini tidak menerima pelanggan hidung belang seperti anda, silahkan anda angkat kaki dari sini dan silahkan pergi yang jauh", kata Mita kepada pelanggan laki-laki itu yang tadi berani mencubit pan***t karyawannya dan dirinya. Laki-laki yang dimarahin Mita bernama Felix. Sedangkan teman Felix dia cuek sambil meneruskan makannya.
Tidak tahu saja si Felix, jika Mita bisa jago taekwondo karena sering diajarin Kakaknya Dominic.
"Menarik", kata Rion yang menyaksikan adegan Mita dengan laki-laki kurang ajar itu.
"Ternyata dia bekerja menjadi pelayan diCaffe ini juga, sungguh wanita yang pekerja keras", kata Rion lagi dengan suara yang sangat kecil.
Rion tidak tahu saja jika Caffe yang dia datangi adalah Caffe milik Ayahnya Mita yang sekarang sudah diberikan dan sudah menjadi atas nama Mita.
Mita jika berpakaian tidak mencolok dia berpakaian biasa saja, bahkan dia jarang berdandan, akan tetapi tidak berdandan pun mita sudah manis, karena kulit Mita selalu terawat. Jadi banyak yang tidak tahu jika dia anak dari Tuan Edward Mackenzie.
"Jangan tambah kurang ajar ya Tuan", kata Mita kepada Felix. Dan laki-laki itu yang dipelintir tangannya dia langsung berdiri dan ingin menampar Mita. Rion yang melihat, dia langsung berdiri dari duduknya akan tetapi sebelum kakinya melangkah dia dikejutkan dengan tindakan Mita yang membuat Rion menganga melihatnya.
"Kurang ajar kamu Hah, jangan sok jual mahal deh", kata Felix ketika sudah bangun dari lantai. Karena tadi Mita langsung membantingnya kelantai ketika Felix akan menampar Mita.
Mita yang mendengar lansung memberikan jurus mautnya kepada Felix dan temannya Felix itu yang datang bersamanya dia tidak membantunya malah menonton Felix dipukuli Mita.
"Silahkan keluar sekarang!!!!! ", teriak Mita kepada laki-laki yang dia pukuli.
"Sudahlah Felix ayo kita pergi, apa kamu tidak malu dilihatin oleh pengunjung yang lain", kata temannya kepada Felix.
Akhirnya Felix dan temannya pergi dari Caffe dengan perasaan yang sangat malu karena Felix kalah oleh seorang gadis ingusan seperti Mita.
"Mohon maaf untuk ketidak nyamanannya, silahkan dinikmati lagi makanannya, saya permisi dulu", kata Mita kepada semua pengunjung sambil menundukkan badannya dan setelah itu dia berlalu menuju dapur untuk mengambil minum.
Akan tetapi Rion yang melihat Mita jalan menuju dapur dia kira Mita akan melayani pelanggan lagi.
"Gadis yang menarik ternyata dia tidak seperti yang aku fikirkan", gumam Rion untuk dirinya sendiri.
Ketika Rion sedang larut dengan fikirannya, dia dikagetkan dengan suara dering Hpnya.
"Hallo Dom, apakabar kamu, tumben menelfon?? ", kata Rion kepada yang menelfon.
".......... β¦"
"Berarti kamu lagi diSwiss, mangkanya tidak pernah kelihatan", kata Rion lagi.
".......... β¦"
"Baiklah-baiklah, okey sukses untukmu", kata Rion lagi dan langsung mengakhiri sambungan telefonnya.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Ada yang tahu siapa yang menelfon Rionππ
Kalau cerita ini author buat tamat cepat apakah ada yang setuju?? π€π€π€
Komen yuk readersπ€π€π
ππππππππππππ
***TBC***