BISSMILLAH WITH YOU

BISSMILLAH WITH YOU
SEKILAS TENTANG AULIAN



"Akhirnya sampai rumah serta selesai juga rencana kita semua yang sudah direncanakan dan alhamdulillah berjalan dengan lancar", kata Bunda Lili langsung duduk diruang tamu ketika baru sampai dirumahnya.


Papah Ziyas juga ikutan duduk disamping istrinya, sedangkan Aulian dia langsung masuk kekamarnya.


"Assalamu'alaikum uti", kata Alifa yang melihat eyang uti dan eyang kakungnya sedang duduk diruang tamu ketika baru masuk kerumah orang tuanya Qiyas.


"Wa'alaikumussalam, eh ada Alifa sini nak sama uti dan kakung", kata Papah Ziyas dan Bunda Lili hanya mengangguk dan tersenyum.


Alifa langsung saja menyalami dan mencium tangan Papah Ziyas dan Bunda Lili. Alifa langsung saja duduk diantara Papah Ziyas dan Bunda Lili.


"Assalamu'alaikum", kata Kak Anin dan suaminya yang bernama Asraf secara bersamaan.


"Wa'alaikumussalam, kirain kalian langsung pulang tidak mampir dulu kesini", jawab Bunda Lili.


"Sini duduk dulu, pasti capek kan diperjalanan, Nela sini gendong Kakung yuk", kata Papah Ziyas setelah menjawab salam anak dan menantunya.


Mereka semua akhirnya berbincang-bincang diselingi dengan ocehan Nela yang belum terlalu jelas dan terkadang Alifa juga suka menggoda adiknya Nela.


"Tadi Papah dan Bunda bisa sempat pamitan sama Iyas tidak??", tanya Anin kepada kedua orang tuanya.


"Tadi ketika kita mau pamitan pulang itu Pak Ibrahim dan Jeng Dian mau memanggilkan Iyas, tapi kita bilang tidak usah saja, kalau Qiyas tidak tidur mungkin sedang cetak adonan, jadinya kita bilang tidak usah saja, takut mengganggu", kata Bunda Lili dengan diselingi ketawa kecil karena sedang membayangkan Kia dan Qiyas.


Sedangkan Papah Ziyas dia sedang sibuk bercanda dengan kedua cucunya. Serta Asraf suaminya Kak Anin hanya diam mendengarkan saja.


"Kita sih sebelum Kia dan Qiyas masuk kamar kita sudah berpamitan mau pulang Bund, jadi yaa begitu deh", kata Anin.


"Kalian mau menginap disini apa nanti akan pulang?? ", tanya Bunda Lili.


"Ini rencananya akan pulang Bund, karena besok saya ada meeting penting dengan supplier kain Bund", jawab Asraf kepada Bunda Lili.


"Baiklah Bunda mengerti", kata Bunda Lili.


"Bunda rasanya capek banget, Bunda masuk kekamar dulu ya", kata Bunda Lili kepada Anin dan suminya.


"Bunda mau kekamar Pah", kata Bunda Lili ketika melihat suaminya melihat kearahnya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Sedangkan dikamar Aulian dia sedang melamun dan bersandar dikepala ranjangnya dengan kedua tangan yang dilipat dibelakang kepalanya.


"Lihat Kak Iyas menikah dan dia sangat bahagia entah kenapa rasanya aku juga ingin menikah", kata Aulian dengan dirinya sendiri.


"Akan tetapi aku takut jika salah memilih, dan wanita itu tidak tulus kepadaku", kata Aulian lagi.


"Semoga saja aku segera dipertemukan dengan wanita yang tulus kepadaku dan tidak memandang uangku, aku sudah muak dengan wanita-wanita yang manis diluar busuk didalam", kata Aulian lagi karena teringat dengan ketika jaman dia SMA.


*Flashback On*


Ketika SMA Aulian dia sangat supel dan ramah sama siapa saja termasuk kepada para wanita. Karena sifanya yang mudah bergaul dia tanpa sadar dimanfaatkan oleh teman wanitanya yang satu sekolah dengan dia.


Aulian yang belum pernah merasakan jatuh cinta, ketika ada satu perempuan yang selalu perhatian dan care terhadapnya setiap hari, menimbulkan perasaan aneh dihatinya.


Pelan-pelan dia mulai menyakinkan dirinya jika dia benar-benar menyukai teman wanita satu sekolahnya itu. Ketika dijam istirahat Aulian sudah janjian ditaman sekolah dan dia ingin menyatakan perasaannya kepada teman wanitanya itu sambil memberikan sebuah coklat berbentuk love, akan tetapi niat itu belum tersampaikan karena ketika dia melewati kelas teman wanitanya itu dia mendengar pembicaraan yang membuat sakit hatinya. Sebab teman wanitanya itu berbeda kelas dengannya.


"Eh apa benar siClara sedang janjian dengan Aulian itu ditaman sekolah?? ", tanya Flo sahabatnya Clara kepada Sira yang juga sahabatnya Clara.


"Iya benar, dan sebentar lagi keinginan Clara akan tercapai menjadi pacar seorang Aulian anak Keluarga dari IRAWAN yang kaya raya dan Perusahaan orang tuanya sudah ada dimana-mana", kata Sira kepada Flo.


"Iya hebat si Clara bisa meluluhkan hati Aulian, dan kasihan Aulian yang akan dimanfaatkan Clara", kata Flo dengan diselingi ketawa.


"Iya, Clara tidak pernah kapok hanya menginginkan uang dari cowok yang dipacarinya, tidak takut karma apa ya dia", kata Sira juga dengan tertawa.


"Ters**erah dialah, kan kita juga nanti yang ikut merasakan", kata Flo lagi dan mereka akhirnya tertawa bersama-sama.


Tidak tahu saja, jika semua perkataan mereka didengar langsung oleh Aulian. Aulian serasa mendidih darahnya ketika mendengar pembicaraan mereka, lalu Aulian menarik nafas dan membuangnya secara perlahan untuk meredakan amarahnya.


Ketika sudah reda dia lalu melanjutkan jalannya lagi menuju taman sekolah untuk menemui Clara. Aulian sudah melihat Clara sedang duduk dibangku taman sambil makan camilan.


"Maaf lama, tadi saya ada perlu sebentar dikelas", kata Aulian ketika sudah sampai didepan Clara.


"Tidak apa-apa, sini silahkan duduk disini", kata Clara sambil menepuk bangku kosong disebelahnya.


Aulian daritadi sudah menahan amarahnya ketika melihat Clara, dan dia tambah muak ketika melihat wajah sok polos dan lugunya Clara ketika dia tersenyum manis kepadanya.


"Itu kamu bawa apa", kata basa basi Clara ketika melihat Aulian membawa sebuah coklat ditangannya.


"Oh, ini aku membawa coklat untukmu", kata Aulian.


"Yes, sedikit lagi, aku akan pasang imutku ah, biar dia semakin tertarik kepadaku", bathin Clara.


"Waaah, terimakasih Aulian", kata Clara dengan memasang wajah sok imutnya dan bersemangat ingin mengambil coklat yang dibawa Aulian.


Aulian langsung menjauhkan coklat yang dia bawa, ketika Clara akan mengambil coklatnya.


"Tunggu sebentar ada yang ingin aku sampaikan kekamu", kata Aulian dengan wajah yang dibuat serius sambil memandang Clara seakan dia akan serius dengan Clara.


Clara yang melihat dan memperhatikan Aulian dia sangat berdebar dan sangat bersemangat.


"Aku sangat menyukaimu Cla, dan jika kamu menerimaku ambillah coklat ini, jika tidak buang saja coklat ini ketempat sampah", kata Aulian kepada Clara.


Clara sangat bahagia mendengar Aulian mengutarakan perasaannya kepadanya, dan Clara ingin segera mengambil coklat yang dibawa Aulian.


"Tapi ada satu hal yang harus kamu tahu jika kamu ingin menjadi kekasihku", kata Aulian segera menjauhkan coklatnya yang akan diambil Clara.


"Apa itu Aulian", kata Clara dengan tersenyum dibuat sangat manis.


Fikir Clara paling Aulian akan bilang kepadanya tidak boleh ini, tidak boleh itu seperti incarannya sebelum-sebelumnya, jadi Clara belum curiga sama sekali kepada Aulian.


Aulian yang tadinya menghadap keClara sekarang dia menghadap kedepan sambil memasang wajah yang sangat diseriusin sekali.


"Saya sebenarnya bukan anak kandung dari keluarga IRAWAN Cla, saya sebenarnya berasal dari panti asuhan yang menjadi tempat Keluarga IRAWAN sering mendonasikan rejekinya, mereka sering melihatku murung, dan ketika Kak Iyas sering mengajakku berbicara dan bermain mereka melihatku mau berbicara dan tersenyum senang, akhirnya Papah Ziyas dan Bunda Lili mereka sepakat untuk mengadopsiku ketika umurku baru lima tahun untuk menjadi teman sekaligus adik dari Kak Iyas dan Kak Anin, anak-anak mereka", cerita Aulian panjang lebar.


Clara yang awalnya tersenyum senang karena rencana dia akan berhasil dia tiba-tiba menjadi diam dan sedikit menjauh duduknya dari Aulian, yang awalnya tadi sedikit mepet. Karena mendengar cerita Aulian.


"Tapi-tapi kamu sering mendapat jatah bulanan dari keluarga IRAWAN kan Aulian", tanya Clara tiba-tiba.


Aulian yang tadinya menghadap lurus kedepan dia langsung menengok kesamping kearah Clara. Aulian menggelengkan kepalanya menanggapi pertanyaan Clara.


"Saya memang mendapat, akan tetapi saya tidak pernah menggunakannya, karena saya tahu diri Cla, saya selama ini bekerja sampingan diCafe Cla, dan saya bisa sekolah disini berkat Kak Iyas yang memaksaku sekolah disini, serta dia yang membayarinya semua", jawab Aulian kepada Clara.


"Terus selama ini kamu masih tinggal dikeluarga IRAWAN kan Aulian?? ", tanya Clara lagi.


"Tidak Cla, aku selama ini tinggal diKos yang khusus untuk laki-laki, sudah satu tahun ini Cla aku pisah tinggal dengan mereka", jawab Aulian lagi.


"Terus selama ini kamu pulang pergi pakai mobil bagus dan diantar jemput sama sopir terus itu bagaimana", tanya Clara yang masih kekeh mencari sesuatu yang bisa dia pertahanin rencananya.


"Itu terpaksa aku terima Cla, karena paksaan dari Papah Ziyas dan baru tadi aku sudah tidak mau naik mobil dari mereka dan diantar jemput dari supir mereka", kata Aulian lagi.


Memang tadi pagi Aulian sengaja tidak mau naik mobil dan diantar sopir, dia tadi pagi berangkat sekolah sengaja naik kendaraan umum, karena dia ingin merasakan bagaimana naik kendaraan umum yang selama ini tidak pernah dia rasakan. Awalnya Bunda Lili dan Papah Ziyas melarang, akan tetapi Aulian kekeh ingin naik kendaraan umum, akhirnya dengan berat hati Bunda Lili dan Papah Ziyas mengijinkan dengan satu syarat yaitu sopir Keluarga mereka mengikutinya dari belakang kendaraan umum yang ditumpangi Aulian. Dan Aulian oke-oke saja menanggapi syarat dari orang tuanya.


Kembali lagi keAulian dan Clara. Clara langsung saja tanpa fikir panjang dia langsung mengambil coklat yang dibawa Aulian terus dia buang ketempat sampah yang tidak jauh dari tempat duduk mereka.


Aulian yang sebenarnya sudah menyiapkan hati untuk tindakan Clara, akan tetapi dia tetap sakit hati dengan sikap Clara. Aulian yang melihat Clara membuang coklatnya dia hanya tersenyum miring melihat itu.


"Maaf aku tidak mau menjadi kekasih dari cowok miskin seperti kamu, dan maaf mulai saat ini jangan pernah menyapaku jika melihat atau berpas-pasan denganku, mulai saat ini kita tidak mengenal satu sama lain!!!!, permisi!! ", kata Clara kepada Aulian dan langsung meninggalkan Aulian begitu saja.


Sedangkan Aulian dia hanya tersenyum remeh menanggapi perkataan Clara. Tiba-tiba Aulian dia mengambil Hpnya dan menghubungi seseorang.


"Hallo uncle Albert, aku mau minta tolong", kata Aulian kepada sesorang yang bernama Albert. Dan Albert adalah orang kepercayaan Papahnya dia seorang detektif handal.


Aulian menghubungi Albert ingin minta tolong menyelidiki siapa Clara sebenarnya, dan Aulian akan memberi pelajaran berharga untuk Clara yang sombong itu.


Dan setelah beberapa jam, tepatnya ketika pulang sekolah Aulian sudah mendapatkan semua informasi yang ingin dia ketahui.


Ternyata Clara anak dari Pengusaha yang bernama Joe, dia mempunyai Perusahaan kecil yang semua suplai barang berasal dari Perusahaan Papahnya. Dan terjadilah sesuai seperti keinginan Aulian ketika sudah beberapa hari dari kejadian Aulian membohongi Clara tentang identitasnya.


Perusahaan Papahnya Clara bankrut dan gulung tikar berkat Aulian yang menceritakan semuanya kepada Kakaknya Qiyas dan Aulian memohon kepada Kakaknya Qiyas untuk membantunya memberi pelajaran kepada Keluara Clara, terutama terhadap Clara.


Aulian tidak sakit hati ditolak Clara, yang bikin Aulian sakit hati adalah sikap sombong dan sikap Clara yang suka memanfaatkan uang para laki-laki yang menjadi kekasihnya.


Sejak saat itu sifat dan sikap Aulian berubah menjadi 180Β° menjadi dingin, cuek dan acuh sampai sekarang dia kuliah dan menjadi seorang CEO diPerusahaan Papahnya.


*Flashback Off*


Yuhuy readers enaknya sitampan Aulian ingin disandingkan sama siapa nih?? πŸ€”


Pasangkan dengan Zahra sekertaris Kia atau kita datangkan pemain perempuan baru lagiπŸ€”πŸ€”


Vote ya dikomen 😁😁😁


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


***TBC***