An Angel From Her

An Angel From Her
60# Happy Birthday Nathan



"HAPPY BIRTHDAY!!" Serempak teriakan itu menggema di sebuah ruangan dalam basecamp black romance setibanya Nathan disana. Pria itu cukup terkejut dengan surprise dari kawan-kawannya.


"Tiup lilinnya ayo!" Ucap Adly yang membawa kue cokelat berbentuk bulat lengkap dengan lilin di atas tangannya, sembari mendekatkan kue itu pada Nathan.


"Kayak anak kecil" Celetuk Nathan ditengah rasa gembiranya. Sejujurnya, ia cukup senang dengan apa yang dilakukan kawannya. Dengan memajukan sedikit kepalanya, ia langsung meniup lilin yang menyala dalam sekali hembusan.


"Thanks guys.." Ucap Nathan pada semua kawannya.


"Selamat nambah tua ya Nath" Ledek Mike sembari memeluk dan menepuk-nepuk punggung Nathan.


"Selamat hari buruungg.." Tambah Regy.


"Apa coba hari burung" Sahut Nathan dengan tatapan meledek.


"Bird-day" Ucap Regy.


"Najis receh banget si Regy" Celetuk Nico sambil cekikikan.


"Udah dapat apa nih Nath dari istri tercinta?" Goda Regy. Namun Nathan hanya menjawab dengan isyarat jengkel.


"Dapat jatah.. Ha.. Ha.. Ha.." Ucap Mike keras-keras yang langsung disambut gelak tawa dari keempat kawan Nathan yang berada disana.


"Beda ya, kalau sudah jadi bapak-bapak" Ledek Nico.


"Terus.. Terus aja.." Ucap Nathan sinis.


"Ha.. Ha.. Ha.. Jangan baper ya" Mike menepuk-nepuk bahu Nathan bermaksud untuk menenangkan sahabatnya yang sedang jengkel itu.


"Excuse me?"


Tiba-tiba suara seseorang terdengar dari arah belakang, memecah keseruan di tengah-tengah mereka. Sontak keempat personil band itu termasuk Regy menoleh ke sumber suara tersebut. Disana sudah berdiri seorang wanita cantik nan seksi 'milik' Nathan.


"Monica?" Ucap Nathan dengan suara pelan.


"Oh.. Hai Monic!" Sapa Regy.


"Hai Mas Regy.. Maaf nih jadi ganggu" Ujar Monica basa basi.


Nathan langsung menghampirinya. Tampak di atas tangan Monica sebuah kue mirip tiramisu. Tak lupa tiga buah lilin kecil yang di letakkan pada bagian atasnya sebagai simbolis. Itu adalah salah satu kue favoritnya. Ia menebak Monica membeli untuk diberikan kepadanya di hari lahirnya sekarang.


"Happy birthday.. My honey" Monica menyodorkan kue itu pada Nathan agar ia segera meniup lilinnya. Sementara kawan-kawannya hanya menonton dua sejoli itu dari arah belakang Nathan tanpa banyak bicara.


"Yeayyy..!!" Riuh Monica ketika lilin sudah padam dan asapnya berhembus.


"Thank you honey. Is this tiramisu?"


"That's right! Kamu harus coba, ini aku yang buat lho.."


"Really?"


"Yeah.." Jawab Monica yang nampak bersemangat.


Regy memberi aba-aba pada anak-anak asuhnya agar segera masuk ke studio dan meninggalkan Nathan berserta Monica yang tampak begitu menikmati kebersamaan mereka tanpa mengindahkan yang lain. Semacam dunia hanya milik mereka berdua.


Selain itu, Nathan juga di nilai seperti orang yang tak memiliki perasaan karena masih mengencani wanita lain sementara ia sudah memiliki seorang istri yang bahkan selalu memperlakukannya dengan baik.


Tapi Nathan tak memedulikannya, bahkan disaat ia menyadari bahwa kawan-kawannya tak ada lagi di belakangnya, ia justru kian asyik mencoba menikmati waktunya bersama Monica.


"Kita duduk dulu yuk.." Ajak Nathan sembari menggandeng sebelah tangan Monica untuk menduduki sofa ruang tamu basecamp.


"Ayo dicoba dong.. Kamu pasti suka" Ucap Monica sambil menyodorkan sendok kecil pada Nathan agar ia segera mencicipi kue buatannya.


"Oke.." Nathan mulai membuat potongan kecil pada tiramisu berbentuk kotak yang Monica serahkan ke tangannya. Lalu tanpa aba-aba melahapnya dan sesekali mengecap rasa yang ada di mulutnya itu.


"Gimana? Gimana? Enak kan?" Tanya Monica, mengharap pengakuan dari sang kekasih.


Nathan belum menjawab. Ia masih terus mendalami rasa yang sangat bertubrukan tersebut. Tiramisu yang rasanya sungguh jauh dari tiramisu. Sensasi pahit dari kopi yang terlalu pahit juga manis yang kelewat manis. Ia juga tak mendapati rasa lembut dari krim keju yang seharusnya jadi bahan baku makanan yang masuk dalam kategori dessert itu.


Disaat seperti ini, ketika melihat wajah Monica yang mengharapkan pujian darinya, Nathan tak sampai hati jika harus melayangkan kritikan untuk sang kekasih dan mematahkan rasa percaya dirinya. Selain itu, Monica juga perlu di apresiasi atas kemajuan yang dilakukannya sekarang, karena memasak sejujurnya adalah hal yang paling dibenci oleh wanita itu.


"Sayang? Nggak enak ya?" Ucap Monica tertunduk lesu.


"Enak sayang. Serius, terimakasih ya.. You're the best" Ujar Nathan penuh kepalsuan. Ia sedikit menarik nafas.


"You're welcome.. Aku sudah tahu kamu pasti suka. Karena tadi juga sudah kucicipi rasanya enak" Monica nampak sumringah mendengar ulasan dari Nathan. Sementara pria itu hanya berdehem pelan.


"Maaf honey, tapi sepertinya hari ini aku nggak bisa. Setelah ini mau latihan untuk perform nanti sore. On duty, maaf ya?" Ucap Nathan dengan nada penuh penyesalan.


"Hhmm.." Monica hanya merengut mendengar alasan kekasihnya.


"Uuh.. Jangan ngambek dong" Goda Nathan sambil berusaha memeluk tubuh seksi Monica di sebelahnya.


"Kalau cuma latihan saja aku pasti bisa mengusahakannya untukmu. Tapi ini ada perform sayang. Nggak mungkin aku tinggalin kan? Minta pengertiannya ya?"


"Hhmm.. Oke lah, aku mengerti. Dari dulu pun aku sudah terbiasa harus mengalah dengan jadwal-jadwal mu yang padat" Ujar Monica dengan manja dalam pelukan Nathan.


"Gitu dong.. Monica, bagaimana aku nggak mencintaimu?" Gombal Nathan sembari mencubit ujung dagu Monica.


"I love you" Balas Monica sambil menatap kedua mata Nathan.


"Love u too" Sementara Nathan langsung mendaratkan bibirnya pada bibir seksi Monica dan ********** dengan lembut.


"Mmhh.." Desah Monica sesekali.


"Sayang.." Panggil Nathan yang melepaskan ciumannya sejenak.


"Ya?"


"Nanti malam aku kerumahmu ya?"


"Dengan senang hati" Sahut Monica sambil melemparkan senyumnya.


"I miss you" Bisik Nathan.


"I will be waiting for you" Balas Monica dengan mesra. "All Right, kalau begitu aku pulang dulu ya. Eh, mau bertemu teman dulu sih" Sambungnya.


"Oke honey. Hati-hati di jalan ya" Pesan Nathan padanya.


"Iya sayang. Bye.. Tiramisu nya di habiskan lho" Ucap Monica sembari beranjak dari sofa dan berdiri tegap di hadapan Nathan.


"Siap.."


Usai mendaratkan kecupan terakhir di bibir Nathan, wanita itu langsung melangkahkan kakinya keluar dari basecamp dan segera menaiki mobilnya yang terparkir di halaman. Sementara Nathan hanya mengamatinya dari dalam dan cepat-cepat menghampiri kawan-kawannya yang mungkin saja sudah mulai latihan sejak tadi.


***


Seperti biasanya, konser yang di gelar oleh black romance selalu berjalan lancar tanpa hambatan. Semesta pun ikut mendukung dengan diberikannya cuaca yang cerah hingga seluruh rangkaian acara selesai dilaksanakan.


Tepuk tangan riuh dan sorak sorai penggemar mereka menggema di sekeliling panggung besar tersebut. Tak terkecuali penggemar dari Nathan sendiri yang sedari tadi terus meneriaki namanya. Dan seperti yang sudah-sudah, Nathan juga selalu melayani permintaan mereka dengan baik.


Sejak merilis album baru, Nathan dkk dibanjiri dengan undangan untuk mengisi berbagai acara baik di dalam maupun di luar kota. Mereka bahkan juga sudah menandatangani perjanjian konser yang akan digelar di beberapa kota luar Jakarta dalam waktu dekat ini.


Kesuksesan yang diraih tentu semakin membuat nama Nathan kian melambung, meski tanpa mereka sadari, sang idola telah menyimpan sebuah rahasia pernikahan di tengah karirnya yang cemerlang itu.


"Malam ini party yuk" Ajak Regy. Saat ini mereka tengah beristirahat di belakang panggung usai menampilkan performa mereka yang ciamik.


"Waah.. Boleh banget gy" Sahut Nico.


"Gue udah booking tempat buat kita. Ruang VIP, biar lebih private" Ujar Regy.


"Tumben lo asik gy"


"Yaa.. Hitung-hitung ngerayain birthday nya gitaris keren kita nih" Goda Regy ke arah Nathan.


"Aduh.. Tapi gue udah bikin janji sama Monica"


"Tinggal di batalin aja apa susahnya Nath?"


"Ya nggak bisa segampang itu Mike"


"Dia bukan istri lo, kalian pacaran aja udah salah. Lo nggak sadar apa Nath kalau udah mengkhianati Dara?" Tegas Mike yang selalu terang-terangan membela Dara.


"Lo kenapa sih Mike? Suka sama si Dara? Setiap ngomong selalu arahnya ke dia" Ucap Nathan tak mau kalah.


"Gue.."


"Hei.. Hei.. Udahlah.. Ngapain sih malah ribut?! Cukup.. Cukup!" Potong Regy yang dengan sigap melerai keributan di antara Nathan dan Mike.


"Pokoknya malam ini kita party. Kita senang-senang! Jangan kerja terus. Tapi ingat! Jangan ada yang sampai mabuk, minum sewajarnya. Dan lo Nath, tunda dulu acara lo sama Monica. Ini perintah dari gue" Kalimat Regy terdengar begitu tegas dan penuh keyakinan. Membuat anak-anak asuhnya patuh serta tunduk saat itu juga.