BISSMILLAH WITH YOU

BISSMILLAH WITH YOU
EXCAP BABY SAGUNA



Akhirnya mobil yang dikendarai oleh mereka sampai juga dirumah sakit. Dan ketika sudah sampai, Zidan langsung saja berteriak memanggil-manggil para Dokter.


Dokter dan para suster yang berjaga diUGD mereka langsung saja mendekati Zidan ketika mendengar Zidan berteriak-teriak dan sambil menggendong Mila mereka para Dokter dan suster langsung saja membawa Mila keruang bersalin dengan kesadarannya Mila yang sudah hampir hilang.


"Bertahan sayang, bertahanlah untukku dan anak kita", kata Zidan kepada Mila dengan terus menggenggam tangannya Mila.


"Bapak tunggu disini diluar dulu ya Pak, biar istrinya ditangani Dokter dulu", kata Suster menahan Zidan untuk ikut masuk keruang bersalin.


Diluar ruangan Zidan ditemani oleh Ibunya saja sedangkan Ayahnya dia sedang memarkirkan mobil diparkiran.


Dengan perasan gelisah yang tidak karuan, Zidan sangat mengkhawatirkan keadaannya Mila didalam yang sedang ditangani oleh para Dokter.


Baru beberapa menit didalam Dokter akhirnya keluar dan langsung berbicara kepada Zidan, ketika Zidan menyamperinnya. Zidan yang waktu itu sedang mondar mandir didepan ruangan bersalin dan ketika melihat Dokter keluar Zidan langsung saja menyamperin Dokter tersebut.


"Maaf Pak, apa anda suaminy**a?? ", kata Dokter ketika Zidan sudah berada didepannya.


"Iya Pak, saya suaminya", jawab Zidan dengan nada yang sangat khawatir sekali.


Dan Ibu Gendhis pun juga ikut-ikutan menyamperin Dokter.


"Saya mertuanya Dok", kata Ibu Gendhis juga kepada Dokter, dan dijawab anggukan oleh Dokter.


"Begini Pak, ketuban istri anda sudah pecah, kami harus segera melakukan operasi caesar untuk mengeluarkan bayinya dan menyelamatkan nyawa istri anda......... Kata Dokter belum selesai langsung terpotong oleh perkataannya Zidan.


"Lakukan yang terbaik untuk istri dan calon anak saya Dok", kata Zidan langsung menyela perkataannya Dokter.


"Baik, anda silahkan ikut dengan suster nanti, biar bisa menandatangi berkas-berkasnya dan menyelesaikan administrasinya**ya Pak", jawab Dokter langsung kepada Zidan.


"Baik Dok", kata Zidan.


"Kalau begitu, saya permisi untuk menindak lanjutin istri anda Pak", pamit Dokter tersebut dan langsung masuk lagi kedalam ruang bersalinnya Mila.


Setelah Dokter masuk lagi, keluarlah Suster dan mengajak Zidan untuk menandatangi berkas operasi caesar dan menyelesaikan administrasi.


Ketika Zidan sedang mengurusi berkas-berkas dan administrasi untuk Mila, datanglah Ayah Erlangga yang sudah memarkirkan mobil tadi.


"Ibu mana Zidan?? ", tanya Ayah Erlangga kepada istrinya Ibu Gendhis ketika sudah sampai diruang bersalin.


"Lagi menyelesaikan berkas dan administrasi untuk operasi caesarnya Mila Yah", jawab Ibu Gendhis sambil terus berdoa didalam hatinya.


"Ya Allah, Mila tidak kenapa-kenapa kan Bu", tanya Ayah Erlangga yang begitu terkejut ketika mengetahui jika Mila harus operasi caesar.


Belum sempat Ibu Gendhis menjawab pintu ruang bersalin terbuka, dan keluarlah para Dokter dan suster yang sambil mendorong brankarnya Mila untuk menuju keruang operasi.


Ibu Gendhis dan Ayah Erlangga yang melihat pintu ruang bersalin terbuka mereka langsung saja mendekati pintu itu, dan ketika Ibu Gendhis dan Ayah Erlangga melihat para Dokter dan Suster keluar sambil mendorong brangkarnya Mila mereka memberi jalan dulu.


"Dimana suaminya Ibu Mila ini Nyonya?? ", tanya Dokter ketika melihat Ibu Gendhis dan Ayah Ibrahim mengikuti mereka dari belakang.


"Lagi menyelesaikan administrasi Dok", jawab Ibu Gendhis kepada Dokter sambil terus berjalan.


"Ibu Mila ini akan kami pindahkan keruang Operasi, tolong doanya", kata Dokter kepada Ibu Gendhis dan langsung saja Dokter itu masuk keruang operasi yang sudah disiapkan sebelumnya oleh para suster yang berjaga disitu.


"Ayah cepetan telefon Zidan, katakan Mila sudah dipindahkan diruang operasi, cepetan takutnya Zidan nanti menyusul kita diruang bersalin", kata Ibu Gendhis kepada Ayah Erlangga.


Ayah Erlangga langsung saja menelfon Zidan dan langsung saja diangkat oleh Zidan.


"Zidan istrimu sudah dipindahkan diruang operasi, cepetan kesini", kata Ayah Erlangga kepada Zidan disambungan telefon.


"Baik Ayah, ini Zidan juga lagi dijalan, Zidan akan segera kesitu", kata Zidan dan langsung mematikan sambungan telefonnya.


Zidan langsung saja bertanya kepada suster yang kebetulan lewat disampingnya. Setelah mendengar arah yang dikasih tahu suster, Zidan langsung saja berlari agar cepat sampai diruang operasi.


"Ayah, Ibu", panggil Zidan kepada kedua orang tuanya ketika sudah sampai didepan ruang operasi.


"Istrimu didalam nak", kata Ibu Gendhis dengan sangat khawatir sekali kepada Zidan.


Zidan lalu langsung masuk saja, dan meminta ijin kepada suster dan Dokter yang berjaga supaya dia bisa menemani Mila didalam ruang operasi.


Dokter pun mengijinkan dengan syarat Zidan harus memakai baju operasi yang sudah disediakan. Zidan lalu memakai baju yang dikasih oleh Suster, dan ketika sudah selesai Zidan pun masuk dengan ijin Dokter.


Dengan dibius setengah badan, Mila masih bisa melihat Zidan masuk keruang operasi untuk menemaninya.


"Hubby", kata Mila dengan lirih ketika melihat Zidan masuk keruang operasi.


"Hubby disini sweety, semua akan baik-baik saja", kata Zidan sambil menyemangati Mila dengan mencium keningnya.


Doa selalu terpanjat oleh Zidan dan kedua orang tuanya yang menunggu diluar untuk kelancaran operasinya Mila.


Zidan melihat sendiri bagaimana perut Mila disayat dengan begitu mirisnya untuk mengelurkan buah hatinya yang ada didalam perutnya Mila.


Zidan terus sama menciumin kening Mila, dan terus mengusap-usap wajahnya Mila dengan sangat sayang sekali.


Tidak berapa lama terdengarlah suara tangis bayi yang begitu nyaring sekali. Dan membuat Zidan serta Mila meneteskan air matanya karena terharu.


"Oeeeeeeeekkkk", suara tangis yang sangat kencang sekali.


"Babynya laki-laki Pak, Bu", kata Dokter yang sudah berhasil mengeluarkan babynya Mila dan Zidan.


"Alhamdulillah, baby boy sweety ternyata anak kita", kata Zidan dengan meneteskan air mata bahagianya kepada Mila. Dan dijawab anggukan serta senyum bahagia juga oleh Mila.


"Babynya biar dibersihin suster dulu ya Pak Bu", kata Dokter ketika sudah memperlihatkan babynya sebentar kepada Mila dan Zidan.


Dan Dokter langsung saja menyelesaikan tugas akhirnya, yaitu menyelesaikan operasinya Mila.


Diluar ruang operasi, Ibu Gendhis dan Ayah Erlangga mereka menunggu dengan harap-harap cemas.


"Yah kita belum memberitahukan besan kita, ayo cepat telefon mereka", kata Ibu Gendhis kepada suaminya Ayah Erlangga.


Ayah Erlangga langsung saja mengeluarkan hpnya dari kantong celana dan lalu menghubungi Papah Angga.


Papah Angga yang waktu itu belum pulang bekerja, terkejut mendengar kabar dari besannya, yaitu Ayah Erlangga. Papah Angga langsung saja meninggalkan pekerjaannya dan dia langsung terburu-buru untuk cepat pulang.


Ketika perjalanan pulang Papah Angga dia langsung menghubungi istrinya yaitu Mamah Sabrina, Mamah Sabrina juga sama terkejutnya dengan Papah Angga tadi ketika diberitahu oleh Ayah Erlangga.


Mamah Sabrina lalu memberitahukan kepada Kak Satriya dan Kak Andira jika adik mereka Mila sudah melahirkan dan sekarang masih dirumah sakit.


Papah Angga ketika sudah sampai dirumah, langsung saja berangkat bersama semua keluarganya, yaitu Mamah Sabrina, Kak Andira dan suami serta anaknya, serta Kak Satriya. Kerena ketika waktu itu Kak Andira dan suami serta anaknya kebetulan sedang main dirumahnya Mamah Sabrina, sedangkan Kak Satriya dia baru saja pulang dari bekerja.


Dirumah sakit, ketika Mila sudah selesai dioperasi dan baby mereka sudah dibersihkan, mereka berdua lalu dipindahkan keruang perawatan VIP sesuai keinginan Zidan dan Ayah Erlangga.


Dengan berat sekitar empat kilogram dan panjang lima puluh centimeter, sepadan dengan naf**u makan Mila yang menggila ketika hamil. Sungguh sangat gemuk sekali babynya Mila dan juga Zidan.


Ketika sudah dipindahkan diruang perawatan Zidan langsung saja mengadzani anaknya. Dan Ayah Erlangga, Ibu Gendhis, Zidan serta Mila mereka pada tertawa gemas melihat muka chubby anaknya Mila dan juga Zidan.


"Ya Allah gemuknya anak kalian, pantas saja kamu makannya banyak Mil, ternyata anak kamu sangat ndut sekali", kata Ibu Gendhis ketika menggendong anaknya Zidan.


"Iya Bu, ya Allah pipinya mirip marshmallow kenyal-kenyal gimana begitu", kata Ayah Erlangga dengan tertawa sambil mengusap pipi tembam anaknya Zidan.


Mila dan Zidan mereka tertawa bahagia melihat kebahagian yang hari ini mereka dapatkan.


"Terimakasih sweety, sudah mau berjuang untukku dan anak kita, maafkan segala kesalahanku dan terimakasih sudah mau menerima kekuranganku, Hubby janji akan selalu berusaha membahagiakan kalian berdua", kata Zidan kepada Mila sambil tersenyum manis, dan setelah itu dia mencium keningnya Mila dengan sangat lama.


Perkataannya Zidan dijawab senyum manis juga oleh Mila dan dia mengangguk kepada Zidan sambil berkata.


"I Love You Hubby", kata Mila kepada Zidan.


"Love you too forever", jawab Zidan kepada Mila dan mereka sama-sama sedang tersenyum sangat manis.


Mila belum bisa ngapai-ngapain cuman tangannya saja yang bisa digerakan karena efek bius yang belum hilang dari tubuhnya.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama sekitar satu jam lebih lima belas menitan, karena Kak Satriya dan Suaminya Kak Andira menyetir mobil dengan kecepatan yang lumayan tinggi, akhirnya mereka semua sudah sampai dirumah sakit tempat Mila melahirkan anaknya.


Dengan berbekal informasi dari Ayah Erlangga, Papah Angga langsung saja menuju keruang VIP tempat Mila beristirahat bersama babynya.


Ketika mereka semua sampai, Mila sedang menyusui babynya. Jadi kedua orang tua dan kedua Kakaknya belum mengetahui dengan jelas bagaimana wajah dari babynya Mila.


"Ya Allah gendut sekali cucu nenek", kata Mamah Sabrina ketika menggendong anaknya Mila yang sudah disusui oleh Mila tadi.


Sama seperti Ibu Gendhis dan Ayah Erlangga, mereka semua pada gemas dengan pipi tembam dari anaknya Mila dan juga Zidan.


"Ya Allah dek, pantas saja, badan kamu sekarang kayak gajah, ternyata melahirkan keponakan Kakak yang juga seperti anak gajah", goda Kak Satriya kepada Mila membuat semua orang yang ada disitu pada tertawa termasuk Zidan dan kedua orang tuanya.


Sedangkan Mila dia berpura-pura cemberut mendengar ejekan dari Kakaknya. Karena Mila menyadari jika dirinya sekarang jadi gendut.


"Siapa ini Dan namanya, sudah dicariin nama belum ini baby ndutnya?? ", tanya Papah Angga kepada Zidan sambil mengusap lembut pipi anaknya Zidan yang digendong oleh Mamah Sabrina.


"Ararya Saguna Amrullah Pratama Pah, yang artinya (Pria bangsawan yang memiliki sifat yang baik dan selalu mentaati perintah Allah yang utama) ", jawab Zidan kepada Papah mertuanya.


"Jadi panggilannya siapa ini untuk cucu ndut nenek ini", tanya Mamah Sabrina sambil menciumin pipi babynya Mila.


"Saguna Mah, panggilannya", jawab Zidan kepada semuanya.


Hari itu Keluarga besarnya Zidan dan Mila mereka semua sangat bahagia sekali dengan kehadirannya baby Saguna ditengah-tengah mereka.


Dan tidak cuman keluarga mereka saja yang berbahagia, sebelumnya keluarga besar Rion dan Mita pun juga berbahagia dengan kelahiran dari putra Rion dan juga Mita yang sekarang sudah berumur empat bulan yang bernama Winston Clint Federico Harrison (Anak laki-laki yang penuh inspiratif dan sangat kreatif yang memberi kebahagiaan dan pembawa kedamaian serta kekuatan). Nama Harrison sendiri adalah nama marga dari Keluarga besarnya Rion.


...°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°...


Kia dan Qiyas yang ketika baru sampai dirumahnya yang diIndonesia dikabarin jika Mila sudah lahiran, Kia merasa sangat bahagia sekali.


Dan Qiyas serta Kia akhirnya bisa menjenguk Mila ketika Mila dan baby Saguna sudah diperbolehkan pulang kerumahnya. Sama seperti yang lain, Kia serta Qiyas mereka pertama kali melihat baby Saguna juga sangat gemas dengan anaknya Mila yang sangat ndut sekali.


Zidan, Mila, Kia, Qiyas, dan Juga Rion serta Mita, hari-hari mereka dipenuhi dengan warna dengan kehadirannya anak ditengah-tengah mereka. Dan pengalaman baru yang setiap hari akan mereka rasakan dan alami dengan adanya si buah hati.


°TAMAT°


💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕


Jika anak-anaknya Qiyas dan Kia author buatkan novel bagaimana readers, komen yang banyak minimal 20 vote yah😁😁.


Salam kenal 😘😘😘😘😘😘😘😘😘


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


***END***