
Setelah sekitar 3-4 harinan Kia dirumah sakit, akhirnya Kia sudah benar-benar diperbolehkan Dokter untuk pulang kerumahnya.
Mamah Dian, Papah Ziyas, Bunda Lili, Ayah Ibrahim dan juga Aulian mereka semua sangat-sangat bahagia sekali dengan kehadiran baby twins ditengah Keluarganya.
Aulian yang sudah menjenguk kemarin dirumah sakit bersama calon istrinya, dan ketika Aulian sedang menggendong baby twins secara bergantian dia rasanya ingin sekali cepat-cepat menikah dan mempunyai anak sendiri.
Sedangkan Kak Anin dia juga sudah menjenguk kemarin dirumah sakit, akan tetapi Kak Anin dan suaminya sengaja tidak mengajak anak-anak mereka. Sebab fikir mereka diRumah sakit masih rentan untuk anak-anak mereka. Dan anak-anak mereka dititipkan kepada kedua orang tuanya suaminya Kak Anin.
"Alhamdulillah ternyata sampai juga kita dirumah", kata Mamah Dian kepada semuanya.
"Mereka sangat lucu", kata Papah Ziyas sambil tersenyum ketika melihat terus kearah baby twins yang sedang tidur nyenyak dibox bayinya.
"Mah, kita pulangnya nanti-nanti saja ya, Ayah rasanya masih kepingin disini menemani Kia dan baby twins", kata Ayah Ibrahim kepada Mamah Dian.
"Iya Ayah, mau tidur disini juga tidak apa-apa", jawab Mamah Dian kepada Ayah Ibrahim.
Dan saat ini mereka semua sedang berada dikamar bayi yang berada tepat disamping kamarnya Kia dan juga Qiyas.
Sedangkan Qiyas dan Kia mereka sedang berada dikamar mereka, karena keinginan Qiyas. Entah kenapa Qiyas ingin sekali memeluk Kia ketika tadi baru sampai dirumah.
"Abi kenapa sih, hmm", kata Kia sambil membalas pelukan suaminya Qiyas.
"Tidak tahu Umi, rasanya ingin sekali memeluk Umi", jawab Qiyas masih terus memeluk Kia.
Kia tidak menjawab perkataan Qiyas lagi, dan malah lebih memperdalam pelukannya serta sambil menghirup aroma khas tubuhnya Qiyas.
"Umi terimakasih ya sudah mau berjuang melahirkan penerus kita, dan malaikat kecil yang lucu diantara kita", kata Qiyas yang sudah melepaskan pelukannya, digantikan dengan dia menangkup mukanya Kia dengan kedua tangannya.
Qiyas dengan pelan-pelan melepaskan niqobnya Kia, dan lalu menaruhnya dipinggir ranjang.
"Umi kuat juga berkat doa semuanya, terutama doa dari Abi, dan tadi Abi senantiasa berada disampingnya Umi, membuat Umi semakin kuat untuk bertahan tadi", jawab Kia sambil tersenyum manis dengan Qiyas.
Qiyas tidak menjawab melainkan dia memajukan wajahnya hingga bibir dan hidungnya menyentuh bibirnya Kia. Dan mereka berci***an dengan penuh kebahagian serta penuh kelembutan.
"I Love You", kata Qiyas kepada Kia ketika Qiyas sudah melepaskan ciumannya tadi.
"Love You too Abi", jawab Kia dengan tersenyum manis kepada Qiyas suaminya.
Diluar kamarnya Qiyas, para orang tua mereka pada sibuk dengan cucu-cucu barunya mereka. Terutama Ayah Ibrahim dan Mamah Dian yang rasanya sangat susah untuk meninggalkan baby twins walau hanya kekamar mandi sebentar.
"Itu Qiyas dan Kia kemana sih mereka, ko tidak kelihatan?? ", kata Bunda Lili kepada semuanya.
"Biarin sajalah mereka, lagian ini baby twins juga diem anteng begitu ko", jawab Papah Ziyas kepada istrinya Bunda Lili.
"Ngomong-ngomong Papah tahu tidak siapa nama dari baby twins?? ", tanya Bunda Lili lagi kepada Papah Ziyas.
"Tidak tahu, biarlah terserah mereka saja mau mengasih nama siapa?? ", jawah Papah Ziyas sambil mengusap pipi lembut dan chubbynya baby boynya Qiyas.
"Issh Papah, maksudnya Bunda kan kalau tahu enak manggilnya, tidak harus baby twins terus begitu", kata Bunda Lili lagi.
"Ya nanti jika mereka keluar kamar kita tanya saja Mbak, lagian aku juga penasaran ko siapa namanya", kata Mamah Dian kepada Bunda Lili.
"Nah itu mereka", kata Ayah Ibrahim yang melihat Qiyas serta Kia baru saja masuk dikamar baby twins mereka.
"Iyas nama baby twins kamu siapa sih, kan biar enak manggilnya kita?? ", tanya Bunda Lili dengan tidak sabaran.
"Panggil saja baby Zaiy Bund", jawab Qiyas sambil mendekati kedua anaknya yang sedang berada dibox bayi.
Qiyas yang mendengar pertanyaan dari Ayah Ibrahim, dia lalu membuka galeri dihpnya dan memperlihatkan cetakan nama anak mereka yang sudah jadi, tinggal diantarkan saja.
"Ini Yah", kata Qiyas sambil menyerahkan Hpnya kepada Ayah Ibrahim.
"Syamra Az-Zaida Syafrina Irawan, Aahil Muhammad Zayan Irawan", kata Ayah Ibrahim yang membaca nama anaknya Qiyas dan Kia digambar yang dihpnya Qiyas
"Mana Yah Mamah mau lihat", kata Mamah Dian dan langsung meminta hpnya Qiyas.
Dan Bunda Lili pun langsung mendekat kearahnya Mamah Dian untuk ikutan membaca nama anaknya Kia dan Qiyas.
"Nama panggilannya Zaida dan Zayan Yas?? ", tanya Papah Ziyas kepada Qiyas.
"Iya Pah", jawab Qiyas yang sudah duduk dishofa disampingnya Kia yang sedang menggendong baby Zayan.
"Artinya apa Yas?? ", tanya Ayah Ibrahim yang ikut-ikutan duduk dishofa seberangnya Qiyas dan Kia.
Bunda Lili dan Mamah Dian pun juga sudah duduk daritadi dishofa yang ada disampingnya Qiyas sambil menggendong baby Zaida. Sedangkan Papah Ziyas menyusul ikut duduk disampingnya Ayah Ibrahim.
"Syamra Az-zaida Syafrina Irawan (wanita yang sederhana yang mampu memikat perhatian semua orang karena kesabarannya dan gemar akan kemasyhuran serta kebajikan) sedangkan Aahil Muhammad Zayan Irawan (pangeran laki-laki yang sangat cerdas, mencintai kedamaian dan gemar akan kemasyhuran serta kebajikan)", jawab Qiyas kepada Ayah Ibrahim.
"Waah, artinya bagus banget Yas, Kia", Kata Bunda Lili kepada Kia dan Qiyas.
"Iya Bund, yang Zayan sama Az-Zaida itu nama pemberian dari Pak Kyai sengaja kami gabungkan", kata Kia kepada Bunda Lili.
"Terus ini enaknya kapan untuk syukuran baby Zaiy Yas?? ", tanya Papah Ziyas kepada Qiyas.
"Kalau menurut Ayah, genap umur mereka satu minggu saja ya Iyas", kata Ayah Ibrahim kepada Qiyas.
"Berarti tiga hari lagi dong Yah?? ", tanya Mamah Dian kepada Ayah Ibrahim.
"Kalau tiga hari lagi, mendadak begitu apa bisa Yah?? ", tanya Kia kepada Ayahnya.
Sedangkan Qiyas dia santai saja sambil menggendong baby Zaida, karena Qiyas yakin Ayah mertua serta Papahnya Ziyas bisa menyelesaikan masalah yang sepele seperti itu.
"Gampang untuk masalah itu Kia", jawab Ayah Ibrahim kepada Kia.
"Iya untuk masalah undangan, gampang serahkan kepada Papah, besok juga langsung jadi", kata Papah Ziyas kepada Kia.
"Baiklah, Qiyas mengikut bagaimana baiknya, dan jika kekurangan tenaga atau apa saja, Ayah sama Papah bilang sama Qiyas saja", kata Qiyas kepada Ayah Ibrahim dan Papah Ziyas.
Hari itu mereka semua habiskan dengan bergantian menimang baby Zaiy, alias baby Zaida dan Zayan. Kia yang cantik dan Qiyas yang tampan, perpaduan yang pas untuk anak-anak mereka yang begitu lahir mempunyai perpaduan keduanya.
Baby Zaida mempunyai wajah yang dominan kearah Qiyas yang sedikit kebulean dengan hidung yang sangat mancung serta kulit yang putih mulus seperti Kia, dan sedangkan baby Zayan yang mempunyai kulit mulus bersih serta ada lesung pipinya seperti Kia.
Karena tadi ketika baby Zayan tersenyum sekilas terlihat sedikit ada lesung pipinya disebelah kanan, dan membuat yang melihat seperti Qiyas, Papah Ziyas, Bunda Lili, Ayah Ibrahim dan Mamah Dian, langsung pada bilang jika baby Zayan mirip dengan Kia.
ππππππππππππ
Welcome to the world Baby Zaiy, (Zaida dan Zayan) πππ
ππππππππππππ
***TBC***