
Saat ini Kia dan kedua baby twinsnya sudah dipindahkan keruang perawatan biasa. Dan Qiyas seperti biasa meminta untuk dipindahkan keruang VVIP supaya Kia dan kedua baby serta nanti jika ada Keluarga yang menjenguk pada nyaman dan bebas.
Ketika tadi Kia baru saja selesai dibersihkan dan didorong brangkarnya untuk dipindahkan, semua para orang tua pada setia mendampingi Kia, dan mereka juga lega, karena Kia sehat-sehat saja dan tidak terjadi apa-apa ketika waktu melahirkan tadi.
Dan para orang tua dibuat sangat gemas sekali dengan baby twins yang sangat lucu dan menggemaskan. Setelah tadi sampai diruangan yang diminta Qiyas, Qiyas langsung saja mengadzani anak-anak mereka satu persatu ditelinga kanan dan mengikomatkan juga ditelinga kiri baby twins satu persatu.
Baby perempuan Kia dan Qiyas memiliki berat badan sekitar 2,8kg dengan panjang 5.0cm, sedangkan yang baby laki-laki dia lebih gemuk dari yang perempuan yaitu sekitar 3,0Kg dengan panjang 4,7cm. Sangatlah normal dan bagus untuk baby yang baru dilahirkan sesuai dengan umur mereka ketika dilahirkan, sebab nutrisi ketika Kia hamil benar-benar sangat diperhatikan oleh Qiyas. Dan itulah mengapa ketika hamil tua Kia sudah sangat ngap karena baby-baby mereka yang memiliki berat badan yang ideal dan bagus.
Anak-anaknya Qiyas dan Kia mereka lahir sekitar pukul jam setengah sembilanan pagi. Cukup terbilang cepat untuk ukuran Ibu yang melahirkan anak kembar.
"Ya Allah lucunya cucu eyang sama kakung", kata Bunda Lili ketika baby girlnya Qiyas yang digendong Mamah Dian. Sedangkan yang laki-laki sedang disusui Kia.
"Iya Mbak Lili aku juga gemas, rasanya pingin aku gigit itu pipinya", kata Mamah Dian juga dengan tertawa bahagia.
Sedangkan Qiyas dia sedang menemani Kia yang sedang menyusui baby boynya.
"Asinya lancar ya Umi, itu baby boy sangat kehausan sepertinya", kata Qiyas kepada Kia sambil terus mengusap-usap pipi anaknya.
"Iya Abi, sangat lancar dan ini baby boy juga kencang sekali ngASInya dibandingkan dengan si baby girl", kata Kia yang merasakan sedikit ngilu karena baby yang laki-laki sangat kuat sekali meminum ASInya.
Papah Ziyas dan Ayah Ibrahim mereka sedang keluar untuk mencari makanan dan camilan, karena mereka semua setelah merasakan ketegangan tadi, perut mereka pada merasakan lapar, sebab tadi mereka semua hanya pada sarapan sedikit saja.
"Kalian berdua sudah menyiapkan nama belum untuk ini si baby twins?? ", tanya Mamah Dian kepada Qiyas dan Kia.
"Sudah dong Mah, dari kemarin-kemarin malahan kita sudah menyiapkan, dan nanti akan juga kami sematkan pemberian nama dari Pak Kyai", jawab Kia kepada Mamahnya.
"Terus Keluarga pesantren sudah kamu hubungi belum Kia, Yas?? ", tanya Bunda Lili kepada Qiyas dan Kia.
"Astaghfirullah, belum Bund, bentar ya Umi, Abi mau menelfon mereka dulu", kata Qiyas kepada Kia dan Bunda Lili.
Bunda Lili hanya menggeleng melihat kelakuannya Qiyas, dan lalu dia melihat lagi kearahnya baby girlnya Qiyas serta Kia.
"Nak sudah selesaikah itu kamu memberi ASInya?? ", tanya Bunda Lili kepada Kia.
"Sudah Bund, nih?? ", jawab Kia sambil melihatkan baby boy yang sedang tidur nyenyak disampingnya ketika setelah ngASI.
"Bunda boleh gendong kan?? ", tanya Bunda Lili lagi kepada Kia.
"Boleh Bund, ini silahkan", jawab Kia kepada Bunda Lili, sedangkan Mamah Dian dia sudah daritadi menggendong baby girlnya Kia.
Qiyas yang setelah berkata seperti tadi langsung saja dia mengambil Hpnya yang ada disaku kantong celananya, dan terus menghubungi Zabir sahabatnya.
"Hallo Assalamu'alaikum Yas, bagaimana kabarnya Keluarga disana?? ", salam Zabir ketika dia mengangkat panggilan masuk dari Qiyas.
"Wa'alaikumussalam Zabir, alhamdulillah baik, bagaimana disana juga?? ", tanya Qiyas kepada Zabir.
"Alhamdulillah baik juga, rencananya nanti mau menelfonmu, karena mau menanyakan istrimu sudah melahirkan belum, itu Abi katanya ingin melihat anak-anak kamu, walaupun cuman lewat video call saja", kata Zabir panjang lebar kepada Qiyas.
"Ini kamu lagi dimana Zabir, dirumah, disekolahan atau dirumahnya Pak Kyai?? ", tanya Qiyas dan dia malah tidak menjawab pertanyaan dari Zabir.
"Dirumah Abi sebentar, sedang mengambil mainannya Bira tadi malam yang ketinggalan", jawab Zabir kepada Qiyas.
Qiyas yang mendengar perkataan dari Zabir, dia lalu mengalihkan panggilannya menjadi video call.
"Hallo Om Zabir", kata Qiyas dengan menirukan suaranya anak-anak, ketika panggilan videonya diangkat oleh Zabir.
"Iyas kamu apa sedang dirumah sakit, dan apa Kia sudah melahirkan?? ", tanya Zabir dengan begitu antusias sekali.
"Iya tuh baby twins", jawab Qiyas kepada Zabir, sambil membalikkan kamera hpnya kearah baby twins yang digendong oleh Mamah Dian dan Bunda Lili.
Kia yang melihat Qiyas begitu bahagia rasanya dia sangat bahagia sekali karena Kia bisa memberikan apa yang sangat diminta oleh Qiyas. Dan Kia belum bisa bergerak dengan bebas, karena dia masih lemas pasca melahirkan tadi, serta Kia pun juga masih nyeri dibagian bawahnya tadi yang buat melahirkan.
Zabir yang melihat baby twinsnya Qiyas dan Kia dia begitu bahagia, dan langsung saja dia berteriak memanggil orang-orang yang ada dirumahnya Pak Kyai dan mencari mereka semua yang ternyata ada diruang Keluarga.
"Kenapa sih Kak, teriak-teriak berisik tahu,
"Kenapa kamu Zabir,
Kata Umi Maryam, Pak Kyai, dan Lida adiknya Zabir secara bersamaan. Mereka bertiga yang saat itu sedang berkumpul diruang Keluarga bercanda dengan anaknya Lida yang mulai lucu-lucunya, kaget mendengar Zabir berteriak-teriak. Karena Zabir ketika mengangkat panggilan dari Qiyas dia sedang berada diruang tamu.
Sedangkan Qiyas yang mendengar Zabir berteriak-teriak dia hanya tertawa kecil dengan kelakuan dari sahabatnya.
"Ini Umi, Abi, Lida", kata Zabir sambil menyerahkan Hpnya kepada Umi Maryam.
"Ada apa sih?? ",tanya Umi Maryam sambil menerima hpnya Zabir.
"Eh nak Qiyas, ada apa nak?? ", tanya Umi Maryam ketika ternyata hpnya Zabir sedang terhubung panggilan video call dengan Qiyas.
"Assalamu'alaikum Umi, Abi dan Lida", salam Qiyas kepada semuanya.
"Wa'alaikumussalam warrohmatullah hiiwabarokatuh", jawab serempak Umi, Pak Kyai dan Lida secara bersamaan.
"Ini Umi anak-anaknya Qiyas", kata Qiyas sambil membalikkan lagi kameranya kearah baby twins yang digendong oleh Bunda Lili dan Mamah Dian.
"Masyaallah, tabarokallah Qiyas, selamat sudah resmi menjadi seorang Ayah", kata Umi Maryam dengan bahagia ketika melihat wajahnya baby twins.
"Masyaallah", kata Pak Kyai dengan tersenyum tulus ketika melihat wajahnya baby twins.
Sedangkan Lida dia yang paling heboh sampai dia menitipkan anaknya kepada Umi Maryam.
"Ya Allah keponakan-keponakan aunty lucunya gemas deh", kata Lida dengan sangat antusias sekali.
"Kak, Kianya mana mau bicara sama Kia dong",kata Lida kepada Qiyas.
"Boleh, sebentar", jawab Qiyas kepada Lida.
Qiyas langsung saja berjalan menuju Kia, dan memberikan hpnya kepada Kia.
"Ini Umi Lida, mau berbicara", kata Qiyas sambil menyerahkan hpnya kepada Kia.
"Assalamu'alaikum Lida", kata Kia kepada Lida ketika sudah menerima hpnya Qiyas.
"Wa'alaikumussalam Kia, ya Allah sudah menjadi seorang Ibu, selamat ya buat kelahirnnya baby twinsnya, dan ngomong-ngomong apa Kia jenis kelaminnya?? ", tanya Lida kepada Kia dengan nada yang sangat penasaran sekali.
"Sepasang Lida, alhamdulillah", jawab Kia dengan tersenyum senang, walauoun Kia memakai niwob, akan tetapi Lida tahu jika Kia temannya sedang tersenyum kepadanya. Karena mata Kia yang sedikit menyipit.
"Masyaallah, sudah komplit, sekali lagi selamat Kia dan aku ikut senang juga untukmu", kata tulus Lida untuk Kia.
"Terimakasih ya Lida atas semua doa-doanya", jawab Kia kepada Lida.
"Ya sudah kamu istirahat saja dulu ya, nanti jangan lupa jika mau syukuran kabarin kita yang ada disini ya Kia", kata Lida lagi untuk Kia.
"Siap laksanakan tuan putri", jawab Kia dengan bercanda kepada Lida.
"Kamu ini ada-ada saja, sudah ya kalau begitu Assalamu'alaikum", salam akhir Lida untuk Kia.
"Wa'alaikumussalam Lida", jawab Kia kepada Lida dengan tersenyum dan langsung saja mematikan sambungan telefonnya.
Sedangkan Qiyas tadi setelah menyerahkan hpnya kepada Kia, dia lalu mencoba menggendong anak-anaknya secara bergantian.
Dan Keluarga Pesantren pun juga sangat bahagia karena Kia sudah melahirkan dengan selamat dan mereka juga berdoa semoga anak-anaknya Kia serta Qiyas menjadi anak yang sholeh dan sholehah.
ππππππππππππ
***TBC***