BISSMILLAH WITH YOU

BISSMILLAH WITH YOU
SEBUAH KENANGAN



Setelah kurang lebih lima hari Aida dirawat dirumah sakit dia diperbolehkan pulang. Kepulangannya disambut suka cita oleh semua Keluarga terutama Keluarga Pak Kyai dan Umi Maryam, karena anak Zabir adalah cucu pertama mereka.


★★★★★★★★★★★


Kia yang tadi ikutan mengantar Aida pulang sekarang sudah berada dirumahnya untuk beristirahat. Tiba-tiba dia teringat dengan pesan kedua orang tuanya yang memintanya untuk segera pulang membahas khitbahannya Ustadz Faris. Dan dia segera ingin memberitahukan kepada Ustadz Faris.


"Assalamu'alaikum Ustadz Faris", kata Kia disambungan telefon.


"Wa'alaikumussalam Kia, ada apa?? ", kata Ustadz Faris.


Kia akhirnya menceritakan apa yang diminta kedua orang tuanya tentang membahas lebih lanjut khitabahannya Ustadz Faris dan segera meminta Kia cepat pulang.


"Baiklah Kia, aku siap kapan saja, bagaimana sabtu depan saya kerumahmu, apakah kamu bisa Kia", kata Ustadz Faris.


"Baiklah Ustadz saya bisa, saya akan bilang kepada ayah dan mamah", kata Kia


"Sampai ketemu minggu depan, Assalamu'alaikum Kia", kata Ustadz Faris mengakhiri sambungan telefon.


"Wa'alaikumussalam Ustadz Faris", jawab Kia.


Kia segera menyelesaikan tugas-tugas dan nilai-nilai siswa yang dia rekap. Supaya jika ia tinggal untuk beberapa hari pekerjaannya tidak terbengkalai dan tidak merepotkan Ustadzah yang lain.


Akhirnya Sabtu yang ditunggu-tunggu pun datang juga. Setelah Kia berpamitan kepada Lida, dan keluarga Pak Kyai sejak hari Rabu. Kamisnya Kia sudah berada dirumahnya sendiri, rumah yang begitu banyak menyimpan kenangan terutama kenangan tentang Kakaknya Afrin.


Jam masih menunjukkan jam sepuluh pagi. Kia yang saat ini sedang duduk dikursi ayunan ditaman depan rumahnya sekilas dia teringat dengan Kakaknya Afrin yang sudah meninggal.


*Falshback On*


"Nabiiiiil, akhirnya adik Kakak pulang juga, sudah 6 bulan baru ingat pulang sekarang", kata Afrin sambil membukakan pintu rumah dan langsung memeluk Kia.


"Hehe maaf Kak, enakan disana temannya ramai, daripada disini cuman ada Kakak saja, tidak asik", kata Kia sambil menggoda Afrin Kakaknya.


"Aishh, dasar adik yang paling cantik", kata Afrin sambil merangkul adiknya.


"Sana bersih-bersih dulu, nanti kita mengobrol bareng, dan begitu banyak yang ingin Kakak ceritakan pada Nabilah Balqis nya ayah Ibrahim", kata Afrin sambil ketawa kepada Kia.


"Baiklah, bye bye Kakakku yang.........???? Yang apa Kak bagusnya", goda Kia berpura-pura mikir.


Melihat Kakaknya yang mau menjewer, Kia tiba-tiba berlari dengan kencang menuju kamarnya dan tertawa puas bisa mengerjai Kakaknya.


Setelah sekitar dua jam Kia bersih-bersih dan beristirahat, Kia keluar kamar untuk mencari Kakaknya.


"Siang Mah, Kakak kemana Mah, Kia cari dikamarnya tidak ada", kata Kia kepada Mamah Dian yang sedang menonton Tv.


"Itu kayaknya ada ditaman", kata Mamah Dian.


"Kia ke Kakak dulu ya Mah", kata Kia kepada Mamahnya.


Tanpa menunggu jawaban Mamahnya, Kia langsung melangkahkan kakinya ketaman depan rumahnya. Dirumah Kia memang ada sebuah taman kecil, ada kolam ikan, air mancur kecil, berbagai tanaman bunga warna warni, dan jangan lupakan sebuah kursi ayunan yang menjadi favorit Kia dan Afrin.


"Astaghfirullah Nabilah Balqis Adzkia", kata Afrin Kakaknya sambil memegangi dadanya yang kaget.


"Kakak nama Kia kebalik tauuuuu!!! ", kata Kia pura-pura merajuk dan langsung duduk disamping Kakaknya.


"Biarin, kamu senengnya godain Kakak", kata Afrin sambil merangkul pundaknya Kia.


"Kia umur kamu sudah 17 tahun, apakah sudah ada seorang ikhwan yang kamu taksir", goda Afrin kepada Kakak.


"Kakak iiiiih nyebelin ocg pertanyaannya", kata Kia dengan merajuk.


Sedangkan Afrin yang mengetahui jika adiknya tidak suka pacaran cuman menggodanya saja dan lihat Kia merajuk itu membuat Afrin tertawa lepas.


"Sudah, sudah Kakak cuman bercanda", kata Afrin setelah meredakan tawanya.


"Kakak ingin bercerita Nabil, sebenarnya Kakak sedang dekat dengan seorang Ikhwan sejak 5 bulan yang lalu, Namanya Kak Iyas. Dia ikhwan yang sholeh, baik dan sayang kepada keluarga. Dan untuk waktu dekat mungkin Kakak akan bertunangan dengannya. Kamu harus datang dan pulang ya Nabil waktu Kakak melangsungkan pertunangan", kata Afrin kepada Kia.


"Hah, apa Kia tidak salah dengar, terus bagaimana dengan Ayah dan Mamah Kak, apa mereka setuju", tanya Kia kepada Afrin.


"Ayah sama Mamah sangat mendukung dek, karena selama 5 bulan ini kami dekat Ayah dan Mamah bisa menilai Kak Iyas adalah lelaki yang baik", kata Afrin


"Tapi kenapa Kakak atau Mamah tidak pernah bercerita kepada Kia jika sedang menelfon", tanya Kia bingung.


"Itu Kakak sayang yang menginginkan, Kakak ingin menyampaikannya secara langsung kepadamu", kata Afrin lagi.


"Apa Kakak yakin, kan umur Kakak baru 20 tahun", tanya Kia sambil melihat wajah Kakaknya dan memastikan jawaban dari Kakaknya.


Afrin yang mengetahui keraguan dari adiknya Kia hanya tersenyum dan menggenggam tangan adiknya.


"Menikah bukan hambatan dalam meraih cita-cita dek, menikah akan menghindarkan kita dari dosa Zina, zina mata, zina persaan dan masih banyak lainnya, daripada kita kedepannya bisa menimbulkan fitnah dan kemudhorotan lebih baik kita menikah, karena pacaran setelah menikah itu malah mendatangkan pahala dek, faham kan Nabilah sayang", kata Afrin menjelaskan kepada Kia.


"Dan pokokknya Nabil harus datang keacara pertunangan Kakak titik, kalau tidak Kakak marah sama Kia", kata Afrin lagi.


"Emang acara pertunangan Kakak kapan?? ", tanya Kia kepada ada Afrin Kakaknya.


"Dua minggu lagi dek, kamu datang yah, Kakak mohon, tanpa kamu rasanya kurang lengkap", kata Afrin sambil memohon kepada Kia.


"Yaaaah Kakak, kenapa harus dua minggu lagi sih, diundur lagi kenapa?? ", kata Kia dengan cemberut.


Afrin dengan reflek langsuk mengjitak pelan kening adiknya itu.


"Aduh Kakak, kenapa mengjitak keningku sih", kata Kia sambil mengusap keningnya.


"Ya kamu dek, ada-ada saja harus diundur lagi, semua sudah disiapin dan semua sudah direncanain, kamu ini", kata Afrin kepada Kia dengan gemas sambil mencubit pipi Kia.


"Yaa kirain siapa tahu gitu, soalnya hari itu pas hari ulangan Kia Kak, buat nyiapin Ujian Nasional, walaupun Kia tidak bisa hadir, do'a Kia selalu yang terbaik buat Kakak", kata Kia kepada Afrin.


*Flashback Of*