BISSMILLAH WITH YOU

BISSMILLAH WITH YOU
RESEPSINYA MILA DAN ZIDAN



Hari ini adalah hari yang sudah ditunggu-tunggu oleh keluarga besar Mila dan Zidan, karena tepat hari ini adalah hari resepsinya Mila dan Zidan.


Resepsinya Mila dan Zidan diadakan disalah satu hotel milik keluarga IRAWAN. Gedung yang akan diadakannya resepsi sudah disulap dengan begitu indah dan mempesona, disetiap sudut ruangan juga sudah dihiasi berbagai macam bunga yang cantik.


Zidan dan Mila sudah datang dari jam tujuh pagi tadi, sedangkan para keluarganya terutama para kedua orang tua mereka masing-masing sudah datang kehotel dari jam enam pagi, karena untuk menyiapkan ini dan itu semuanya.


Acara akan dilaksanakan sekitar jam sembilan pagi sampai selesai. Dan saat ini Mila sedang didandani oleh MUA yang disewa Zidan dan berada dikamar yang bersebelahan dengan Zidan. Sedangkan Zidannya sendiri juga lagi mempersiapkan diri dikamar hotel yang sudah diboking olehnya bersebelahan juga dengan kamar Mila yang sedang didandani.


Zidan sendiri sudah memboking kamar ada sekitar sepuluh kamar untuk keluarganya Mila dan keluarganya sendiri.


"Aih, anak Mamah ternyata cantik juga ya jika didandani, pantas saja nak Zidan klepek-klepek sama kamu Mila", kata Mamah Sabrina kepada Mila.


"Iya Mbak, sebenarnya Mila ini sudah cantik, ditambah didandani begini tambah cantik ya", kata Ibu Gendhis Ibunya Zidan.


"Kan Mila cantik karena Mila perempuan Mamah dan Ibu mertua", jawab Mila seenaknya saja.


Orang-orang yang ada disitu pada tertawa menanggapi Mila.


"Mbak Mila, sama Mas Zidan sudah tahu mau bulan madu dimana?? ", tanya Desi adiknya Zidan.


Walaupun Desi umurnya lebih tua dari Mila, tetap saja dia harus memanggil Mila dengan panggilan Mbak, karena Mila statusnya adalah istri dari Kakaknya.


"Bulan Madu, waaaah enak tuh, makan madu dibulan", jawab Mila antusias.


"Bukan makan madu dibulan Mila, tapi Bulan Madu yaitu yang Honeymoon itu lho Mila", kata Mamah Sabrina menjelaskan.


"Kan Bulan Madu memang bahasa inggrisnya Honeymoon Mah", kata Mila kepada Mamahnya.


Sedangkan ketiga MUA yang mendandani Mila mereka pada tertawa, karena mereka fikir Mila itu masih polos dan belum diUnboxing sama Zidan. Padahal aslinya udah sering.


Zidan yang ada dikamarnya ditemani oleh Kak Satriya, suaminya Desi dan suaminya Kak Andira. Sedangkan para bapak-bapak yaitu Papah Angga dan Ayah Erlangga sedang mengawasi dan stanby dibawah diBallroom tepatnya. Zidan didandani untuk acara nanti oleh dua MUA, satu laki-laki yang sedikit ngondek sama satu perempuan, semuanya sudah siap tinggal menunggu mereka keluar semua. Karena sekarang waktu sudah menunjukkan pukul sembilan kurang lima belas menit.


Dikamar Mila, Mila yang sudah selesai didandani, dia daritadi diam saja sambil melihat dirinya sendiri didepan kaca.


Para wanita yang berada satu ruangan dengan Mila mereka dibuat khawatir dengan keadaan Mila, karena setelah Mila selesai didandani dia selalu diam saja dan jika diajak berbicara dia menjawab seperlunya saja.


"Nak, kamu kenapa malah menjadi diam begini, jangan buat Mamah takut dong", kata Mamah Sabrina sambil mendekati Mila yang daritadi diam saja sambil mengaca.


"Bu, itu Kak Mila kenapa menjadi diam begitu, kan biasanya dia yang paling cerewet diantara Kita", bisik Desi kepada Ibunya.


"Sayang, kamu kenapa, sini bicara sama Kakak, apa yang kamu rasain?? ", tanya Kak Andira kepada Mila.


Mila hanya menggeleng dan masih juga diam. Membuat yang lain semakin khawatir. Dan tiba-tiba pintu terdengar diketuk dari luar.


Ibu Gendhis yang inisiatif dia langsung berdiri membuka pintu kamar yang diketuk tadi, dan ternyata yang datang adalah Mamah Dian, Mamahnya Kia.


"Eh Mbak Dian kan, Mamahnya Nak Kia?? ", tanya Ibu Gendhis kepada Mamah Dian.


"Iya Mbak, Mbak pasti ibunya Zidan kan?? ", tanya balik Mamah Dian kepada Ibu Gendhis.


"Iya, mari masuk, malah kita ngobrol didepan pintu begini", kata Ibu Gendhis memersilahkan Mamah Dian masuk untuk bergabung dengan yang lainnya.


Mamah Dian langsung masuk dan disusul Ibu Gendhis juga masuk setelah menutup pintunya terlebih dahulu. Ketika Mamah Dian masuk dia melihat Mamah Sabrina dan Kak Andira lagi mencoba mengajak ngobrol Mila akan tetapi tidak ada tanggapan dari Mila.


"Nak itu mereka pada ngapain sih?? ", tanya Mamah Dian setelah duduk disamping Desi.


"Daritadi itu Mbak Mila diam saja setelah habis didandanin tadi Bu, Mamahnya dan Kakaknya itu mereka pada mencoba mengajak bicara Mbak Mila, akan tetapi tidak ada ekspresi apapun Bu", jelas Desi kepada Mamah Dian.


Mamah Dian yang mendengar perkataan Desi dia juga mencoba membujuk Mila seperti Mamah Sabrina dan Kak Andira.


"Ini ada apa dan kenapa hmm?? ", tanya Mamah Dian ketika sudah berada dibelakang Mamah Sabrina, Mila dan Kak Andira.


"Eh Mbak yu, ini lho Mila daritadi diam saja, bikin aku takut saja", adu Mamah Sabrina kepada Mamah Dian. Dan Kak Andira yang melihat Mamah Dian dia langsung menyalami dan mencium tangan Mamah Dian.


Mamah Dian juga langsung ikut-ikutan membujuk Mila dan mengajaknya mengobrol.


"Mila sayang, ini Bibi kamu kenapa?? ", tanya Mamah Dian kepada Mila.


"Tidak apa-apa", jawab Mila sambil menggeleng dan masih tidak mengalihkan pandangannya dari cermin.


Mamah Dian langsung mengusulkan ke Mamah Sabrina untuk memanggil Zidan datang kesitu untuk melihat dan mengajak ngobrol Mila. Dan Mamah Sabrina langsung setuju, dia lalu menyuruh Kak Andira untuk memanggilkan Zidan yang ada dikamar sebelah untuk datang kesitu menemui Mila.


Sebelum Kak Andira sampai membuka pintu terdengarlah pintu diketuk dari luar, dan Kak Andira yang ada didekat pintu yang tadinya akan keluar dia langsung saja membuka pintunya. Dan ternyata yang datang adalah Zidan, bersama Kak Satriya serta suaminya Hadi dan suaminya Desi.


"Alhamdulillah kamu yang datang Zidan, Kakak tadi ingin menyamperin kamu, untuk membujuk Mila", kata Kaka Andira kepada Zidan.


"Mila kenapa Kak, Zidan kesini memang akan menjemput Mila untuk turun kebawah", kata Zidan kepada Kak Andira.


Dan walaupun Zidan lebih tua dari Andira dia tetap memanggil Andira dengan panggilan Kak, karena memang Kak Andira adalah Kakaknya Mila istrinya.


"Sudah masuk saja ayo", kata Kak Andira dan dia langsung masuk. Dan diikuti Zidan, Kak Satriya dan Hadi suaminya, serta suaminya Desi. Zidan menjadi khawatir dengan keadaanya Mila karena perkataannya Kak Andira.


Yang ada disitu ketika melihat Zidan datang mereka langsung memberitahu keZidan jika Mila daritadi setelah didandani dia diam saja.


Dan ketika Zidan baru sampai dibelakang Mila dia juga langsung terpaku diam melihat wajah Mila dari cermin. Membuat yang lain jadi tambah bingung, karena Zidan malah ikut-ikutan diam kayak Mila.


"Kamu kenapa Zidan, kenapa ikut-ikutan diam kayak Mila?? ", tanya Mamah Dian sambil menepuk pundak Zidan. Dan membuat Zidan langsung tersadar.


"Itu Mila ternyata sangat cantik sekali Bi, Zidan sampai pangling dan terpesona melihat Mila", jawab Zidan, dan ternyata yang membuat Zidan diam tepaku karena dia sangat terpesona melihat Mila istrinya.


Zidan setelah menjadi istrinya Mila, Ayah Ibrahim dan Mamah Dian, mereka menyuruh Zidan untuk memanggil Ayah Ibrahim dan Mamah Dian dengan panggilan Paman dan Bibi, seperti Mila memanggil mereka, bukan Tuan dan Nyonya lagi.


Mila langsung mendongakkan pandangannya kearah Zidan ketika dia mendengar suaranya Zidan suaminya.


"Ini semua salah MUA itu hubby", kata Mila kepada Zidan dan langsung berdiri menghadap Zidan. Membuat yang lain makin bingung dan para MUA yang mendengar perkataannya Mila mereka pada terkejut.


"Maksudnya bagaimana sayang?? ", tanya Zidan sambil memegang pundak Mila.


"Mereka sangat pandai dan pintar Kak, bisa membuat Mila menjadi sangat cantik seperti ini, dan Mila sangat bersyukur mempunyai wajah yang begitu cantik hari ini, bikin Mila takut bergerak nanti malah rusak riasannya", jawab Mila kepada Zidan.


"Jadi daritadi kamu diam karena kamu terpesona melihat mukamu sendiri dan takut riasannmu rusak Mila", tanya Mamah Sabrina kepada Mila.


"Iya Mah, cantik kan Mila", jawab Mila membuat Mamah Sabrina gregetan sama Mila.


"Punya anak modelannya kayak aku, tapi aku juga masih tertipu juga olehnya, hiiiiiih gemeeesss", kata Mamah Sabrina untuk dirinya sendiri membuat yang lain yang tadinya khawatir mereka langsung tertawa mendengar perkataannya Mamah Dian.


"Dasar kamu sayang, bisa saja bikin orang khawatir begini", kata Zidan kepada Mila.


"Benarkan Mah, Mbak Mila itu orangnya aneh", bisik Desi kepada Ibu Gendhis.


"Hust, kamu ini tidak boleh bilang begitu, yang lebih aneh itu Kakakmu Zidan", kata Ibu Gendhis dan disambut tawa kecil oleh Desi.


"Sudah ayo kita semua turun kebawah, acara sebentar lagi akan dimulai ini", kata Kak Satriya kepada yang lainnya.


"Ayo sayang kita turun", kata Zidan kepada Mila dan memyuruh Mila untuk menggandemg tangannya.


Akhirnya mereka semua pada keluar dari kamar hotel dan turun kebawah untuk memasuki Ballroom, karena kamar hotel yang disewa Zidan berada dilantai lima, sedangkan Ballroomnya berada dilantai dua hotel tersebut.


πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„


Pagi harinya dikediaman Kia mereka yang lagi sarapan sambil berbincang hangat dipagi hari.


"Mamah sama Ayah nanti akan kerepsinya Mila jam berapa Mah?? ", tanya Kia kepada Mamah Dian dan Ayah Ibrahim.


"Paling sekitar jam delapanan sayang, Ayah mau kekantor sebentar untuk menyerahkan pekerjaan kepada Rion atau sekertaris Ayah yang lain, kamu sendiri bagaimana?? ", kata dan tanya Ayah Ibrahim kepada Kia.


Sedangkan Mamah Dian dan Qiyas mereka hanya mendengarkannya.


"Mila ngikut Kak Fasya saja bagaimana Ayah, akan tetapi kayaknya kita akan sedikit terlambat karena katanya Kak Fasya akan kedatangan tamu penting dari Amerika", jawab Kia kepada Ayahnya.


"Iya Ayah, nanti Iyas ada meeting penting sama Tuan Bryan dulu Ayah", kata Qiyas menambahi perkataannya Kia


"Ya sudah tidak apa-apa, kamu selesaikan pekerjaannya kamu dulu kalau begitu, nanti jika ada yang bertanya tentang kalian akan kami jelaskan", jawab Ayah Ibrahim kepada Qiyas dan Kia.


"Iya mereka juga pasti akan mengerti ko sayang", kata Mamah Dian kepada Iyas dan Kia.


Akhirnya setelah membahas tentang resepsinya Mila dan Zidan mereka makan dengan tenang tanpa ada pembicaraan lagi. Dan setelah itu mereka pada siap-siap untuk pergi kekantor. Kia juga masih bekerja menjadi CEO karena Qiyas dan Kia sepakat, Kia masih boleh bekerja sampai dia hamil. Dan jika sudah positif hamil Kia akan duduk anteng dirumah. Itulah kesepakatan mereka.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


***TBC***