
Wasit pertandingan arena 3 mengumumkan bahwa pemenang laga tanding arena 3 telah di menangkan oleh Xiao Qing atau nomer 21.
Xiao Qing turun dari podium masih dengan tubuh gemetar langsung di papah oleh panutua 5 menuju ke Pavilium Farmasi untuk mengobati luka - luka di sekujur tubuhnya.
Ternyata pertandingan di arena yang lain juga telah selesai. Panitia Turnamen Lingcup dengan mengeraskan suaranya agar terdengar oleh seluruh penonton mengumumkan, " Pemenang arena 1 adalah nomer 17, nomer 19 pemenang arena 2, pemenang arena 3 adalah nomer 21 , pemenang arena 4 adalah nomer 23, pemenang arena 5 adalah nomer 25, pemenang arena 6 adalah nomer 27 , pemenang arena 7 adalah peserta nomer 29 dan arena 8 pemenangnya adalah peserta nomer 31."
Karena hari sudah sore terpaksa pertandingan dihentikan dan akan di lanjutkan esok hari. Peserta maupun penonton ada yang masih tinggal dan meneruskan gosipnya dan ada yang segera meninggalkan Pavilium Gun Ling.
"Maaf aku tidak bisa lanjut ke putaran ke dua! Aku berharap kalian semuanya nanti bisa lanjut putaran kedua!" ucap Xiao Yubi sambil menundukkan kepalanya di hadapan teman- temannya.
"Tidak apa - apa saudari Xiao Yubi! Kau pun sudah bekerja keras untuk bisa lanjut putaran ke dua cuman lawanmu memang kultivasinya di atasmu!" ucap Xiao Yue berusaha menghibur dengan menyentuh pundaknya.
"Aku lihat kamu mengenal lawan tandingmu itu? Kalian terlihat akrab?" ucap Xiao Hangbi terlihat tidak suka.
"Siapa yang kenal? Aku tidak mengenalnya? Jangan bicara sembarangan?" ucap Xiao Yubi terlhat kesal.
"Aih... tidak usah sewot saudari! Santai aja! Kami kan hanya tanya? Di jawab oke tidak dijawab ya tidak apa -apa juga," ucap Xiao Yue kepada Xiao Yubi.
Seorang pemuda berjalan mendekati kumpulan anggota Klan Xiao. Pemuda inilah yang sedang di bicarakan oleh teman-teman Xiao Yubi. Pemuda tampan dari Klan Yang, dia bernama Yang Luchan.
"Maaf mengganggu obrolan kalian. Em..Xiao Yubi bisa kita bicara sebentar? Ada yang ingin aku bicarakan denganmu?" ucap Yang Luchan sambil tersenyum ramah.
" Aku tidak mau! Tidak ada yang perlu kita bicarakan!" ucap ketus Xiao Yubi.
"Ohya... Saudara Hangbi kita kan harus ke Pavilium Farmasi selain ambil obat kita kan sekalian bisa menjenguk kondisi Xiao Qing! ucap Xiao Low sambil tangannya menarik Xiao Hangbi.
"Em...., saudari aku juga mau ke pasar dadakan ada yang mau aku beli. Jadi aku pergi dulu ya!"
Begitu Xiao Yue membalik badan dan bergerak mau pergi tangan Xiao Yue tiba -tiba di pegang oleh Xiao Yubi .
"Aku ikut bersamamu?" Xiao Yubi memandang Xiao Yue. "Aku tidak ada urusan denganmu! Aku pergi!" ucapnya kepada Yang Luchan.
"Aku akan ikut kalian ke pasar dadakan! Bolehkah? Sebenarnya ini sangat penting! Dan mengajakmu jalan-jalan di pasar dadakan Pavilium Gun Ling itu juga salah satu tujuanku!" ucap Yang Luchan sambil tersenyum ramah dan tak tahu malu.
"Tidaaaak!" Xiao Yubi dan Xiao Yue bersamaan.
"Aku tidak mungkin membiarkanmu mengikutiku! Membeli keperluan pribadiku!! Jadi tak mungkin mengajakmu?" ucap Xiao Yue.
Xiao Yue dan Xiao Yubi melangkahkan kaki meninggalkan Yang Luchan tapi...
"Aku ingin membicarakan tentang pertunangan yang di sepakati orang tua kita? Dan itu akan terlaksana setelah Turnamen Lingcup ini selesai! Makanya kita harus bicara?"
"Aih.... Perjodohan! Hampir saja diriku jadi kambing hitam bila ada apa - apa! Mana mungkin aku membiarkan ada ucapan miring untuk diriku!" ucap Xiao Yue dalam hati.
"Perjodohanku telah di batalkan! Dan aku tak mau bila perjodohan Xiao Yubi yang bakal batal akan di sangkut pautkan dengan diriku! Lagian mana ada yang mau di anggap pembawa sial. Sebenarnya sich tak masalah bagiku tapi ini semua untuk kedua orang tuaku. Tak boleh ada yang membuat mereka sedih apalagi menderita." Dalam pikiran Xiao Yue.
Xiao Yue menghentikan lari kecilnya saat melihat sebuah toko yang ramai sekali pengunjungnya. Karena penasaran dia pun mendekat.
Ternyata itu toko serba ada, tidak ada barang yang tidak di jual di situ dari barang biasa sampai barang langka, dari yang murah sampai yang mahal. Karena harga semua barang yang di jual adalah harga yang sama yaitu harga murah. Maka semua orang mengandalkan keberuntungan untuk bisa mendapatkan barang yang terbaik.
"Aku tak menyangkah ada toko seperti ini! Sangat menarik! Pemiliknya jelaslah seorang dermawan sejati!"
Xiao Yue pun ikut memilih -milih barang yang ada di etalase toko. Tak jarang dia geleng - geleng kepala melihat isi toko.
"Waoh.... Sumber daya alam ada beberapa yang langka berbaur dengan yang biasa. Luar biasa kalau tidak jeli dan teliti tidak akan tahu bahwa ini sangat langka. Tapi aku tidak membutuhkannya.."
Xiao Yue pindah etalase yang lain dan disitu penuh dengan berbagai macam senjata. Dan Xiao Yue tidak bisa membedakan, mengetahui dan tidak paham yang mana yang senjata terbaik jika dirinya membeli.
Xiao Yue pindah lagi ke etalase yang lain dan disitu tersediah berbagai macam asesoris dari gelang,kalung,anting, aneka hiasan rambut dan cincin.
Ketika Xiao Yue tertarik dengan sebuah cincin yang indah, dia mendekat tapi Xiao Yue merasa sedikit sakit kepala. Ada koneksi aneh dengan pedang dewa Pedang Mawar Kematian.
"Ada apa dengan pedangku? Kenapa tiba - tiba bereaksi seperti ini? Ada Apa sebenarnya ini? Aku tidak mengerti? Aku tidak paham?" gumam lirih Xiao Yue.
Xiao Yue memegang kepalanya dengan tangan kiri sambil memijat kepalanya yang sedikit pening.
Xiao Yue berusaha memahami koneksi dari Pedang Mawar Kematian, dia berusaha menganalisa keadaan. Semua baik aja sampai dirinya berada di etalase asesoris baru ada reaksi dari pedang.
Mungkinkah ada barang yang sangat berharga, perlahan dia bergerak dari ujung etalase sebelah kiri sampai pada bagian tengah yang memajang leontin. Reaksi koneksi dari pedang lebih kuat lagi dan dia melihat lagi lebih jeli dan teliti. Apakah ada keanehan dari salah satu liontin yang terpajang itu hingga akhirnya matanya menatap kilau redup sesaat sebuah liontin.
Xiao Yue memanggil pelayan memintanya mengambilkan leontin tersebut. "Pelayan tolong kamu ambilkan leontin ini untukku?" Begitu liontin berada di tangannya rasa sakit yang dialaminya mendadak menghilang.
"Berapa harga liontin ini? " tanya Xiao Yue sambil mamandang intens liontin itu.
"Harganya 100 koin emas!" ucap pelayan toko sambil tersenyum ramah.
Xiao Yue langsung membayarnya. Dan memasukkan liontin itu kedalam cincin dimensinya.
********