
Pesta resepsinya Qiyas dan Kia benar-benar berakhir ketika tepat pukul sebelas malam. Karena begitu banyak tamu undangan yang datang. Bahkan jika diperkirakan tamu undangan melebihi para tamu undangan yang diundang.
Untuk masalah sholat sendiri Qiyas beserta Kia dan Keluarga yang lainnya mereka juga menunaikan sholat sesuai jamnya sholat. Dan mereka semua juga akan membutuhkan waktu lagi untuk memperbaiki makeupnya ketika selesai sholat.
Qiyas tidak masalah untuk itu, karena baginya yang penting semua keluarganya merasa bahagia dan mereka semua tidak meninggalkan kewajibannya.
Disinilah sekarang Kia dan Qiyas diPanthousenya Qiyas. Sedangkan keluarga yang lainnya mereka kembali kekamar mereka masing-masing karena mereka juga sudah capek. Dan untuk membereskan ballroom, Papah Ziyas dan Ayah Ibrahim sudah menyerahkan semuanya kepada petugas yang sudah ditugaskan dan dibayar oleh mereka.
Kembali keKia dan Qiyas. Kia begitu capek dan lelah, karena dia sendiri juga sebelum resepsi sudah kecapean digempur Qiyas, dan paginya dia harus resepsi sampai malam. Sungguh begitu melelahkan untuk Kia.
"Butuh bantuan Kakak Balqis?? ", tanya Qiyas kepada Kia ketika Qiyas melihat muka Kia yang sudah begitu capek dan lemas.
Kia hanya mengangguk memberikan jawaban tanggapan kepada Qiyas, karena dia sungguh sangat-sangat capek.
Kia hanya membersihkan makeupnya saja dan selebihnya Qiyas yang membantu Kia. Dari melepaskan gaun pengantin, hijab bahkan memandikan Kia pQiyas juga. Kia hanya pasrah karena dia benar-benar capek.
Qiyas juga sangat mengerti Kia, jadi walaupun dia sendiri juga capek, akan tetapi jika dilihat tidak secapek Kia. Dengan telaten Qiyas melepaskan baju, hijab semuanya yang melekat dibadan Kia dan membersihkan badan Kia ketika mandi, sedangkan Qiyas sendiri juga belum mandi, setelah mandi pun Qiyas lalu menggendongnya Kia keatas ranjang.
"Terimakasih Suamiku", kata Kia kepada Qiyas dengan tersenyum sangat manis.
"Mau Kakak ambilkan dan pakaikan baju sekalian Balqis?? ", kata Qiyas kepada Kia.
"Tidak usah Kak, biar Kia sendiri yang mengambil dan memakainya, sudah sedikit mendingan rasa capeknya karena selesai mandi", kata Kia kepada Qiyas.
"Ya sudah, kalau begitu Kakak akan bersih-bersih dulu ya sayang", kata Qiyas lagi. Dan ditanggapi Kia dengan anggukan saja.
Qiyas lalu berlalu dari hadapan Kia dan masuk kedalam kamar mandi untuk bersih-bersih dan mandi. Ketika sekitar empat puluh menitan didalam kamar mandi, Qiyas keluar hanya menggunakan bathrobe dan dia melihat Kia sudah tertidur sangat lelap diatas ranjang, dengan masih menggunakan bathrobe seperti dirinya dan belum memakai baju yang nyaman.
Qiyas yang melihat pemandangan itu dia lalu menggelengkan kepalanya dan bergumam.
"Maafkan Kakak ya sayang, pasti kamu sangat kecapen hingga kamu tidak sanggup untuk memakai dan berganti baju", gumam Qiyas kepada Kia ketika sudah sampai dihadapannya Kia sambil melihat wajah damai Kia.
Qiyas lalu berinisiatif untuk mengambilkan baju dan memakaikan baju untuk Kia, fikir Qiyas supaya Kia bisa tidur dengan nyaman dan nyenyak.
Setelah memakaikan baju untuk Kia, gantian Qiyas yang memakai baju sendiri dan dia langsung menyusul Kia untuk tidur.
Tidak seperti biasanya. Biasanya Kia yang membangunkan Qiyas untuk bangun dan sholat malam. Ketika Qiyas terbangun untuk sholat malam dia melihat Kia masih begitu nyenyak dalam tidurnya, Qiyas begitu kasihan kepada Kia akhirnya Qiyas tidak membangunkan Kia kali ini karena merasa kasihan dengan Kia karena terlihat begitu kecapean.
Bahkan ketika sholat subuh pun Qiyas juga yang membangungkan Kia. Padahal biasanya Kia sudah bangun terlebih dahulu sebelum Qiyas.
"Kak, Kia boleh tidur lagi kan, badan Kia benar-benar sangat capek sekali", ijin Kia kepada Qiyas.
"Silahkan sayang, tidak apa-apa ko, sudah biar ini Kakak yang membereskan, kamu tidur lagi sana", kata Qiyas kepada Kia ketika melihat Kia akan membereskan sajadah dan mukenanya.
"Terimakasih ya Kak", kata Kia kepada Qiyas dan Kia lalu berdiri berjalan menuju keranjang dan langsung tertidur dengan lelap.
Karena biasanya Kia ketika sudah selesai sholat subuh dia tidak tidur lagi, jika tidak membantu Mamah Dian masak dan beres-beres rumah ya Kia akan mengaji atau apa saja yang penting tidak tidur lagi. Akan tetapi kali ini Kia benar-benar tidaj sanggup untuk membuat matanya terjaga, karena badannya masih butuh diistirahatkan.
Walaupun dirumahnya Kia sendiri sudah ada banyak Asisstan rumah tangga yang akan mengerjakan beres-beres rumah.
Qiyas yang sudah selesai membereskan tempat sholat, dia melihat Kia sudah tidur begitu nyenyak sekali padahal cuman baru beberapa menit.
"Kasihan istriku", kata Qiyas sambil tertawa kecil.
Qiyas lalu ikut-ikutan berbaring disamping Kia, rasanya malas sekali beraktifitas ketika melihat Kia begitu lelap tidur. Dan Qiyas lebih memilih ikut tidur bersama Kia daripada melakukan aktifitas pagi seperti biasanya.
Ketika sarapan pagi, semua keluarga besar Kia dan Qiyas mereka sedang sarapan bersama direstoran hotel. Dan mereka semua sedang membicarakan tentang pesta resepsinya Qiyas dan Kia.
"Biarkan saja Bund, mereka pasti kecapekan sekali", jawab Papah Ziyas.
"Iya mbak mereka pasti sangat capek, terutama Kia, dia terlihat sangat capek sekali", jawab keluarga yang lain, adiknya Papah Ziyas dengan menggunakan Bahasa Inggris.
Dan mereka semua larut dengan obrolan santai dan obrolan seputar resepsinya Qiyas dan Kia terus.
ππππππππππππ
Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi, dan Kia baru saja bangun. Sedangkan Qiyas dia sudah bangun dari jam tujuh pagi tadi. Akan tetapi Qiyas dia juga belum sarapan sengaja menunggu Kia bangun, dan Qiyas hanya meminum teh sama biskuit yang dia pesan pada layanan kamar untuk menahan laparnya.
Selama menunggu Kia bangun Qiyas, dia mengerjakan pekerjaannya yang ada dilaptopnya. Karena kemanapun Qiyas pergi dia selalu membawa laptopnya.
Ketika Kia berusaha duduk dari tidurnya dan memulihkan tenaganya ketika baru bangun tidur. Kia melihat sekeliling dan tidak melihat Qiyas didalam kamar. Dan ketika melihat kearah jam dinding kamar Kia sungguh sangat terkejut.
"Astaghfirullah sudah jam sembilan pagi", kaget Kia ketika melihat jam yang tergantung didinding.
Kia lalu menuju kekamar mandi untuk cuci muka dan mencari dimana Qiyas berada.
Ketika baru membuka pintu kamar Kia lalu turun kebawah untuk mencari Qiyas. Dan ketika baru sampai ditangga terakhir Kia melihat Qiyas lagi serius didepan lapotopnya dan disamping laptopnya Kia melihat ada secangkir teh dan sepiring biskuit.
"Maafkan hamba ya Allah, tidak bisa menjadi istri yang baik untuknya", kata bathin Kia sambil melihat kearah Qiyas.
Qiyas yang saking seriusnya dia tidak menyadari jika Kia sedang berjalan kearahnya. Dan ketika Kia duduk disampingnya sambil memeluk lengannya Qiyas terkejut sekali dengan tindakannya Kia.
"Astaghfirullah Balqis, kamu mengagetkan Kakak saja", kata Qiyas kepada Kia.
"Maafkan Kia ya Kak, karena Kia jam segini baru bangun", kata Kia sambil mengusap-ngusapkan wajahnya kelengan Qiyas.
Qiyas lalu menghentikan gerakannya dan beralih merangkul Kia.
"Tidak apa-apa sayang, Kakak sangat mengerti Ko, Kakak tidak marah", jawab Qiyas sambil mencium kening Kia.
"Kakak sudah sarapan", tanya Kia kepada Qiyas.
"Kakak sengaja menunggumu", kata Qiyas sambil menggelengkan kepalanya.
Dan Kia yang melihat dan mendengar jawabannya Qiyas dia menjadi sangat tidak enak dan merasa berdosa sekali dengan Qiyas.
"Ya Allah Kak, maafin Kia ya", kata Kia tidak enak kepada Qiyas.
"Tidak apa-apa Balqis, beneran Kakak tidak marah ya", jawab Qiyas kepada Kia.
"Yasudah tunggu Kia sebentar ya Kak, biar Kia ganti baju dulu, habis itu kita makan diresto bawah ya", kata Kia kepada Qiyas.
Qiyas hanya mengangguk menanggapi Kia. Dan Kia dia berlalu dan naik masuk kekamar lagi untuk berganti pakaian. Sedangkan Qiyas sambil menunggu Kia, dia menyimpan dan menyelesaikan pekerjaannya.
Setelah selesai berganti pakaian Kia dan Qiyas dia lalu keluar dan turun ke Restoran hotel yang ada dibawah untuk sarapan dan untuk makan siang sekalian mungkin.
Banyak karyawan dan para staf hotel yang melihat Kia dan Qiyas ketika akan menuju keRestoran hotel mereka menyapa sopan dan menunduk karena mereka semua mengetahui jika Qiyas adalah anak pemilik Hotel tempat mereka mencari nafkah. Dan Qiyas serta Kia hanya menanggapi sapaan para karyawan dan staf hotel yang menyapanya dengan mengangguk dan tersenyum tipis.
ππππππππππππ
***TBC***