BISSMILLAH WITH YOU

BISSMILLAH WITH YOU
BABY GIRL DAN BABY????



Tiba dimana semua Keluarga akan berangkat memeriksakan kandungannya Kia. Ayah Ibrahim dan Mamah Dian mereka tiba dirumah Kia dan Qiyas sekitar jam setengah tujuhan pagi. Sekalian sarapan bersama dengan Kia dan Qiyas. Sedangkan Papah Ziyas dan Bunda Lili mereka datang kerumahnya Qiyas sekitar jam tujuan lebih sedikit.


Malam sebelumnya ketika Ayah Ibrahim, Mamah Dian, Papah Ziyas dan Bunda Lili sudah pada pulang kerumah mereka masing-masing, Kia dan Qiyas mereka sedang berada dikamar mereka dengan berbincang hangat.


"Terimakasih ya Umi", kata Qiyas kepada Kia. Sambil memijat lembut kakinya Kia dan membantu Kia melepaskan kaos kakinya, karena Kia sudah kesusahan untuk melepas dan memakai sendiri kaos kakinya.


"Buat apa Abi?? ", jawab Kia sambil mengusap lembut perutnya dan bersandar dikepala ranjang. Dan saat ini Kia juga sudah melepaskan niqob serta hijabnya.


"Ya buat semuanya, terutama mau mengandung anaknya Abi ini", kata Qiyas sambil ikut mengusap perutnya Kia.


"Abi tidak usah berterimakasih, ini Kia juga sangat menikmati dan bersyukur bisa diberikan kesempatan untuk merasakan yang namanya hamil begini Abi", jawab Kia sambil memegang tangannya Qiyas yang ada diperutnya.


"Dia nendang ya Umi, tambah aktif kayaknya", kata Qiyas kepada Kia. Dan dijawab anggukan oleh Kia.


Qiyas lalu mendekatkan wajahnya keperutnya Kia. Dan sambil mengajak bicara kepada baby twinsnya.


"Assalamu'alaikum anak-anak Abi, sehat-sehat yah didalam sana", kata Qiyas sambil menempelkan wajahnya keperutnya Kia. Dan ketika Qiyas berbicara seperti itu dia langsung mendapat respon dari baby twins berupa dua tendangan sekaligus.


Kia dan Qiyas yang mendapatkan dua tendangan sekaligus, mereka tertawa terharu dan senang sekali.


"Umi mau tanya, Abi maunya ingin anak perempuan atau laki-laki Abi?? ", tanya Kia kepada Qiyas.


"Apa saja boleh sayang, Abi akan syukuri, yang penting sehat dan normal sesuai harapan kita semua", jawab Qiyas kepada Kia.


"Aamiin, Umi juga inginnya begitu Abi", kata Kia lagi kepada Qiyas.


"Jika Allah mengijinkan Abi sih pinginnya langsung sepasang Umi, cowok cewek", kata Qiyas lagi.


"Kalau begitu besok ketika Umi kontrol kita tanya saja ya Abi apa jenis ke**minnya sama Dokter Ara, kan selama ini jika Umi kontrol kita meminta Dokter Ara jangan memberitahukan apa jenis ke**minnya Abi", kata Kia kepada Qiyas.


"Iya Abi ikut Umi saja bagaimana, begitu juga boleh tidak apa-apa, sekalian kan besok Mamah, Ayah, Papah sama Bunda mau ikut biar mereka bisa sekalian tahu", jawab Qiyas kepada Kia.


"Ok Abiku sayang", kata Kia kepada Qiyas membuat Qiyas langsung tersenyum.


"Abi kenapa sampai disitu mijitinnya, apa Abi mau?? ", tanya Kia kepada Qiyas karena tangan Qiyas yang buat mijit sudah sampai kemana-mana.


Perkataan Kia dijawab anggukan sama Qiyas.


"Pelan-pelan ya Abi, karena badannya Umi sudah sangat mudah lelah saat ini", kata Kia kepada Qiyas.


"Siap Umi", jawab Qiyas dengan semangat.


Dan akhirnya terjadilah yang mesti terjadi antara Kia dan Qiyas.


πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰


Saat ini semuanya sedang perjalanan menuju keRumah sakit Miracle Hospital untuk melakukan kontrol kehamilannya Kia.


Tepat pukul delapan lebih sedikit semuanya sudah tiba dirumah sakit, dan mereka semua yaitu Kia, Qiyas, Ayah Ibrahim, Mamah Dian, Papah Ziyas dan Bunda Lili langsung saja menuju keruangannya Dokter Ara.


Dan Dokter Arapun sudah menunggu kedatangannya Kia beserta keluarga, sebab Qiyas dia sudah janjian dengan Dokter Ara jauh-jauh hari sebelumnya.


"Oh Mbak Kia dan Tuan Qiyas silahkan duduk, Tuan, Nyonya silahkan duduk juga dishofa", kata Dokter Ara ramah kepada Kia, dan semuanya.


"Mbak Kia mari kita langsung periksa saja dulu ya, biar suster yang membantu Mbak Kia didalam", kata Dokter Ara kepada Kia dengan ramah dan dianggukin oleh Kia.


Kia langsung saja dibantu Suster untuk masuk keruang periksa, sambil menunggu Kia selesai Dokter Ara dia sedang menyiapkan alat USG yang akan digunakan untuk periksa.


Ayah Ibrahim dan semuanya langsung saja berdiri menuju ketempat yang disediakan untuk melihat kelayar yang ada disitu, sedangkan Qiyas dia membantu Kia dan menemani Kia didalam ruangan yang hanya dibatasi dengan gorden Rumah Sakit.


"Oh ya Dokter Ara, untuk kali ini kasih tahu kami ya Dok apa jenis ke**minnya, sekalian ada kedua orang tua kami biar bisa pada tahu sekalian", kata Qiyas kepada Dokter Ara.


"Oh begitu, baik Tuan Qiyas", jawab Dokter Ara kepada Qiyas.


Papah Ziyas, Bunda Lili, Mamah Dian dan Ayah Ibrahim yang mendengar perkataannya Qiyas mereka semua sangat bersemangat serta excited sekali dan sudah tidak sabar untuk mengetahui apa jenis ke**min cucu-cucu mereka.


Dokter Ara dia lalu melakukan USG untuk melihat perkembangan calon baby twinsnya Kia dan Qiyas.


Dokter Ara memulai menjelaskan apa saja perkembangan dari calon baby twins yang ada diperutnya Kia yang terlihat dari USG, dari mata, tangan, kaki jari-jarinya semuanya Dokter Ara tidak lelah menjelaskannya. Dan tiba dimana Dokter Ara akan menunjukkan apa jenis ke**min dari anak-anaknya Qiyas dan Kia.


"Bentar Tuan dan Nyonya, ini saya lagi perbesar gambarnya biar bisa jelas jenis ke**minnya ya", kata Dokter Ara kepada semuanya.


"Nah ini Tuan Qiyas, ini ke**minnya dan insyaallah ini jenis ke**minnya perempuan Tuan", kata Dokter Ara kepada Qiyas dan masih didengar oleh para orang tua yang melihat dan memperhatikan layar yang ada disitu. Sedangkan Qiyas dia melihat dari monitor komputernya Dokter Ara.


Kia dan Qiyas yang mendengar perkataannya tentang jenis ke**minnya anak mereka yang perempuan mereka lalu saling pandang dan tersenyum dengan penuh arti.


"Yang satunya apa Dokter Ara?? ", tanya Mamah Dian dengan tidak sabaran dari balik gorden, akan tetapi masih didengar oleh Dokter Ara.


"Sebentar Nyonya lagi saya cari", jawab Dokter Ara kepada Mamah Dian.


Dokter Ara sedang mencari-cari dan tidak menemukan dimana jenis ke**minnya anak Kia dan Qiyas yang kedua.


"Ini sepertinya yang satu pemalu deh Tuan, Mbak Kia, daritadi dicari ternyata ditutupin dengan kedua kakinya ini", kata Dokter Ara kepada Kia dan Qiyas sambil menunjukkan kaki babynya yang menekuk pas menutupin ke**minnya, perkataan Dokter Ara membuat semuanya pada tertawa kecil termasuk suster yang ada disitu.


"Sudah Mbak Kia, semuanya sangat bagus dan sehat, jika tidak ada halangan Mbak Kia akan melahirkan sesuai dengan HPL yang sudah ditentukan, bisa maju dan bisa juga mundur", kata Dokter Ara kepada Kia.


Dan Kia dia lalu dibantu suster untuk membersihkan dari gel yang untuk USG tadi diperutnya, sedangkan Dokter Ara dia langsung saja keluar untuk duduk dimejanya dan mencatat hasil USGnya Kia, dan Qiyas dia lalu membantu Kia turun dari brankar pasien serta membantu Kia untuk duduk dikursi yang ada didepan mejanya Dokter Ara.


Dan para orang tua mereka sudah pada kembali lagi duduk dishofa yang tadi mereka dudukin.


"Apa yang ingin Mbak Kia atau yang lain tanyakan kepada saya?? ", tanya Dokter Ara kepada Kia dan semuanya.


"Itu Dok maksudnya maju dan mundur dari HPL bagaimana ya?? ", tanya Qiyas yang sedikit kurang faham dari perkataannya Dokter Ara tadi.


"Maksudnya HPLnya Mbak Kia tanggal segini Tuan, jika sebelum tanggal segini sudah mau melahirkan dan babynya sudah cukup umur, tidak apa-apa Tuan, tidak masalah, dan jika kelewat dari tanggal ini itu namanya mundur Tuan, dan harus segera dibawa keRumah Sakit, takutnya nanti babynya bisa keracunan ketuban", jelas Dokter Ara kepada Qiyas dan didengar oleh mereka semua yang ada disitu.


"Biasanya paling umum itu maju seminggu dan mundur seminggu Tuan Qiyas", kata Dokter Ara lagi kepada Qiyas.


"Tadi semuanya normal-normal semua kan Dok?? ", tanya Bunda Lili kepada Dokter Ara.


"Normal Bu, sehat-sehat semua, cuman yang satu tadi kita tidak bisa melihat apa jenis ke**minnya yang ditutupi kaki", jawab Dokter Ara kepada Bunda Lili. Jawaban Dokter Ara mendapat tawa kecil dari mereka semua yang ada disitu, termasuk Dokter Ara sekalipun.


Akhirnya selesai sudah pemeriksaan untuk kandungannya Kia. Setelah tadi bertanya-tanya seputar melahirkan dan seputar kehamilannya Kia, serta Qiyas dan Kia juga sudah diberikan vitamin sama Dokter Ara. Mereka semua langsung saja berpamitan dengan Dokter Ara untuk pulang.


Dan saat ini mereka semua sedang perjalanan pulang menuju kerumahnya Qiyas dan Kia.


Ayah Ibrahim dan Mamah Dian mereka sengaja satu mobil bersama Kia dan Qiyas karena keinginan dari Mamah Dian. Dengan disopiri oleh Qiyas yang menyetir.


Dengan perjalanan tidak terlalu lama karena tidak dijam sibuk akhirnya mereka semua sudah sampai dirumahnya Qiyas dan Kia dengan selamat dan senyum kebahagiaan yang selalu terpancar dibibir mereka semua.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


***TBC***