An Angel From Her

An Angel From Her
AAFH - Extra Part : Chapter 6



Beberapa bulan kemudian..


Senyum penuh rasa bangga bercampur haru terukir di bibir Nathan kala menyaksikan putri semata wayangnya, Angel, mengenakan pakaian wisuda lengkap dengan toga. Ia baru saja menyelesaikan pendidikan di bangku sekolah menengah pertama, dan mendapat nilai terbaik.


Pria itu, memandang Angel yang diminta untuk naik ke atas panggung dan menyampaikan sedikit pidato sembari memegangi sebuah piala penghargaan atas prestasi yang di raih. Gadis itu berbicara sedemikian lancar dan terarah, dengan kosa kata bahasa Inggris yang baik.


Nathan sangat bangga untuknya, Angel benar-benar terlihat dewasa. Sedikit tidak menyangka bahwa ternyata ia bisa merawat gadis itu dengan baik sampai saat ini. Dan berandai jika saja Dara masih hidup, tentu dia juga akan sangat bangga padanya.


Tepuk riuh dari para orang tua yang hadir di gedung pertemuan tempat acara wisuda itu dilaksanakan menggema, ditujukan pada Angel yang nampak mulai turun dari panggung. Dari kejauhan, gadis itu melemparkan senyumnya untuk sang ayah yang tak henti memandangnya, sementara Nathan juga membalas sambil menunjukkan dua jempol untuknya.


Saat acara tersebut selesai di gelar, Nathan dan Angel saling menghampiri. Kemudian langsung memeluk satu sama lain, dengan rasa haru yang menyelimuti mereka.


"Angie, daddy sangat bangga padamu nak," Ucap Nathan sembari mengusap-usap punggung Angel.


"Thank you dad," Balas Angel.


Nathan melepas pelukannya, lantas memandangi wajah putrinya yang di poles make up tipis sambil berkata, "Terimakasih sudah menjadi anak yang baik untuk daddy."


"Terimakasih juga untuk daddy yang selalu merawatku dengan kasih sayang. Love you dad," Ungkap Angel, matanya sedikit berkaca-kaca.


"I love you most," Balas Nathan. Ibu jarinya ia gunakan untuk menghapus sedikit air mata yang turun dari mata putrinya. "Kenapa Angie menangis?" Tanya Nathan lembut.


Gadis itu terdiam sepersekian detik, mungkin berusaha untuk tidak terlalu larut dalam perasaannya sendiri.


"Tidak apa-apa dad. I'm just.." Kalimatnya menggantung. "Just.. Hufh.." Angel menghembuskan napas.


"Hanya berpikir jika saja ibu ada disini. Aku sangat ingin memeluknya," Ucap gadis itu akhirnya, dengan air mata yang terus mendesak untuk keluar.


"Percayalah nak, saat ini ibu sedang memandangmu dari sana," Ucap Nathan berusaha menghibur putrinya, namun Angel hanya mengulas senyum tipis.


"Daddy tau, Angie sangat rindu dengan ibu kan?"


Angel mengangguk lemah.


"Bagaimana kalau kita ke rumah ibu?"


"Maksud daddy, kita ke indonesia?," Tanya Angel menegaskan.


"Iya, mau?"


Gadis itu mengangguk penuh keyakinan, Nathan dapat melihat raut wajahnya yang seketika berubah cerah. "Yes! Aku sangat ingin dad!"


"Oke, liburan ini, kita akan pulang ke Indonesia. Tapi, nggak bisa terlalu lama ya? Karena kita harus mencari high school untukmu."


"Siap dad!" Jawab Angel lantang. Mereka berdua tertawa kecil.


"Angel!," Panggil salah satu temannya, seorang gadis berambut pirang dengan mata biru cerah serta kulit putih. Ia menghampiri Angel yang masih berdiri di depan ayahnya.


"Oh, hei.." Sapa Nathan.


"Hei Jess," Angel juga ikut menyapa.


"Angel, are you coming?"


"Of course," Jawab Angel.


"Coming? Where are you going to?," Nathan ikut menimbrung pembicaraan dua gadis itu.


"Uhm, sir, i want to invite Angel to a farewell party tonight at my house. may I?," Tanya Jessica.


"Party?"


"Yes dad. Jessica akan mengadakan pesta dirumahnya. Hanya kecil-kecilan, boleh aku datang?," Angel menengahi.


Nathan nampak menimbang keputusannya. Ia memandang Jessica bagai sedang menginterogasi gadis itu. Mirip seperti polisi yang baru saja menangkap seorang penjahat, membuat Jessica sedikit bergidik dibuatnya.


"Dad?," Panggil Angel. "Boleh?"


"Well.. Daddy mengizinkanmu, pergilah," Ucap pria itu akhirnya.


Senyum kepuasan terukir jelas di bibir Angel saat mendengar bahwa ayahnya memberi izin. "Thank you dad"


"Don't come home too late, promise me?"


"I promise dad," Sahut Angel.


"Thank you sir," Ucap Jessica, dan Nathan mengangguk seraya menunjukkan senyum ramahnya.


Angel meninggalkan ayahnya sejenak untuk saling menyalami teman-temannya yang lain. Bersama Jessica, ia bergandeng tangan dan nampak begitu berbahagia di hari kelulusannya.


Sekarang tinggallah Nathan yang sendirian, berdiri dengan masih memandang putrinya dari kejauhan.


...***...


Hari sudah malam ketika ia pulang dari toko. Siang tadi, usai kembali dari acara wisuda, Nathan bersama Angel pulang ke rumah bersama. Namun setelahnya pria itu bergegas pergi lagi ke tokonya, sementara Angel berangkat ke pesta pada sore hari.


Dia berkata akan sedikit membantu dalam hal persiapan pesta di rumah Jessica, jadi ia meminta izin untuk datang lebih awal. Dan Nathan secara sukarela mengizinkannya.


Pria itu berjalan gontai menaiki satu per satu anak tangga menuju kamarnya di lantai dua. Entah sedang ada angin apa, ia merasa hari ini sangat lelah hingga tak memiliki lagi selera untuk melakukan apa-apa.


Ia sedikit merenungkan kata-kata Angel waktu itu, dan memvalidasi nya. Kesepian yang selalu di khawatirkan gadis itu sejujurnya memang benar. Ia merasa sepi, sunyi, hampa. Angel sudah beranjak dewasa dan memiliki kehidupan nya sendiri, sementara ia, harus menanggung kesendiriannya.


Ia sempat menaruh harapan pada Michelle, tetapi semuanya pupus saat tahu bahwa wanita itu memilih orang lain. Dan disinilah ia akhirnya, hanya berjalan beriringan dengan bayangan nya sendiri, dengan kesunyian yang menyertai.


Nathan membuka pintu yang tertutup rapat dengan perlahan. Sambil berpikir siapa yang memiliki kemungkinan besar masuk ke kamarnya dan memainkan gitar di sana.


Degup jantungnya mendadak mengalami peningkatan begitu menyadari alunan musik itu adalah sebuah karya karangan dia sendiri yang pernah ia buat belasan tahun lalu. Bersama Dara, saat mereka sedang berduaan di ruang studio apartment.


Namun siapa lagi yang tahu perihal lagu tersebut selain Dara? Karena memang karya itu terinspirasi kemudian diciptakan dan diperuntukkan bagi Dara, sebagai salah satu tanda cinta darinya.


Ia membuka lebar-lebar pintu kamarnya, mendapati sosok seseorang yang sangat tidak asing baginya. Wanita berpotongan rambut bob sebahu, mengenakan coat hangat warna cokelat muda duduk di kursi membelakangi arahnya. Ia langsung berspekulasi bahwa wanita itu adalah Michelle.


Namun sebelum bibirnya terbuka dan kalimat nya terucap, wanita itu menyelesaikan bait terakhir dari lagunya, lalu berbalik arah berdiri dari kursi yang tadi di dudukinya. Wajah itu, dia benar-benar Michelle.


Nathan menghampiri nya perlahan. Michelle nampak meletakkan gitar ke tempatnya semula sambil menunggu Nathan mendekat padanya.


Senyum mempesona dengan lesung pipi itu merekah sempurna di bibirnya, dan di detik yang sama, Nathan menyadari sesuatu hal besar berada di depannya. Dia merasa, bahwa wanita ini, yang sedang berdiri sambil menatapnya dengan senyum yang begitu cantik bukanlah Michelle, yang sesungguhnya.


Tatapan mereka saling beradu seolah lupa untuk berkedip. Wanita itu meraih kedua tangan Nathan lalu menggenggamnya.


"Hai Nathan.." Ucapnya lembut.


Pria itu mendadak bisu, kehilangan nyaris seluruh kosa kata yang dikuasai nya. Dia hanya terus menatap tak percaya pada wanita di depannya.


"Aku sangat merindukanmu," Ucapnya pada Nathan yang jelas terlihat pendar penuh haru bermain di kedua matanya.


"Ayo kita menikah.." Tambah wanita itu seakan sedang menunggu jawaban Nathan. "Lagi?," Imbuhnya di akhir kalimat.


Ia mengecup bibir Nathan yang kelu, dan tak ada alasan lagi bagi pria itu untuk tak membalas ciumannya.


Mereka saling menautkan bibir masing-masing dalam kerinduan yang mendalam, sebelum akhirnya terlepas dan Nathan terisak.


"Sayangku.." Ucapnya lirih. "Dara..?" Lanjutnya.


Wanita itu menjawab kalimat Nathan lewat tatapan matanya yang kian intens sembari melempar senyuman "I love you, so much.." Ungkapnya.


Tanpa disadari, Nathan menitikkan air matanya. Ia kembali mencium bibir istrinya, ********** lembut. Dara, benar-benar bereinkarnasi dalam wujud seorang wanita muda dan entah bagaimana bisa ia memiliki kesamaan fisik dengan raganya yang terdahulu.


Rindu yang bahkan kedalamannya melebihi palung terdalam di muka bumi itu seakan terbayar sudah dengan kehadiran Dara, wanita yang dicintainya, yang ternyata sudah hidup berdampingan dengannya sejak bertahun-tahun yang lalu.


Ada banyak sekali pertanyaan yang ingin ia ajukan perihal kedatangannya, maksud dari penolakan yang sempat ia tujukan kemarin, dan semua hal yang tak dapat ia mengerti.


Namun pria itu memilih untuk menyimpannya sejenak, sambil menikmati malam "pertama" nya lagi dengan Dara. Beradu napas yang saling memburu, memeluk, mendekap, mencium, menumpahkan segala jenis kerinduan yang selama ini sungguh menyiksa.


Bersama Dara, dan tubuhnya yang baru, kesunyian yang tertanam di hatinya musnah. Hilang bagai air yang menguap.


Nathan telah siap, sangat siap memulai semuanya dari awal. Bersama Dara, selamanya.


...***END***...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Haaii readers kesayangan Rose 😘


Terimakasih banyak yaa yg sdh ngikutin cerita ini sampai dengan saat ini, meramaikan karya recehan saya 🖤 sungguh saya bukan apa² tanpa kalian 🤧


terimakasih untuk like nya, komen dan hadiah ataupun vote yg kalian berikan *hug 🤗


Jadi, extra part nya saya rasa cukup sampai disini, karena jujur saya ga pgn ceritanya jd muter² krn kebanyakan bab, ga pgn konsep ceritanya kyk sinetron yg berepisode² sampe pemainnya beranak pinak. Rose nggak suka, maaf 🙏


Rose minta maaf semisal jalan ceritanya jauh dari ekspektasi kalian, bikin emosi, atau terkesan bertele-tele, krn balik lagi saya bikin cerita berdasarkan ke haluan saya sendiri, yg mana saya hanyalah seorang amatiran, tanpa pendidikan yg mumpuni, dan menulis hanya untuk menyalurkan hobi.


Well, karena cerita ini sdh tamat, boleh dong kalian mampir ke karya saya yg baru 🤭 masih on going, update santai, sama kyk yg ini ga bisa crazy up 😣🙏


klik aja profil Rose and cekidoott 👇👇👇



Masih sepii.. tolong ramaikan lagi ya.. hehe 🙏


Akhir kata, sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak banyak buat readers setia ku. Jangan lupakan saya, dan dukung terus ya 🥺😘💞