An Angel From Her

An Angel From Her
AAFH - Extra Part : Chapter 1



Waktu berlalu begitu cepat seolah ia hanya melewati satu kedipan mata. Nathan mengawali hari di usianya yang baru saja menginjak empat puluh enam tahun dengan bahagia.


Secangkir cokelat panas yang masih beruap menemani pagi di musim gugur nan sejuk. Di letakkan pada atas meja yang berada tepat di depan jendela kamarnya yang menyajikan pemandangan kota.


Ia membuka laptopnya seraya mengerjakan hal yang perlu di selesaikan. Beberapa tahun terakhir, Nathan mengalami kemajuan dengan membuka empat studio musik baru yang tersebar di beberapa wilayah kota Los Angeles. Hal ini tentu membuatnya makin sibuk, dan tentu semakin mengurangi frekuensi kedatangannya ke tanah air.


Angel juga tumbuh menjadi seorang remaja yang sangat cantik dan ceria. Tinggi badannya bahkan hampir menyamai ayahnya, berbeda hanya beberapa inci mencapai telinga Nathan. Gadis itu, mengingat dengan baik tanggal lahir ayahnya. Maka pagi ini, ia datang ke kamar ayahnya dengan membawa tiramisu dengan lima buah lilin kecil di atasnya. Itu adalah hasil karya tangannya sendiri.


"Happy birthday to you.. Happy birthday to you.. Happy birthday dear daddy.. Happy birthday to you.." Angel mendendangkan lagu dengan suaranya yang syahdu untuk ayah tercinta sembari melangkahkan kaki secara perlahan mendekatinya. Membuat Nathan menoleh ke arahnya, dan senyum menawan itu merekah di bibirnya.


"Oooh.. Angie, tolong jangan ingatkan daddy kalau hari ini daddy semakin tua," Ucap Nathan pura-pura protes.


Angel terkekeh pelan seraya menyodorkan tiramisu pada Nathan dengan maksud agar pria itu meniup lilinnya.


"Berapapun umur daddy, sepertinya daddy tidak akan pernah jadi tua," Ujar gadis usia empat belas tahun itu. Sebab pada kenyataannya, Nathan memang seolah tak pernah mengalami penuaan dalam dirinya. Dia tetap tampan dengan wajahnya yang makin berkharisma.


"Yeayyy!!" Angel bersorak seiring dengan padamnya kelima lilin tersebut. Nathan yang tidak mampu menyembunyikan rasa haru langsung memeluk putrinya dengan hangat sembari menghadiahi kecupan di puncak kepalanya.


"Terimakasih banyak putri daddy yang paling cantik. Daddy menyayangimu nak"


"I love youu mooree dad!"


Nathan melepas pelukannya, dan Angie menyodorkan mahakarya pertama yang dipersembahkan untuk ayahnya.


"Ini tiramisu?"


"Uhm.." Sahut Angel sembari mengangguk penuh keyakinan.


"Boleh daddy cicip?"


"Sure"


Nathan meraih sendok kecil yang diberikan Angel dan langsung membuat potongan kecil di pinggir tiramisu buatan putrinya. Rasa itu, sembilan puluh persen mirip dengan yang pernah di buat Dara bertahun-tahun silam di hari ulang tahunnya dulu. Hanya saja memiliki perbedaan rasa manis yang kurang tegas, meski tak terlalu berarti. Nathan tetap sangat menyukai persembahan dari Angel dan berbahagia atasnya.


"Bagaimana dad? Apa tiramisu nya enak?," Angel bertanya-tanya sebab ayahnya tak juga memberi penilaian selama beberapa detik.


Nathan memandang wajah putrinya yang penuh harap menunggu-nunggu jawaban darinya. Hingga terbesit lah ide untuk mengerjai gadis itu sejenak dengan menampilkan ekspresi kurang senang dari wajahnya.


"Dad, tidak enak ya?," Angel menerka.


Nathan menggelengkan kepala dengan raut wajah dibuat se aneh mungkin, sementara Angel terlihat putus harapan. Dan melihat ekspresinya yang seperti itu, sungguh menggelitik hingga membuat Nathan tergelak menertawai putrinya dengan keras.


"Dad.. Kenapa tertawa?"


"Aduh.. Daddy nggak kuat" Pria itu masih tergelak sendiri sedangkan putrinya memandang keheranan.


"Iih.. Daddy!" Angel protes sembari mengerucutkan bibirnya.


"Oke.. Oke.. Maaf ya. Angie, tiramisu buatanmu sangat enak! Daddy suka sekali. Mirip dengan buatan ibumu. Terimakasih ya sayang," Ucap Nathan menyudahi sandiwaranya. Ia menyuap lagi tiramisu yang telah berpindah tangan kepadanya dengan lahap.


"Bagaimana kamu bisa membuat makanan seenak ini di usiamu yang baru empat belas tahun nak?," Tanya Nathan sambil terus mengecap.


"Aku belajar lewat internet dad," Sahut Angel dengan tatapannya yang mendadak sendu. Gadis itu duduk sejenak di tepi ranjang, sementara ayahnya masih berdiri belum berhenti menyantap sajian karya anak gadisnya.


"Dad, boleh aku bertanya?"


"Tentu. Angie ingin bertanya apa?"


"Apa daddy tidak merasa kesepian?"


Nathan mengernyitkan dahi sambil memandang putrinya.


"No. Kan ada Angie disini"


Angel tersenyum tipis menanggapi jawaban ayahnya.


"Bukan itu maksudku"


"Lalu?"


"Apa daddy tidak ingin menikah lagi?"


"Kenapa Angie menanyakan hal itu?," Tanya Nathan sembari meletakkan piring berisi tiramisu di atas meja samping laptopnya.


"Aku hanya takut daddy kesepian. Sebentar lagi aku akan masuk high school, dan pasti akan banyak kegiatan. Aku tidak bisa menemani daddy selama aku sibuk dengan sekolah," Ucap Angel bernada penuh empati dengan bahasa Indonesia yang fasih. Semenjak duduk di bangku sekolah menengah, gadis itu memang lebih sering menggunakan bahasa ketika berbincang dengan Nathan, dan menggunakan bahasa Inggris hanya saat dia berada di luar rumah.


Nathan mengambil tempat di sebelah Angel duduk, di tepi ranjangnya yang empuk. Mensejajari posisi putrinya agar ia dapat bicara dari hati ke hati dengan gadis itu.


"Daddy nggak akan merasa kesepian, asal Angie masih ada disini"


"Tapi kalau nanti aku masuk perguruan tinggi, mungkin saja aku akan mengambil universitas yang berada di luar kota dad. Kita akan tinggal berjauhan, dan daddy pasti akan kesepian jika tidak ada yang menemani"


Nathan mengulas senyum menyadari putrinya sudah begitu dewasa dengan memiliki pemikiran sedemikian panjang. Persis Dara, dengan rasa empati yang besar dan terdengar tulus.


"Angie tidak perlu memikirkan daddy. Kemanapun Angie ingin melangkah, pergilah. Daddy akan selalu mendukung Angie dari sini. Daddy tidak akan merasa kesepian, sebab masih ada ibu disini," Ucap Nathan sambil mengarahkan telapak tangan di dadanya sendiri.


Mereka saling memandang sepersekian detik mencoba memahami pikiran satu sama lain. Meski keinginan mereka bersebrangan, dengan Angel yang ingin ayahnya menikah lagi, sementara Nathan sendiri bersikukuh untuk tetap menjadi seorang duda karatan.


Sorot mata Angel melemah dan mengalah, dia tahu betul orang seperti apa ayahnya. Meski dia masih merasa tak puas sebab belum bisa menggoyahkan pendirian lelaki keras kepala itu.


"Aku sangat mencintaimu dad. Ku harap daddy bahagia selalu, bahkan dengan keputusan yang daddy buat sendiri."


Nathan membelai lembut kepala putrinya, penuh kasih sayang seorang ayah yang begitu mencintai darah dagingnya.


"Daddy juga sangat mencintai Angie," Ia lalu mendekap Angel dalam pelukannya dengan segenap perasaan cinta yang meluap-luap tercurahkan seluruhnya untuk gadis cantik itu.


"Selamat ulang tahun sekali lagi dad. Terimakasih karena sudah mau mencicipi tiramisu buatanku. Have a nice day dad," Ucap Angel setelah saling melepaskan pelukan.


"Terimakasih juga untuk kejutannya. I love it," Sahut Nathan.


Angel bangkit dari tempatnya, menuju pintu hendak keluar dari kamar. Namun sebelum menghilang dari pandangan ayahnya, ia menghentikan langkah sejenak dan berbalik ke arah Nathan yang masih duduk manis di tempat semula.


"Tapi.. Kalau suatu hari nanti daddy berubah pikiran. Aku menyarankan agar daddy menikah dengan Michelle," Ucap gadis itu. "Karena hanya dia yang berbeda," Sambungnya lagi.


Nathan termenung meresapi apa yang terlontar dari bibir anaknya. Angel bahkan membiarkan ayahnya bekerja keras dengan pikirannya sendiri tanpa menjelaskan maksud dari kalimat terakhirnya. Michelle, dia menyebut wanita itu berbeda.


Tapi, perbedaan apa yang mampu mencuri perhatian seorang gadis empat belas tahun hingga membuatnya mendesak ayahnya untuk menikah?


...***...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


haaii.. Rose balik lagi, memenuhi permintaan readers yg masih setia padaku.. hehe..


kali ini akan diceritakan tentang kehidupan Nathan bersama putrinya Angel di masa depan. Apakah Nathan akan menikah lagi??


di simak yuukk 😘


nb: Author Rose sdh membuat novel baru.. boleh dong diintip, klik aja profil author 😁 jgn lupa tinggalkan like dan komentar yaa 🥰 mmuuacchh....