BISSMILLAH WITH YOU

BISSMILLAH WITH YOU
AKHIRNYA ZIDAN DAN MILA



"Saya sangat serius Ayah, dulu saya sudah mengikhlaskan Balqis jika dia bukan jodohku, akan tetapi ketika mengetahui Ustadz Faris meninggal dan Balqis tidak jadi menikah, rasa cinta ini tumbuh lagi Ayah, bahkan makin besar", jawab Qiyas kepada Ayah Ibrahim.


"Kamu tahu darimana nak jika mereka belum menikah, dan Ustadz Faris meninggal sebelum hari pernikahan??, tidak mungkin Kia yang menceritakan kepadamu kan?? ", tanya Ayah Ibrahim.


Qiyas menggeleng pertanda bukan Kia yang bercerita, dan Qiyas langsung menceritakan tentang dia ketika diPesantren yang akhirnya dia tahu dari celetukkan Mila jika Kia dan Ustadz Faris belum menikah dan Ustadz Faris meninggal sebelum hari-H.


"Dasar Mila-Mila", kata Ayah Ibrahim sambil menggelengkan kepalanya.


"Saya juga kaget dan syok Ayah ketika mengetahui itu, saya merasa bersalah Ayah kepada Balqis karena sering menanyakan Ustadz Faris ketika diPesantren kemarin", cerita Qiyas lagi.


"Sudah, sekarang kamu sudah tahu cerita yang sebenarnya, jangan membahas Ustadz Faris lagi ke Kia ya Nak kasihan dia, apalagi dihadapan Mamah Dian, dia tidak mau mengingat lagi, karena dulu Afrin yang meninggal menjelang pernikahannya denganmu kurang seminggu, dan gantian Kia yang calon suaminya meninggal juga kurang seminggu", kata Ayah Ibrahim kepada Qiyas.


Qiyas jadi teringat pesan Afrin kepadanya, ketika Ayah Ibrahim menyebutkan namanya. Qiyas akhirnya memberanikan diri menceritakan pesan Afrin kepadanya.


"Ayah satu bulan sebelum Bila meninggal, dia berpesan dan menginginkan satu keinginan kepada Iyas Ayah", kata Qiyas sambil menunduk.


Ayah Ibrahim yang mendengar perkataan Qiyas sontak dia langsung mengalihkan pandangannya kepada Qiyas.


"Apa itu nak, apa??, kenapa kamu tidak bilang daridulu jika Afrin mempunyai keinginan sebelum meninggal?? ", tanya Ayah Ibrahim terkejut dan sangat penasaran.


Qiyas lalu menceritakan semuanya yang disampaikan Afrin kepadanya, dan menyampaikan semua percakapannya dengan Afrin tanpa ditutupi-tutupi dan dikurang-kurangi.


Ayah Ibrahim sungguh sangat syok dan terkejut mendengar cerita Qiyas. Dia tidak menyangka ternyata itu sebabnya Kia tidak berjodoh dengan Ustadz Faris, karena anaknya Afrin tidak rela dan ridho terhadap pernikahan adiknya. Begitulah bathin Ayah Ibrahim dan dia sengaja tidak mengatakannya kepada Qiyas.


"Sungguh Ayah, Qiyas sangat tidak mengetahui jika Balqis itu adik kandung Bila", kata Qiyas kepada Ayah Ibrahim.


"Apa itu sebabnya yang membuat kamu sangat terkejut kemarin direstoran ketika mengetahui jika Kia adiknya Afrin, anak Ayah yang kedua?? ", tanya Ayah Ibrahim.


"Iya Ayah, dan setelah mengetahui itu, perasaan saya keBalqis semakin tambah kuat Ayah, selain bisa mengabulkan keinginan Bila, dihatiku yang paling dalam pun, juga menginginkan Balqis menjadi istriku Ayah", kata Qiyas.


"Berjuanglah nak, Ayah merestuimu, buatlah Kia tidak trauma lagi, dan mau membangun rumah tangganya sendiri", kata Ayah Ibrahim dengan senyum tulus kepada Qiyas.


"Terimakasih Ayah, Iyas akan membuktikannya kepada Ayah", jawab Qiyas langsung memeluk Ayah Ibrahim dan dibalas pelukan juga oleh Ayah Ibrahim.


Dada Ayah Ibrahim serasa berdetak lebih kencang baru mengetahui itu semuanya dari Qiyas. Sungguh dunia ini begitu sempit dan takdir Allah tiada yang tahu. Mungkin Kia dan Qiyas ditakdirkan bersama, hanya jalannya saja yang sedikit berliku. Begitulah fikir Ayah Ibrahim. Didalam hati Ayah Ibrahim dia berharap Kia bisa berjodoh dengan Qiyas, karena dia tahu sifat dan watak Qiyas tidak kalah sholeh dengan Ustadz Faris.


*Falshback Off*


Qiyas yang termenung dibalkon kamarnya menyadari jika dia tanpa sadar meneteskan air matanya. Karena sungguh dia tidak menyangka jika Kia begitu terpuruk dulu. Qiyas berjanji kepada dirinya sendiri ingin membahagiakan Kia dan akan selalu membuat dia tersenyum. Dan ini saatnya dia harus benar-benar berjuang sebelum Kia diambil oleh orang lain lagi. Tekat Qiyas dengan mantap.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Detik berganti menit, menit berganti jam, dan jam berganti hari. Waktu yang ditunggu Zidan pun akhirnya sudah didepan mata. Akad nikah akan dilangsungkan sebentar lagi.


Zidan yang daritadi sudah deg-degan dan tegang, bertambah tegang lagi ketika dia menjabat tangan Papahnya Mila.


"Bagaimana nak Zidan, bisakan dimulai sekarang", tanya Pak penghulu kepada Zidan.


"Bisa Pak Penghulu", jawab Zidan mantap, padahal aslinya dia sedang menahan rasa groginya.


"Silahkan Pak Angga", kata Pak Penghulu mempersilahkan Papah Angga yang akan menikahkan langsung putrinya.


"Siap Zidan", tanya Papah Angga sambil menggenggam tangan Zidan.


Zidan hanya mengangguk memberikan jawaban kepada Papah Angga.


"Saya nikahkan engkau ananda Zidan Pratama Bin Erlangga Triyatmo dengan putri kandung saya Karmila Nur Laila binti Angga Prayoga dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang tunai sebesar lima ratus juta rupiah, serta cicin emas dua puluh empat karat dibayar tunai", kata Papah Angga dan langsung dijawab mantap oleh Zidan.


"Saya terima nikahnya Karmila Nur Laila binti Angga Prayoga dengan mas kawin seperangkat alat sholat, dan uang tunai sebesar lima ratus juta rupiah serta cincin emas dua puluh empat karat dibayar tunai", jawab Zidan mantap dan dengan satu kali pengucapan.


"Bagaimana para saksi", kata Pak Penghulu.


Sah


Sah


Sah


Kata sah bersahut-sahutan. Membuat dada Zidan langsung plong serasa tadi seperti terhambat aliran darahnya. Dan dia masih tidak menyangka, jika dia bisa mengucapkan tanpa pengulangan.


Sebelum ijab kabul, yuk kita melihat bagaimana kondisi Mila terlebih dahulu, belum afdol kan jika kita belum membahas mempelai wanitanyaπŸ˜…πŸ˜πŸ˜.


"Kak Kia, Mila ko biasa saja ya, tidak deg-degan seperti yang biasa Mila dengar katanya kalau mau menikah pasti rasanya deg-degan sekali, tapi Mila rasanya biasa saja ya, apa Mila tidak normal yah Kak", tanya Mila kepada Kia


Sontak Kia dan sepupu perempuan lainnya yang berada disitu tertawa semua mendengar pertanyaan aneh Mila.


"Kamu ini kan memang sudah tidak normal dari sananya Mila", kata sepupu Mila yang namanya Diva, anaknya Daddy Dion sambil tertawa.


"Yeee, kalian ish kalau ngomong ko suka bener sih, kan Mila jadi tidak bisa marah", kata Mila sambil cemberut.


Yang lainnya langsung tertawa mendengar kata-kata Mila.


"Ternyata Mila cantik juga ya, kalau didandanin begini", kata Mila sambil berdiri didepan cermin.


"Hayooo, Mila siap-siap, nak Zidan dan keluarganya sudah sampai, dan kalian tolong bantu dan temanin Mila ya, biar dia tidak melakukan hal yang aneh-aneh", kata saudara Mila, adiknya Mamah Sabrina yang bernama Sari.


"Baik bibi sari", jawab mereka yang mendampingi Mila dengan kompak.


Terdengar suara Pak Penghulu mempersilahkan Papah Angga untuk menjadi wali nikahnya Mila. Suara Papah Angga begitu nyaring terdengar dipengeras suara yang terpasang dan bisa terdengar hingga kekamar Mila.


Dan terdengar juga balasan dari Zidan yang begitu lantang, hingga kata Sah terdengar bersahut-sahutan.


"Selamat ya Mila, Kakak senang kamu sudah ada yang menjagamu dunia dan akherat, berbakti dan jadi istri yang baik ya, buat Kak Zidan", kata Kia kepada Mila sambil berpelukan.


Dan yang lainnya pun bergantian mengucapkan selamat kepada Mila seperti Kia.


"Ayo pengiring pengantin Milanya dibawa keluar", kata salah seorang kerabat.


Mila langsung keluar dari ruang rias tadi dan berjalan menghampiri sang suami Zidan. Zidan yang melihat begitu terpesona dengan kecantikan Mila yang tidak pernah dia lihat.


Mila sudah didudukan disebelah Zidan, dan disuruh langsung mencium tangan Zidan. Sedangkan Zidan gantian disuruh mencium kening Mila.


Senyum terpatri diwajah semua orang, termasuk Qiyas yang juga datang khusus diundang Zidan. Bahkan Qiyas pun selalu curi pandang kepada Kia.


Kia tidak menyadari jika Qiyas juga hadir dipernikahannya Mila dan Zidan. Karena Kia sibuk memperhatikan Mila hingga dia tidak sempat untuk memperhatikan sekitar.


Acara yang khitmad tiba-tiba menjadi bahan tawa karena celetukkannya Mila.


"Kakak, beneran ngasih mahar lima ratus juta kepada Mila?? ", tanya Mila yang masih didengar semuanya.


Zidan hanya mengangguk sambil tersenyum kepada sang istri. Cie istriπŸ˜‚


"Waah, terimakasih Kak, ternyata menikah bisa membuat Mila menjadi orang kaya mendadak", kata Mila kepada Zidan.


Sontak yang mendengar tertawa dengan kata-kata Mila. Sedangkan Zidan tertawa meringis malu mendengar perkataan istrinya. Belum reda tawa semua orang, mereka mendengar Mila berkata lagi.


"Tapi uang Kakak tidak habis kan buat mahar Mila yang banyak itu, Mila tidak mau ya Kak jika uang Kakak habis nanti disuruh makan magnet, yang katanya nanti setelah menikah Mila bisa nempel terus keKakak", kata ajaib Mila membuat Zidan malu dan yang lainnya tambah tertawa.


"Baru kali ini saya nemuin pengantin wanita yang aneh", kata Pak Penghulu sambil tertawa.


Yang lain tambah tertawa mendengar perkataan Pak Penghulu. Untung yang diundang hanya kerabat dekat saja, jadi mereka tidak terlalu kaget dengan kelakuan Mila, sedangkan kerabat Zidan yang kemarin tidak ikut lamaran mereka sangat terkejut dengan Mila. Tidak menyangka Zidan mempunyai istri yang wataknya bertolak belakang dengan Zidan, begitulah fikir mereka semua.


"Sudah-sudah, kasihan nak Zidan, Mila yang anggun sedikit dong, sudah cantik ko masih bar-bar", kata Papah Angga yang melihat Zidan seperti malu dan gemas kepada Mila.


"Sungguh belum malam pertama saja aku sudah dibuat begini sama Mila, bagaimana nanti malam, apakah Mila mudeng apa itu malam pertama", bathin hati Zidan.


"Dasar anak saya ko kelakuannya sama persis kayak emaknya, malu-maluin", eeeh Mamah Sabrina malah nambah-nambahin. Yaaaa tambah malulah Zidan dan yang lain makin terhibur.


Dengan acara yang amburadul gara-gara celetukkannya Mila, akhirnya acaranya pun bisa berjalan lancar selanjutnya dan selesai sekitar jam tiga sore. Ada satu kejadian dipernikahannya Mila, tidak banyak yang menyadari kecuali dua orang yang berbeda gender.


**Hayooo tebak, siapa readers orang itu😁😁


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Zidan: thor mbok ya dibuat sedikit normal gitu lho MilanyaπŸ™πŸ™


Author: entar kalau normal ceritanya monoton begitu sajaπŸ€”πŸ˜³


Zidan: tapi jangan dibuat malu-malui aku juga dong thor😭πŸ˜₯


Author: lha itu derita luπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜…πŸ˜†


Readers: pertahanin saja thor karakter Milanya, bikin terhibur😁😁


Author: thu Zidan dengar apa readers🀐😢


Zidan: kalian jahat😫😫


Author dan readers*: kita suka penderitaanmuπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜†πŸ˜…πŸ˜œπŸ˜


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€*


***TBC***