XIAO YUE

XIAO YUE
Chapter 97



Karena lawan Xiao Yue telah pingsan, otomatis yang maju babak selanjutnya adalah Xiao Yue. Wasit mengumumkan pemenang arena tanding 4 adalah Xiao Yue dari Klan Xiao atau nomer 45. Dengan senyum menghias di bibirnya, Xiao Yue melompat turun dari panggung arena 4.


Xiao Yue di sambut oleh Xiao Qing dan Panutua 2 sedangkan Xiao Low saat ini masih bertanding di arena 7.


"Pertarunganmu luar biasa! Benar- benar mampu menyita perhatian. Akibat dari pertarunganmu namamu kian melejit. Lawan serta musuh yang kau hadapi adalah kandidat yang di gadang- gadang bisa mencapai 5 besar, Xiao Yue!" ucap Xioa Qing bersungguh - sungguh.


"Aih... Benarkah itu? Hehe.., tapi aku lebih tertarik dengan pasang taruhan. Panutua ayo kita ikutan pasang taruhan di pasar dadakan!" ucap Xiao Yue membuat Xiao Qing terbeng'ong sesaat.


"Ck, Kau ini, kenapa malah taruhan yang ada dalam pikiranmu? Apa dirimu tidak begitu senang bila banyak yang mengenal nama dan wajahmu? Mengagumimu!" ucap Xiao Qing.


"Yup... Bertaruh bisa bikin kita kayak mendadak! Lagian kita butuh uang banyak! Kau tahu kan kita lagi menghadapi apa? Jadi butuh jimat untuk tambahan perlindungan! Tidak masalah bila kita bersama, tapi gimana bila diserang saat sendiri? Ini akan jadi perlindungan ekstra!" ucap Xiao Yue.


"Sebenarnya aku mampu membuat jimat Array. Membuatnya juga tidaklah susah sangat mudah. Sayangnya bahannya tidak lengkap! Tapi.. ... Masalahnya aku tidak bisa mengungkapnya! Aku sudah membuka kartu, kalau aku seorang Alkamis," ucap Xiao Yue dalam hati.


Panutua 2 menghela napas panjang karena apa yang di sampaikan dan di utarakan oleh Xiao Yue ada benarnya.


"Baiklah Yue'er kita akan bertaruh untuk besok! Karena untuk tanding hari ini tidak mungkin karena pemenang sudah ada!" ucap Panutua 2.


Xiao Yue mengeluarkan dua cincin dimensi dari cincin yang dikenakan di jari manisnya, di serahkan cincin itu pada Panutua 2.


"Taruhkan semuanya atas nama aku! Aku menang babak selanjutnya! Sedang untuk cincin mata kuning aku maju sampai 3 besar!" ucap Xiao Yue pada Panutua 2.


Xiao Qing tak kalah sama Xiao Yue dia pun langsung memberikan uangnya kepada Panutua 2 dan taruhannya juga sama seperti Xiao Yue.


...****************...


Arena Tanding 7


Pertarungan di arena 7 ini situasinya makin panas dan menegangkan karena kedua peserta nomer 57 Xiao Low dan nomer 59 Fu Jai saling mengejek dan menghina...


"Ck, hanya segitu saja sudah jumawah! Badan aja yang besar tapi tenaga dan kekuatan tak lebih seperti perempuan!" Sindir Xiao Low sambil membuat pola - pola rumit di udara.


" Array pertahanan ganda!" Segera di sekeliling Xiao Low tercipta kurungan yang berlapis.


"Huh... Hanya orang yang banyak omong dan cerewet seperti kamu lah yang pantas di sebut perempuan jadi - jadian! Ck, tak tahu malu!" ucap Fu Jai meremekan.


"Jurus Pedang Bayangan!" Pedang yang di selimuti Energi Mana membentuk bayangan pedang yang sangat besar menuju ke Xiao Low yang sudah bersiap menghadapinya.


"Jurus Pedang Angin Badai!" Pedang yang penuh Energi Mana menciptakan angin yang makin lama makin kencang dan ganas langsung menghantam bayangan pedang besar yang datang.


WHUUUS BLAAAR BOOM


Serangan itu beradu di udara dan menyebabkan ledakan yang sangat besar. Kedua kekuatan saling beradu itu mampu menggetarkan Array Perlindungan yang buat oleh wasit pertandingan.


"Ihhh, Hanya sampai disini kamu bakal bisa bertahan! Karena selanjutnya aku akan mengirimmu pulang!" ucap Xiao Low memprovokasi.


Serangan susulan di lancarkan lagi oleh Fu Jai ke arah Xiao Low yang sudah siap, Xiao Low menghindar dengan terbang kesamping kirinya dan kemudian membalas serangan Fu jai.


WHUUS BLAASH


Ketika serangan Xiao Low datang menghampiri dengan segera Fu Jai membelahnya dengan pedang di tangannya.


"Hahaha... Serangan seperti itu akan mampu mengirim aku pulang! Woiiiii... Saatnya membangunkan kamu dari mimpi!" ucap Fu Jai sambil tertawa.


Fu Jai berusaha mencari kelemahan dari pertahanan Xiao Long dengan melompat kemudian bersalto langsung berada di belakang Xiao Low dengan pedang siap menikam.


Begitu pedang di tusukkan langsung saja terhadang oleh Array Pertahanan Xiao Low.


TANG BRAAAK


Pedang Fu Jai langsung terpental, begitu juga dengan Fu jai terdorong mundur dua meter.


"Sial, sial seharusnya berhasil, tapi rupanya aku salah perhitungan!" ucap Fu Jai.


Xiao Low tidak menyia- yia keadaan dengan tak membiarkan Fu Jai mengambil nafas terlalu lama. Xiao Low langsung menyerang dengan pedang yang ada di tangannya.


...****************...