BISSMILLAH WITH YOU

BISSMILLAH WITH YOU
AKHIRNYA



"Cepat jelaskan!!!!!! ", teriak Papah Ziyas lagi kepada wanita itu sambil menggebrak meja dan membuat yang ada didalam situ pada terlonjak kaget, terutama untuk wanita itu yang sudah sangat gemetaran. Karena wanita itu daritadi ditunggu-tunggu bukannya berbicara malah dia diam saja.


"Be....... Begini Tuan, se.......... sebenarnya.......... Saya begini disuruh Tuan Ananta, karena Tuan Ananta tidak terima dengan tender besar yang dimenangkan oleh Perusahaan Irawan Corp Tuan, ka......... katanya dia tidak terima dengan kekalahan itu, dan..... dan dia merencanakan untuk mempermalukan Tuan Qiyas didepan umum Tuan, agar na...... nama Tuan Qiyas menjadi buruk dimasyarakat dan ingin supaya Perusahaan Irawan Corp sahamnya makin menurun Tuan karena pemberitaan buruk itu", jelas wanita itu dengan tergagap dan menunduk karena takut.


Papah Ziyas dan para sekretaris mereka terkejut mendengar penjelasan dari wanita itu.


"Kamu dibayar berapa sama Ananta Nona?? ", tanya dingin Papah Ziyas kepada wanita itu.


"Ayo cepetan jawaaaaaabbb!!! ", bentak Papah Ziyas lagi kepada wanita, karena wanita itu kelamaan menjawabnya.


"Sa....... Saya dibayar se....... seratus juta Tuan, jika rencana saya berhasil", jawab wanita itu sambil menunduk ketakutan.


"Apa ada lagi rencananya Ananata untuk anakku?? ", tanya Papah Ziyas lagi.


"Aaaaa.... Ada Tuan", jawab wanita itu segera, karena takut dibentak lagi.


"Jelaskan!!!! ", jawab Papah Ziyas secara dingin dan singkat.


"Tu...... Tuan Ananta juga menyuruh saya un..... untuk menghancurkan pernikahan Tu...... Tuan Qiyas Tuan, ka....... karena Tuan Ananta benci dengan Tu... Tuan Qiyas, yang katanya sok alim dan sok sholeh", kata wanita itu kepada Papah Ziyas.


"Aku tidak perduli lagi, aku sudah terlanjur takut dan menjelaskan rencanamu Tuan, sekalian saja aku jelaskan semua, jika nanti aku dipenjara, aku ingin kamu juga dipenjara", bathin wanita itu untuk Tuan Ananta.


Semua orang yang berada didalam situ menjadi geram dengam namanya Tuan Ananta itu, dan kepada wanita itu juga.


"Apa hukuman yang pantas untukmu Nona?? ", tanya Papah Ziyas kepada wanita itu dengan tatapan yang sangat sulit diartikan. Membuat wanita itu yang ditatap oleh Papah Ziyas semakin menunduk dan takut.


Sebelum wanita itu menjawab tiba-tiba suara dering Hpnya Papah Ziyas berbunyi. Papah Ziyas dia segera mengambil Hpnya yang ada disaku jasnya dan segera mengangkatnya ketika nama Qiyas anaknya yang tertera dipanggilan masuk.


Liem menghentikan sejenak rekamannya untuk memberi waktu kepada Papah Ziyas berbicara ditelefon.


"Iya Hallo Assalamu'alaikum Yas?? ", salam Papah Ziyas kepada Qiyas disambungan telefon.


"............. ... "


"Apaaaa!!!!!!! ", jawab Papah Ziyas membuat semua orang menjadi terkejut karena teriakannya Papah Ziyas.


"....... .......... "


"Alhamdulillah syukurlah, Papah akan menyelesaikan ini segera, dan kamu sudah menghubungi Bunda sama mertua kamu kan?? ", tanya Papah Ziyas lagi kepada Qiyas.


"............. ... "


"Ya sudah kalau begitu, jika nanti sudah selesai Papah akan kesana juga, Papah tutup dulu Yas telefonnya, Assalamu'alaikum", kata terakhir dari Papah Ziyas untuk menutup smbungan telefonnya.


"............ ... "


Papah Ziyas dia lalu mengantongi hpnya lagi ketika Papah Ziyas sudah mendengar jawabannya Qiyas dan mematikan sambungan telefonnya.


Baru selesai Papah Ziyas mengantongi Hpnya, pintu ruangan Owner Cafe dibuka secara kasar dari luar, dan mengakibatkan hampir semua orang terlonjak kaget karena suara pintu yang keras itu, semua orang mengalihkan pandangannya kearah orang yang membuka pintu dengan sangat keras. Dan orangnya adalah Aulian.


Aulian dia diberitahu oleh sekretarisnya Indra, karena Indra tidak sengaja membuka berita online dan muncullah berita tentang Qiyas tadi diCafe, dan Aulian dia langsung saja meninggalkan pekerjaannya serta Aulian dia langsung menuju keCafe seberang kantornya, dan disinilah sekarang dia berada bersama yang lain.


Zidan yang melihat Aulian datang dia langsung saja berdiri dari duduknya dan mempersilahkan Aulian untuk duduk disampingnya Papah Ziyas.


"Wah gantengnya laki-laki ini, jika yang ini aku tidak dibayar pun mau, Tuan Qiyas lebih ganteng dari laki-laki ini, akan tetapi laki-laki ini ada daya pikat tersendiri bagiku", bathin wanita itu sambil terus melihat kearahnya Aulian.


"Wah gantengnya Tuan ini, emak aku kesemsem", bathin salah satu waitress yang ada disitu.


"Ganteng sih, tapi biarlah dia tidak selevel denganku, mana mau dia padaku", bathin waitress satunya lagi dengan sadar diri.


"Apa lihat-lihat!!! ", kata Aulian ketus kepada wanita itu tadi yang melihat kearahnya terus. Membuat wanita itu langsung menunduk karena takut dengan sikap ketusnya Aulian.


"Papah apa yang diberita benar Pah, dan apakah dia orangnya?? ", tanya Aulian kepada Papahnya sambil menunjuk wanita yang duduk dishofa seberang Papah Ziyas. Dan Papah Ziyas pun hanya mengangguk memberi jawaban.


"Biasa malah bisnis", jawab Papah Ziyas kepada Aulian.


Liem langsung saja mengaktifkan perekam diHpnya lagi. Karena inisiatifnya sendiri.


"Liem hukuman apa yang pantas untuk wanita ini?? ", tanya Papah Ziyas kepada Liem tangan kanannya.


"Masukkan saja kepenjara Tuan, dan semua barang bukti kita serahkan, dengan tuntutan yang lumayan lama untuknya supaya jera Tuan", jawab Liem dengan enaknya kepada Papah Ziyas.


Wanita itu yang tadi diketusin Aulian dia langsung menunduk lagi, dan ketika mendengar perkataannya Liem dia langsung mendongakkan wajahnya, sambil memelas untuk jangan dipenjarakan dipenjara.


"Jangan Tuan, saya mohon saya jangan dipenjarakan, saya mau menjadi saksi untuk Tuan dan memenjarakan serta menghancurkan Tuan Ananta, tapi saya mohon Tuan jangan penjarakan saya", kata wanita itu dengan memelas kepada Papah Ziyas.


"............ ..... "Bisik Aulian kepada Papahnya, dan Papah Ziyas dia hanya mengangguk menanggapi bisikannya Aulian.


"Iya boleh juga idenya", jawab simple dan singkat Papah Ziyas ketika Aulian selesai berbisik.


"Ok, saya punya dua pilihan untukmu dan kamu harus memilih salah satu dianataranya", kata Papah Ziyas kepada wanita itu.


"Apa itu Tuan", jawab Wanita itu dengan segera.


"Yang pertama kamu saya penjarakan sepuluh tahun penjara dan saya akan menghancurkan Ananta dengan cara saya sendiri, atau yang kedua saya lebih ringankan hukuman kamu menjadi selama tiga tahun saja, tapi kamu harus membantuku menghancurkan Ananta, jika kerja kamu bagus dan saya puas, saya bisa membebaskanmu dari hukuman penjara akan tetapi dengan satu syarat kamu setelah itu harus pergi dari negara ini, bagaimana?? ", jelas Papah Ziyas kepada wanita itu.


"Aku tidak mau menunggu jawaban terlalu lama", kata singkat Papah Ziyas kepada wanita itu lagi.


"Baik Tuan, saya mau syarat yang kedua, dan saya berjanji akan membantu Tuan dengan semaksimal mungkin dan akan membantu menghancurkan Tuan Ananta sampai habis tak tersisa Tuan", jawab cepat wanita itu kepada Papah Ziyas.


"Pilihan yang bagus", kata Papah Ziyas kepada wanita itu dengan sambil tersenyum miring.


Sedangkan yang lain masih setia mendengarkan, dan Aulian dia tertawa mengejek sambil menaikan sebelah alisnya.


"Liem bawa dia ketempat biasa, dan jangan sampai dia kabur", perintah Papah Ziyas kepada Liem.


"Baik Tuan", jawab Liem kepada Papah Ziyas. Setelah mematikan sambungan perekamnya.


"Dan kamu, jangan sampai kamu mencoba melarikan diri, saya sangat anti menyakitin seorang perempuan, jika kamu menuruti perintahku, kamu akan selamat, jika tidak......... Papah Ziyas sengaja menjeda perkataannya.


"Sampai jumpa dipenjara untuk waktu yang lama Nona, sebab gara-gara fitnahanmu menantuku sampai masuk rumah sakit, kamu faham Nona!! ", kata tegas mengintimidasi Papah Ziyas kepada wanita itu.


"Paham Tuan, saya sangat paham, dan saya akan menuruti semua keinginan dan perintah Tuan", jawab wanita itu dengan ekspresi yang sangat ketakutan dan sambil mengangguk dengan cepat.


"Liem bawa dia", perintah lagi Papah Ziyas kepada Liem.


Liem hanya mengangguk memberikan jawaban kepada Papah Ziyas. Dan setelah itu dia berlalu dan sambil memerintah wanita itu untuk cepat berdiri dan ikut bersamanya.


Setelah kepergian wanita itu dan Liem, Papah Ziyas lalu menyuruh kedua waitress untuk kembali bekerja sambil Papah Ziyas menyerahkan lima lembar uang seratus ribuan kepada masing-masing waitress.


"Terimakasih Tuan, kami permisi dulu", kata kedua waitress itu secara bersamaan kepada Papah Ziyas. Dan Papah Ziyas hanya mengangguk menanggapi perkataan kedua waitress itu.


Setelah kedua waitress itu keluar, tinggalah didalam ruangan itu, hanya ada Papah Ziyas, Fadhil, Zidan, Aulian dan Owner Cafe itu yang bernama Zico.


"Zico terimakasih atas waktu yang tersita karena kejadian ini, untuk tanda maaf dan terimakasihku, saya akan mengirimkan ganti ruginya kepadamu, tolong tuliskan nomor rekeningmu kepada Zidan", kata Papah Ziyas dengan ramah kepada Zico owner Cafe itu.


"Tidak usah Tuan, jasa Tuan Qiyas sudah banyak kepadaku, hal seperti ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan semua jasanya Tuan Qiyas Tuan Ziyas", jawab Zico owner Cafe tersebut.


Karena dulu Zico ketika akan membangun dan membuka Cafe dia mempunyai masalah yang cukup serius dan lahannya pun sedang bersengketa. Ketika Zico meminta tolong kepada Qiyas, dengan senang hati Qiyas membantunya dan akhirnya masalah itu dimenangkan oleh Qiyas dimeja hijau setelah melalui berbagai rintangan dan tanah itupun akhirnya sepenuhnya menjadi miliknya Zico.


"Tidak apa-apa, terimalah, anggap saja pemberian dariku Zico", jawab Papah Ziyas kepada Zico.


"Baiklah Tuan, terimakasih banyak atas semuanya", jawab Zico kepada Papah Ziyas.


Dan dia lalu menuliskan nomor rekeningnya kepada Zidan. Setelah itu Zidan lalu mengirimkan beberapa nominal uang kepada Zico melalui aplikasi M-Banking diHpnya.


Zico lalu mengecek Hpnya yang berbunyi, setelah dibuka ternyata transferan yang dilakukan Zidan berhasil.


"Apakah ini tidak terlalu banyak Tuan, kerugian saya pun tidak sampai setengahnya ko Tuan, saya kembalikan separuhnya saja ya Tuan Ziyas", kata Zico tidak enak kepada Papah Ziyas karena dia menerima transferan sebesar tujuh puluh juta rupiah dari Zidan.


"Tidak apa-apa, anggap saja rejeki untukmu hari ini", jawab Papah Ziyas kepada Zico.


"Terimakasih banyak Tuan Ziyas, terimakasih banyak, saya sudah berhutang banyak budi kepada Tuan Ziyas dan Qiyas, terimakasih Tuan", kata Zico kepada Papah Ziyas.


"Semoga semakin sukses untuk Cafemu ini dan pembukaan cabang Cafenya yang baru, jangan lupa undang saya juga", kata Papah Ziyas sambil tertawa kepada Zico dan menepuk pundaknya Zico. Membuat Zico terbengong, pasalnya dia belum memberitahukan kepada siapa-siapa jika dia ingin membuka cabang Cafe baru.


Setelah mengatakan hal itu Papah Ziyas berlalu keluar dan diikuti oleh Zidan dan Fadhil.


"Fadhil, Zidan ikut keruangan saya, dan jelaskan siapa itu Ananta", kata Papah Ziyas kepada Zidan dan Fadhil ketika baru beberapa langkah keluar dari ruangannya Zico.


"Baik Tuan", jawab Zidan dan Fadhil secara bersamaan.


Setelah itu mereka bertiga berlalu keluar dari Cafe dan menyeberang jalan untuk kembali kekantor. Sedangkan Zidan dan Fadhil mereka mengikuti Papah Ziyas dari belakang, karena akan mengikuti Papah Ziyas masuk keruangannya dan menjelaskan semua.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


***TBC***