
Mereka berdua yaitu Rida dan Lina tidak mengetahui serta menyadari jika semua hinaan dan cacian yang dilontarkan mereka kepada Kia ada seseorang yang mendengar dengan jelas. Dan membuat darahnya langsung mendidih dengan sangat panas.
Sebentar lagi riwayat Rida dan Lina akan tamat dan tidak cuman mereka berdua saja, melainkan keluarga mereka berdua akan hancur karena ulah Rida dan Lina.
"Nak itu bukannya Iyas suamimu??, kenapa dia naik keatas panggung musik nak, bukannya katamu tadi dia lagi menemui temannya?? ", tanya Mamah Dian kepada Kia ketika melihat Qiyas sudah naik keatas panggung musik yang disewa Zidan.
Setelah Rida dan Lina tadi pergi dari hadapannya Kia, Kia langsung menghampiri Mamahnya yang sedang duduk sendirian karena Ayahnya sedang mengobrol dengan saudara yang lainnya.
"Iya Mah, Kia juga tidak tahu", jawab Kia kepada Mamahnya.
Dan semua orang yang melihat Qiyas naik keatas panggung dan mengehentikkan musik yang sedang mengalun indah membuat semua tamu undangan mengalihkan pandangannya keQiyas semua, termasuk Rida dan Lina.
"Selamat sore semuanya", kata Qiyas kepada tamu undangan yang hadir. Karena waktu sudah menunjukkam pukul tiga sore.
"Soreeee", jawab sebagian tamu undangan.
Mereka bertanya-tanya kenapa Qiyas ada diatas panggung, dan yang mengetahui jika yang ada diatas panggung adalah Qiyas suaminya Kia mereka tambah bingung, termasuk Kia sekalipun. Hanya satu orang yang tidak terkejut melihat Qiyas diatas panggung, karena Qiyas tadi sudah bertanya-tanya tentang Rida dan Lina kepadanya serta sudah bilang kepada beliau tentang rencananya.
"Itu Kak Bule mau ngapain Hubby?? ", tanya Mila kepada Zidan ketika Mila juga melihat Qiyas naik keatas panggung.
"Entahlah sweety, aku juga tidak tahu", jawab Zidan sambil melihat kearah Qiyas terus.
"Mungkin dari kalian semua bertanya-tanya kenapa saya ada diatas panggung ini,............ Qiyas sengaja menjeda perkataannya sambil melihat semua tamu undangan yang hadir.
Jika ada yang menebak saya akan bernyanyi, maaf tebakan kalian salah besar,....... Qiyas menjedanya lagi.
Saya disini ingin memberitahukan jika dari dua orang tamu undangan yang hadir, mereka ingin mempersembahkan lagu untuk kita semua terutama untuk kedua mempelai kita", kata Qiyas membuat semua tamu undangan bertanya-tanya, termasuk Kia, Rida serta Lina. Kecuali hanya satu orang yang tadi sudah diberitahu rencananya Qiyas.
"Mari kita sambut Rida Silviana dan Lina Putri Dewi", kata Qiyas langsung menyebut nama Rida dan Lina, dan membuat sebagian tamu undangan pada bertepuk tangan, sedangkan Rida dan Lina mereka terkejut setengah mati.
"Silahkan naik keatas panggung untuk Rida dan Lina", kata Qiyas selanjutnya.
Mereka semua terutama para saudara yang mengenal Rida dan Lina mereka mendorong-dorong Rida dan Lina untuk segera naik keatas panggung.
"Ayo Rida, Lina cepetan kalian naik keatas panggung, ayo cepetan", kata semua para saudara yang mengenal mereka berdua.
Rida dan Lina dengan terpaksa naik keatas panggung. Qiyas sengaja ingin mempermalukan mereka berdua karena sudah berani menghina istrinya.
Yups orang yang tadi mendengar Rida dan Lina mencaci maki Kia adalah Qiyas. Karena tadi ketika Qiyas sudah berjalan ingin menyamperin temannya, dia merasakan getaran disaku jaznya dan ternyata yang bergetar adalah Hpnya Kia yang dia bawa, karena tadi sebelum berangkat Qiyas meminta foto pernikahan mereka untuk dikirimkan keHpnya dan tidak sengaja Hpnya Kia terbawa olehnya. Ketika ingin mengembalikan Hpnya Kia alangkah terkejut dan marahnya Qiyas ketika dia mendengar dan melihat sendiri jika istrinya dihina begitu parah dan Kia hanya diam saja.
Qiyas lalu tidak jadi menyamperin temannya, akan tetapi dia lalu membelokkan arahnya kepada Ayah Ibrahim yang lagi mengobrol dengan saudara yang datang.
Dan orang yang tidak terkejut dengan rencana Qiyas adalah Ayah Ibrahim.
Ayah Ibrahim yang mendengar cerita Qiyas tentang tadi penghinaan dari Rida dan Lina, Ayah Ibrahim juga sangat terkejut dan lalu Ayah Ibrahim menceritakan sedikit jika Rida dan Lina sudah dari dulu jika bertemu Kia selalu begitu kepada Kia.
Dan Ayah Ibrahim juga menceritakan jika dirinya juga pernah mendengar sendiri hinaan yang mereka lontarkan kepada Kia ketika ada acara keluarga besar dan keluarganya Rida serta Lina diundang datang.
Ayah Ibrahim yang waktu itu ingin kekamar mandi tidak sengaja melihat dan mendengar sendiri jika Rida dan Lina menghina Kia ketika itu. Ayah Ibrahim lalu mengintrogasi Kia ketika dirumah tentang Rida dan Lina apakah selalu begitu jika bertemu dengan Kia, dan Kia dia tidak bisa berbohong akhirnya menceritakan semuanya kepada Ayah Ibrahim tanpa Mamah Dian, karena jika Mamah Dian tahu dia pasti akan marah besar. Sungguh Ayah Ibrahim sangat marah mendengar Kia putrinya dibegituin sama Rida dan Lina.
Ayah Ibrahim juga menceritakan kepada Qiyas jika dirinya dulu pernah ingin melabrak kedua orang tuanya Rida serta Lina, akan tetapi Kia melarangnya karena Kia takut akan terjadi permusuhan yang tidak akan ada ujungnya sesama keluarga.
Akhirnya Ayah Ibrahim selalu mewanti-wanti kepada Kia, jika Kia dihina lagi dia Kia disuruh bercerita kepadanya, supaya Kia tidak menanggung beban sendiri. Akan tetapi sudah lama Kia tidak menceritakan sosok dua orang itu kepada Ayah Ibrahim, dan Ayah Ibrahim fikir mereka berdua sudah berubah, ternyata sekarang masih sama saja, padahal mereka berdua sudah lama tidak melihat Kia.
Semua Ayah Ibrahim ceritain keQiyas tanpa ditutup-tutupin dan Qiyas begitu geram kepada Rida dan Lina. Lalu Qiyas mempunyai rencana dan dia sampaikan kepada Ayah Ibrahim, Ayah Ibrahim mendukung saja, karena dia juga sudah terlalu lama memendam rasa geram dihatinya.
Dan disinilah sekarang Qiyas diatas panggung bersama Rida dan Lina. Kia yang melihat Rida dan Lina maju naik keatas panggung bertanya-tanya apa maksud Qiyas sebenarnya.
"Apa tadi Kak Fasya mendengar mereka menghinaku, bukankah tadi Kak Fasya mau menyamperin temannya ya", bathin Kia sambil melihat kearah panggung musik yang diatasnya ada Qiyas suaminya, Rida dan Lina.
"Mampus aku, kenapa ini si Qiyas mau mempermalukan aku sih, kan aku tidak bisa menyanyi", bathin Rida.
"Apa Qiyas mendengar tadi aku menghina Kia, jadinya dia ingin mempermalukan aku dengan Rida", bathin Lina.
"Ayo silahkan menyanyi, waktu dan tempat saya silahkan", kata Qiyas kepada mereka berdua yang daritadi diam saja diatas panggung.
Sedangkan para tamu yang datang mereka seperti tidak ada yang bergerak, semua mata fokus keatas panggung musik. Dan itu semakin membuat Rida dan Lina semakin malu dan grogi. Sedangkan kedua orang tua Rida serta Lina yang semuanya pada datang, mereka fikir jika anak-anak mereka memang menyumbangkan lagu untuk Mila dan Zidan.
Lima menit kemudian
"Kalian akan menyanyi kapan??, ini sudah hampir sepuluh menit dan kalian hanya diam saja diatas sini", sindir Qiyas kepada Rida dan Lina.
"Maksud kamu apa sih sebenarnya, kita tidak berbicara mau menyumbangkan lagu, kenapa kamu menyuruh kami maju kesini", kata Rida dengan berani kepada Qiyas.
"Kamu mau tahu mau saya apa!!!!!.........
mau saya adalah mempermalukan sampah seperti kalian dan memusnahkannya serta membuangnya sejauh mungkin!!!! ", kata pedas Qiyas kepada Rida dan Lina.
"Apa Qiyas mendengar tadi aku menghina Kia", bathin Rida.
"Sepertinya benar Qiyas tadi mendengar kita menghina Kia", bathin Lina.
"Apa salah kami kepadamu hah!! ", kata Lina juga berani kepada Qiyas dan pura-pura tidak tahu.
Semua tamu undangan dan orang-orang yang hadir disitu semuanya menghentikan aktifitasnya masing-masing dan semua fokus melihat keatas panggung musik. Sedangkan Kia dia sedikit terkejut karena Qiyas sudah kelihatan sangat marah.
"Kak, tahan kontrol emosi Kakak, Kia mohon", gumam Kia dan hanya Kia yang mendengarnya.
"Pasti Kakak tadi mendengar mereka menghinaku", bathin Kia.
Sedangkan yang lain juga bertanya-tanya kenapa Qiyas berbicara begitu pedas kepada Rida dan Lina, begitulah kebanyakan isi benak para tamu undangan serta kedua orang tua mereka masing-masing.
"Kalian itu berbuat salah kepada Kia ISTRIKU, dan itu artinya kamu juga berbuat salah KEPADAKU!!!!!! ", kata Qiyas mempejelas kata Istri dan kepadaku.
"Kami tidak berbuat salah padamu atau Kia", jawab Rida juga pura-pura tidak mengetahui.
Qiyas lalu berjalan mengitari Rida dan Lina lalu menjambak rambut mereka berdua kebelakang. Dan membuat Rida serta Lina langsung kaget dan mengaduh kesakitan. Sedangkan para tamu undangan, termasuk kedua orang tuanya masing-masing mereka juga sangat terkejut melihat Qiyas tiba-tiba menjambak rambut Rida dan Lina.
"A................... ", kata Qiyas terpotong dengan suara dua orang laki-laki sekaligus.
"Kenapa kamu menjambak rambut anakku Tuan Qiyas?? ", kata dua orang laki-laki tidak sengaja secara bersamaan dan maju kedepan serta naik keatas panggung musik itu.
Qiyas lalu mengalihkan pandangannya kepada kedua pasang suami istri yang naik keatas panggung.
"Oh, jadi mereka berdua anak kalian Tuan Subrata dan Tuan Cipto", kata Qiyas dingin dan masih menjambak rambut Rida serta Lina. Sedangkan para Ibunya Rida dan Lina mereka menangis melihat putrinya dikasarin begitu.
Para tamu undangan yang hadir tidak ada yang mengalihkan pandangannya sama sekali keatas panggung musik.
Tuan Subrata dan Tuan Cipto langsung mengangguk membenarkan perkataan Qiyas.
"Katakan pada kedua orang tua kalian dan kepada para tamu undangan semuanya apa yang kalian lakukan kepada ISTRIKU!!!!!!! ", kata Qiyas dengan menggertakan gigi kepada Rida dan Lina.
"Kami tidak melakukan apa-apa kepada Kia", jawab Rida pura-pura tidak tahu dan sambil menahan rasa sakit dikepalanya.
Qiyas yang mendengar perkataan Rida, dia lalu lebih keras menjambak rambut mereka lagi. Membuat mereka berdua semakin mengaduh.
"Aduuuuh", kata Rida dan Lina secara bersamaan sambil menangis.
"Tuan, saya mohon tolong lepaskan jambakan dirambut anak-anak kami Tuan", kata Ibunya Rida sambil menangis.
"Cepat katakan, atau saya akan memenggal rambut sekalian kepala kalian", kata Qiyas dengan menggertakan gigi.
"Cepat katakan!!!!!!!!!!", teriak Qiyas.
Kia yang melihat dari tempat duduknya dia sudah menahan tangis karena melihat Qiyas diatas panggung sana.
"Baik-baik kami akan katakan", kata Rida.
"Cepaaaat!!!!!! ", kata Qiyas dengan berteriak.
"Kami berdua menghina, mencaci maki dan mencemooh Kia", kata Rida mengejutkan semua yang hadir, termasuk kedua orang tua mereka masing-masing, kecuali Kia dan Ayah Ibrahim.
"Katakan yang jelaaasss!!!!!!!! ", kata Qiyas dingin dan masih menjambak Rida serta Lina.
"Kami mengatakan Kia seorang pelacur, bisu, wanita hina, murahan dan bercadar hanya menutupi kedoknya yang wanita panggilan", kata Rida dan Lina.
"Yang keraaaassss!!!!!!!! ", teriak Qiyas lagi.
Mereka berdua lalu mengulangi perkataannya tadi dengan suara yang sangat keras membuat semua yang hadir disitu sangat geram, kaget, terkejut dan marah. Sampai-sampai Ibunya Rida dan Lina mereka sampai menutup mulut mereka karena terkejut.
Kecuali Kia dan Ayah Ibrahim yang sudah mengetahui. Sedangkan Mamah Dian dia sangat syok dan langsung melihat kearah Kia.
"Kenapa kamu tidak cerita tadi nak kepada Mamah", kata Mamah Dian sambil memegang tangan Kia dan sambil menangis juga.
Kia hanya menggelengkan kepalanya kepada Mamah Dian, dan sambil menangis juga.
Akan tetapi semuanya pada mendukung apa yang dilakukan Qiyas kepada Rida dan Lina. Dan terdengarlah bisik-bisik dari tamu undangan yang hadir.
"Pantas saja Tuan Qiyas marah, istrinya dihina begitu", kata tamu K.
"Kalau aku langsung aku bunuh itu perempuan ja***ng itu", kata tamu O
"Malu-maluin orang tua, tidak sudi jika aku yang menjadi orang tuanya", kata tamu J
Semua gunjingan yang terdengar kedua orang tua Rida dan Lina juga mendengarnya. Kedua orang tua mereka sangat malu dengan kelakuan anak mereka masing-masing.
"Katakan kepada mereka semua, itu baru sekarang atau sudah dari dulu kalian menghina istriku!!!! ", kata Qiyas dan belum melepaskan jambakanannya
"Ayo katakan!!!!!! ", kata Qiyas sambil mempererat jambakannya.
"Su.... Sudah dari dulu kami selalu menghina Kia", kata Lina. Dan tamu undangan langsung menyoraki mereka berdua.
Qiyas langsung melepaskan jambakannya dan sambil mendorong Rida dan Lina. Tiba-tiba......
"Plaaaakkkkk!!!!!
"Plaaaakkkkkk!!!!!
Terndengar bunyi tamparan yang begitu keras yang diberikan Tuan Subrata dan Tuan Cipto kepada anak mereka masing-masing.
ππππππππππππ
Maaf readers partnya segini dulu ya, sudah sampai 1800 kata lebih, jika disambung disini akan terlalu kepanjangan.
ππππππππππππ
***TBC***