
Disebuah rumah tepatnya dirumah baru Keluarga Ibrahim. Mereka semua sedang asik sarapan pagi bersama, mereka semua makan dengan khitmad ditemani celotehan gadis lugu yang bernama Kamila Nur Laila.
Kamila Nur Laila, biasa dipanggil dengan Mila adalah anak bungsu dari adiknya Mamah Dian yang bernama Angga. Mamah Dian adalah anak pertama dari pasangan suami Istri yang bernama Sholikin dan Yuli. Mamah Dian mempunyai tiga orang adik dan semuanya laki-laki. Yang pertama bernama Angga, yang kedua Dion, dan yang ketiga Yudis. Mereka semua sudah menikah. Kalau Angga menikah dengan gadis desa dari Kota A yang bernama Sabrina. Karena menyukai desa Sabrina yang sangat asri dan sejuk sebab tempatnya masih didataran tinggi, dia beserta Istri memantapkan menetap disana.
Saat diberitahu Kia ponakannya mau dikhitbah, Angga beserta Istri langsung bertolak dari Kota A ke kota X tempat tinggalnya Mamah Dian. Karena berhubung Kia menikahnya dua minggu lagi pada saat itu, Angga beserta istri dan anak-anaknya sementara disuruh Mamah Dian untuk tinggal dirumahnya sekalian bantu-bantu dan menemani Kia, karena kasihan bolak-balik, sebab jarak Kota A ke Kota X bisa memakan waktu 2-3 jam jika menggunakan mobil.
*Fakshback On*
"Angga, kamu pulangnya sekalian habis acara pernikahan Kia saja ya, capek kalau harus bolak-balik dari Kota A ke Kota X", kata Mamah Dian kepada Angga Adiknya.
Karena diantara adik-adiknya Mamah Dian hanya Angga yang rumahnya sangat jauh. Dan mereka sedang mengobrol diteras rumahnya Mamah Dian setelah acara mengkhitbah Ustadz Faris selesai.
"Maunya mbak, tapi bagaimana dengan sekolahnya Kamila mbak, dia kan harus sekolah", kata Angga.
Angga mempunyai tiga orang anak, yang pertama bernama Andira, yang kedua bernama Satriya, yang bungsu bernama Kamila. Andira anak pertama Angga sudah menikah dan mempunyai seorang bayi laki-laki yang masih berumur 6 bulan, kalau Satriya sedang kuliah sedangkan si bungsu Kamila baru kelas 2 SMA.
"Gampang biar mbak yang bicara sama Mas Ibrahim, kamu mau ya?, kasihan Kia tidak ada teman ngobrol, kalau ada Andira atau Mila kan ada yang diajak ngobrol, karena jika sendiri Kia sering termenung jika dirumah, sebab teringat dengan Afrin kakaknya, apalagi dia mau menikah pasti sangat membutuhkan sesorang selain mbak untuk berbagi perasaan, karena mbak kan pasti akan sibuk nanti mengurusi ini itu untuk acara pernikahannya Kia", Kata Mamah Dian lagi.
"Baiklah mbak, tapi bagaimana dengan Brina Istriku mbak", tanya Angga.
"Biar mbak yang jelasin, lagian Istrimu itu juga jika sudah ketemu sama Kia malah lupa dengan anak-anaknya", kata Mamah Dian.
*Skip....
Ternyata tinggal seminggu lagi acara pernikahannya Kia dan Ustadz Faris. Semua undangan sudah disebar, catering, baju pengantin, dresscode untuk semua keluarga inti, dekorasi, gendung, souvenir semua sudah beres 90%. Tinggal kurang satu hal lagi, yaitu Fitting terakhir baju pengantinnya si calon kedua mempelai.
Kia dan Ustadz Faris memang melakukan foto Prewedding, akan tetapi Foto Preweddingnya dengan bergaya tidak saling bersentuhan satu sama lain, masih dengan jarak tetapi tetap kelihatan romantisnya. Dan Kia menghindari adegan yang saling pandang. Mereka berpose sangat kental dengan Nuansa Islami.
★★★★★★★★★★★
Tok, Tok, Tok
"Kia kamu didalam Nak", panggil Mamah Dian.
"Iya Mah, masuk saja tidak dikunci", kata Kia dari dalam kamarnya.
"Jangan lupa ya sayang nanti habis asyar jam 4 untuk Fitting baju pengantinnya bareng Nak Faris", kata Mamah Dian mengingatkan, karena sekarang baru jam satu siang.
"Iya Mamahku sayang, Kia ingat ko, tapi Kia mau istirahat bentar ya, nanti tolong Mamah bangunin Kia, jika Kia kelupaan, nanti kasihan Ustadz Farisnya nungguin lama", Kata Kia kepada Mamahnya.
"Kamu ini sama calon suami ko manggilnya masih Ustadz sih, panggil Mas atau abang, atau Aa' atau apa gitu dong Kia, kan enak didengar", kata Mamah dengan menjawil hidung Kia, karena kia sedang melepas Niqobnya.
"Manggilnya gitu nanti saja Mah, kalau sudah Sah", kata Kia sambil cekikian.
"Dasar anak cantik", kata Mamah Dian sambil mencubit pipi Kia.
"Oh ya Kia Mamah lupa mau ngasih tahu, Mamah kesini kan mau bilang sama kamu, kalau Mamah nanti tidak bisa nganterin, karena Ibunya Nak Faris sama Mamah mau mengecek ulang catering takut ada yang lupa sama kurang sayang, nanti kita ketemu langsung dibutik ya", kata Mamah Dian kepada Kia.
"Yaaaaaaaahh Mamah, berarti Kia hanya berdua dengan Ustadz Faris saja dong didalam mobil", kata Kia dengan cemberut.
"Ya, mau gimana lagi sayang, karena Mamah mau yang sempurna untuk acara pernikahan putri Mamah satu-satunya ini", kata Mamah Dian.
"Andai saja Kakak ada disini ya Mah", kata Kia tiba-tiba sedih.
"Hust!!, kamu ini, didalam Islam tidak boleh berandai-andai sayang, takdir Allah siapa yang tahu, sudah jangan sedih, kakakmu pasti juga ikut bahagia melihat adiknya yang cantik ini mau menikah", nasihat Mamah Dian untuk Kia.
"Ampuni Kia ya Allah", ucap Kia menangis sambil menutupi mukanya dengan kedua telapak tangannya.
"Sudah, kamu istirahat saja, nanti Mamah bangunin, biar nanti tidak kecapean", Kata Mamah Dian lagi sambil berlalu keluar.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"Kakak, Kak Kia ayo bangun, sudah jam 3, ini sudah mau ashar", kata Mila sambil mengguncangkan tubuh Kia.
"Iya-iya Mila Kakak sudah bangun", kata Kia masih sedikit terpejam sambil mencubit pipi Mila.
"Ish sakit Kakak, itu Kak Faris sudah datang nungguin Kakak dibawah", kata Mila sambil mengusap pipinya yang dicubit Kia.
"Apaaa!!!", kata Kia kaget dengan mata terbuka lebar dan langsung berlari menuju kekamar mandi.
Mila yang melihat tingkah Kia sontak tertawa dengan sedikit kencang. Kia yang sudah didalam kamar mandi mendengar ketawa Mila dia keluar lagi dengan muka yang dibuat garang.
"Kamu mengerjai Kakak ya Mila", kata Kia dengan dibuat sok garang, tapi aslinya muka Kia tidak terlihat garang malah terlihat cute.
Mila hanya memeletkan lidahnya kepada Kia sambil berlari menuju pintu dan langsung menutupnya dari luar.
"Sudah Kakak beres-beres dulu, lima menit lagi ashar habis itu sholat, setelah sholat dandan yang cantik yah Kak", teriak Mila dari luar kamar Kia.
Kia yang mendengar teriakan Mila hanya menggelengkan kepalanya dan langsung berlalu masuk kekamar mandi untuk bersih-bersih.
Tepat pukul setengah empat sore Ustadz Faris sampai dirumahnya Kia menggunakan mobilnya, lebih cepat setengah jam. Karena jarak rumah Kia dan rumah Ustadz Faris hanya satu jam, jika tidak macet empat puluh lima menitan sudah sampai.
"Assalamu'alaikum", salam Ustadz Faris setelah sampai didepan pintu rumah Kia.
Karena pintu rumah Kia sedang terbuka lebar.
"Wa'alaikumussalam, eh Nak Faris sudah sampai, silahkan duduk dulu, biar om panggilan Kia ", kata om Angga mempersilahkan masuk dan langsung melipat koran yang dia baca.
Ustadz Faris langsung duduk dan tidak lama Kia datang bersama Mila.
"Eh Kak Faris sudah datang, titip Kakak Mila yang cantik ini yah, awas jangan lecet, kalau lecet nanti malah lebih cantikan Mila", celetuk Mila yang membuat Ustadz Faris dan Kia tertawa.
"Siap Tuan Putri", canda Ustadz Faris pada Mila.
Akhirnya mereka berdua berangkat menuju butik untuk Fitting baju pengantin yang terakhir. Ustadz Faris duduk dikursi depan untuk mengemudi, sedangkan Kia duduk dikursi belakang, karena mereka hanya berdua, belum makhram.
Setelah pulang dari butik, tiba-tiba Ustadz Faris berbicara yang sedikit aneh menurut Kia. Karena Ustadz Faris dan Kia masih pulang bersama satu mobil, sebab Mamah Dian dan Ibu Farida Ibunya Ustadz Faris masih mau mengecek yang lain.
"Kia, jika nanti kita tidak bersama, percayalah saya sangat mencintaimu, jika saya bisa merubah takdir, ingin rasanya saya bersamamu didunia dan disurga-NYA Allah, jika takdir tidak menyatukan kita, berbahagialah kamu dengan pasanganmu kelak, apa yang terjadi semua kehendak-NYA, jangan bersedih dan terus melangkahlah dijalan-NYA", kata Ustadz Faris tiba-tiba, sambil melihat Kia dari spion mobil.
Kia hanya diam dan bingung dengan apa maksut dari kata-kata Ustadz Faris.
"Maksut Ustadz apa ya??, kenapa kita tidak bisa bersatu, kan kita baru saja selesai Fitting Ustadz, apakah Ustadz akan meninggalkan Kia pas hari-H??", tanya Kia beruntun.
Ustadz Faris hanya tersenyum dan itu menambah bingung fikiran Kia. Dan tiba-tiba.............
Ciiiiiiiitttttttttt
Braaaaaakkkkk
Duaaaaaarrrrr
*Flashback Off*
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
***TBC***